Ruve dan Elves memantau keadaan, hingga kesempatan menyerang datang. Tengah malam, mereka sudah datang ke tempat Yordal. Disana penjagaannya ketat.
"Ayo serang!" Dengan cepat Ruve menarik kerah belakang Gen yang tidak sabaran. "Sabar!" Desis Ruve menakutkan. Ia mengancam Gen dengan mengeluarkan rantai hitamnya.
Decakan terdengar. Iaya lelaki itu sudah sembuh berkat obat dari Emma yang Elves racikan. Dan dengan memaksa ikut dalam misi ini. Menggempur tempat Yordal.
Bukan hanya Gen disana juga ada Fanta dan Tony. Entah apa yang ada dalam pikiran kedua orang itu. Fanta yang jelas mantan anggota yang berkhianat. Sekarang juga berkhianat katanya memberi alasan agar diperbolehkan ikut.
Sedangkan Tony harus sampai menutup penginapannya. Dengan alasan ia memiliki dendam pribadi pada bandit-bandit yang pernah membuat onar di penginapannya, Elves dan Ruve akhirnya menyetujui mereka ikut.
Dari Fanta juga mereka tahu berbagai informasi yang membantu mereka. Seperti, Denah tata letak kelompok iti tinggal, tak pernah berubah. Walau mereka nomaden, tapi untuk tata letak di dalam lingkungan tempat tinggal mereka tak berubah.
Juga dengan jadwal penjagaan. Juga siapa saja yang berjaga. Fanta menerangkannya dengan detail. Fanya memiliki ingatan yang baik. Dan melihat ternyata ucapannya benar. Ia melirik Ruve dan mengangguk.
Ruve mendapatkan kode itu. Ruve menaikan kain pada hidungnya menutupi wajahnya setengah, yang diikuti oleh lainnya, gerakan kepalanya mengangguk, Mengomandokan yang lain untuk bergerak mengerjakan tugasnya masing-masing.
Fanta dan Tony, ia berjaga di luar tempat persembunyian Yordal, untuk memantau siapa nanti yang meminta bantuannya.
Kedua lelaki itu berpencar. Masuk dari berbagai cela yang sudah Fanta sebutkan. Ruve berlari ke arah samping depan. Ia menjulurkan rantai hitamnya. Dan membantunya melompati kayu tebal itu.
Mereka menggunakan goggles yang Elves dapatkan dari seorang teman dengan sebutan peneliti ilegal jika mereka berada didunia manusia.
Goggles yang membantu melihat dalam gelap. Euve melihat beberapa penjaga, dengan rantainya, ia menghantam kepala para penjaga hingga tak sadarkan diri.
Lalu menyeret para penjaga itu. Mengikatnya dan menyembunyikannya.
Lengkahnya melambat saat ia mendengar langkah kaki lain. Mendekat padanya. Ruve bersembunyi. Tanpa basa-basi ia hantamkan ujung rantai yang berbentuk bola besi dan bandit itu tak sadarkan diri.
Ia menyeret bandit itu ke tempat persembunyiannya. Elves tak kalah sadis ia langsung meluncurkan panahnya dan menewaskan para bandit.
Yang paling brutal adalah Gen, ia menyerang bukan dengan cara diam-diam namun ia melangkah dengan percaya diri dan berani. Menebas para penjaga yang menghalanginya. Dan membuat rencana Ruve berantakan.
Ruve menghembuskan nafas kesal. Semakin banyak bandit yang menyerang Gen. Mau tak mau Ruve dan Elves keluar.
"Siapa kalian!" Seorang bandit. Ia agak takut.
"Banyak tanya" Gen menebasnya. Mendengar cerita Tony dan Fanta tentang mereka bandit yang meresahkan desa. Dan sanggup membunuh anak kecil. Kemarahan Ruve, Elves dan Gen mencapai titik murka.
Dan sekarang adalah pembalasan.
"Laporkan cepat pada ketua dan b—-" dan panah menembus kepala bandit yang memerintahkan bawahannya.
"Sana laporkan bilang Ruve datang!" Bandit itu gemetaran, ia terduduk di tanah dengan mengangguk, lalu merangkak cepat berlari masuk kedalam.
Ruve melipat tangannya menunggu Yordal keluar dari sarangnya. Sedangkan Elves dan Gen menyerang bandit-bandit yang tak habis. Suara tabrakan pedang nyaring terdengar.
"BERANI SEKALI KAU DERIK!" Yordal wanita itu murka. Ruve berani sekali mengobrak abrik tempatnya. Yordal dikelilingi oleh banyaknya penjaga untuk dirinya.
"Keluar juga kau dari sarangmu"
"Kerahkan semua penjaga! Dan tangkap wanita itu untukku" perintah Yordal.
Dayang-dayangnya menyiapkan kursi untuk Yordal duduk. Ia duduk, meremehkan tim Ruve. "Baron! Bawakan aku kepala mereka!" Perintahnya lagi. Baron yang adalah kaki tangannya, mengangguk dan maju. Ia melawan Gen.
Baron menyerang Gen, pedang mereka saling mengadu, kekuatan besar membuat Gen mundur.
Elves mengambil busur panahnya dan merapalkan mantra pada busurnya. Ia menggambarkan sigil dan menambahkannya pada pedang Gen.
