Menjadi pengikut

Satu jam kemudian. Arya terlihat sudah berada di dalam pasar, dan sedang ingin memasuki rumah makan, yang kebetulan banyak terdapat di sana.

Tapi saat dia ingin masuk, tiba-tiba matanya melihat sekelompok pemuda, yang juga sedang makan di sana.

Namun karena posisi mereka membelakangi Arya, lagi pula sedang asyik makan.Jadi mereka tidak melihat kedatangan Arya dan terus saja makan.

Setelah selesai dan berniat ingin meninggalkan tempat itu.Barulah Arya terlihat oleh mereka, karena sosok Arya sangat mereka kenal, dan langsung memutuskan untuk mendatanginya dengan niat mengganggu Arya.

"Ternyata kau berada di kota ini Arya? Sudah seharian kami mencari mu, Ternyata kau datang sendiri mengantarkan nyawa!" Ucap orang tersebut yang ternyata adalah Jodi, dan empat orang temannya.

"Huh! Dunia rasanya sempit banget ya? Kemanapun aku pergi, wajah jelek kalian terus yang terlihat, sehingga membuatku merasa bosan." Jawab Arya sungguh mencengangkan.

"Jangan belagu kau Arya! Aku tunggu kau di luar! Jadi cepat selesaikan makan mu agar kami tidak menunggu terlalu lama!" Respon Jodi tidak senang.

"Mau apa lagi kau mencari masalah denganku Jodi? Bukankah ini bukan kota kalian? Kota kalian di sebelah sana.Jadi biarkan aku hidup tenang, karena aku ingin memulai hidup baru di kota ini."Balas Arya terkesan tidak senang.

"Mau hidup tenang? Sampai kapanpun aku tidak akan rela! karena gara-gara mu, aku dipecat oleh Teddy, dan sekarang aku menganggur termasuk mereka!" Respon Jodi mengabarkan berita yang sebenarnya.

"Itu bukan urusanku! Itu salahmu sendiri kenapa bisa dipecat? Padahal selama ini kalian terkenal sebagai anjingnya, tapi hari ini kalian malah dibuangnya"

"Berarti kalian itu adalah anjing burik yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tuannya" Jawab Arya sungguh tidak terduga.

"Kurang ajar! Beraninya kau?"

"Jangan mentang-mentang kau sekarang sudah kuat, hingga seenaknya saja berbicara begitu padaku!"

"Kawan-kawan! Ayo hajar dia.Jangan pedulikan kerusakan di tempat ini, aku yang tanggung jawab!" Respon Jodi berang.

Kemudian bergerak mengepung Arya, yang sedang duduk di meja makan sendirian itu. Tapi belum juga mereka melakukan aksinya, datang beberapa orang yang berjumlah 6 orang, yang nampaknya orang tersebut sangat disegani oleh Jodi.

"Kak Alex! Ternyata itu kau?" Ucap Jodi berusaha menarik perhatian orang yang baru datang tersebut, dengan kata-katanya yang terkesan kaget.

"Ada apa kau ke tempat ini Jodi? Apakah kau ingin mencari gara-gara dengan ku?" Tanya orang yang bernama Alex itu tidak senang.

"Oh tidak, tidak! Kami kebetulan hanya singgah dan makan di tempat ini, setelah selesai makan baru akan pergi." Jawab Jodi mencoba berbohong.

"Tapi sepertinya kau sedang mengepung anak muda itu? Ada masalah apa antara kelompokmu dengannya?" Tanya Alex lagi.

"Oh pemuda ini? Kebetulan dia sudah mencari gara-gara dengan kelompokku, bahkan berani menghina tuanku waktu itu!"

"Dicari-cari ternyata dia sedang berada di kota ini, dan kebetulan juga makan di tempat ini"

"Karena orang yang kami cari sudah ketemu, maka kami ingin membuat perhitungan dengannya.Tapi sebelum itu terjadi, Ternyata kalian sudah datang." Jawab Jodi berterus terang.

