Bab 14. Efek Serbuk Berkilau

Elves meletakkan Ruve diatas rumput dekat sungai. Meletakkan kain bersih tebal di samping Ruve.

Mereka harus berganti kain bersih dan membuang kain yang mereka kenakan. Sebelumnya Elves dan Gen telah lebih dulu, membersihkan tubuh mereka setelah membuang mantel mereka bertiga. Ia menidurkan Ruve yang tertidur.

Gen menyerahkan semua pada Elves untuk membersihkan pakaian Ruve. Karena mereka kekasih, jadi Gen menganggapnya wajar.

Sebenarnya, untuk beberapa detik, Elves tak tahu apa yang harus ia lakukan. Rintihan Ruve dengan keringat sebesar biji jagung membuat otak Elves kembali bekerja.

"Ganti pakaiannya Elves!" Ucapnya pada diri sendiri. Ia menyeka keringat pada dahi dan leher Ruve. Elves gugup dan menegang.

Ia tak bisa meninggalkan Ruve dengan pakaian penuh serbuk gatal dan basah. Tak mungkin juga ia meminta Gen membantunya.

Elves tak rela. Seperti tersadar dengan ucapan hatinya. Sekaan Elves pada tubuh Ruve berhenti.

Ia tak rela? Lelaki lain melihat tubuh Ruve? Yang benar saja! Sangkalnya. Elves menggelengkan pelan kepalanya. Kembali mengusap keringat Ruve dan dengan cepat menggantikan baju wanita itu dengan yang bersih.

Elves mengganti pakaian Ruve. Ia bersusah payah melatikan bola mata kemana saja agar ia tak menatap tubuh Ruve.

Ia menghela nafasnya, ia telah melucuti pakaian yang terkena bubuk gatal. Tahap selanjutnya, lebih susah.

Memasukkan pakain lewat kepala Ruve. Dan mata bulat Ruve terbuka. Mereka saling berpandangan.

Senyum Ruve mengembang, ia mengalungkan kedua tangannya ke leher Elves. Ruve menyengir memperlihatkan giginya.

"Hmm … " Ruve mengecap bibirnya. Lidahnya merasakan sesuatu yang runcing di dalam mulutnya. Tangannya meraba gigi, giginya. Lalu menarik leher Elves agar mendekat dan melihat ke arahnya.

"Eh lihat gigi ku runcing" Ruve memperlebar cengirannya, "kau melihatnya Elves?" Lalu ia tertawa terbahak. Elves hanya mengangguk.

Elves kesusahan untuk mengancingkan pakaian Ruve. Tubuhnya selalu oleng ke belakang tidak bisa tegak.

Saat tubuh Ruve akan terjatuh kebelakang.

BREETT …

Elves refleks menarik pakaian depan milik Ruve dan merobeknya. Sekali lagi Ruve oleng ke belakang. Elves dengan cepat meraih leher Ruve.

Memangkas jarak antara mereka. Mata bulat Ruve kembali terbuka. Lalu ia terkekeh. Telunjuknya menekan pipi Elves.

"Elves tampan, aku suka padamu, tapi … " tangannya ia angkat ke atas dengan jari telunjuknya mengacung.

"Tapi kenapa kau tidak … Apa aku tak pantas." Ruve meletakkan tangannya di pipi Elves, ia mengelus pipi pemuda dari ras Elf itu.

Menjulurkan tangannya lagi ia menyentuh kuping Elves yang runcing. "Aku baca bangsa peri sangat tampan, dan benar lelaki di depanku ini sangat tampan." Ruve mengelus kuping Elves.

"Kami bukan bangsa peri, kami Elf, aku tak tahu apa yang kau baca dan dari mana itu bersumber tapi kami berbeda dengan peri, mereka bersayap dan kecil sedang kami tidak, kami agak sama dengan manusi—" 

"Sttt … okay, bocah pintar, aku paham," Ruve mengangguk,Ia memotong omongan Elves dengan meletakkan telunjuknya di antara bibir Elves dan bibirnya.

