BAB 12 Dasar Munafik!

Fathan berjalan dengan sangat cepat dan akhirnya dia pun sampai di kamar. Dia tidak terima mendapati Azkira berani menjawab dan mendebatnya. "Kita lihat, sampai di mana kamu akan mengangkat kepalamu," gumam Fathan yang melihat Azkira sedang merapikan kasur yang Fathan tiduri sendiran semalam.

Azkira menyelesaikan aktifitasnya kala itu. Lantas, dia berdiri mematung dan menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan. "Huuuft! Siksaan apa lagi yang akan dia berikan padaku sekarang?" tanya hati Azkira.

"Apa kamu merasa menang atas diriku, huh? Wanita sepertimu jelas akan besar kepala setelah aku mau menyentuhmu. Kamu menikmatinya, bukan?" lontar Fathan mencibir Azkira.

Azkira menoleh dan berjalan perlahan memepet tubuh Fathan. "Jawaban apa yang ingin kamu dengar dari mulutku ini, SUAMIKU," tandas Azkira dengan pelan, namun penuh penekanan.

Mata Fathan terbelalak saat mendapati sikap Azkira yang di luar dugaannya. Bahkan, kaki Pria itu tampak bergeser mundur beberapa langkah. "Apa yang sedang dia lakukan?" batin Fathan merasa heran.

Azkira menyeringai sinis dan terus melangkah maju, sampai akhirnya Fathan tidak menemukan celah untuk mundur lagi dan dia terduduk di single sofa, yang ada di belakangnya. Mimik wajahnya sangat tegang kala Azkira semakin mrapatkan tubuh hingga wajah mereka nyaris beradu. Itu adalah situasi yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Fathan sebelumnya.

"A-Apa yang kamu lakukan?" gagap Fathan yang sudah membeku, tak dapat berbuat apa-apa lagi.

"Apa yang aku lakukan? Hahaha ... bukankah SUAMIKU yang tampan ini selalu ingin melihat keliaranku, huumm!" Azkira mengangkat dagu Fathan dengan kedua jemarinya, hingga tatapan mereka sejajar.

Dengan perlahan, Azkira mulai melepas satu persatu kancing piyama tidur Fathan, sambil memberi sentuhan-sentuhan tipis di dada bidangnya yang berbulu dan seksii itu. "Aku tahu kamu menyukai kenakalanku ini, Fathan!" hardik Azkira membatin.

"Shiiit! Dia membuat Adik kecilku menegang," pikir Fathan.

"Lihat saja, bagaimana aku akan balik menyiksamu, Fathan. Aku tidak sudi kamu perlakukan semena-mena." Azkira masih terus bergerayang sambil mengumpat Fathan habis-habisan, meski hanya di dalam hatinya saja.

Fathan memejamkan mata saat Azkira mulai menyentuh lehernya, dengan menggunakan bibir lembut yang ranum milik Azkira. Sungguh, perasaan Fathan dibuat melambung jauh menembus udara. Deru napasnya pun sudah tidak karuan lagi saat itu.

"Siaaal! Dia benar-benar sudah membangkitkan naluri kelelakianku dengan ulahnya." batin Fathan sambil mengeraang menerima sentuhan Azkira yang kian berani.

Gairah yang membakar Fathan membuatnya tidak bisa berpikir lagi. Dia langsung menellanjangi dirinya sendiri hingga benda pusaka miliknya terpampang nyata tanpa penghalang. Namun, Azkira justru pergi berlari dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi setelah berhasil membuat Fathan on fire.

"Huuuhft! Dia benar-benar terpancing. Dasar munafik. Katanya dia tidak sudi menyentuhku," dumal Azkira saat dirinya sudah berada di dalam kamar mandi.

"Kurangajar! Beraninya dia menyiksaku seperti ini," ringis Fathan menahan desakan hasratnya yang tertunda karena Azkira kabur dan membiarkan dirinya dalam keadaan yang sangat tersiksa.

"Lihat saja, seberapa lama kamu akan kuat bersembunyi di sana," racau Fathan sambil meringis tak nyaman.

Kemudian, Fathan tersenyum seperti mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang. Dia mengenakan kembali celananya, tapi tidak dengan bajunya. Lalu, Fathan pun pergi keluar kamar dan sengaja menutup pintunya dengan suara yang dikeraskan. Tinggalah sepi saja yang memenuhi ruangan kamar saat itu.

"Kenapa tidak ada suara? Apa dia sudah pergi?" batin Azkira bertanya-tanya.

10 menit ....

20 menit ....

30 menit berlalu ....

"Sepertinya pria arogan itu sudah pergi." Sambil tersenyum lega, Azkira pun keluar dari bilik mandi tersebut.

"Memangnya enak aku kerjai, hihihi," gumam Azkira sambil tertawa kecil.

"Oh, jadi kamu sedang mengerjaiku, begitu? Kamu pikir dirimu lebih pintar dariku, huh?" Dengan mengejutkan Fathan sudah mendekap dan mengunci tubuh Azkira dari belakang.

"Aaaakkhh! Lepaskan aku!" ronta Azkira sekuat tenaga.

"Diam! Kamu telah menggodaku, bukan? Ayo lakukan lagi. Aku ingin melihat seberapa liar dirimu itu."

"Ciiih! Tidak sudi. Dasar munafik," cerca Azkira.

"Apa katamu? Coba ulangi yang kamu katakan tadi!" pinta Fathan sambil mencengkeram pipi Azkira.

"Munafik! Kamu bahkan sudah bilang tidak akan sudi menyentuhku, tapi apa yang terjadi, huh? Lihat itu! Kamu telah merenggut mahkota paling berhargaku," tunjuk Azkira pada seprai yang belum digantinya. Di sana bercak darah kegadisnnya masih tampak membekas, walau sudah mengering.

Mata Fathan menoleh, mengikuti arah tunjuk Azkira. "Oh, jadi itu alasan dia tidak mengganti seprai yang terkena bercak darah itu?" batin Fathan yang masih mendekap Azkira dengan dada bidangnya yang telanjang.

"Lepas!" Azkira menginjak kaki Fathan samapi Pria itu mengaduh kesakitan.

Azkira berlari dari sana. Akan tetapi, Fathan terus mengejarnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

y jd inget film Bollywood 😂

2022-11-23

1

Sulati Cus

Sulati Cus

😂😂😂klu ak biasanya mode ngambek klu ngerjain paksu😂

2022-11-23

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Teruslah bermain kejar-kejaran, sampai adik kecil fathan jatuh karena terbentur dinding.

2022-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!