Bab 10. Jebakan Hutan Gatal

"Bawa ini" Elves memberikan tasnya yang berisikan, kain, Ruve menerima itu.

Ruve tak mengindahkan Yordal, ia menutup wajahnya dengan kain dan menepatkan goggles yang Elves pakaikan tadi. Ruve memacu kuda nya masuk kedalam hutan bubuk gatal itu.

"Urusan kita belum selesai" Netra Ruve menajam dan mengancam pada Yordal.

"Ya dengan senang hati, aku tunggu!" Yordal yang terkekeh.

Meninggalkan Yordal dan Elves. Wanita itu mendekati Elves, "Daripada mengikuti dia mending kau bersama kami" tanpa basa-basi Yordal ingin merusak apapun hubungan pemuda di depannya dengan musuhnya.

"Kau tak tahu ia diusir dari kawanannya, ia tak kompeten dan lemah" Yordal membual.

"Hanya karena lelaki ia keluar dari desa, sangat egois"

Elves tak menghiraukan wanita asing yang mengikutinya, ia menarik tali kudanya, agar kudanya berjalan perlahan, Ia membuka buku Emma, mencari penangkal gatal dari pohon bubuk gatal.

"Apa yang sedang kau baca?" Yordal mencoba merayu Elves. Ia memepet kuda Elves dan menjulurkan kepalanya mendekat. Elves menarik kekang kuda miliknya dan menjauh.

Ia turun, dan mengikat tali kudanya di pohon dan masuk dalam hutan, ia mencari tumbuhan yang akan diracik menjadi ramuan.

Yordal tak gentar ia mengikuti Elves. Bercerita berbagai hal. "Kau akan menjadi pangeran kalau kau bersamaku" iming-iming yang tak perlu.

"Aku lebih cantik ketimbang ular busuk itu" tangan Yordal terulur ia ingin menyentuh Elves namun dengan cepat pemuda itu tepis. Ia tak mengalihkan pandangannya dari buku.

Dan memperhatikan sekeliling. Ia berjalan pada satu tanaman, memetik dan membauinya. Yordal melirik Elves. Berjalan dibelakang lelaki itu. Ia ingin mendahului langkah Elves dan kakinya menginjak tanah yang tak rata,

"Eh!"

BRUGH!

Ia tergelincir, tubuh Yordal menjadi tak seimbang dan terjatuh.

Ia menutup matanya, mencoba merasakan nyeri yang menghantam tubuhnya, tapi ia tak merasakan apapun, Yordal mengintip. Dan wajah Elves yang datar berada di depannya. Ia terjatuh diatas tubuh Elves.

"Ah, maaf, aku … ak—" Yordal menatap lelaki itu, tudungnya terbuka. Matanya bersimborok dengan Elves. Ia melihat dari balik kain penutup wajahnya. Mata coklat terang menyorot dingin itu. Pasti tampan, ocehan kepalanya.

Beberapa saat Yordal terpesona. Lelaki itu menyugar rambut hitamnya, membuat pesonanya di mata Yordal meningkat berkali lipat.

"Menyingkir" Suara dingin, Matanya menyorot tajam.

"Eh … iya …" Yordal gelagapan. Ia berdiri. Gugup membuat tubuhnya tak bisa diam. Ia salah tingkah, seperti gadis yang baru bertemu pujaan hatinya. Pipi Yordal memerah.

Tangannya menyentuh pipinya yang panas. Ia melirik Elves malu-malu. Tapi yang dilirik tak peduli. Dan sudah sibuk dengan ramuannya.

Ada rasa kesal. Harusnya lelaki itu menanyakan keadaannya, tertarik padanya. Karena Yordal yakin tak ada yang menolak kecantikannya.

Dan apa ini, lelaki itu tak menghiraukannya. Bahkan ia ditinggalkan sendiri. Lelaki itu sudah kembali menaiki kudanya dan lanjut mencari tanaman obat.

Ia tak akan menyerah, trik terpelesetnya cukup membuat Yordal menyukai lelaki itu. Tubuhnya tegap, sangat nyaman untuk dipeluk.

Yordal menggeleng! Memusnahkan pikiran yang tidak-tidak. Senyum licik kembali menghiasi wajahnya, ia akan merebut lelaki itu.

"Ada apa?" Sosok hitam berdiri di belakang wanita itu, Membisikkan sesuatu pada Yordal. Dan menanggalkan senyumannya.

Ia tak menemukan Elves, Yordal menaiki kudanya, wanita itu memacunya dengan kencang. "Kita akan berjumpa lagi, tampan" gumamnya.