"Jadi kau adalah … Peri Raksasa yang Tampan, dan punya Ruve" Ruve kembali terkekeh. Ia menjauhkan dirinya dari Elves, pemuda Elf itu memandang wanita melantur di depannya dengan malas.

"Sudah ganti pakaianmu,"

"Kenapa?" Tanyanya. Ia melihat pada depan pakaiannya yang sobek besar dan bagian bawah nya. "Kau, Jahat Elves!" dahi Elves mengerut dalam. Ia dibuat bingung.

"Kau harus bertanggung jawab!" Matanya mulai berkaca. "Kenapa? Kau!" Ia menatap Elves tajam.

"Kenapa diam! Kau harus bertanggung jawab." Bentak Ruve.

"Apa?"

"APA? Kau bilang!" Ruve mulai berdiri dengan sedikit oleng, "Lihat ini, ini dan ini" Ruve memperlihatkan sobekan-sobekan besar pada pakaiannya, juga memperlihatkan bagian bawahnya yang hanya menggunakan celana satin putih selutut.

"Kau melihat semua nya!" Tangisan kencang Ruve terdengar. Ruve berjongkok dengan kepala ia tenggelamkan kelututnya, Astaga Elves dibuat salah tingkah oleh kelakuan Ruve. Wajah pemuda itu semerah tomat.

"Okay, tenang! Aku akan bertanggung jawab" ucap Elf itu pasrah. Tangis menggelegar Ruve meredah. Berganti dengan isakan kecil. "Beneran?" Ia mendongak menatap Elves. "Janji?" Ruve mengulurkan kelingkingnya. Ia menggerakan kelingkingnya di depan wajah Elves. Ia terus menggoyangkan kelingkingnya sampai Elves menyambut kelingking itu.

Elves menyambut kelingkingnya dan Ruve mengeratkan cengkramannya. "Janji, tidak boleh ingkar!" Kekehan campur cengiran Ruve berikan pada Elves.

"Ayo pakai pakaianmu, nanti kau demam, cepat!" Ruve mengangguk, ia mengulurkan tangan dan Elves memberikan tumpukan pakaian pada Ruve.

Wanita derik itu sudah berpakaian lengkap. Ia mengandeng lengan Elves dan tak mau melepaskannya.

"Elves apa yang terjadi? Aku mendengar jeritannya tadi" Gen mendekat. Ia melihat Elves yang berwajah tertekan.

"Kita harus cepat cari tahu bubuk yang kamu temukan itu, pengaruhnya sangat menyusahkan" Elves mencoba menggeser tubuhnya namun Ruve menjadi lebih mengeratkan pelukannya pada Elves.

"Ruve baik-baik saja?" Tony menghampiri mereka.

"Dari luar hutan aku mendengar jeritan Ruve, ia tak apa?" Mereka melihat Ruve yang sangat menempel pada Elves membuat mereka mengernyit.

"Kalian salah jika mengkuatirkan Ruve yang harus kita kuatirkan adalah Elves, lihat tampangnya sangat tersiksa" Gen berkelakar. Ia terkekeh melihat wajah asam Elves.

"Kami membawa kereta kuda, Kau dan Ruve naik kereta kuda saja, aku dan Fanta akan membawa kuda kalian.

Elves membopong Ruve yang tak mau melepaskan dirinya. Didalam kereta kuda, Ruve yang awalnya ia dudukan di sampingnya. Merangsek duduk dipangkuannya. Dan sekali lagi, Elves harus pasrah.

Wanita ini sangat mengujinya hari ini. Elves mengetatkan rahangnya saat hawa hangat dari nafas Ruve mengenai kulit lehernya.

Rasanya ia ingin memaki saat itu juga.

***

Ruve terbangun dengan tubuh yang sangat bugar. Ia merasakan energinya bertambah seribu kali lipat.

Ia mencuci wajahnya. Dan turun kebawah. Sepi. Ini masih terlalu pagi. Ruve memutuskan untuk berjalan di sekitar desa.

Ia ingat bubuk berkilau itu masuk ke tubuhnya. Ia mengusap bagian depan pakaiannya. Racun apa itu? Ia tak ingat apa-apa lagi setelah ia muntah.

