BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam

"Jangan, Pak! Saya mohon ... jangan lakukan ini," raung Azkira sambil terus memberikan perlawanan.

Melihat Azkira yang terus menangis dan juga tak berhenti memohon, Fathan menghentikan aksi bejadnya itu. Dia membuat jarak dengan Azkira, lalu memberikan kembali pakaian Azkira yang terlanjur dia tanggalkan dengan paksa. Entah karena iba atau ada maksud lain, tapi waktu itu Fathan benar-benar berhenti menyentuh Azkira.

Pria itu berjalan menjauh beberapa langkah dari ranjang, sembari meremmat rambutnya frustasi. "Dasar Gadis sialan! Kamu membuatku marah di waktu yang salah," hardiknya dengan emosi yang sudah tersulut.

Azkira masih menangis sampai tak ada lagi suara. Hanya hujan air mata yang terus terurai bersamaan dengan rintik gerimis yang mengundang di luar sana. Selain musim penghujan, saat itu semesta seakan tahu bahwa ada seorang gadis yang sedang tercabik-cabik hatinya. Meski akhirnya mahkota kegadisannya tetap utuh, namun harga dirinya terlanjur terluka dan hancur lebur berkeping-keping.

"Tolong biarkan saya pulang, Pak. Saya takut nenek saya mencemaskan saya di rumah," lirih Azkira dengan keadaannya yang sudah sangat kusut.

Fathan meyoroti Azkira dengan pandangan yang mulai meredup. Mungkin pria itu akhirnya sadar, bahwa perbuatannya adalah sebuah kesalahan besar. Dia kembali duduk di tepi ranjang dengan perlahan.

Mendapati Fathan yang hanya diam tak menjawab, Azkira mengulangi kata-katanya. "Pak, tolong biarkan saya pulang. Nenek saya pasti sangat mengkhawatirkan saya," kata Azkira lagi.

"Tidurlah dulu di sini! Di luar hujan dan ini sudah sangat larut. Saya akan mengantar kamu pulang besok pagi," titah Fathan dengan suara beratnya yang khas.

"Tapi, Pak-"

"Jangan membantah! Jangan pancing kemarahan saya lagi, atau kamu akan menanggung akibatnya," ancam Fathan menyela kata-kata Azkira.

Azkira langsung meringkuh memeluk lututnya. Keberaniannya kembali diruntuhkan oleh kata-kata bernada ancaman yang keluar dari mulut Fathan. Wajahnya ditundukkan dalam-dalam dengan tubuh yang gemetar didera ketakutan.

"Shiiitt! Apa aku semenakutkan itu baginya?" umpat Fathan sambil menatapi Gadis malang tersebut.

"Tidurlah dengan benar!" tandas Fathan yang melihat Azkira tak juga merebah. Dia menarik lengan Azkira, dan membuat gadis itu kembali berteriak.

"Jangan! Jangan sentuh saya, Pak," jeritnya dengan gigil ketakutan. Perasaannya benar-benar kacau dan tidak karuan.

"Kalau begitu tidurlah dengan benar!" ulang Fathan memberi perintah.

Azkira terpaksa menuruti Fathan. Dia tidak mau mengambil resiko dengan mebuat Pria itu marah lagi. Sebab, ada simbol kehormatan yang harus tetap dia jaga dengan baik. Azkira pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu dengan perasaan was-was.

Fathan bergerak mematikan lampu kamar. Kemudian, dia mengambil satu bantal dan tidur di sebuah single sofa yang ada di kamar penginapan itu. "Apa yang sudah aku lakukan ini?" gumamnya sambil memijat-mijat keningnya sendiri.

"Mimpi buruk apa yang sedang aku alami ini? Kenapa aku harus menerima sesuatu yang tidak pernah aku harapkan? Apa hidup ini begitu tidak memihak untuk membiarkan aku tenang?" jerit Azkira dalam hati yang berkabut duka. Malam itu dia tidak dapat tidur dengan nyenyak meski tempat itu begitu nyaman.

