BAB 17 Aku Tidak Tahu

Saat Fathan sedang sibuk bicara di telepon, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Azkira untuk melarikan diri. Namun, ternyata keberuntungan tidak sejalan dengannya. Kerena mata Fathan tetap jeli, dan dia mampu menangkap Azkira saat sudah di ambang pintu hendak keluar.

Azkira memekik. "Lepaskan aku! Tolong aku ... yang di ujung telepon sana, toloooong. Aku sedang disandera!" teriak Azkira dengan senagaja.

[Jangan pecaya, Dion. Istriku memang suka mengada-ada.] Fathan bicara dengan santainya, pada penelepon yang ternyata adalah Dion.

[Baiklah, Fathan. Kalau begitu kalian lanjutkan saja. Untuk perkembangan selanjutnya akan aku kabarkan lagi padamu nanti,] imbuh Dion, sebelum keduanya memutusan untuk mengakhiri percakapan telepon mereka.

"Kenapa kamu begitu ingin lari dariku? Apa kamu suka sekali dikejar, hum?" Fathan menatap Azkira dengan tatapan nakalnya.

"Katakan saja yang sejujurnya, Azkira. Aku tahu sebenarnya kamu menyukai-"

"Aku tidak sedang ingin mendengar apapun yang kamu katakan saat ini! Jadi, diamlah dan jangan bicara padaku. Aku tidak ingin kamu terus mengulangi kata-katamu itu karena aku tidak mendengarnya. Satu lagi, jangan terlalu percaya diri."

Lagi, Azkira berhasil menyelah kata-kata Fathan dengan balasan telak. Lantas, Wanita itu mengambil tas selempangnya dan pergi berlalu dari sana. Tidak perduli pada Fathan yang masih saja bicara ini dan itu dengan tujuan memuaskan dirinya untuk membuat Azkira jengkel.

Fathan gemeratak sembari meremas rambutnya frusrasi. "Wanita ini membuatku pusing saja!" ujarnya seraya menghentakkan kaki dan pergi mengekor menyusul Azkira.

"Hei, mau kemana kamu? Apa kamu sudah lupa? Kamu butuh izin dari suamimu untuk pergi atau melakukan hal apapun." Fathan bicara dengan sedikit berteriak dan terus mengejar Azkira.

"Suami ... suami! Suami macam apa dia? Dia lebih mirip penjahat berdarah dingin," cicit Azkira tak mengindahkan perkataan Fathan.

Fathan terus bicara tak henti-henti. Hingga mulutnya berhasil dibungkam oleh Azkira yang tiba-tiba berhenti dan membuat Fathan nyaris menabraknya. Tak ayal, hal itu menambah ocehan Fathan semakin meluas, panjang, dan lebar.

"Baik, kalau begitu aku pamit, Bang." Azkira mengucapkan kalimat itu dengan terpaksa sembari mencebikkan bibirnya.

"Ya Tuhan. Ulangi lagi dengan benar!" perintah Fathan.

"Lelucon macam apa lagi ini? Sungguh, aku muak dengan sikapnya yang mudah berubah-ubah dengan cepat. Tapi baiklah, aku akan mencobanya."

"Aku izin pergi keluar, Bang," ulang Azkira.

Fathan tersenyum menyeringai. "Aku tidak mengizinkanmu!" tandasnya.

Mata Azkira terbelalak lebar, lalu dia membidikkan tatapan tajam pada Fathan. "Dasar manusia tidak punya perasaan! Kenapa kamu melakukan ini padaku?" rengek Azkira sambil memaki.

"Aku suamimu dan kamu wajib mendengarkanku, Sayang." Fathan benar-benar membuat Azkira ingin mencekiknya.

****

Keesokan harinya, Fathan menemui Dion. Mereka sudah duduk di satu meja di sebuah kedai kopi. Tampaknya mereka sangat serius mengenai pembicaraan yang sedang mereka bincangkan.

Fathan menghela napas kasar. "Jadi benar, semua yang dikatakannya adalah jujur? Mengenai pengakuannya, pembelaan dirinya, dan bahwa malam itu dia hanya menjadi korban fitnah?" Fathan bicara dengan seraut wajah sesal.

"Benar Fathan. Semua pengakuan Azkira adalah jujur. Saat kutemui pria dalam foto itu, dia mengaku bahwa dia hanya disuruh seseorang dengan sejumlah bayaran yang dijanjikan.

"Apa dia juga mengatakan siapa yang menyuruhnya?"

"Aku masih mencari tahu. Dia meminta sejumlah bayaran untuk itu," terang Dion.

"Pastikan kau mendapatkan informasi itu, Dion. Berikan saja sejumlah uang padanya, tapi jangan biarkan dia memeras.

"Oke, akan aku masih menunggu kabar dari orang yang aku suruh menyelidiki. Aku mencurigai seseorang di restoran," papar Dion lagi.

"Mereka yang terlibat dalam kasus itu, harus menerima dan merasakan ganjarannya." Fathan merasa geram.

Ternyata, selama ini diam-diam Fathan mencaritahu informasi mengenai siapa dalang di balik skandal isu yang melibatkan istrinya, Azkira. Dan terbukti bahwa semua pembelaan diri juga pengakuan Azkira adalah benar. Dia hanya menjadi sasaran fitnah dari orang yang sepertinya sengaja ingin mencemarkan nama baik Chili Sauce Resto.

Wajah Fathan tiba-tiba berubah murung. Dia merasa bersalah karena selama ini sudah menyalahkan dan menuduh Azkira sedemikian rupa. "Huuuufft, aku sangat bodoh," ujar Pria itu merutuki dirinya sendiri.

"Fathan, kau tidak apa-apa?" Dion bertanya sembari mengerutkan dahinya.

"Entahlah, Dion. Aku tidak yakin kalau Azkira akan memaafkanku setelah semua ini. Aku sudah berbicara terlalu banyak mengenai hal yang tidak pernah dia lakukan dan aku memaksa dia untuk mengakuinya. Ough! Itu sangat memalukan." Fathan membuang napas kasar.

"Ya, kurasa ini akan jadi pelajaran yang berharga untukmu, Kawan. Kuharap, sebentar lagi dirimu juga akan menyadari bahwa Azkira adalah wanita yang cukup menarik, benar?" ledek Dion.

"Sialann! Tutup mulutmu itu sebelum aku menyumpalnya dengan sandal jepit!" tandas Fathan.

"Kenapa? Apa aku membuatmu cemburu karena telah memuji istrimu?" Dion melanjutkan sambil tertawa usil.

"Diamlah, jangan buat aku tambah pusing!" larang Fathan.

"Baiklah, aku menunggu saat-saat temanku akan mengejar cinta istrinya."

Mendengar Dion yang seolah-olah tak puas meledekinya, Fathan pun bangkit dan mulai bergerak mengejar Dion yang sudah lebih dulu berlari. Sayangnya, sebuah nada panggilan masuk terdengar berdering di ponselnya.

[Ya, Bi Inah. Ada apa?] kata Fathan saat menerima panggilan masuk yang ternyata dari Bi Inah.

[Non Azki, Den. Dia tidak sadarkan diri.] Bi Inah bicara dengan nada panik.

[Apa yang terjadi padanya, Bi?] Fathan menjadi sangat kaget dan cemas.

[Tidak tahu, Den. Tadi Bibi masuk untuk menaruh pakaian ke dalam lemari Den Fathan. Lalu Bibi lihat, Non Azki sudah tergeletak di lantai kamar.]

[Oke, Bi. Saya pulang sekarang.]

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

Baru nyadar ya lo Fathan, klok lu b*doh😌

2022-11-13

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!