Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali

Ruve terbangun, kegelapan menyergap penglihatannya. Ia terduduk dan mengamatinsekitar yang mulai masuk dalam penglihatan. Tempat ini tak segelap awal.

Ruve berdiri. Ia melangkah. Ingatannya kembali berputar pada serbuk dan bunga Mopia yang ia temukan.

Ia melihat satu sosok juga terbaring di tanah, perlahan ia mendekat dan menemukan Gen tergeletak.

"Gen!" Ia menepuk pipi sahabatnya itu. 

"Gen!" Lagi ia menguatkan tepukkannya.

"GEN! BANGUN!"

"Berisik! Kau derik!" Ruve lega, ia duduk disamping Gen.

"Ruve? RUVE!" Mata Gen terbuka. "Kau tak apa? Ada yang sakit, aku melihat kau melayang dan bubuk berkilau itu memasuki tubuh mu"

Gen memutar kepala Ruve, memutar tubuh Ruve dan menelitinya. "Tidak, aku baik-baik saja. Sudah, sekarang ayo kita lanjutkan penelusuran ini, kau juga penasaran kan?"

"Iya tapi benar kau tak apa-apa?" Karena teriakkan Ruve saat bubuk itu memasuki tubuh Ruve seperti sangat menyakitkan.

"Tidak! Ayo cepat! Aku menduga ini tempat Hudson bersembunyi," Ruve bergegas masuk kedalam. Mendahului Gen.

"Ruve, kau bisa berjalan dalam gelap?" Ucap Gen. 

"Gelap? Kau melucu, Ini terang Gen, walau agak remang tapi aku masih bisa melihat, Sudah jangan bercanda, aku penasaran, kata Elves Hudson sangat terobsesi dengan semut, aku pastikan banyak ruangan lain di tempat ini"

Ruve masih berceloteh dan Gen merasa keanehan pada temannya, dulu Ruve sangat tak bisa dengan gelap. Ia tak bisa melihat sekitarnya. Bahkan awal ia datang ke rumah mereka, Ruve tak pernah mematikan lampu kamarnya.

Tapi ini? Sangat aneh.

"Gen kemarikan obornya" ia tak begitu jelas melihat apa yang ia temukan. "Tak ada, aku tak membawa obor"

Ruve mengitari sekitar, ia bisa melihat obor berada di dinding tapi tak menyala. Tapi ia bisa melihat sekeliling walau remang, tapi ia bisa menangkap benda pada netranya.

"Gen, jangan bercanda kau memasang sigil api kan?" Ia melihat Gen yang menggeleng. Dan tiba-tiba terang menyilaukan mata Ruve.

"Ini baru aku gunakan sigil ku"

"Ruve matamu, mata ular mu, kembali?" Gen menyadarkan Ruve. Ia juga mengaktifkan sigil api nya dan dalam sekejap ia menutup matanya. Ini terlalu terang.

Dan Ruve mengontrol kobaran terang pada sigilnya. 

"Gen aku bisa melihat dalam gelap!" 

Sudah lama ia tak pernah menggunakan kekuatannya itu. Bukan tidak mau, tapi ia tidak bisa. Kekuatannya untuk mengubah diri, juga kekuatan ularnya memudar. Sejak ia menelan racun ras Yordal.

Ia menelan racun ras burung bangkai yang menghilangkan setengah kekuatan alaminya. Kekuatan ularnya. Ia masih sekuat itu, tapi kekuatannya tak akan bertahan lama,

Maka dalam perkelahian ataupun peperangan bisa tiba-tiba ia menjadi tak berdaya. Gan dan Elves sangat membantu banyak.

Sering ia hampir mati karena di tengah melawan musuh ia jadi melemah dan tak berdaya. Dan membuat Elves dan Gen tak henti mengomel.

Ruve mencoba merubah dirinya. Ia bisa merasakan giginya yang menajam. Senyumannya mengembang. Namun hanya sampai disitu saja.

Ia masih belum bisa merubah dirinya menjadi ular. Ia masih melihat tubuh manusianya. Tangannya masih sama.

Senyumnya sumir. Gen dapat merasakan perasaan temannya itu berubah sendu. "Tak apa, Ruve, ini baru permulaan, tapi juga perkembangan sangat bagus, kekuatanmu akhirnya kembali."

Ruve tak menyangka ia akan bisa menggunakan kekuatannya lagi. "Welcome back, Ruve" lirih, ia akan menjadi dirinya seutuhnya lagi.

Mereka kembali melanjutkan penelusurannya, mereka menemukan, jika tempat ini belum lama ditinggalkan.

Melihat dari bahan makanan yang mereka temukan masih layak makan, buah-buahan contohnya.

"Jadi mungkin saja mereka masih berada disekitar kita, Ruve, ini berita bagus, ayo beritahu Elves"

Mendengar Gen menyebut nama Elves, ia juga tidak sabar menunjukkan sosok ularnya pada Elves.

Mereka keluar dari tempat persembunyian Hudson, langit telah menggelap. Mereka tak menyangka selama itu mereka berada di dalam sana.