****

Keesokan hari pagi-pagi sekali. Azkira yang belum tidur sepanjang malam pun sudah duduk dengan posisi memeluk dirinya sendiri. Kantung matanya tampak sembab, bagian putih matanya sedikit memerah akibat terlalu banyak menangis. Kepalanya pun terasa sangat berat dan sakit.

Fathan yang tertidur di sofa kala itu menggeliat dan bangun. Dia melihat ke arah Azkira, lalu melihat pada arloji yang ada di pergelangan tangan sebelah kirinya. "Masih jam setengan enam pagi. Apa dia terus terjaga sepanjang malam?" batin Fathan bertanya-tanya.

Dia bangkit dari sofa itu, lalu bergegas membuka pintu kamar. "Ayo, saya antar kamu pulang." lontar Fathan.

Keduanya pun bertolak dari penginapan itu menuju ke rumah Azkira, tepatnya rumah neneknya. Karena Azkira selama ini memang tinggal bersama Sang Nenek. Sementara, kedua orang tuanya telah lama meninggal dalam sebuah tragedi kecelakaan, sejak dirinya duduk di bangku SD.

"Kemana arah rumahmu?" tanya Fathan dengan nada datar. Kala itu mereka sudah menempuh sekitar 30 menit perjalanan.

"Kanan lurus saja, Pak. Nanti ada gang masuk. Rumah saya ada di sebelah kanan jalan dengan cat berwarna putih," jawab Azkira yang tampak sangat lemas.

Sekilas semua itu tampak tidak masuk akal. Bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi?Seorang owner sebuah restoran bermalam dengan waitressnya dalam satu kamar. Dan atas sebuah paksaan juga masalah yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi sekali lagi begitulah seorang Fathan. Dia tidak pernah berpikir ulang saat mengambil sebuah tindakan sekali pun itu sangat merugikan orang lain.

Sesampainya di depan rumah Nenek Azkira. Keadaan menjadi sangat gelap dan kepalanya terasa sangat berat. Lalu, semuanya tidak bisa dikendalikan lagi. Azkira hilang kesadaran dan pingsan.

"Hey! Bangun ... kenapa kamu pingsan di dalam mobil saya?" ucap Pria itu tanpa rasa bersalah.

"Aaarrrhhh, Gadis pembawa siaaal!" maki Fathan. Lantas, dia bergegas membawa Azkira ke rumah Neneknya yang sempat dia beritahukan sesaat sebelum kesadarannya hilang.

"Permisi ...," ujar Fathan sambil membopong tubuh Azkira yang tak berdaya itu.

"Ya ampun, Azki! Apa yang terjadi pada Cucuku?" sentak seorang wanita tua yang tidak lain adalah Sinta, neneknya Azkira.

"Dia pingsan, Nek," jawab Pria itu yang seolah tidak berdosa atas semua yang terjadi pada Azkira.

"Cepat bawa dia masuk!" titah Sinta sembari panik bukan kepalang.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

