BAB 8 Bukan Salahku

Fathan pergi ke restorannya, tapi bukan untuk meeting. Dia hanya mencoba untuk menghindari Azkira dari jangkauan matanya. Secara hati sendiri, Fathan memang belum siap menerima kehadiran siapa pun usai kekecewaan karena pengkhianatan yang dilakukan Ellena pada dirinya.

"Hai, Bro! Bagaimana malam pertamamu? Apa itu mengasyikan?" ledek Dion sambil tertawa.

"Diam atau kusumpal mulutmu itu dengan sandal!" jawab Fathan sambil duduk dan membuang napas kasar.

"Hihihi. Kenapa kau sensitif sekali?" lanjut Dion sembari menepuk pelan punggung Fathan. Mereka memang sangat akrab meski dalam pekerjaan hubungan mereka adalah seorang Pemilik dan Manager.

"Entahlah, aku tidak yakin dengan semua ini." Fathan merasa enggan membahas pernikahannya.

"Bagaimana dengan omset restoran? Apa ada kemajuan, stabil, atau justru menurun?" imbuh Fathan mengalihkan topik pembicaraan.

Dion menghela napas panjang dan mengeluarkannya secara pelahan. "Beberapa hari belakangan ini, omset kita mengalami penurunan sekitar 20% dari biasanya," jawab Dion menyayangkan.

Fathan mengerutkan dahinya. "Kenapa bisa begitu, Dion? Apa ini ada kaitannya dengan berita yang beredar itu?"

"Sepertinya begitu, Fathan. Tapi aku percaya, Azki benar terkait pengakuannya. Dia sudah lama bekerja di sini dan kinerjanya sangat baik. Dia juga bukan tipe gadis yang berperilaku buruk seperti yang diberitakan," urai Dion.

"Berhenti membelanya, Dion. Kalau sudah begini, tidak ada fakta apapun yang bisa menyelamatkan dia dari kesalahan yang sudah diperbuatnya!" tandas Fathan sembari meremmat kepalan tangannya.

Tanpa memperdulikan Dion yang baru membuka mulutnya untuk bicara lagi, Fathan langsung pergi meninggalkan restoran. Dia tampak sangat marah dan berapi-api. Lantas, Pria itu langsung melesakkan laju mobilnya secepat kilat.

Di dalam kamar, tepatnya di depan jendela kaca yang tertup tirai. Azkira sedang berdiri sambil menyisihkan sedikit bagian tirai itu, lalu mengintip ke arah luar jendela. Dia mengulas senyum kala menyaksikan awan yang tampak gelap dan mendung menutupi permukaan langit.

"Sepertinya hujan akan turun dengan deras. Aku ingin berada di bawahnya. Agar bisa menangis sejadi-jadinya tanpa diketahui dan didengar oleh siapa pun," gumam Azkira seraya meneguk salivanya yang terasa getir.

Cukup lama Wanita bergigi kelinci nan manis itu berdiri menikmati mendung yang kian pekat. Hingga kakinya mulai terasa pegal dan dia pun melenggang untuk duduk di tepi ranjang. Selepas itu, matanya mengedarkan pandang ke segala sisi kamar dan berhenti saat dia melihat sofa yang digunakan Fathan untuk tidur semalam.

BRUGHHH!

Pintu kamar dibuka dan didorong dengan sangat keras oleh Fathan, dari arah luar. Azkira terhenyak dan kaget dengan kedatangan Fathan yang tiba-tiba dan tampak penuh amarah saat itu. Wanita malang tersebut pun berdiri membeku dengan tatapan ngeri dan was-was.

"Dasar murahan! Entah kenapa nasibku harus sesial ini." Fathan memaki sambil menyret dan menghempaskan tubuh Azkira ke atas sofa.

"Aakkkhhh!" pekik Azkira kesakitan.

"Beraninya kamu merugikan hidup dan usahaku!" cerca Fathan tiada henti.

"Sakiiiit," ringis Azkira sambil menangis.

Namun, bagai tidak punya perasaan Fathan malah menambahkan sebuah cengkeraman ke pipi Azkira. "Gara-gara ulahmu, restoranku jadi sepi dan omsetnya pun menurun!" lontar Fathan sambil terus memperkuat cengkeramannya.

Azkira hanya bisa menangis tersedu kala itu. Lalu, Fathan melepaskan cengkeraannya dengan sedikit memekik sehingga Azkira merasa semakin kesakitan. Wanita berambut lurus terurai itu memegangi kedua belah pipinya yang memerah dan mengedarkan rasa nyeri ke seluruh wajahnya.

"Tidak tahu diri!" imbuh Fathan yang belum puas melapiaskan kemarahannya.

"Aku tidak melakukan apapun. Aku tidak merendahkan harga diri dan kehormatanku untuk bermesraan dengan pria yang tidak aku kenal. Aku hanya sedang menunggu ojek untuk mengantarku pulang. Semua itu bukan salahku! Pasti ada yang dengan sengaja menjebakku," raung Azkira yang akhirnya tidak tahan juga dengan diam dan mengalahnya pada Fathan.

"Diam! Jangan berani mengelak dari kenyataan. Kamu pikir aku akan percaya padamu setelah semua dampak buruk sudah dirasakan, huh?" bentak Fathan menggebu-gebu.

Azkira menggelengkan kepalanya sambil menyeka kasar pipi yang basah oleh air mata. "Sampai kapan pun aku tidak akan mengakui kesalahan yang tidak pernah aku lakukan ...," lirih Azkira.

"Apa yang kamu mau dari pernikahan ini, huh? Apa itu rumah, mobil, dan fasilitas lain yang belum kamu miliki? Cepat katakan! Aku akan memberikannya dan setelah itu pergilah dari hidupku!" cemooh Fathan.

Rasanya bagai terkena ujung tombak yang dihujamkan dengan sengaja dan berkali-kali tepat di jantungnya. Azkira tahu dan sadar sepenuhnya bahwa dia tidak sekaya Fathan. Tapi jauh dari dalam lubuk hati terdalamnya, Azkira tidak pernah terpikir untuk menjadikan pernikahannya sebagai upaya untuk memeras harta Fathan. Demi apapun, pikiran Fathan itu sudah sangat merendahkan dan menginjak-injak harga diri Azkira tanpa perasaan. Ingin rasa hati menyangkal setiap tuduhan keji yang Fathan lontarkan padanya. Namun, Azkira masih menyisakan kesabaran di dalam dirinya.

"Kenapa diam saja? Cepat katakan, Bodoh!" Sekali lagi, Fathan menjerembabkan tubuh Azkira.

"Aaaarrggghh, sakiitt!" jerit Azkira yang terdengar begitu pilu dan terasa ngilu di hati.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

Hay wanita2 saranku jgn berbuat bodoh klu udah kdrt ya lebih baik pergi diam biar kelg PD bingung baru mulai bicara yg benar JD ortu JD pendengar klu Ama suami saja gk bakalan di dengar Krn udah benalu harga diri sampai ngata2in segala laki di luar banyak mau cari model apa

2022-12-31

0

Vita Zhao

Vita Zhao

yang B*doh itu kamu fathan.

Azki kamu pergi aja deh

2022-11-06

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!