Netra Ruve menemukan sosok Elves, ia turun dari kudanya, melangkah ke samping Elves. Ruve bisa merasakan suasana sendu menyelimuti pemuda itu. Sedangkan Gen ia memilih masuk ke dalam bar Garden Angel, perutnya sangat lapar.

"Aku melihat Lavender" setelah lama Ruve duduk menemani pemuda itu, Kepala Ruve menengok cepat pada Elves. Dan pandangan mereka bertemu.

"Dan kau kehilangan jejaknya" Ruve berkata,

"Sedikit lagi harusnya, Dan sama seperti saat Lav dibawa dari depan mataku, aku tak bisa melakukan apapun dengan cepat." Tangannya meremas kuat rambutnya. Ia kecewa pada dirinya.

"Tak berguna!" Elves memaki dirinya sendiri. Ruve tidak bisa melihat itu. Rasanya hatinya ikut sakit.

Wanita derik itu berdiri, membawa Elves pada pelukannya. Elves merasakan kehangatan. Tangan pemuda itu melingkari pinggang Ruve dan memeluk Ruve erat. Sangat erat.

Elves menumpahkan segala rasa sedihnya disana. Ruve mengelus rambut halus sehitam jelaga itu.

Merasa Elves telah tenang dalam pelukannya Ruve mendongakkan kepala pemuda itu. Ia mencengkram leher panjang Elves. Dengan salah satu tangannya.

"Dengar, Elves, Aku tidak suka kamu merendahkan dirimu sendiri," Elves melihat pandangan dingin dari seorang Ruve. Pertama kali ia dapati Ruve yang seperti ini.

"Maaf" entah mengapa kata itu yang meluncur dari bibirnya.

"Maaf? Untuk?" Ruve tak ingin situasi mereka menjadi semakin ambigu.

"Untuk marah tidak jelas,"

"Terus?"

"Tak mau mendengarkan penjelasanmu"

"Lalu?"

"Membentakmu" lirihnya merasa bersalah, 

Yaa Moon Goddess dan segala Raja di penjuru duniaaaa, Mana bisa Ruve tahan untuk mendiami lelaki menggemaskan ini lama-lama.

Dari pandangan Ruve, saat ini Elves terlihat seperti anak anjing yang tersesat, sangat manis. Rasanya minta terus dipeluk. Gemas!

"Elves, lihat ini, lihat ini," Ruve teringat berita hebat yang ingin ia sampaikan pada Eld tampan ini, Ruve menyengir lebar di depan wajahnya.

"Kau lihat kan Elves? Ini, gigi rucing, lihat," Ruve masih mendekatkan wajahnya, memperlihatkan giginya. Elves merasakan dejavu.

Debaran halus berdentum di dadanya. Ingatan saat Ruve yang bersikap aneh, berputar di otak Elves. Tentang sentuhan wanita itu juga kemolekkan tub—

Elves mendorong pelan Ruve dan ia berdiri, mundur perlahan menjaga jarak aman,

"Mmm … aku … aku mengantuk, selamat malam" Elves melangkah tergesa, masuk ke dalam penginapan, ia berpapasan dengan Fanta dan Tony yang menyapanya namun tidak Elves gubris. Ia cepat masuk dalam kamarnya.

Bersandar pada pintu, ia menekan dadanya yang berdebar kencang, panas menjalar pada wajahnya, terlihat rona merah di pipi hingga kupingnya.

Ia melepas pakaian tebalnya, merentangkan tubuhnya di ranjang. Pikirannya hanya berputar pada ingatan yang membuat tubuhnya mendidih.

Elves berdiri, ia mencoba menghilangkan ingatan itu pada otaknya. Push up, pilihannya untuk mengalihkan pikirannya. 

Elves membuat dirinya lelah, saat ia merasa cukup. Netranya fokus pada telapak tangannya. Ia kembali merasakan empuk pinggang Ruve yang ia peluk erat tadi.

Siaall! Makinya.

Kembali ia kenakan mantelnya, sepertinya ia butuh udara segar juga sedikit minuman dingin. Untuk mendinginkan kepalanya yang mendidih.

Elves kembali keluar kamar. Ia turun ke bar untuk mendapatkan minuman yang ia butuhkan, namun yang ia temukan. Ruve yang telah teler. Di kursinya. 

"Ada apa ini?" Elves telah berdiri di samping Ruve. "Ia terlalu senang, dan minum banyak" ucap Tony dari balik barnya.

Ada Fanta yang asik menikmati minumannya dan disudut meja ada Gen yang sedang melancarkan rayuan gombal pada pelanggan wanita bar Tony.

Elves mengurungkan niat mencari udara segar, Tony berkata ia tak bisa mengantar Ruve ke kamarnya karena barnya tidak bisa ditinggal, Ia melirik Fanta, wanita itu pamit untuk kembali ke kamar untuk mengawasi dua bocil, dan Gen telah menghilang.

Tersisa hanya dirinya, Bagus! sumber kegelisahannya ini sedang tertidur, bersamanya, disampingnya, diranjangnya.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Emak

Emak

kasihan, tersiksa ya elves🤣🤣🤣🤣

2023-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!