"Hum! cukup menarik.Kalian yang selama ini dikenal sangat ditakuti di kota kalian, dibuat kewalahan oleh anak muda seperti itu. Berarti dia cukup hebat.Kalau boleh tahu dia siapa?" Tanya Alex penasaran.

"Dia Arya, pemuda miskin yang sudah diusir dari kampungnya, dan dikeluarkan dari sekolahnya, karena kesalahan yang telah dia buat itu"

"Selain itu dia juga telah menjadi seorang buronan yang dicari-cari oleh seorang kaya raya di kota sebelah"

"Karena takut keberadaan serta nyawanya terancam, maka dia melarikan diri ke kota ini, dan sepertinya ingin tinggal di sini?" Jawab Jodi sedikit mengarang cerita, tapi seperti apa adanya.

"Ternyata begitu?.Aku kira ada apa?"

"Kau boleh membuat perhitungan dengannya setelah aku selesai makan, dan bawa dia ke tanah lapang, karena aku ingin melihat seberapa kuatnya dia? hingga membuat kelompok kalian menjadi uring-uringan seperti itu." Respon Alex kembali penasaran.

Sementara itu, Arya sudah menyelesaikan makannya, lalu membayar dan pergi dari tempat itu, tanpa memperdulikan dua kelompok yang sedang membicarakannya tersebut.

Baginya, 11 orang tersebut tidak menjadi masalah buatnya, karena sepintas dia bisa melihat, bahwa kekuatan mereka tidak seberapa.

Hanya mengandalkan nama serta kelompoknya saja, mereka menganggap bahwa kota tersebut sudah menjadi miliknya. Tapi sebenarnya kota itu siapapun bisa tinggal di dalamnya.

"Mau ke mana kau anak muda? Aku sedang berbicara padamu. Sungguh tidak sopan kau!" Tanya Alex tidak senang.

"Terserah aku mau ke mana? Kota ini bukan milik mu, dan aku bukan anak buahmu! Jadi kemanapun aku mau pergi, itu terserah aku!paham?" Jawab Arya cukup berani.

"Luar biasa! Baru kali ini aku digertak oleh anak ingusan sepertimu.Apakah kau tidak tahu siapa aku?" Respon Alex mengagumi keberanian Arya.

"Aku tidak peduli siapa kau juga kalian! yang aku peduli adalah aku ingin pergi dari tempat ini, karena aku ingin membeli sesuatu di tempat lain." Jawab Arya kembali mencengangkan.

"Baik! Hari ini kau aku lepaskan, karena suasana hatiku sedang baik! Tapi lain kali jika kita bertemu lagi, Maka jangan salahkan aku jika mulutmu yang pedas itu akan aku hancurkan!" Jawab Alex mencoba mengancam.

"Tidak perlu nanti! Hari ini juga boleh, karena aku sudah muak melihat orang orang seperti kalian!"

"Di mana-mana menganggap bahwa kalian ini orang kuat, dan menganggap bahwa orang lain lemah.Katakan saja di mana kalian ingin membuat perhitungan? Tunjukkan tempatnya, aku akan pergi kesana!" Jawab Arya sangat mengagetkan.

"Hahahaha! Ini baru tipeku, tidak seperti kalian, penakut dan hanya pandai menggertak saja. Tapi bocah ini lain. Aku jadi tertarik." Respon Alex tertawa senang.

Kemudian menunjukkan suatu tempat di tanah lapang, yang hanya kadang-kadang didatangi orang.

Ke tempat itulah Alex ingin Arya datang, agar dia bisa membuat perhitungan dengannya.

Satu jam kemudian, mereka semua sudah berada di sebuah tanah lapang, yang di kanan kirinya ada kebun masyarakat, yang kebetulan tempat tersebut belum sempat untuk dikembangkan menjadi pemukiman.

Tanah lapang itu biasanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk berolahraga, juga melaksanakan pertandingan dan lain sebagainya.