Dan setelah ia bangun pagi ini tubuhnya terasa sangat ringan dan menyenangkan. Berjalan ke pasar. Ia ingin membeli sarapan saat melihat, bocah lelaki kecil, berlari sambil mencuri roti.

"Hei, pencuri kecil, kembali kau"

"Bocah nakal!" teriak sang pedagang tua. Ruve perlahan mendekat pada pedagang tua.

"Aku bayar apa yang bocah itu curi, dan lepaskan dia, Dan bungkuskan aku 10 roti, ambil kembaliannya" Ruve memberikan beberapa koin emas. Pedagang tua itu berbinar. 

"Baik nona" ia memberikan dua kantong yang masing-masing berisi 5 roti. Dan Ruve kalap. Ia membawa banyak tentengan yang berisi sarapan.

Ruve merasa moodnya sedang baik saat ini. Ia menyusuri pinggir sungai. Berjalan kembali ke Garden Angel.

"Makan lah," Ruve mendengar suara di arah belukar.

"Hmm" Ia mengintip. Dan Ruve melihat si bocah pencuri itu duduk dengan seorang gadis kecil dengan rambut berpita dan agak lusuh.

Gadis kecil itu menikmati roti curian si bocah, "Kakak, kita bagi setengah yah yah … ini buat kakak," Gadis itu membagi roti itu menjadi dua, memberikan satu pada bocah lelaki itu, gadis kecil memakan bagiannya dengan senyum senang.

TRAK!

Ruve tak sengaja menginjak ranting, kedua bocah itu menatapnya yang sedang mengintip. Ia melihat gadis kecil merangsek ke belakang tubuh sang kakak. Takut.

"Siapa kau?"

"Suruhan pak tua ya?"

"Kami tak punya uang!" Suaranya bergetar.

"Tenang, aku hanya orang lewat, kok" Ruve keluar dari persembunyiannya.

"Bohong tadi aku melihatmu di pasar" tangan bocah itu ke belakang memegangi tangan gadis kecil yang takut.

"Aku cuma mau makan bersama kalian aja, ini makan bersamaku" Ruve mendudukan dirinya di depan anak-anak itu.

Ia membuka semua sarapan yang ia beli. Ruve melirik bocah lelaki itu meneguk ludahnya.

"Kakak itu ada roti kesukaan Menna" gadis kecil itu menunjuk roti yang hanya ia makan setengah, roti mereka terjatuh karena terkejut. Ruve mengintip mereka.

"Ayo sini ikut makan. Ini banyak lho" pancing Ruve. Lama  namun perlahan tapi pasti dua bocah itu mendekat. Saat merasa Ruve tak akan menyakiti mereka.

"Menna boleh makan ini?" Gadis itu dulu yang mendekati Ruve.

"Boleh, semua yang ada disini boleh kalian makan"

"Benar?"

"Iya, makan yang kamu suka, aku Ruve"

"Aku Menna, Ruve ini enak"

"Benarkah, aku juga mau satu" mereka menikmati makanan membiarkan bocah lelaki dengan wajah waspada itu kembali meneguk ludahnya. 

Ruve berbisik pada Menna. Menna berdiri dan menggandeng kakaknya untuk bergabung.

"Kakak ayo kakak itu kesukaan kakak" dan bocah lelaki itu sudah ikut bergabung. Bocah itu makan dengan lahap.

"Pelan-pelan Ocra" saat melihat bocah lelaki itu tersedak. Ruve memberikan air minum. Bocah lelaki itu menandaskannya.

Kembali dua bocah itu makan dengan lahap. Mereka menjadi akrab. "Kemana orang tua kalian?" "Tak ada" jawab gadis kecil yang sedang memakan manisan.

"Iya Menna bangun ibu tak ada." Gadis kecil polos itu. Sedangkan setelah selesai makan Ocra, si bocah lelaki lebih banyak diam.

"Mau ikut?" Kembali bocah lelaki itu waspada, berbanding terbalik dengan Menna yang dengan pekikan ceria berkata "Mauuuu"

Ruve membawa mereka ke Garden Angel.

Tbc.

Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!