***

Ruve memasuki hutan pohon gatal. Serbuk halus berterbangan. Matanya awas mencari Gen. Ia terus memacu kudanya.

Ia melompat turun saat melihat kuda lelaki itu. Tapi Ruve tak menemukan Gen.

"Gen!" Panggil Ruve.

"GEN!"

"GEN!"

"AKU DISINI!" sahutan dari sebelah kirinya. Ruve berlari. Ia melihat keadaan sahabatnya itu.

"Siaal sekali, kemarin hampir mati karena makananmu, jangan sampai, mati gatal disini!" Decak kesalnya.

Ruve melihat, wajah Gen yang memerah, dengan banyak luka gores. "Pakai ini" Ruve segera menyelimuti tubuh Gen dengan kain yang ia bawa.

"Ayo cepat, Elves sudah menyiapkan ramuan untukmu" Gen melirik Ruve. Melihat tampilan Ruve dari atas hingga bawah. Tertutup. Persiapan yang bagus, pikirnya,

"Kalian meninggalkan aku! Kalian kejam!" Ruve memutar bola matanya. Pemuda di depannya ini memang suka drama.

"Makanya jangan, kau terlalu agresif menyerang musuh" jawab Ruve yang sudah membelitnya dengan kain bersih.

"Bandit kurang ajar! Mereka menyenggol aset berharga milikku! Tak akan aku lepaskan mereka!" Sumpah serapah Gen dengan tangannya terus menggaruk wajahnya yang gatal.

"Kita kembali" Ruve memacu kudanya, Gen juga sama tapi mulutnya terus memaki bandit-bandit yang menjebaknya.

Tak lama mereka keluar dari hutan gatal itu. Menghampiri Elves yang sedang sibuk meracik ramuan.

"Elves tolong selamatkan aset berharga milikku" Gen turun dan menghampiri pemuda elf itu. Ia merenggut sedih.

"Berendam lah dalam sungai" Elves mengedikan dagunya. "Buang semua pakaian yang kau pakai"

Gen menurut, rasa gatal ini menyiksanya. Tanpa diperintah dua kali, lelaki itu menanggalkan seluruh kain yang menempel pada dirinya,

"Gosok tubuhmu dengan ini" Elves melempar ranting dengan banyak daun.

"Buang semua pakaian yang kau kenakan." Elves memerintahkan Ruve.

"Dan juga berendam lah di sungai, gosok dengan ini" Elves memberikan hal yang sama dengan Ruve.

"Kau tidak berendam?" Ruve masih melihat Elves masih mengenakan pakaiannya yang tadi ia kenakan.

"Aku masih meracik ramuan" Ruve mengangguk. Ia mencari tempat dengan batu besar sebagai penghalangnya. Agar tak terlihat oleh dua lelaki disini.

"Segar." Gumam Ruve. Ia menenggelamkan dirinya. Mengusap tubuhnya dengan dedaunan yang Elves berikan.

Setelah dirasa cukup Ruve berjalan keluar. Bodohnya Ruve ia hanya membawa kain yang Elves berikan padanya.

Ia lupa pakaiannya ada dalam tas. Udara dingin menyentuh kulitnya. Mau tak mau Ruve mengenakan selembar kain itu.

Ruve melangkah ke tempat Gen dan Elves, tasnya ada di sana. Elves membantu Gen mengoles ramuan buatannya pada punggung Gen.

"Ruve kau harus menggunakan ini, rasanya dingin, menghilangkan rasa gatalnya, Elves memang hebat"

"Wow kau sangat seksi, Kau ingin menggoda kami? Tapi sayang waktunya tak tepat— aduh … sakit!" Gen mendapatkan lemparan kerikil dari Ruve.

Ruve mengeratkan tangannya untuk menutupi tubuhnya, walau ia menggunakan kain tapi ia merasa masih tak berpakaian.

"Aku lupa membawa pakaianku!" Ruve menyambar tasnya.

Grep!

Mantel tebal menutupi tubuhnya. "Ceroboh!" Ucap Elves, Ruve hanya bisa memberi cengiran lebarnya dan menjauh dari mereka. Malu dan merah merambati pipi Ruve.

Ia tak berniat untuk menggoda. Hanya yah ia memang ceroboh.

"Aku akan menuntut balas." Ruve kembali. Ia meletakkan tas dan menjemur kain Elves di batu besar. Sepertinya mereka akan bermalam disana.

