Bab 18. Dona

Ruve, Elves dan Gen berada di pondok milik wanita tua yang mereka tolong. Setelah Elves memberikan ramuan stamina dan juga air, beberapa saat wanita itu mereka baringkan di bawah pohon sekitar tempat ia ambruk.

Mereka menunggu hingga wanita itu pulih. Baru Gen menanyai dimana wanita tua itu tinggal, mereka akan mengantarkan.

Dan disinilah mereka. Wanita tua itu bernama Dona. Dona menjamu mereka makan malam. Pondok wanita tua itu juga besar.

Dona mengeluarkan berbagai cemilan yang ia punya. Dan ia kembali berkutat di dapurnya. Ruve ingin membantu namun tolakan kencang terdengar dari kedua lelaki yang berada di samping-sampingnya.

Dona mengerutkan kening. Dan ia menerima bantuan Ruve. Bukannya membantu Ruve malah mengacaukan dapur Dona.

Dona seorang wanita tua tinggal di hutan dengan pondokan besar sendiri. Tentu tamu membuat suasana rumahnya ramai. Dan ia suka itu.

Sudah lama sekali ia tak menerima tamu.

"Kalian dari mana?" Tanya Dona menyantap daging panggangnya ia melihat Gen menikmati daging rusa panggang itu dengan lahap.

"Kami dari Mymaba, sedangkan dia dari kerajaan Elf"

"Apa yang membawa kalian kemari? Aku rasa cukup jauh dari desa kalian, aku pernah kesana dulu" Dona melihat Gen, ia mengingatkannya pada sang anak yang telah tiada. Sendu tapi ia tepis dengan senyuman.

"Enak?"

"Enak sekali, Dona, sudah lama aku tak memakan daging rusa. Rasanya lembut" Dona tersenyum,

"Makan yang banyak" Dona meletakkan beberapa iris daging pada piring Gen.

"Kami mencari bunga Mopia, dan kata orang-orang yang kami tanya, bunga itu banyak di desa BlackMud." Ruve menimpali. Ia menuang sangria yang Dona buat. Manis buah menghangatkan. Sangat enak ia suka.

"Untuk apa kalian mencari Mopia? Kalian penyihir jahat kah?" Dona menatap mereka curiga.

"Bukan! Kami tidak menggunakan untuk kejahatan" Elves yang giliran mencela, ia tak ingin membuat Dona yang baik hati mau menampung mereka ini salah paham.

"Kami menggunakannya untuk pengobatan, penyembuhan" Kambali Elves menjelaskan. Memang benar adanya mereka memang menggunakan Mopia untuk mengembalikan kekuatan Ruve, berarti itu untuk pengobatan kan? Ia tak bohong.

"Pengobatan" Guman wanita tua itu.

"BlackMud? Kalian sudah berada di BlackMud saat ini" lanjutnya saat menyesap sangria miliknya.

"Maksudnya kami telah berada di desa BlackMud?" Dona mengangguk. "Dan suamiku memiliki ladang bunga Mopia" bagai angin segar ketiga tamu Dona itu tersenyum sumringah.

"Bisa bawa kami bertemu suamimu" Rive menyambar. Tak menyangka sangat mudah mendapatkan bunga Mopia.

"Sayangnya ia telah meninggal" Dona menatap ketiga nya raut wajah yang Dona tampilkan sendu.

"Maaf kami turut berduka"

"Oh tak apa anak muda, itu peristiwa lama, dan untuk ladang itu, aku tak mengurusnya lagi, entah jadi apa, tapi jika kalian mau aku akan mengantarkan kalian, besok." Dona melakukannya untuk balas budi, para anak muda itu menolongnya.

"Ramuan apa yang kau beri padaku anak muda?" Ia melihat Elves.

"Hanya ramuan stamina, dan air saja, dehidrasi dan perlu banyak minum" Dona tersenyum,

"Maklum orang tua, bisa kau ajar kan aku membuatnya, entah mengapa setelah meminum ramuan mu, tubuh rentah ini semakin ringan" Elves mengangguk, karena tanaman untuk meracik ramuan ini sangat mudah didapat.

"Baik, sekalian besok saat kau mengantar kami ke tempat Mopia." Elves begitu mudah memberikan ramuannya pada Dona sedangkan Ruve harus memohon dan hingga kini, tak pernah sekalipun Elves mengajarinya.

