BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan

"Kenapa lagi, Fat? Apa masih tentang ayahmu?" tanya Dion yang sangat paham dengan gelagat Fathan.

Fathan menghela napas panjang sampai terdengar begitu perih. "Kali ini bukan hanya ayahku, Dion. Tapi ternyata, cinta yang sudah lama kujaga turut andil dalam membuat hatiku terluka. Rasanya sakit sekali, Dion. Lebih sakit dari hujaman seribu pedang sekali pun," urai Fathan.

"Maksudmu? Ellena? Apa yang dia lakukan padamu?" imbuh Dion sambil megernyitkan dahi menanti jawaban dari Fathan.

"Wanita itu mengkhianatiku, Dion. Bagian terparahnya adalah ... dia diam-diam bertunangan dengan sahabat kita sendiri," beber Fathan seraya mengeraskan rahang tegasnya.

"Siapa yang kau maksud? Apa itu Fatih?"

"Ya! Siapa lagi kalau bukan anak manja itu, ciiih" hardik Fathan mengingat Fatih dan pengkhianatannya.

"Aku tidak pernah menduga hal ini akan menimpamu, Kawan. Kuharap kamu bisa tabah dan segera melupakan para pengkhianat itu," tutur Dion mencoba menguatkan Fathan.

"Entahlah, Dion. Aku merasa hidup ini sangat tidak adil padaku. Pertama, ibuku meninggalkan aku dan membuatku harus hidup bersama dengan ayah yang selalu memaksakan kehendaknya padaku. Kedua, aku dipaksa untuk segera melakukan pernikahan dalam waktu dekat ini. Sementara, kamu tahu sendiri Ellena telah bermain curang di belakangku. Sekarang aku tidak tahu lagi harus berbuat apa." Tidak seperti biasanya yang selalu mengebu-gebu. Kali ini Fathan tampak sangat pasrah dan putus asa.

"Sabar, aku tahu kau adalah Pria yang kuat," ucap Dion sembari menepuk-nepuk pelan bahu Fathan. Fathan hanya manggut-manggut mengiyakan kata-kata Dion.

Kedua sahabat itu kemudian menyesap kopi dari cangkirnya masing-masing. Tiba-tiba ada yang mengejutkan mereka, yaitu kedatangan Antoni yang tanpa diduga-duga. Dion dan Fathan pun saling bertatap-tatapan.

"Kebetulan kalian ada di sini," lontar Antoni yang langsung menarik sebuah kursi dan duduk bersama keduanya.

"Paman, ada apa? Tumben sekali berkunjung kemari," lontar Dion seraya tersenyum.

"Begini, Dion. Berikan ucapan selamat pada Temanmu itu, karena sebentar lagi dia akan menikah."

Mendengar penuturan Antoni. Fathan yang kala itu sedang meneguk kopinya menjadi tersedak. Dia sangat kaget dengan pernyataan ayahnya tersebut.

"Menikah? Dengan siapa, Paman?" tanya Dion. Dia merasa heran karena baru saja Fathan bercerita bahwa Ellena mengkhianatinya. Lalu dengan siapa Fathan akan dinikahkan?

"Pokoknya ada. Dia gadis yang sangat baik dan cocok untuk jadi pendamping hidup Fathan," ungkap Antoni tanpa memperdulikan apakah Fathan setuju atau tidak.

"Ayah, yang benar saja. Aku tidak mungkin menikah dengan seseorang yang belum kukenal, Yah," protes Fathan.

"Diamlah, Fathan! Kamu ini tidak bisa diandalkan. Mana kekasihmu yang bernama Ellena itu, huh? Mengurusi dia saja kamu tidak mampu. Bahkan, hanya untuk mengajaknya segera menikah denganmu pun, sampai hari ini kamu tidak becus," hardik Antoni pada Fathan.

Fathan lalu menoleh pada Dion mengharapkan sebuah pembelaan. Namun, Dion hanya bisa menaikkan kedua bahunya tanda tidak bisa melakukan apa-apa. Fathan pun menepuk pelan dahinya sedndiri.

"Jangan terlalu banyak membantah Ayah, Fathan! Nanti malam kita akan melamar dia untukmu. Bersikap baiklah dan jangan membuat Ayah malu," tandas Antoni.

Fathan merasa hidup ini semakin tida adil saja padanya. Bahkan, dia tidak diberi kesempatan untuk menenangkan diri setelah patah hati hebat akibat pengkhianatan Ellena padanya. Bernapas lega saja tidak bisa dan kini masalah baru mengenai perjodohan kembali dihadirkan ke hadapannya.