Tapi sudah beberapa bulan tempat itu dibiarkan semak, dan seperti tidak terurus lagi.

"Sekarang kita sudah ada di sini. Perhitungan apa yang ingin kalian buat terhadapku?" Tanya Arya langsung pada intinya.

"Aku ingin tahu siapa kau? dan kenapa kau berani bermusuhan dengan kelompok Jodi?Selain itu aku ingin mengajak mu bergabung, setelah kau bisa mengalahkan Jodi." Jawab Alex berterus terang.

"Mengenai siapa aku kau tidak perlu tahu. karena aku sudah terlalu bosan mendengar pertanyaan itu terus terusan"

"Tapi agar kau tidak mati penasaran, aku akan kasih tahu siapa aku!"

"Aku Arya Kamandanu, orang yang akan membuatmu bertekuk lutut di bawah kakiku!" Jawab Arya benar-benar mencengangkan.

"Arya kamandanu? Hahahaha! Seperti pemain sinetron saja.Apakah kau pengagumnya?" Respon anak buah Alex juga kelompok Joni merasa heran, dengan tertawa terbahak-bahak tanda keheranan.

"Itu bukan urusanmu! karena itu adalah nama pemberian dari orang tuaku. jadi aku tidak tahu penyebabnya"

"Yang aku tahu adalah dengan nama itu, mudah mudahan kalian semua bisa bertekuk lutut di bawah kakiku!" Respon Arya tidak senang, dan penuh dengan ancaman.

"Belagu kau bocah tengik! Jangan mentang-mentang namamu Arya Kamandanu, kau merasa kuat seperti pemain sinetron itu!"

"Kau belum tahu siapa aku? Aku Alek Komang!, orang yang akan membungkam mulut besarmu itu hanya dengan sekali tinjuan."

"Sekarang terimalah nasib buruk mu itu, karena aku akan melakukannya!" Ucap orang yang bernama Alex Komang itu berusaha membuat Arya takut dengan ancamannya.

Tapi Arya bukanlah anak kemarin sore yang mudah untuk ditakuti. Jangankan seorang Alex, hantu saja dia tidak takut, bahkan berusaha menantangnya kalau berani mengganggu.

Mendengar jawaban tersebut, Arya menjadi tersinggung, dan tanpa aba-aba lagi, langsung menyerang Alex dengan serangan cepatnya, hingga Alex tidak sempat untuk menghindar.

Maka dadanya menjadi korban, ditinju oleh kepalan tangan Arya yang cukup kuat tersebut, hingga membuat Alex terjengkang dan jatuh ke tanah.

Kawan-kawannya yang melihat itu menjadi tercengang. Mereka tidak percaya, jika bosnya dibuat terjengkang seperti itu. Padahal selama ini mereka tahu, bahwa Alex adalah pemuda kuat, yang jarang sekali ditemukan tandingannya.

Tapi hari ini di depan mata kepala mereka sendiri, Alex dibuat tidak berdaya, hanya dalam sekali pukulan.

"Uh Bagaimana bisa?Kenapa aku bisa lengah seperti ini, hingga pukulan lompat seperti itu pun mampu mengenai tubuhku?"

"Kali ini aku harus hati-hati! Sepertinya anak itu bukan anak sembarangan?"

"Aku tidak boleh kalah, sebab jika aku kalah, maka nama baikku akan tercoreng, dan kelompokku akan ditertawakan orang." Batin Alex dalam hati. kemudian bangkit dari jatuhnya, dan mengibas debu yang menempel di celana juga bajunya.

"Aku akui kau kuat anak muda! Tapi aku belum kalah! Kali ini kau harus hati-hati. Jadi bersiaplah!" Ucap Alex mencoba menguatkan diri, dan berniat membuat anak buahnya menjadi terkesan.

"Dari tadi aku sudah siap. Kau nya saja yang banyak omong.Kalau kau tidak berani menghadapiku pulang sana, dan menyusu pada ibumu!" Jawab Arya sangat menyakitkan.

