Fathan berjalan dengan sangat cepat dan akhirnya dia pun sampai di kamar. Dia tidak terima mendapati Azkira berani menjawab dan mendebatnya. "Kita lihat, sampai di mana kamu akan mengangkat kepalamu," gumam Fathan yang melihat Azkira sedang merapikan kasur yang Fathan tiduri sendiran semalam.
Azkira menyelesaikan aktifitasnya kala itu. Lantas, dia berdiri mematung dan menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan. "Huuuft! Siksaan apa lagi yang akan dia berikan padaku sekarang?" tanya hati Azkira.
"Apa kamu merasa menang atas diriku, huh? Wanita sepertimu jelas akan besar kepala setelah aku mau menyentuhmu. Kamu menikmatinya, bukan?" lontar Fathan mencibir Azkira.
Azkira menoleh dan berjalan perlahan memepet tubuh Fathan. "Jawaban apa yang ingin kamu dengar dari mulutku ini, SUAMIKU," tandas Azkira dengan pelan, namun penuh penekanan.
Mata Fathan terbelalak saat mendapati sikap Azkira yang di luar dugaannya. Bahkan, kaki Pria itu tampak bergeser mundur beberapa langkah. "Apa yang sedang dia lakukan?" batin Fathan merasa heran.
Azkira menyeringai sinis dan terus melangkah maju, sampai akhirnya Fathan tidak menemukan celah untuk mundur lagi dan dia terduduk di single sofa, yang ada di belakangnya. Mimik wajahnya sangat tegang kala Azkira semakin mrapatkan tubuh hingga wajah mereka nyaris beradu. Itu adalah situasi yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Fathan sebelumnya.
"A-Apa yang kamu lakukan?" gagap Fathan yang sudah membeku, tak dapat berbuat apa-apa lagi.
"Apa yang aku lakukan? Hahaha ... bukankah SUAMIKU yang tampan ini selalu ingin melihat keliaranku, huumm!" Azkira mengangkat dagu Fathan dengan kedua jemarinya, hingga tatapan mereka sejajar.
Dengan perlahan, Azkira mulai melepas satu persatu kancing piyama tidur Fathan, sambil memberi sentuhan-sentuhan tipis di dada bidangnya yang berbulu dan seksii itu. "Aku tahu kamu menyukai kenakalanku ini, Fathan!" hardik Azkira membatin.
"Shiiit! Dia membuat Adik kecilku menegang," pikir Fathan.
"Lihat saja, bagaimana aku akan balik menyiksamu, Fathan. Aku tidak sudi kamu perlakukan semena-mena." Azkira masih terus bergerayang sambil mengumpat Fathan habis-habisan, meski hanya di dalam hatinya saja.
Fathan memejamkan mata saat Azkira mulai menyentuh lehernya, dengan menggunakan bibir lembut yang ranum milik Azkira. Sungguh, perasaan Fathan dibuat melambung jauh menembus udara. Deru napasnya pun sudah tidak karuan lagi saat itu.
"Siaaal! Dia benar-benar sudah membangkitkan naluri kelelakianku dengan ulahnya." batin Fathan sambil mengeraang menerima sentuhan Azkira yang kian berani.
Gairah yang membakar Fathan membuatnya tidak bisa berpikir lagi. Dia langsung menellanjangi dirinya sendiri hingga benda pusaka miliknya terpampang nyata tanpa penghalang. Namun, Azkira justru pergi berlari dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi setelah berhasil membuat Fathan on fire.
"Huuuhft! Dia benar-benar terpancing. Dasar munafik. Katanya dia tidak sudi menyentuhku," dumal Azkira saat dirinya sudah berada di dalam kamar mandi.
"Kurangajar! Beraninya dia menyiksaku seperti ini," ringis Fathan menahan desakan hasratnya yang tertunda karena Azkira kabur dan membiarkan dirinya dalam keadaan yang sangat tersiksa.
"Lihat saja, seberapa lama kamu akan kuat bersembunyi di sana," racau Fathan sambil meringis tak nyaman.
Kemudian, Fathan tersenyum seperti mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang. Dia mengenakan kembali celananya, tapi tidak dengan bajunya. Lalu, Fathan pun pergi keluar kamar dan sengaja menutup pintunya dengan suara yang dikeraskan. Tinggalah sepi saja yang memenuhi ruangan kamar saat itu.
"Kenapa tidak ada suara? Apa dia sudah pergi?" batin Azkira bertanya-tanya.
10 menit ....
20 menit ....
30 menit berlalu ....
"Sepertinya pria arogan itu sudah pergi." Sambil tersenyum lega, Azkira pun keluar dari bilik mandi tersebut.
"Memangnya enak aku kerjai, hihihi," gumam Azkira sambil tertawa kecil.
"Oh, jadi kamu sedang mengerjaiku, begitu? Kamu pikir dirimu lebih pintar dariku, huh?" Dengan mengejutkan Fathan sudah mendekap dan mengunci tubuh Azkira dari belakang.
"Aaaakkhh! Lepaskan aku!" ronta Azkira sekuat tenaga.
"Diam! Kamu telah menggodaku, bukan? Ayo lakukan lagi. Aku ingin melihat seberapa liar dirimu itu."
"Ciiih! Tidak sudi. Dasar munafik," cerca Azkira.
"Apa katamu? Coba ulangi yang kamu katakan tadi!" pinta Fathan sambil mencengkeram pipi Azkira.
"Munafik! Kamu bahkan sudah bilang tidak akan sudi menyentuhku, tapi apa yang terjadi, huh? Lihat itu! Kamu telah merenggut mahkota paling berhargaku," tunjuk Azkira pada seprai yang belum digantinya. Di sana bercak darah kegadisnnya masih tampak membekas, walau sudah mengering.
Mata Fathan menoleh, mengikuti arah tunjuk Azkira. "Oh, jadi itu alasan dia tidak mengganti seprai yang terkena bercak darah itu?" batin Fathan yang masih mendekap Azkira dengan dada bidangnya yang telanjang.
"Lepas!" Azkira menginjak kaki Fathan samapi Pria itu mengaduh kesakitan.
Azkira berlari dari sana. Akan tetapi, Fathan terus mengejarnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Sulati Cus
y jd inget film Bollywood 😂
2022-11-23
1
Sulati Cus
😂😂😂klu ak biasanya mode ngambek klu ngerjain paksu😂
2022-11-23
1
Vita Zhao
Teruslah bermain kejar-kejaran, sampai adik kecil fathan jatuh karena terbentur dinding.
2022-11-09
1