Bab 20. Lavender

"SEKARANG!"

Dan dengan cepat Gen, Elves dan Ruve menghunuskan senjata mereka masing masing tepat ke jantung musuh Dona itu.

Panah Elves menembus jantung pengikut Lori, dan kesepuluh rantai Ruve juga tak ketinggalan ikut menghabisi sisanya.

Gen yang akan menusuk jantung Lori, berhasil Lori tahan, dengan gesit ia mengayunkan pedangnya pada Gen. Gen menghindar cepat. Dentingan pedang terdengar nyaring.

"Hurgh!"

"RAGH!" Sayatan di lengan Gen. Ia lengah. Ia akui lawannya ini cukup tangguh. Tawa terkekeh terdengar dari Lori.

Gen menatap sengit, sebagai ras ular, ia peka terhadap sekitar, Gen menemukan cela nya. "Anak muda kau terlalu dini untuk mengungguli ku!" Kata Lori meremehkan.

"Bahkan sekelas Paldo saja bisa kubunuh dengan mudah" Gen biarkan Lori mengoceh. Ia bersiap dalam diamnya. Dan …

Pedang Gen menghunus jantung Lori, dengan menembus liontin semerah darah yang tergantung di dadanya itu pecah berantakan, Liontin yang tersimpan jantung asli Lori.

"Heh pak tua, kau terlalu sombong untuk ukuran penyihir hitam yang bisa merasakan pedangku" Mata Lori melebar, nafasnya sesak, tidak ada udara di sekitarnya. Dan putus. Ia tersungkur dengan Gen mencabut pedangnya.

Penyihir hitam tak semuanya jahat dan kejam, namun mereka memiliki dark side tinggi dan jangan mencoba mengusiknya. Dan membunuh di BlackMud adalah sesuatu yang dipandang biasa.

Sama halnya saat kasus Paldo, Suami Dona, ia meminta keadilan namun tak ada satupun kalangan atas memperdulikannya, Dan yang membuat Dona semakin terpuruk, kebanyakan kalang atas itu berteman dengan suaminya, relasi kerja suaminya. Racun, Racun yang suaminya racik menjadi langganan para kelas atas.

"Kau tahu Dona merekalah yang melenyapkan suamimu!" Suara Lori terdengar.

Tubuh Lori yang segar seketika berubah keriput, dan kurus kering, meninggalkan kulit dan tulang lalu menjadi abu, terbang terbawa angin, Yang tersisah dari Lori adalah Liontin merah yang pecah.

Perubahan yang membuat Ruve dan yang lainnya tak percaya ini terjadi. Sihir awet muda.

Dona tak peduli siapa yang menyuruh Lori membunuh Paldo namun, yang ia tidak percaya adalah Lori menyanggupi untuk membunuh anaknya sendiri. Lori adalah mertua Dona. Ayah dari Paldo. Sekejam apa lelaki itu bisa menghabisi anaknya sendiri.

Asap muncul dari liontin Lori. Asap itu membumbung membentuk tubuh manusia. Lelaki. Ia menatap Dona dengan senyuman hangat.

"Sayang" lirih Dona ia perlahan mendekat ke gumpalan asap itu.

"Aku tahu, aku akan bertemu denganmu, ini sudah takdir, aku tahu mereka akan datang dan akan membawamu keluar dari desa yang tak kau sukai ini" Dona hanya menggeleng, air matanya luruh, ia tak percaya dirinya bisa memegang tubuh Paldo, Suaminya.

"Jangan tinggalkan aku" Dona berharap, Namun Paldo tak menjawab, suaminya itu hanya tersenyum dengan tangan yang menangkup tubuh istrinya. Dengan jemari ia mengusap air mata dipipi sang istri.

"Jika waktunya tiba aku akan menjemputmu, tapi tidak sekarang." Tubuh Paldo perlahan menjadi asap dan menghilang.

"Kalian aku beri kuasa untuk ladangku, terima kasih" Paldo berucap dengan menatap Elves, Ruve dan Gen.

"Aku mencintaimu, Dona" Dona menggeleng keras, Paldo tersenyum sangat tampan, ia berubah menjadi asap dan hilang. Ternyata selain menyimpan jantung aslinya pada liontin merah itu, ia juga menyimpan sumber kekuatan yang ia ambil paksa dari Paldo didalamnya.

Dona menatap langit, ia mengusap air matanya, dalam hati ia menantikan hari dimana nanti Paldo akan menjemputnya.

***

Perjalanan ke ladang Mopia milik Paldo, ternyata tak terlalu jauh dari tempat mereka bertarung, mereka memasuki barier yang Paldo buat. Takjub, pada pemandangan yang mereka lihat, disana Mopia hitam memenuhi ladang.

Disudut mereka melihat pondok, yang tak terlalu besar, tapi nyaman, Dona memang tak pernah Paldo ajak ke ladangnya, karena tak ingin istrinya terlibat dengan orang yang mengincar suaminya.

"Aku tak pernah tahu kamu membangun ini" Dona yang berucap sendiri. Disana ia menemukan banyak potret dirinya dan suaminya. 