"Dasar badjingan!. Kau pikir kau siapa hah?. Kau belum tahu siapa aku?"

"Aku A...!"

Bugh

Plak!

Bam!

"Banyak bacot kau? Aku sedang tidak punya banyak waktu, dan kau Jodi juga yang lain. majulah kalau kau tidak terima!" Ucap Arya sangat jumawa

"Tidak, tidak!. Kami tidak ingin membuat masalah denganmu!. Kami hanya ingin menonton pertarungan mu dengan si Alex itu saja!" Jawab Jodi tiba-tiba merasa takut.

"Hah!"

Plak!

Bugh!

Des!

Bam!

Tubuh Jodi terjengkang. Begitu juga dengan tubuh temannya yang lain.Dari lima orang itu, tidak ada yang bisa berdiri lagi, karena Arya sudah mematahkan kaki mereka serta membuat tangannya keseleo.

Anak buah Alex yang melihat itu hanya bisa tercengang. Mereka tidak menyangka bahwa bosnya juga kelompok Jodi bisa dikalahkan dengan mudah. Berarti Arya bukan orang sembarangan.

"Apakah kalian ingin membalas dendam?Kalau ingin majulah! atau aku sendiri yang akan menghajar kalian!" Ucap Arya sangat menakutkan.

"Tidak, tidak, tidak! Kami mengaku kalah dan kami tidak berani pendekar!"

"Kami hanya menemani ketua kami saja, karena dia merasa penasaran, sebenarnya seberapa kuatnya kau itu?" Jawab anak buah Alex ketakutan.

Kemudian mendekati bosnya untuk memberikan pertolongan.

"Bos! Kamu tidak apa-apa?" Tanya salah seorang anak buah Alex itu untuk sekedar basa-basi.

"Tidak apa-apa kepalamu! Apakah kau tidak tahu bahwa tanganku keseleo dan kakiku juga patah? di mana matamu?" Jawab Alex marah, kemudian berusaha memukul anak buahnya, tapi dia cepat menghindar.

"Bagaimana Alex dan kamu Jodi? Apakah masih ingin melanjutkan pertarungan? Kalau masih aku akan lanjutkan!" Tanya cukup mengintimidasi.

"Tidak mau tidak berani! Jangan pukuli lagi!Tolong ampuni aku!Aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi denganmu" Jawab Alex juga Jodi berbarengan.

"Huh hanya janji palsu saja! Hari itu kau mengatakan tidak akan mencari masalah lagi denganku. Tapi sekarang kau masih mau mencari masalah denganku"

"Apakah kau tidak ingat peringatanku hari itu Jodi?. Bukankah aku akan menghabisimu jika kau berani membuat masalah lagi denganku?" Respon Arya penuh tekanan.

"Ya aku tahu itu. Tapi dendam yang ada di hatiku saat itu sangat besar, karena aku malu dikalahkan oleh anak ingusan seperti mu"

"Tapi hari ini aku benar-benar tobat, dan tidak akan lagi mengulangi perbuatanku!Bahkan sekarang aku ingin menjadi anak buahmu, dan bekerja padamu?" Jawab Jodi berterus terang.

"Kami juga ingin menjadi anak buahmu Arya! Sebab selama ini kami juga ditekan oleh kelompok lain, yang ketuanya tidak bisa kami lawan" Sambung Alex pula.

"Menjadi anak buahku? Lalu kalian mau makan apa jika ikut denganku?"

"Aku saja orang susah, dan baru memulai hidup di kota ini. kalian malah ingin ikut bergabung denganku. Ada-ada saja?" Jawab Arya keheranan.

"Jangan khawatir masalah itu bos!. Kami mempunyai banyak uang, juga beberapa properti yang berhasil kami ambil alih dari lawan lawan kami"

"Jika bos berkenan, boleh menempati salah satu dari tiga rumah itu, dan kami akan menjaganya." Jawab Alex mencoba mempengaruhi pikiran Arya.

