BAB 7 Pengabaian

'Tarikan napas ini terasa perih bagai sayatan sembilu yang mengiris hatiku secara perlahan. Andai bukan karena Nenek dan Paman Antoni meletakkan kebahagiaannya di atas pernikahanku dengan Fathan, sungguh aku tidak akan mau menerima semua ini.'

Azkira meratap mendengar kata-kata Fathan yang selalu saja mencemoh dan menegaskan ketidaksukaannya. Di atas ranjang pengantin yang seharusnya menjadi saat-saat memadu kasih pun, berubah menjadi malam yang penuh pengabaian. Lebih sakitnya lagi, Fathan tidur dengan memisahkan dirinya. Pria itu lebih memilih tidur di sofa ketimbang harus berbagi ranjang dengan Azkira. Seakan dia menyatakan ketidaksudiannya untuk tidur bersama, walau tidak melakukan apa-apa.

"Malam ini adalah malam pertama di pernikahanku. Salahkah jika aku membuat harapan? Semoga saja, suatu hari aku bisa merasakan hangatnya peluk yang menenangkan kegusaran dan rasa cemas di dalam pikiranku," batin Azkira, lantas dia pun memejamkan mata berharap bisa segera tertidur.

"Hidup macam apa ini? Aku dinikahkan dengan gadis menyebalkan seperti dia! Aaarrrrgghhh! Kenapa kemalangan selalu menghampiriku secara bertubi-tubi?" keluh Fathan di dalam hati.

"Semua ini tidak adil utukku. Bahkan, Wanita itu membuatku terusir dari kasur empukku," pikir Fathan yang gencar menyalahkan nasib dan keadaannya.

Tiba-tiba, keduanya bangkit dari rebahnya dan sama-sama berdiri. Mereka berjalan menuju ke kamar mandi secara berbarengan. Lantas, mata mereka bertemu tatap, tapi setelah itu Fathan membuang pandangannya ke arah lain. Sedangkan Azkira, dia hanya tertunduk dengan perasaan terhina.

"Silakan duluan, Pak Fathan," ucap Azkira mempersilakan.

"Huh! Aku tidak percaya ini. Seseorang mempersilakanku untuk mnggunakan kamar mandiku sendiri," cibir Fathan sambil tersenyum tidak simetris.

Untuk kesekian kalinya, Azkira memejamkan mata meresapi kesakitan yang disebabkan oleh cemoohan Fathan terhadapnya. "Huuuft! Ini salahku. Seharusnya aku tidak bicara," gumam Azkira saat Fathan sudah masuk ke bilik kamar mandi tersebut.

Beberapa menit kemudian, Fathan keluar dari sana dan berdiri tepat di hadapan Azkira yang sedang mengantri untuk masuk. "Jangan lupa untuk menyiramkan cairan disinfektan segera, setelah kamu memakai kamar mandiku!" tandasnya, kemudian berlalu.

Tidak terasa bulir bening membanjiri pipi Azkira. Rasa ngilu dan sesak begitu mengoyak dan merapuhkan jiwanya. "Kamu telah mengerdilkan keberanian dan rasa berhargaku berulang-ulang, Fathan," batin Andhira sambil melangkah ke kamar mandi.

Azkira pun kembali ke tempat tidurnya. Dia melihat Fathan sudah terlelap di atas sofa. "Cepat sekali dia teridur. Apa dia kelelahan?" batin Azkira

Wanita berkulit putih itu pun mengambil selimut, lalu dia memasangkannya ke tubuh Fathan. "Maaf, karena diriku kamu harus tidur di sofa, meski semua ini bukanlah kesalahanku," gumam Azkira.

Malam pun semakin larut. Rasa kantuk Azkira mulai tidak tertahankan. Dalam siksa pengabaian itu, akhirnya dia tertidur juga.

****

Pagi mulai menjelang. Mengakhiri malam panjang yang bergelimang penderitaan batin. Azkira sudah bangun dan mandi lebih awal. Lantas, selayaknya seorang istri dia pun bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga barunya.

Selekas kemudian, Fathan yang masih berada di dalam kamar pun terkejut saat melihat kasur yang sudah rapi dan tidak ada Azkira di sana. "Kemana dia?" gumam Fathan bertanya-tanya.

"Ahh, untuk apa aku memikirkannya? Bukankah lebih bagus kalau aku tidak melihatnya? Itu membuat hati dan pikiranku lebih tenang." Fathan pun beranjak untuk mencui muka.

Di meja makan. Azkira telah menata masakannya Walau sebenarnya ada asisten rumah tangga yang bekerja, tapi Azkira lebih memilih melakukannya sendiri. Saat itu Antoni datang menyapanya yang sedang sibuk menyiapkan keperluan sarapan untuk mereka.

"Pagi, Azki sayang. Apa kamu yang memasak dan menyiapkan semua ini?" tutur Antoni sambil menyunggingkan senyuman.

"Pagi, Ayah. Iya, hanya ini saja yang bisa Azki lakukan. Semoga Ayah, dan Bang Fathan suka," jawab Azkira sambil malu-malu.

"Tentu saja kami akan menyukainya, Sayang. Masakan anak perempuanku pasti juara," puji Antoni diiringi tawa hangat sebagai usahanya untuk menghargai Azkira.

Ada kehangatan yang Azkira rasakan dari sosok seorang ayah, yang sejak lama hilang dari hidupnya. Matanya berkaca-kaca terngiang suara almarhum ayahnya sewaktu dulu. Tapi, tangisnya itu ditelan kembali saat dia mendengar suara Fathan.

"Selamat pagi, Ayah," sapa Fathan pada Antoni. Dia tidak menyapa Azkira yang juga ada di hadapannya. Sikap Fathan itu sekali lagi seperti menjelaskan bahwa keberdaan Azkira tidaklah penting dan dia tidak berarti apa-apa untuknya.

"Pagi, Nak. Lihat! Istrimu sudah membuat sarapan yang lezat untuk kita," ucap Antoni dengan wajah gembira.

"Aku buru-buru, Yah. Hari ini ada meeting mendadak," ujar Fathan. Lalu, dia pun pergi tanpa menghiraukan Azkira.

Azkira tampak tertunduk. Dia tahu, sikap Fathan pagi itu hanyalah kesengajaan yang menunjukkan betapa tidak penting Azkira baginya. Kalian tahu, itu sangat menyakitkan dan membuat hati lebam.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

kesabaran tu penting tp harus punya prinsip klu keliwatan ya hrs di lawan gk usah takut

2022-12-31

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Fathan bikin aku darting

2022-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!