Disana juga ada aliran sungai. Tepat berdampingan dengan bangunan pondok, dan juga satu pondok lagi yang berada tak jauh dari pondok satu.

Elves masuk kedalam, ia melihat banyak alat yang ia kenal di dalamnya. Alat membuat ramuan. Ada pengering, juga alat menjadikan bubuk, ia tak sabar ingin mencobanya.

Dan diladang itu bukan hanya ada Mopia tapi ada berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dona baru tahu suaminya selalu mendapatkan sayur dan buah dari ladang yang ia tanami sendiri. Dona kira suaminya selalu membelinya.

Ia melihat catatan yang suaminya tinggal. Catatan perkembangan sayur yang ia minta. Kembali ia meneteskan air matanya. Ia bisa merasakan rasa  suaminya dalam setiap goresan pena yang suaminya tulis di dalam catatanya itu.

Dona memeluk erat catatan itu.

Ruve menghabiskan dua hari tinggal di ladang Paldo. Dona memutuskan ia akan tinggal dalam ladang ini saja. Tempat dimana suaminya menghabiskan waktunya.

Mungkin ia akan sesekali ke rumahnya untuk mengambil barang-barang yang tak ada di dalam pondok Paldo yang berada di ladang.

Ruve dan yang lain bersiap melanjutkan perjalanan. "Kalian akan susah keluar dari BlackMud, aku akan memberi kalian mantra agar kalian tak dikerjai oleh para penyihir jabil yang kalian temui nanti. Aku mendapatkannya juga dari Paldo"

"Saat masih hidup, Paldo mendapatkan tamu dari kaum elf," Dona menatap Elves. 

"Namun Paldo mengusir tamunya, aku tak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu suamiku tampak marah kala itu"

"Kau bisa ingat namanya?" Dona mengernyit, ia kembali membuka memori dalam otaknya, lalu menggeleng, "Maaf otak tua renta, tak ingat, kejadian sudah lama sekali aku teringat setelah melihat kuping runcing mu"

"Tak mungkin juga Hudson kemari saat itu, untuk apa"

"Ah salah satu dari mereka ada yang bernama Hudson"

"Apa seperti ini?" Elves memberikan potret Hudson. "Ya sepertinya, ada namun dengan tubuh yang agak lebih kurus, maaf aku hanya mengingatnya samar" Dona merasa penasaran.

"Ada apa? Kalian kehilangannya?" Ruve mengangguk.

"Lebih tepatnya  kami mencari penculik, Lavender adik Elves diculik oleh Hudson" Dona merasa kasihan namun ia juga tak bisa membantu banyak.

"Perjalanan kalian ini untuk mencari adik Elves?" Tanya Dona. "Juga mencari batu kristal" Ruve bersuara lagi.

"Yang aku tahu, Dragon eye tempat kristal-kristal berada, tapi sayang tak banyak yang tahu dimana keberadaan Dragon eye, tentu tempat berharga itu disembunyikan"

Mereka sudah keluar dari ladang Mopia milik Paldo dan Dona. Perbekalan pun semakin banyak. Elves puas menggunakan fasilitas yang Paldo miliki. Ia membuat banyak bubuk untuk ramuan obatnya.

Mereka melewati jalanan yang berbeda, mereka menemukan peta BlackMud milik Paldo. Dan dengan izin Dona mereka membawa bersamanya. Mereka sampai di persimpangan jalan.

"Kemana selanjutnya?" Gen bertanya. Ia menunggu sang pembawa peta.

Ruve membaca petanya, ia menjadi bingung. Menggaruk kepalanya. Membolak-baliknya. Ia tetap tak mengerti. Elves merebut petanya dan "Kekiri" dan kembali melanjutkan perjalanan. Ia sudah menghafal sebagian peta itu. 

Elves menatap tajam Ruve yang menyengir memperlihatkan gigi ratanya. Dan melempar peta Paldo.

Sengatan terasa di punggung mereka, mereka saling melirik, ada kelompok jahil sepertinya. Para penyihir hitam yang akan menyerang mereka.

Mereka menggunakan sigil Paldo. Dan menyalurkannya pada senjata mereka masing-masing. Kembali mereka bertarung. Bunyi besi terbentur besi. Beberapa si jahil membawa batang kayu besar. Kelompok penyihir hitam ini bertudung.

Siap mengebuk apa saja. Dan dengan rantai hitamnya Ruve meraih kayu-kayu itu lalu melemparnya menjauh.

"Hargh!" Teriakkan menghiasi bercampur dengan dentingan besi nyaring.

Elves melepaskan busur panahnya. Ia ingin melihat tampang mereka. Busur Elves mengenai tudung salah satu dari mereka.

Namun dengan cepat ia berpaling. Rambut bergelombang panjang dengan warna madu menutupi wajah si jahil. Wanita pikir Elves.

Wanita itu kembali menggunakan tudungnya. Namun Elves menangkap kuping wanita itu, sama dengan kuping rasnya. Wanita itu menatap dari balik tudungnya sekilas sebelum melarikan diri dengan kudanya.

Matanya tak akan salah, itu dia, Lavender. Adiknya.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Emak

Emak

nyesek, kasihan dona🥺

2023-01-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!