"Tidak perlu! Aku sudah menyewa rumah di salah satu tempat di kota ini"

"Tapi mengenai keinginan kalian untuk menjadi anak buahku, akan aku pikirkan" Sekarang kalian pulanglah!, sebab aku sedang terburu-buru, karena ingin mencari sesuatu yang aku butuhkan." Jawab Arya tidak memperdulikan permohonan dari kelompok Alex dan kelompok Jodi tersebut.

"Kami bisa memenuhinya bos! Tinggal bilang saja barang apa yang ingin bos beli, maka kami akan mencarikannya untuk bos." Respon Alex sangat cepat berebutan kesempatan dengan Jodi.

"Aku tanya dulu pada kalian,apakah kalian memang benar ingin menjadi pengikutku? dan bukan berniat ingin membalas dendam padaku?" Tanya Arya secara mengejutkan.

Bruk!

Serempak mereka menjatuhkan diri ke tanah, kemudian berlutut ke arah Arya tanda takluk dan benar-benar ingin menjadi pengikutnya

Padahal mereka tahu dua orang diantara mereka kakinya patah, termasuk juga Alex. Namun di kuat kuatkan nya, agar Arya percaya bahwa mereka tidak main-main.

"Baiklah kalau begitu! Untuk sementara kalian aku terima. Tapi jika di kemudian hari aku mengetahui, bahwa tujuan kalian bergabung denganku ingin membalas dendam, maka aku tidak akan segan-segan lagi untuk menghabisi kalian! Paham?" Reaksi Arya segera memahami situasi.

"Kami paham bos!" Ucap Alex, Jodi dan anak buahnya serempak kemudian berlutut kembali ke arah Arya agar tetap diterima.

"Bagus! Dengan demikian mulai detik ini kalian resmi menjadi pengikutku, dan aku yang akan melindungi kalian"

"Tapi untuk menjadi anak buahku tidak boleh cacat. Oleh karena itu cepat minum air ini, kemudian teteskan ke kaki kalian yang terluka.Aku jamin sekejap saja luka kalian akan sembuh." Jawab Arya memberi pengharapan.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-01-19

3

Wati_esha

Wati_esha

Berhasilkah Arya bertahan dikota yang baru saja ditujunya?

2023-01-19

1

Wati_esha

Wati_esha

Arya ternyata mau menerima mereka sebagai pengikutnya dan bahkan memberikan pengobatan pada mereka yang terluka.