Petir menyambar dengan keras. Pantulan kilat itu terjadi dari tabrakan antara pedang Gen yang mendapat kekuatan tambahan dari busur panah milik Elves.
Pedang Gen mengeluarkan sinar kekuningan, bukan hanya pedang tapi tubuh Gen mendapatkan kekuatan yang mengalir dari pedang yang ia genggam.
"YAAHHOO" Gen merasa tubuhnya meringan. Dengan percaya diri. Ia melangkah perlahan dan menjadi berlari ke Baron.
Baron menangkis dan menahan pedang Gen yang menyerangnya dengan pedangnya, ia dapat merasakan kekuatan besar, ia terlalu terkejut dan tak sempat kabur. "Tak sempat kabur seperti siang tadi eh!" Senyum mengejek Gen.
KRAK!
Pedang Baron mulai tidak bisa menahan kekuatan pedang Gen. Pedang Baron mulai retak.
Dan semakin lama retakannya memanjang,
DOOM!
"ARK!"
"Aaaa!"
"Aaaa!"
Ledakan terjadi, pedang Baron hancur lebur, Baron terhempas hingga tubuhnya membentur tiang rumah. Baron tergeletak tak sadarkan diri.
Yordal berdiri dari duduknya. Tangan saling meremas. "Tidak Mungkin!" Gumamnya. Para dayang Yordal sudah menyelamatkan diri mereka sendiri. Meninggalkan Yordal sendiri.
Ruve perlahan mendekat. Rantainya ia julurkan. Namun Yordal bukan tipe yang akan takut melawan.
Ia menggunakan Armournya yang ia dapatkan dari Phoenix Way. Wajahnya berubah menjadi burung bangkai, tubuhnya masih humanoid.
Ruve mendengus. Mengarahkan rantai hitamnya pada Yordal, wanita burung bangkai itu mengambil sesuatu dari kantong.
Dan ia memperbesarnya. Menjadikannya alat penghancur. Yordal mengarahkan telunjuknya pada besi penyanggah rumah, besi besar itu melayang ke arah penghancur yang gerigi dan melu matnya hingga habis.
Elves merasakan Ruve mulai melemah, dan ini tak baik bagi mereka. Elves melayangkan kode bantuan. Rantai jari Ruve ditarik kuat mengarah ke benda itu. Ruve menahan kekuatan besar yang berupaya menariknya.
Keringatnya mulai bercucuran, tidak bisa pikirnya, ia tak tahan lagi, kekuatannya semakin melemah.
"Ruve!" Gen akan mendekat,
"Jangan mendekat" Ruve memperingatkan Gen, tak ikut campur.
"Kau akan mati disini derik!" Ucap Yordal Jumawa. Tawa kencang. Akhirnya ia bisa mengalahkan musuhnya.
"Ahahaha … jelek sekali tampangmu itu!" Yordal menarik Ruve, ia menambahkan kekuatannya. Tapi ia kesusahan. Ruve menahan dirinya.
"Elves kami datang" Tony mendekat dengan Fanta.
Krack!
Krack!
Krack!
"Ruve …"
"AHAHAHAHA … Sudahlah menyerah saja" olok Yordal.
"Elves di buku Emma, ada sihir aliran listrik, kau sudah menguasainya?" Elves mengangguk, namun ia sendiri kelelahan.
"Aku dan Tony akan membantumu, salurkan kekuatan kita pada Ruve!" Elves menggerakan tangannya, ia membuat pentagram di udara. Pentagram itu bersinar terang.
Fanta dan Tony berada di belakang punggung Elves. Gen melawan bandit-bandit yang akan menyerang Fanta dan Tony.
Sigil itu berubah membentuk panah, Elves sudah bersiap dengan busur di tangannya, Elves membidik tubuh Ruve yang mulai limbung. Dan melepaskan panah sigil itu
Busur sigil itu meluncur pada punggung Ruve ia masuk dan melebur dengan tubuh Ruve, ia tersentak, melayang lalu kedua kakinya menapak ke tanah dengan kuat. Ia merasakan tubuhnya kembali bertenaga.
Ia seperti mendapat bisikan untuk memfokuskan kekuatannya pada rantai di jari-jarinya.
Ruve melakukannya.
ZRRTT TRTRR
Aliran listrik dengan kekuatan besar mengalir di rantai Ruve. Menuju alat penghancur.
DOOM!
DOOM!
"HAAAGRH!" teriakan melengking dari Yordal yang terdorong keras akibat ledakan besar dari alat penghancur itu, tubuhnya terseret hingga jauh dan kemudian menatap batu besar. Dayang-dayangnya tak ada yang berani membantunya. Mereka bersembunyi dengan ketakutan.
"Ark!"
Tubuh Yordal masih bergerak, pipinya tersayat, juga pelipisnya yang mengalir darah segar.
Ruve dengan wajah kusut dan rambut berantakannya, langkah perlahan. Kekuatannya masih ada. Ia mencengkram dagu Yordal.
"Gen bawa aku bawa wanita ini" ia melepaskan dagu Yordal yang jatuh tergeletak tak sadarkan diri.
"Buat apa? Tinggalkan saja" Gen mengangkat Yordal layaknya karung.
"Kita masih perlu, ia pasti punya informasi bagus" Ruve keluar dari tempat tinggal para bandit yang sudah terbakar habis.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments