"ARG!" Pekik Ruve terdengar dari dalam gua, Ruvera memegang belatinya, ia dengan keras kepala meminta Elves dan Gen untuk menunggunya diluar.
Tapi ia salah laba-laba raksasa ini menjeratnya dengan jaring lengket yang menjijikan ini.
"Siaal!" Makinya. Banyak goresan dan luka disekujur tubuhnya. Tangannya sibuk memutus jaring-jaring tali yang susah diputus dengan belatinya.
Ia harus cepat. Jaring ini telah membungkus sebagian dari tubuhnya.
"Ugh! Belati tak berguna!" Ia kesal. Sangat kesal. Ruve terdesak.
"Mmgh!" Jaring laba-laba itu sudah mencapai kepalanya. Ia panik. Kepanikan yang membuat Ruve bodoh.
Ia lupa dengan sihir- sihir yang ia miliki, otaknya seperti kosong.
"Siall kau Ruve!" Masih terdengar makian dari jauh. Suara lelaki, Gen.
"Kau menyuruh kita menunggu dan kau dengan pasrah mengumpankan diri!" Kembali Ruve dimaki.
Ia mengeluarkan pedang tajam. Lalu menyabet laba-laba itu. Elves yang ada di belakangnya berlari ke arah Ruve.
Zrak ... Zrak ... Zrak ...
Dengan sekali sabet laba-laba betina raksasa itu termutilasi. Gen kembali memasukan pedangnya.
Elves mengeluarkan belatinya, membelah kepompong yang telah menyelimuti Ruve tapi kepompong itu sangat kuat.
Ia menggerakkan bibir. Memantrai belatinya. Kilat menyilaukan keluar dari belati itu. Hanya sekilas dan ia genggam dengan erat belati dan menyabet kepompong lengket itu.
Wajah Ruve terlihat, lepek oleh cairan lengket dan menjijikan. "Ruve! Kau mendengarku!" Elves menggoyangkan bahu Ruve.
"Ruve!" Teriak Gen, ia merangsek ke arah Ruve dan Elves.
"Ruve! Bangun! Sialaan kau ular derik menyusahkan!" Maki Gen.
"Kau se ... kali ... la ... gi ... " Ruve bersuara pelan.
"Me-maki ku ... ku-hajar ... kau!"
"Ruve" Gen memeluk wanita yang lemah dan sempat kehilangan oksigennya tadi di dalam kepompong itu.
"Lepas, ia butuh bernafas!" Elves menarik lengan Gen, agar lelaki itu memberi ruang untuk Ruve bernafas.
"Sepertinya kita ditipu oleh tua bangka pemabuk itu!" Gen frustasi, Teringat beberapa jam sebelumnya, mereka mencari keberadaan Hudson, dan mereka menemukan tempat biasa Hudson singgah, Road Mantis.
Namun saat Elves menyebut nama Hudson, orang yang berada di Road Mantis, hanya memandang menelisik dan pura-pura tuli tak mendengar pertanyaan mereka.
Bungkamnya mereka, membuat penelusuran ketiga orang itu menjadi jalan ditempat.
Namun saat mereka keluar dari Road Mantis, seorang lelaki tua dan lusuh menarik perhatian mereka.
"Aku tahu dimana lelaki itu" ucap lelaki itu. Agak tak sadarkan diri, sesekali menegak minuman yang ada ditangannya.
"Kau lihat gunung itu, Gunung Aranea" ia menunjuk gunung yang terlihat jelas dari tempat mereka.
"Ia berada disana, di sebuah goa, Bernama Aran, disana biasa lelaki itu bersembunyi" lelaki tua itu terkikik, hingga tersedak dan pingsan.
Gen mendekat, ia mengulurkan tangannya, yang tiba-tiba digenggam erat oleh lelaki tua itu. Gen ditarik untuk mendekat.
"Sttttt ... disana kau harus hati-hati, kau tak boleh berisik, Stttt ... "
Dengan cepat Gen mendorong lelaki tua itu. Yang kembali tertidur.
"Ck!" Gen derdecak, "Bau sekali dia!" Gen memaki dengan tangan membersihkan tempat diman lelaki tua itu menyentuhnya.
"Lelaki tua bre ngsek! Kita dijebak!" Gen terus memaki.
"Minum ini" Elves memberikan botol minumnya pada Ruve.
Ruve meneguk beberapa kali, haus. "Sudah, aku ingin membasuh tubuhku! Ini sangat menjijikan" Ruve mengambil cairan itu di rambutnya dan memperlihatkan pada Gen.
"Bagus kalau kau sadar, baumu sangat busuk!" Kembali Gen dengan mulut tajamnya.
Ruve melirik lelaki itu, ia berdiri perlahan, lalu berlari dan memeluk Gen.
"Argh lepas! Menjauh kau bau dan menjijikan!" Namun Ruve malah mengusapkan kepalanya yang lengket pada Gen.
Gen berlari ke arah Elves bersembunyi di balik tubuh lelaki itu. Ruve tak menyerah dan ia akan memeluk Elves.
Namun tak terjadi. Tangan Ruve bergerak dengan sendirinya ke belakang tubuh wanita itu, seperti ada yang mengikat. Namun ikatannya tak terlihat.
"Aku akan balas kalian!" Teriak Ruve kencang yang sekarang melayang di udara.
Elves menggunakan kekuatannya. Mereka keluar gua, menuju ke sungai.
Dan tanpa peringatan Elves Melempar tubuh Ruve ke tengah sungai. Dengan semua ikatan sihirnya terlepas.
Begitu pula Gen yang dengan suka rela menceburkan diri. Ruve menatap tajam pada Elves ia tak terima dilempar ke sungai seperti kotoran.
Byur ... Byur ...
"Mandi yang bersih! Hilangkan bau busukmu itu!" Gen mencipratkan air ke wajah Ruve dan melihat itu Ruve kembali menyerang Gen.
Ruve dan Gen asik bermain air, sedangkan Elves duduk ditepi sungai bersandar pada batang pohon besar rindang.
Ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah liontin dari tembaga yang dapat dibuka. Yang ia pungut dari tubuh laba-laba betina itu.
Ia mencuci liontin bergambar laba-laba itu, memasukkan dalam sungai dan ia melihat ada tulisan disana, "kearah timur dan cari Greodio" gumamnya membaca tulisan yang terulir di liontin itu.
"Elves ayo masuk sini! Airnya sangat segar" Ajak Gen.
Pesan yang aneh namun ia kembali memasukan liontin itu pada kantongnya.
Ia akan membuat kedua orang itu menuju ke timur.
***
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments