BAB 6 Pernikahan

Seminggu kemudian, pernikahan Fathan dan Azkira pun digelar tanpa pesta. Hanya syukuran sederhana dan sangat jauh dari kata megah. Sumpah pernikahan pun telah terikrar di hadapan penghulu dan para saksi yang hadir. Azkira beberapa kali memejamkan mata, saat mendengar kata 'SAH' yang menggema memenuhi ruangan.

"Berikan aku kekuatan dalam ketidakberdayaanku ini, Ya Rab. Tentu Engkau lebih mengetahui yang terbaik bagi hidupku. Aku tidak ingin meratapi jalan takdir yang telah Engkau gariskan untukku. Meski sebenarnya, aku terlalu buta untuk melihat apa yang akan terjadi padaku ke depannya," risau hati Azkira beriring barisan doa dan harapan yang dia panjatkan.

Bukan kedua mempelai pengantin yang sangat bahagia seperti seharusnya. Namun, rona kebahagiaan itu justru terpancar dari binar mata Antoni, dan juga Sinta, selaku wali yang menginginkan pernikahan mereka terjadi.

Untuk wali nikahnya sendiri, wali Azkira diwakilkan oleh wali hakim. Sebab, dia tidak memiliki keluarga atau sesiapa pun yang memenuhi syarat untuk menjadi wali nikahnya. Sekali lagi, Azkira merasa bagai menaruh hidupnya di ujung tanduk. Entah akan bagaimana nasib pernikahan yang didasari perjodohan ini nantinya.

"Ayo, Azki sayang. Salami suamimu," titah Sinta sembari membibingnya mendekat pada Fathan.

Pria itu tampak menatap dingin ke arah Azkira. Lalu, dengan tangan gemetar Azkira pun memberanikan diri mengulurkan tangan untuk menyalami Fathan, yang baru saja resmi menjadi suaminya itu. Tangan Fathan tampak berat saat hendak menyambut uluran tangan Azkira, tapi akhirnya dia melakukannya juga. Menjabat tangan sembari melabuhkan ciuma pertamanya di kening Azkira, walau dengan keterpaksaan.

Semua orang memberi tepukan tangan sebagai suka cita dalam merayakan pernikahan mereka. Lantas, satu persatu orang yang hadir pun memberikan selamat pada kedua mempelai. Akan tetapi, ada sepasang mata yang dirundungi tangis dan dia sedang berdiri di ambang pintu. Perlahan dan pasti, Pemilik sepasang mata itu pun bergerak mendekat ke arah Azkira.

"Bang Revan ...," lirih Azkira. Ternyata orang itu adalah Revan.

"Azki, selamat menempuh hidup baru, ya. Walau telah nyata kamu menjadi pengantin seseorang, tapi di mata Abang kamu tetap adik kecilnya Abang yang cengeng," tutur Revan yang berusaha menyembunyikan tangisannya setelah tadi sempat menyeka tetesan air mata yang terlanjur jatuh membasahi pipinya.

"Abang ...." Azkira menghambur memeluk Revan dengan mata berkaca-kaca.

"Jangan cengeng lagi, humm," pesan Revan padanya.

"Tugasku untuk menjagamu sudah selesai, Azki," batin Revan sambil mengusap lembut pucuk kepala Azkira.

"Ehemm," deham Fathan yang langsung membuat Azkira melepaskan dekapannya pada Revan, yang sudah dia anggap seperti kakak kandungnya sendiri itu.

"Abang permisi, ya." Revan langsung bertolak meninggalkan acara pernikahan Azkira, tanpa memberikan selamat pada Fathan. Andai boleh jujur, Revan merasa tidak cocok pada Fathan.

"Semurah itukah dirimu, hingga berani memeluk lelaki lain di acara pernikahanmu sendiri? Hahaha, aku sudah menduga hal ini," sindir Fathan dengan nada sarkas, setelah Revan pergi dari sana.

"Apa pikiran dan hatimu begitu kotor sampai semua yang kamu katakan hanya keburukan yang tidak kamu ketahui kebenarannya?" balas Azkira sambil berlalu. Namun, Fathan mencegah dengan memegangi pergelangan tangan Azkira.

"Beraninyanya kamu padaku!" kata Fathan berbisik di telinga Azkira dengan penuh penekanan.

"Eheem, kalian bisa pergi ke kamar jika sudah tidak tahan ingin bermesraan," ledek Dion yang kala itu turut hadir menyaksikan.

"Eemm .... Azki, selamat, ya. Ternyata ini alasanmu resign dari pekerjaan. Kalau begitu saya turut bersuka cita untuk kalian." Dion dengan percaya diri mengutarakan praduga yang menjadi alasan Azkira keluar dari pekerjaannya.

"T-terima kasih, Pak Dion, tapi bukan itu alasan sa-"

"Oh, ya. Saya harus segera datang ke restoran. Pokoknya selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua," pungkas Dion menyelelah kalimat Azkira.

Fathan tersenyum masam. "Oh, jadi sepicik itukah dirimu? Ternyata kamu begitu ingin menikah denganku, ya. Sampai-sampai berlaga tidak membutuhkan pekerjaan lagi dan keluar," hardik Fathan membuat perasaan Azkira kembali terluka.

Gadis itu hanya bisa menghela napas kasar dan membiarkan berbagai tuduhan miring yang dilontarkan terhadapnya. "Lepas, aku ingin pergi!" tukas Azkira sambil menepis cengkeraman tangan Fathan.

"Lihat saja, Azkira! Apa yang akan aku perbuat padamu setelah ini. Kamu harus membayar semua yang sudah kamu lakukan dengan rencana picikmu itu," ancam Fathan yang menggumam, sembari menuduh Azkira yang bukan-bukan.

****

Malam pun tiba. Azkira sudah diboyong ke rumah megah milik keluarga Antoni. Wanita itu sedang berusaha menerima segala yang harus terjadi padanya, sekali pun itu bukanlah hal yang dia harapkan. Dia akan mencoba membiasakan dirinya sebagai istri Fathan.

"Selamat malam, Azki sayang. Jangan sungkan-sungkan. Anggaplah ini seperti rumahmu sendiri, dan memang begitu kenyataannya 'kan." Antoni menyapa Azkira sebelum dia bergegas ke kamarnya.

"Terima kasih, Ayah," ucap Azkira sambil memaksakan senyuman.

"Tentu saja, Ayah. Dia akan lebih terbiasa dari yang kita tahu. Benar 'kan?" timbrung Fathan sambil menyeringai sinis. Azkira mengatupkan bibirnya sambil mengepalkan tangannya geram.

"Ayah harap juga begitu, Fathan," jawab Antoni yang tidak membaca kata-kata sarkas dari Fathan.

"Kalian istirahatlah. Nikmati malam kalian. Ayah juga ingin tidur." Gegas Antoni meninggalkan keduanya.

Seperginya Antoni dari sana, Fathan kembali membisikkan sesuatu di telinga Azkira. "Jangan berharap aku akan sudi menyentuhmu," katanya.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

Halah, nanti juga lu yang bucin Fathan😌

2022-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!