Ya karena Elves berada di sekitarnya dan ia tinggal meminta Elves akan membuatkannya. "Aku sudah menyiapkan kamar kalian, ayo aku antar" Sona menaiki tangga dan menunjukan pintu pertama untuk Gen dan pintu kedua "Ini untuk kalian" Dona membukakan kamar kedua.

"Kalian?" Ruve mengkonfirmasi apa yang ia dengar barusan. Dona mengangguk. "Kalian pasangan kan?"

Ruve akan mengelak dan meminta satu kamar lagi tapi Elves lebih dulu menyelanya, dan membekap mulut Ruve "Iya benar kami pasangan, terima kasih atas makan malam yang lezat, Dona, selamat malam" Elves menggiring Ruve masuk ke kamar. Tanpa wanita itu bisa memprotesnya.

Dona hanya menggeleng, "dasar anak muda" ia turun menuju kamarnya.

Dibalik pintu, mereka melihat satu ranjang besar dengan satu lemari dan kamar mandi, Membuat mereka terdiam.

"Apa-apaan! Kenapa kau membekap mulutku, aku kan ingin meminta kamar satu lagi" cerocos Ruve.

"Sudah lah tak usah malu, kita sering menghabiskan malam dalam satu ranjang kan" Elves menuju kamar mandi.

Pipi Ruve memerah teringat beberapa kali ia menjumpai wajah Elves saat membuka mata dipagi hari. Suatu ketika ia menganggap itu hanya mimpi, Ruve memainkan jarinya pada wajah Elves, mengagumi keindahan rupa ras itu.

Saat tanganya ditangkap, dan mata pemuda tampan itu terbuka ia sadar bahwa ia tak sedang bermimpi. "Aku tahu kau suka diriku, tapi aku tetap menunggu kau taklukkan" Elves menarik jemari Ruve dan mengecupnya.

Dan bukannya membuat Elves jatuh padanya malah Ruve yang terkena mantra pemuda itu dan jatuh berkali lebih dalam pada netra hazel terangnya yang terkena sorot sinar matahari pagi.

Wajahnya seperti kepiting rebus sekarang. Ia mendengar pintu kamar mandi yang terbuka. Dan tanpa kata, Ruve menerobos masuk ke dalam sana. Ia butuh air untuk mendinginkan kepalanya yang akan meledak karena malu.

Lama di kamar mandi Ruve keluar, tadinya ia ingin tidur dalam kamar mandi tapi, sepertinya sangat tak mungkin, selain basah ternyata udara semakin dingin.

Ruve berjalan lambat ke dekat ranjang. Elves telah menyisakan tempat untuknya. Udara dingin membuat Ruve mengalah. Ia duduk dipinggir ranjang.

Ia terlentang, diam dengan mata menatap langit-langit. Angin dingin masuk dalam cela dinding kayu, dingin menusuk

Ia melirik Elves yang tidur terlentang di sampingnya dengan selimut tebal dan hangat. Ruve tak tahan, perlahan tapi pasti ia memasukkan kakinya pada selimut yang Elves kenakan.

Ia merasa hangat, dan Ruve mencoba memasukan satu lagi kakinya. "HGRH!" Elves tersentak, kaki dingin Ruve mengenai tubuhnya.

"Kau mandi lama sekali" Elves mengerjapkan mata, ia mendudukkan tubuhnya. Dan selimut itu melorot. Ruve dengan cepat mengalihkan wajahnya. Elves topless.

Elves kembali berbaring, ia mendekatkan diri pada Ruve dan memeluk juga mengeratkan selimutnya. Mereka berpelukan di bawah selimut yang sama.

Tak bisa, tubuhnya menjadi panas. "Kau berpakaianlah" desis Ruve, tapi Elves tak mendengarnya. Ia telah merasa nyaman dan hangat. Dan Elves lebih mengeratkan pelukakannya.

Tak ada jalan, biarlah ia kedinginan, daripada tubuhnya panas. Ia ingin melepaskan diri namun kaki Elves memenjarakan kakinya.

Segala usaha ia kerahkan namun kekuatannya tak bisa membuka cengkraman Elves. Alasan! bilang saja kau mau dipeluk, pakai alasan tak bisa lepas! Setan dalam batin nya berkata, Diam! dirinya menimpali si setan itu.

Wajahnya semerah tomat, dengan bibirnya melipat, ada rasa tak rela jika dekapan Elves ia lepas. Nah kan! Ruve tak mengindahkan perang batinnya. Ia sibuk menenangkan diri, malam ini, sekalipun ia tak bisa memejamkan mata hingga pagi menjelang.

Tbc.

Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!