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Memainkan perasaan
2 Mencoba bertahan
3 Mulai terkuak kebenaran
4 Tidak amanah
5 Arya hilang
6 Mendapat keajaiban
7 Membuat perhitungan
8 Minuman neraka
9 Arya diserang
10 Salah paham
11 Menyewa Rumah
12 Menjadi pengikut
13 Hari pertama di rumah itu
14 Tak sudi jadi teman
15 Memborong banyak barang
16 Baik kalau ada maunya
17 Arya difitnah dan dapat masalah
18 Menyewa tempat usaha
19 Memulai usaha
20 Memasuki ruang rahasia
21 Mendapatkan pusaka
22 Sah menjadi milik Arya
23 Memulai debutnya di sekolah
24 Tampil mengagumkan
25 Arya memecahkan rekor
26 Niat akan dicurangi
27 Masalah datang di saat yang salah
28 Senjata makan tuan
29 Curiga
30 Pengkhianatan
31 Belum juga takluk
32 Jodi menjadi kuat
33 Master diatas master
34 Berterus terang
35 Kebaikan Arya
36 Deal harganya
37 Cobaan lagi
38 Teknik Sembilan Matahari
39 Terus dapat cobaan
40 Masih beralasan
41 Tanggung jawab besar
42 Engkau masih anak sekolah
43 Halangi mereka!
44 Perusahaan baru
45 Ingin berubah jadi baik.
46 Badung dan kawan kawan
47 Perselisihan sengit
48 Juara umum
49 Arya jadi viral
50 Sihir pemikat jiwa
51 Sihir penyegel jantung
52 Enggan mengakui
53 Aura guna guna
54 Mulai suka
55 Teknik energi jarum api
56 Pergi mengambil api bumi
57 Api tujuh warna
58 Arya direndahkan
59 Dominasi Arya
60 Bersekongkol
61 Kegilaan Dave tua
62 Tamu agung direndahkan
63 Terkejut semua
64 Untung besar
65 Penguasa aliansi bisnis dunia
66 Kianshi bumi bentuk perubahan
67 Hotel Mandala
68 Terbongkar status Arya
69 Kepalang tanggung tahu
70 Arya di Dunia Naga
71 Ingin dijadikan tumbal
72 Pengikut baru lagi
73 Di paksa
74 Murid super kaya
75 Mengambil daun tulang naga
76 Dendam turunan
77 Menaklukkan preman
78 Jarum Pelumpuh Sukma
79 Ratu pemangsa
80 Akhirnya dimaafkan
81 Sukses besar
82 Sehat itu mahal
83 Sup Jamur Dewa
84 Bisnis ya bisnis
85 Wisata ke laut
86 Keberuntungan Arya
87 Tangkapan besar lagi
88 Pengalaman berharga.
89 Kanaya dalam bahaya
90 Kanaya di dunia jiwa
91 Akan ada serangan
92 Pangeran iblis
93 Penyerangan pertama
94 Amanda diculik
95 Semut juga punya kekuatan
96 Pembicaraan setelah bencana
97 Arya terluka
98 Memotivasi
99 Segel penangkap jiwa
100 Plakat perintah
101 Serangan dadakan
102 Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103 Mempermainkan lawan
104 Cuek saat menghadapi tantangan
105 Cabut paku
106 Berani meremehkan
107 Diperas
108 Aliansi pembunuh bayaran
109 Rencana menghancurkan
110 Terkendala
111 Imigran di pulau perbatasan
112 Musuh baru muka lama
113 Berencana membeli pulau Angsa
114 Dianggap remeh
115 Mau tahu dia
116 Perdebatan sengit
117 Diragukan kebenarannya.
118 Kesadaran spiritual
119 Kemajuan yang sangat menggembirakan
120 Kemunculan yang tiba tiba
121 Mencari gara gara
122 Ditopang Naga
123 Terkuak suatu kebeneran
124 Wejangan Wangsa
125 Kejadian tidak terduga
126 Arya menghilang
127 Gerbang kemarahan naga
128 Arya kewalahan
129 Bertemu Sang Legenda
130 Mendapatkan penjelasan
131 Linglung awalnya
132 Pulau impian
133 Hampir saja
134 Arya tidak berdaya
135 Sihir neraka
136 Bunglon Matsuya
137 Bukan lawan seimbang
138 Mulai terkuak kebenaran
139 Leviathan dan para penguasa
140 Takdir Arya
141 Menjadi orang biasa
142 Pembantaian
143 Pembantaian jilid dua
144 Dasar Sampah
145 Pembersihan
146 Juragan Loba
147 Tengkulak darah
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Memainkan perasaan
2
Mencoba bertahan
3
Mulai terkuak kebenaran
4
Tidak amanah
5
Arya hilang
6
Mendapat keajaiban
7
Membuat perhitungan
8
Minuman neraka
9
Arya diserang
10
Salah paham
11
Menyewa Rumah
12
Menjadi pengikut
13
Hari pertama di rumah itu
14
Tak sudi jadi teman
15
Memborong banyak barang
16
Baik kalau ada maunya
17
Arya difitnah dan dapat masalah
18
Menyewa tempat usaha
19
Memulai usaha
20
Memasuki ruang rahasia
21
Mendapatkan pusaka
22
Sah menjadi milik Arya
23
Memulai debutnya di sekolah
24
Tampil mengagumkan
25
Arya memecahkan rekor
26
Niat akan dicurangi
27
Masalah datang di saat yang salah
28
Senjata makan tuan
29
Curiga
30
Pengkhianatan
31
Belum juga takluk
32
Jodi menjadi kuat
33
Master diatas master
34
Berterus terang
35
Kebaikan Arya
36
Deal harganya
37
Cobaan lagi
38
Teknik Sembilan Matahari
39
Terus dapat cobaan
40
Masih beralasan
41
Tanggung jawab besar
42
Engkau masih anak sekolah
43
Halangi mereka!
44
Perusahaan baru
45
Ingin berubah jadi baik.
46
Badung dan kawan kawan
47
Perselisihan sengit
48
Juara umum
49
Arya jadi viral
50
Sihir pemikat jiwa
51
Sihir penyegel jantung
52
Enggan mengakui
53
Aura guna guna
54
Mulai suka
55
Teknik energi jarum api
56
Pergi mengambil api bumi
57
Api tujuh warna
58
Arya direndahkan
59
Dominasi Arya
60
Bersekongkol
61
Kegilaan Dave tua
62
Tamu agung direndahkan
63
Terkejut semua
64
Untung besar
65
Penguasa aliansi bisnis dunia
66
Kianshi bumi bentuk perubahan
67
Hotel Mandala
68
Terbongkar status Arya
69
Kepalang tanggung tahu
70
Arya di Dunia Naga
71
Ingin dijadikan tumbal
72
Pengikut baru lagi
73
Di paksa
74
Murid super kaya
75
Mengambil daun tulang naga
76
Dendam turunan
77
Menaklukkan preman
78
Jarum Pelumpuh Sukma
79
Ratu pemangsa
80
Akhirnya dimaafkan
81
Sukses besar
82
Sehat itu mahal
83
Sup Jamur Dewa
84
Bisnis ya bisnis
85
Wisata ke laut
86
Keberuntungan Arya
87
Tangkapan besar lagi
88
Pengalaman berharga.
89
Kanaya dalam bahaya
90
Kanaya di dunia jiwa
91
Akan ada serangan
92
Pangeran iblis
93
Penyerangan pertama
94
Amanda diculik
95
Semut juga punya kekuatan
96
Pembicaraan setelah bencana
97
Arya terluka
98
Memotivasi
99
Segel penangkap jiwa
100
Plakat perintah
101
Serangan dadakan
102
Iblis Zongga vs Pemanggil jiwa
103
Mempermainkan lawan
104
Cuek saat menghadapi tantangan
105
Cabut paku
106
Berani meremehkan
107
Diperas
108
Aliansi pembunuh bayaran
109
Rencana menghancurkan
110
Terkendala
111
Imigran di pulau perbatasan
112
Musuh baru muka lama
113
Berencana membeli pulau Angsa
114
Dianggap remeh
115
Mau tahu dia
116
Perdebatan sengit
117
Diragukan kebenarannya.
118
Kesadaran spiritual
119
Kemajuan yang sangat menggembirakan
120
Kemunculan yang tiba tiba
121
Mencari gara gara
122
Ditopang Naga
123
Terkuak suatu kebeneran
124
Wejangan Wangsa
125
Kejadian tidak terduga
126
Arya menghilang
127
Gerbang kemarahan naga
128
Arya kewalahan
129
Bertemu Sang Legenda
130
Mendapatkan penjelasan
131
Linglung awalnya
132
Pulau impian
133
Hampir saja
134
Arya tidak berdaya
135
Sihir neraka
136
Bunglon Matsuya
137
Bukan lawan seimbang
138
Mulai terkuak kebenaran
139
Leviathan dan para penguasa
140
Takdir Arya
141
Menjadi orang biasa
142
Pembantaian
143
Pembantaian jilid dua
144
Dasar Sampah
145
Pembersihan
146
Juragan Loba
147
Tengkulak darah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!