Bab. 19 BlackMud

Ruve terbangun. Ia tak pernah tidur senyenyak ini, dan katanya akan terjaga hanyalah isapan jempol. Beberapa menit dalam pelukan Elves, ia menguap lebar dan tertidur. Bahkan susah untuk dibangunkan.

Ruve menggaruk kepalanya, ia memandangi seisi kamar. Hanya ada dirinya, ia tak melihat Elves. Ruve berlari menuju kamar mandi. Derapan langkahnya terdengar hingga lantai bawah.

Dona menyiapkan sarapan mendongak, begitu juga Elves,"Kekasihmu sepertinya mencari keberadaanmu" Elves berada di meja makan, ia menikmati kopi yang wanita tua itu berikan.

Derapan dari atas masih terdengar. Ruve membuka pintu bersamaan dengan Gen yang menguap lebar. "Ruve kau berisik!" Kemudian mereka turun bersamaan dengan saling memaki.

"Selamat pagi" sapa Ruve semangat, "Kau berisik Ruve! Pagi" Gen kembali menguap. "Kalian masih mengantuk?" Dona memperhatikan Gen dan Elves yang menguap lebar.

"Bagaimana kalau kalian istirahat saja hari ini? Kita mundurkan jadwal jadi besok pagi?" Gen menggeleng, "Tidak perlu Dona, kopi ini pasti bisa mengatasinya" Elves mengangkat cangkirnya.

"Aku juga mau kopi" Gen sudah berada disamping Ruve. "Silahkan ini sarapan seadanya ya maklum nenek tua ini tinggal sendiri, juga tak ada tamu, jadi tak banyak persediaan makannya" Dona merendah, sarapan yang ia masak sangat banyak, casserole labu daging, roti bakar keju, susu hangat dan jus jeruk.

"Terima kasih Dona ini sangat cukup" Ruve meraik roti bakar keju, ia jadi teringat hari terakhir ia sarapan di Garden Angel. Fanta membuatkan Orca dan Menna sarapan dan mereka saling berebut, hingga Tony membuatkan mereka lagi. Kedua anak itu sekarang menjadi tanggung jawab Fanta.

Elves akan ikut membantu menyokong kehidupan mereka namun Fanta menolak, ia merasa bersalah, begitupun semua yang terlibat untuk penyerangan yang mereka lakukan.

Tapi ia tak menduga kedua anak ini bisa terpisah dari keluarganya. Fanta membantah mereka menelantarkan dua bocah ini, itu tak mungkin kata Fanta. Ia yakin suatu hari nanti orang tua anak-anak ini akan mencari mereka. Dan saat waktu itu tiba, biarlah Fanta yang menjaganya.

Dan nasib kelompok Bandit Yordal itu tak diketahui, Ruve dan tim telah mencari, namun mereka hilang ditelan bumi. Tanpa jejak.

Ruve berpikir mungkin saja mereka kembali ke tempat asal Yordal. Daerah dekat kota Ruve tinggal. "Aku akan berganti pakaian, kalau kalian sudah selesai sarapan kita berangkat" Dona melepas celemeknya dan meninggalkan tamu-tamunya sarapan.

***

Mereka telah menyusuri jalan setapak panjang untuk menuju ladang milik suami Dona. Dan Elves merasa walaupun tempat ini terbuka, ia seperti memasuki labirin besar dan berliku. Mereka berada di BlackMud tempat para penyihir hitam bermukim.

Tak menutup kemungkinan Dona salah satu dari mereka. Fanta dan Tony telah memperingatkan mereka, tentang "Siapa yang telah masuk dalam BlackMud tak akan bisa keluar lagi" dan mungkin itu benar, setelah melihat medan yang mereka lalu.

"Mari kita beristirahat, masih ada setengah perjalanan lagi" ucap Dona, pantas persiapan yang Dona lakukan sebelum berangkat tadi sangat banyak.

Mereka mencari aliran sungai, "Hati-hati, disini kalian tak bisa sembarangan untuk meminum, memakan sesuatu yang berada di tanah BlackMud ini" peringatan Dona.

"Karena BlackMud adalah tanah yang dikutuk, dengan kutukan hitam. Maka kami pun sebagai penduduk tidak sembarangan bisa menanami juga berburu" 

"Semua yang ada disini telah terkontaminasi, oleh sihir itu, Dan karena alasan ini juga kami membuat ladang yang jauh dan memang tak terpengaruh oleh tanah kutukan" penjelasan Dona membuat tim Ruve bergidik ngeri, mereka tak bebas melakukan apapun walau di tanah mereka sendiri.

"Ini minumlah," Gen agak ragu menerima air Dona, "Tak apa, air sesuatu yang berada dari rumahku, sudah suamiku mantrai, ia menggunakan mantra abadi, agar kelak siapapun yang akan menempati rumah kami setelah kami tiada, tak terpengaruh oleh tanah kutukan ini"

"Dan saat kalian menemukan aku saat itu, wanita tua ini ceroboh, diusili oleh para penyihir hitam muda yang sedang belajar."

"Seperti yang sedang mengintai kita, kalian bisa merasakannya kan, sebenarnya perjalanan kita tak akan sepanjang ini, tapi mereka membuatnya dua kali lipat atau lebih."

Mereka mengangguk, pantas saja, ternyata mereka telah dikerjai, mereka merasakannya, perjalanan ini berlabirin.

"Biarkan mereka puas, nanti akan kita balas di akhir, tapi aku perlu bantuan kalian, tubuh rentah ini, sudah susah untuk diajak bertarung dalam waktu lama,"

"Untuk perkelahian serahkan padaku" Gen percaya diri. "Aku akan melindungi kalian dengan sihir hitam yang aku miliki" Dona meminum kantong air yang sudah ia bubuhkan ramuan Elves.

Sebelum berangkat ia meminta ramuan itu. Jadi ini persiapan untuk melawan kejahilan sesama para penyihir hitam. "Kalian bersikaplah seperti biasa, dan aku akan mencari keberadaan si jahil" perintah Dona membuat Gen dan Ruve berakting dengan kaku. Elves memutar bola matanya malas.

"Wah cuaca yang indah ya Ruve" Gen berteriak kencang.

"Kau tak usah berteriak seperti itu" Ruve berbisik.

"Ia Gen indah sekali pas untuk kita beristirahat dibawah pohon rindang ini, A Ha ha ha ha" Suara Ruve tak kalah lantangnya.

"Kau terlalu kaku Ruve" Gen mendekat dan berbicara dengan berbisik.

"A ha ha ha kau lucu sekali Ruve" Gen menepuk bahu Ruve kencang, Ruve menatap Gen tajam, ia berbisik, "Sakit, Gen! kau sengaja?"

"Maaf aku grogi" Gen menyengir. 

"Elves kau makan apa? Ah sangat sedap!" Ruve beralih pada Elves yang sedari tadi hanya menikmati makan siangnya.

Ruve mengkode, dengan mengedipkan mata berkali-kali yang lebih mirip orang sakit mata ke Elves agar pemuda itu menjawab drama yang mereka mainkan dan jelas Elves tidak akan ikut serta dalam drama memalukan itu.

Dan kemudian ledakan tawa terdengar dari arah Dona, "Kalian sangat lucu" Dona melirik tak jauh dari mereka pergerakan si jahil terlihat. Ia telah menemukan tempat persembunyian si jahil.

SRAK! SRAK! SRAK!

"Lama tak bertemu Dona" Sekumpulan orang bertudung menghampiri mereka.

"Lori, kau semakin terlihat muda saja, kemampuanmu pasti meningkat pesat ya, setelah berhasil membunuh suamiku" Lori tergelak kencang,

"Ah Dona, Dona, rasanya baru kemarin aku melihat Paldo menggelepar seperti cacing kepanasan karena meminum racunnya sendiri." Rahang Dona bergemeletuk. Seketika langit menjadi gelap.

Melihat itu Lori terlihat senang, memancing musuh hingga murka adalah keahliannya dan ia sangat menikmati kemurkaan musuhnya itu.

"Bre ngsek! Kalian sangat hina! Kalian tak pantas untuk hidup!" Makian Dona dengan suara yang berubah menjadi berat.

"Rasakan ini! Hyaaaahhh …." Dona menyerang kumpulan itu. Dan kelompok itu mulai menyerang Ruve dan kawan-kawan.

Tangkisan demi tangkisan Lori lakukan, saat ini memang ia hanya menangkis. Mau bermain-main dahulu sebelum ia menyedot semua kekuatan wanita tua di depannya ini kemudian melenyapkannya menjadi abu, sama seperti yang ia lakukan pada suami wanita tua ini, ratusan tahun yang lalu.

"Ayolah Dona, hanya segitu saja, kemampuan yang kau miliki, bahkan anak buahmu sudah kelelahan aku lihat" ejek Lori.

Lelaki itu terus terbahak untuk memprovokasi Dona. Serangan terus Dona lancarkan, Hingga ia menemukan cela,

"SEKARANG!"

Tbc.

Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!