BAB 3 Merasa Penuh Dusta

"Nenek, ada apa dengan Azki?" tanya seorang Pria yang baru saja datang ke rumah Sinta.

Pria itu tampak menganalisa keadaan dan memindai wajah Fathan yang kala itu duduk di samping Azkira yang sedang pingsan. "Kamu apakan Azkira?" ujar Pria itu sembari mengancamkan sebuah pukulan pada Fathan.

"Revan, jangan main hakim sendiri, Nak!" cegah Sinta pada pria yang ternyata bernama Revan tersebut.

Siapakah Revan? Dia adalah anak tetangga Sinta, neneknya Azkira. Revan sangat menyayangi Azkira seperti adiknya sendiri. Dia tidak akan pernah diam saat tahu Azkira ada yang mengganggunya.

"Tapi, Nek-"

"Sudahlah, Nak. Kita 'kan belum tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Sinta menjeda kalimat Revan.

"Kalau sampai terbukti kamu yang sudah membuat Azki begini, lihat saja! Tidak akan kubiarkan hidupmu tenang!" ancam Revan pada Fathan. Dia tampak benar-benar marah dan tidak terima.

"Sebaiknya jangan terlalu yakin," olok Fathan sambil menyeringai.

Sinta membalurkan minyak angin pada leher dan pelipis Azkira. Dia juga mendekatkan aroma minyak angin yang menyeruak itu ke dekat permukaan hidung Azkira, agar bisa terhirup dan berharap Azkira akan cepat sadar. Wanita tua itu tampak sangat telaten mengurusi Cucu semata wayangnya itu.

"Sini, Nek, berikan padaku." Revan mengambil minyak angin itu dan membalurkannya pada telapak kaki Azkira sambil memijat-mijatnya dengan pelan.

Tidak berapa lama kemudian, Azkira pun siuman. Sinta dan Revan langsung tersenyum dan mendekati Azkira. Berbeda dengan Fathan yang mecebikkan bibirnya dan bersikap acuh saja. Seakan tidak pernah merasa bahwa dialah yang menyebabkan Azkira tidak tidur semalaman sampai pingsan begitu.

"Nenek, Bang Revan," seru Azkira dengan suara lirih.

"Azki, kamu kenapa? Siapa yang membuatmu begini?" tanyai Revan dengan nada cemas dan gusar.

Azkira memejam seraya meneguk salivanya. Lalu, dia membuka mata dan mengarahkan pandangannya pada Fathan, hingga Pria itu tampak terhenyak. Mungkin Fathan merasa takut atau entahlah.

Melihat tatapan mata Azkira tertuju pada Fathan, Revan dan Sinta pun turut melihat padanya. Tak ayal, hal itu membuat wajah Fathan semakin tegang. Revan dan Sinta saling menatap dan mengernyitkan dahi, seakan mencari jawaban.

"Terima kasih sudah mengantar saya pulang, Pak Fathan," lontar Azkira tanpa diduga.

Ketegangan Fathan pun memudar setelah mendengar kata yang keluar dari mulut Azkira, yang ternyata sebuah ucapan terima kasih. Padahal, tadinya Fathan mengira bahwa Azkira akan membeberkan kebenarannya, tapi ternyata tidak. Sekali lagi, Fathan lolos dari masalah yang mengancam di hadapannya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu," pamit Fathan sembari mengangguk pada Sinta, dan Azkira. Namun, dia memberikan senyum tidak simetris pada Revan sebagai ejekan.

"Terima kasih ya, Nak Fathan. Kamu sudah menyelamatkan Azkira dan mengantarkannya pulang," tutur Sinta sembari mengantarkan Fathan ke depan pintu.

"Haruskah aku meng-iya-kan semua ini?" batin Fathan. Dia merasa penuh dusta kala itu.

"Tak apa, Nek. Semoga Azkira lekas membaik." Akhirnya, hanya kata itu yang terurai dari mulut Fathan untuk menjawab dugaan aksi heroik-nya terhadap Azkira, yang sebenarnya tidak pernah ada.

Pria itu pun lantas pergi melesakkan kemudinya, meninggalkan kediaman Azkira. Dalam benak yang dipenuhi kemelut, Fathan bertanya-tanya. "Mengapa dia tidak mengatakan yang sebanarnya? Apa dia kasihan padaku? Atau dia takut akan diberhentikan dari pekerjaannya kalau seumpama dia memberitahu kejadian yang sesungguhnya?" gerundal Fathan sambil terus fokus mengemudi.

****

Fathan tiba di rumahnya yang luas dan megah. Baru saja dia melangkah masuk, dia sudah disambut oleh pertanyaan yang memberondong dirinya. Sungguh, itu sangat memperkeruh suasana hati Fathan kala itu.

"Fathan, bagaimana hubunganmu dengan Ellena? Kapan kalian akan menikah? Ayah tidak mau menunggu lebih lama lagi. Kalau Ellena tidak bisa menerima pernikahannya denganmu dalam waktu dekat, lebih baik kamu cari gadis lain saja yang bisa dinikahi dengan segera!" tandas Antoni. Ya, dia ayah kandung Fathan.

"Ayah, bisakah untuk tidak membahas hal ini skarang? Aku merasa lelah," timpal Fathan dengan nada malas. Dia langsung bergegas menuju kamarnya.

"Fathan! Ayah memberimu waktu tiga hari lagi untuk memastikan pernikahanmu dengan Ellena. Kalau kamu tidak sanggup, maka kamu harus menikah dengan gadis pilihan Ayah!" teriak Antoni dengan amarah yang meringkuhi dirinya.

"Aaaarrrgghhh! Kenapa hidupku harus penuh tuntutan seperti ini?" geram Fathan sembari meremmat kepalan tangannya.

Fathan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur sambil memejamkan mata, meresapi semua hal tidak mengenakkan yang dia rasakan. "Ibu, andai saja Ibu tidak pergi secepat itu. Pasti hidup Fathan tidak akan semenyebalkan ini, Bu. Ayah selalu saja memaksakan kehendaknya pada Fathan."

Mata Fathan mengembun meratapi nasibnya. Dia merindukan sosok Sang Ibu yang telah meninggal dunia tujuh tahun silam. Kerinduan itu semakin menyeruak saat dia menghadapi hal-hal surupa yang dialaminya saat ini.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Cis Siu

Cis Siu

bagus

2024-06-05

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Hempasan saja ayahmu fathan🤣🤣🤣

2022-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!