gulla li

gulla li

Syukurlah gak diapa-apqin

2022-12-29

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Menegangkan Mak😘😘

2022-11-01

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PROLOG
2 BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3 BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4 BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5 BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6 BAB 6 Pernikahan
7 BAB 7 Pengabaian
8 BAB 8 Bukan Salahku
9 BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10 BAB 10 Kesakitan
11 BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12 BAB 12 Dasar Munafik!
13 BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14 BAB 14 Rasanya Berbeda
15 BAB 15 Lepaskan Aku!
16 BAB 16 Cukup!
17 BAB 17 Aku Tidak Tahu
18 BAB 18 Luka Yang Disengaja
19 BAB 19 Segurat Sesal
20 BAB 20 Hari Ulang Tahun
21 BAB 21 Hanya Milikku
22 BAB 22 Datar Dan Dingin
23 BAN 23 Api Kebencian
24 BAB 24 Cemas
25 BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26 BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27 BAB 27 Tak Pernah Berubah
28 BAB 28 Pulang
29 BAB 29 Riuh Tangis
30 BAB 30 Surga Paling Sempurna
31 BAB 31 Tercengang
32 BAB 32 Sebuah Fakta
33 BAB 33 Milikilah Aku
34 BAB 34 Mengubur Harapan
35 BAB 35 Firasat
36 BAB 36 Cemburu
37 BAB 37 Mengalah
38 BAB 38 Bingkisan Terakhir
39 BAB 39 Foto
40 BAB 40 Rindu
41 BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42 42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43 BAB 43 Sebuah Titik Terang
44 BAB 44 Pulang
45 BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46 BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47 BAB 47 Maaf
48 BAB 48 Calon Istri
49 BAB 49 Berkabung
50 BAB 50 Curiga
51 BAB 51 Ada Apa?
52 BAB 52 Rencana Bulan Madu
53 BAB 53 Pulau
54 BAB 54 Api Dendam
55 BAB 55 Konsekuensi
56 BAB 56 Duka
57 BAB 57 Tamu Bawel
58 BAB 58 Kejutan
59 BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60 BAB 60 Sebuah Gelang
61 BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62 EPILOG DAN PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 PROLOG
2
BAB 2 Terjaga Sepanjang Malam
3
BAB 3 Merasa Penuh Dusta
4
BAB 4 Surat Pengunduran Diri Azkira
5
BAB 5 Perjodohan Yang Tidak Diharapkan
6
BAB 6 Pernikahan
7
BAB 7 Pengabaian
8
BAB 8 Bukan Salahku
9
BAB 9 Saat-Saat Paling Melukai
10
BAB 10 Kesakitan
11
BAB 11 Kaih Sayang Hanya Membesarkan Hati
12
BAB 12 Dasar Munafik!
13
BAB 13 Kemalangan Yang Sempurna
14
BAB 14 Rasanya Berbeda
15
BAB 15 Lepaskan Aku!
16
BAB 16 Cukup!
17
BAB 17 Aku Tidak Tahu
18
BAB 18 Luka Yang Disengaja
19
BAB 19 Segurat Sesal
20
BAB 20 Hari Ulang Tahun
21
BAB 21 Hanya Milikku
22
BAB 22 Datar Dan Dingin
23
BAN 23 Api Kebencian
24
BAB 24 Cemas
25
BAB 25 Di Antara Dua Dilema
26
BAB 26 Butuh Waktu Sendiri
27
BAB 27 Tak Pernah Berubah
28
BAB 28 Pulang
29
BAB 29 Riuh Tangis
30
BAB 30 Surga Paling Sempurna
31
BAB 31 Tercengang
32
BAB 32 Sebuah Fakta
33
BAB 33 Milikilah Aku
34
BAB 34 Mengubur Harapan
35
BAB 35 Firasat
36
BAB 36 Cemburu
37
BAB 37 Mengalah
38
BAB 38 Bingkisan Terakhir
39
BAB 39 Foto
40
BAB 40 Rindu
41
BAB 41 Di Bawah Langit Yang Sama
42
42 Rahasia Di Balik Semua Yang Terjadi
43
BAB 43 Sebuah Titik Terang
44
BAB 44 Pulang
45
BAB 45 Aku Kakak Kandungnya
46
BAB 46 Jangan Berani Menyakiti!
47
BAB 47 Maaf
48
BAB 48 Calon Istri
49
BAB 49 Berkabung
50
BAB 50 Curiga
51
BAB 51 Ada Apa?
52
BAB 52 Rencana Bulan Madu
53
BAB 53 Pulau
54
BAB 54 Api Dendam
55
BAB 55 Konsekuensi
56
BAB 56 Duka
57
BAB 57 Tamu Bawel
58
BAB 58 Kejutan
59
BAB 59 Aktifitas Paling Surgawi
60
BAB 60 Sebuah Gelang
61
BAB 61 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
62
EPILOG DAN PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!