****

Malam yang dijanjikan Antoni pun tiba. Dia mengajak Fathan bersiap menuju ke rumah gadis yang akan dijodohkan dengan Fathan. Ternyata, tanpa Fathan ketahui Antoni memang sudah lama mengincar gadis itu untuk dijadikan menantunya. Bukan tanpa alasan tentunya, Antoni melakukan itu karena dia tahu gadis ini sangat baik. Di samping itu, gadis tesebut juga adalah anak dari mendiang sahabatnya.

"Ayah, kenapa Ayah melakukan permainan semacam ini pada hidupku?" adu Fathan saat dalam perjalanan.

"Ayah tidak ingin mati dan melihat kamu belum punya istri yang akan menemani dan merawatmu, Fathan. Kalian akan bahagia dan tumbuh menua bersama seperti Ayah dan Ibu," tutur Antoni dengan perasaan hati yang ngilu.

"Ayah, sampai kapan Ayah akan menganggap Ibu masih hidup? Ibu sudah pergi, Yah."

"Tidak, Fathan. Jangan berkata seperti itu. Ibumu tidak pernah mati atau pergi dari hidup kita. Dia ada di setiap helaan napasku. Bahkan, dia selalu hadir di setiap mata Ayah melihatmu. Yang tiada hanya raganya saja. Sedangkan cinta dan segala kenangannya tidak pernah kemana-mana. Ibumu masih setia menduduki tahta hati Ayah. Kamu harus tahu itu."

"Ya ampun, Ayah," desis Fathan seraya meraup wajahnya dengan kasar. Dia tidak habis pikir terhadap Sang Ayah. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, Fathan merasa teriris sekaligus terenyuh pada kesetiaan ayahnya terhadap almarhumah Sang Ibu.

Tidak terasa mereka pun telah sampai di kediamana gadis tersebut. Fathan mengerutkan kening sambil mengingat-ingat sesuatu. Kalau tidak salah baru kemarin dia dari tempat itu.

"Fathan, ayo masuk. Kenapa malah melamun?" ucap Antoni membuyarkan lamunan Fathan.

"Jangan bilang, gadis yang ayah maksud adalah dia?" batin Fathan menerka-nerka.

Benar saja apa yang Fathan perkirakan itu. Begitu dia masuk, wajah Azkira langsung terlihat di sana. Gadis itu tampak tertunduk dalam. Entah karena malu, atau mungkin dia juga tidak mengininkan perjodohan ini.

"Ibu, kenalkan ini Fathan. Putra semata wayangku," turur Antoni pada Sinta. Sinta mengangguk tersenyum.

"Ha? Fathan?" batin Azkira. "Namanya seperti tidak asing," lanjutnya lagi.

Alangkah terkejutnya Azkira saat mengangkat wajah dan melihat pada lelaki bernama Fathan yang tidak lain adalah Owner Chili Sauce Resto yang kemarin malam nyaris merenggut kegadisannya. "P-pak Fathan ...," lirih Azkira terbata.

"Loh, kalian sudah saling kenal? Ini awal yang baik bukan? Hahaha," lontar Antoni dengan ekspresi senang.

"Ciiiih! Dasar gadis licik," cemooh Fathan dalam hatinya.

"Aku tidak menyangka bahwa Fathan-mu ini adalah Fathan yang kemarin menyelamatkan Cucuku dan mengantarkannya pulang kemari," timpali Sinta dengan senyum hangat yang kembali merekah di bibir tuanya

"Benarkah begitu, Bu? Ini tandanya mereka memang ditakdirkan untuk bersama," kata Antoni diiringi tawa renyahnya.

Mereka pun mulai memasuki obrolan inti yang membahas soal pernikahan kedua insan yang tidak akur itu. Fathan sendiri tidak terlalu fokus pada pembicaraan. Dia justru sibuk menatapi Azkira dengan pandangan penuh kebencian. Dan Azkira hanya diam sambil menundukkan wajahnya seperti semula.

"Apa yang sedang terjadi pada hidupku ini? Kenapa aku dijodohkan dengan gadis seperti dia. Dia bukan seleraku apalagi tipeku. Kriteria pasangan yang aku mau bukanlah gadis munafik seperti dia," hina Fathan di dalam benaknya. Dia merendahkan penilaiannya terhadap Azkira.

"Nenek, kenapa Nenek memintaku menerima perjodohan dengan laki-laki arogan seperti dia?" keluh Azkira di dalam hati yang tak bisa melakukan apa-apa.

Bersambung ....

Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!