Ia melirik Gen dengan wajah yang berwarna hijau. Lelaki itu menepuk-nepuk tumbukan daun racikan Elves pada wajahnya. Lelaki itu terus menggerutu.

"Apa kau merasa gatal?" Ruve menggeleng dengan pertanyaan Elves. "Ini, minum lah, dan itu makan malam aku sudah menyiapkannya, makan lah" Elves menyerahkan cangkir pada Ruve.

"Kau sudah makan?" 

"Nanti setelah berendam"

"Kalau begitu aku juga nanti, menunggumu" Senyuman lebar mengembang di bibir Ruve.

"Ya sudah" Elves beranjak, ia mengambil perlengkapannya dan menuju tempat Ruve berendam.

Ruve mendudukan dirinya di sebelah Gen yang terbaring di depan tenda dekat perapian.

"Kau tak makan?" Ruve hanya menggeleng.

"Kata Elves kau kenal dengan bandit-bandit tadi?" Gen menepuk-nepuk pipinya. Menempelkan lebih banyak ramuan Elves pada wajahnya.

"Iya, Yordal, ia dari klan burung bangkai, bukan kenal, lebih ke musuh mungkin, ia selalu mencari gara-gara denganku" sesekali menyesap minuman yang ia terima dari Elves.

"Kau salah apa dengannya?" Gen yang masih sibuk mendempul wajahnya. Ia tak ingin gatal ini menimbulkan bekas pada wajah tampannya.

"Entah" Ruve menghentakkan bahunya. "Setelah aku sembuh, akan ku obrak-abrik tempatnya. Berani sekali dia, oh iya kemarin aku mendengar para bandit itu menyebut-nyebut Hudson."

"Kapan?"

"Sebelum mereka kabur begitu saja, meninggalkan pertempuran dengaku" Gen merasa disepelekan dan itu membuatnya lebih murka.

"Seenaknya kabur begitu saja, mereka mengatakan 'Ketua, Hudson tak suka, jangan ribut di tempatnya' itu yang aku dengar, dan mereka kabur."

"Kita cari tempat wanita itu" awalnya Ruve tak akan terpengaruh oleh Yordal dan bandit-bandit itu, tapi jika para pengganggu itu berhubungan dengan orang yang ia cari, Maka ia tak akan diam saja.

Tbc.

 

Episodes
1 Bab 1. Pertemuan
2 Bab 2. Teman Lama
3 Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4 Bab 4. Gunung Aranea
5 Bab 5. Makan Malam
6 Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7 Bab 7. Pemilik Liontin
8 Bab 8. Informasi Kecil
9 Bab 9. Musuh Bebuyutan
10 Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11 Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12 Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13 Bab 13. Serbuk Berkilau
14 Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15 Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16 Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17 Bab 17. Bunga Mopia
18 Bab 18. Dona
19 Bab. 19 BlackMud
20 Bab 20. Lavender
21 Bab 21. Lavender 2
22 Bab 22. Banjir Bandang
23 Bab 23. Tanaman Ploppy
24 Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25 Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26 Bab 26. Informasi Baru
27 Bab 27. Dalton
28 Bab 28. Lembah Abadi
29 Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30 Bab 30. Kolam Sutra
31 Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32 Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33 Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34 Bab 34. Lingkaran Hitam
35 Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36 Bab 36. Hutan Lumut
37 Bab 37. Golum
38 Bab 38. Racun Golum
39 Bab 39. Riset Gilberto
40 Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41 Bab 41. Rumor
42 Bab 42. Korban ke-3
43 Bab 43. Perjanjian Ruve
44 Bab 44. Meminjam Tubuh
45 Bab 45. Ruve Mengiri
46 Bab 46. Kegilaan
47 Bab 47. Korban Pemaksaan
48 Bab 48. Perjalanan Ruve
49 Bab 49. Danau Sorrow
50 Bab 50. Rooth
51 Bab 51. Akar Bulkie
52 Bab 52. Tercenung
53 Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54 Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55 Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56 Bab 56. Mengejar Mateo
57 Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58 Bab 58. Ruve Sadar
59 Bab 59. Rindu
60 Bab 60. Phoenix Way
61 Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62 Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63 Bab 63. Gen Menghilang
64 Bab 64. Perjamuan
65 Bab 65. Sosok Derik
66 Bab 66. Araria
67 Bab 67. Kenyataan
68 Bab 68. Risau
69 Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70 Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71 Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72 Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73 Bab 73. Dragon Eye
74 Bab 74. Menyelinap
75 Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76 Bab 76. Persiapan perang
77 Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78 Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79 Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80 Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81 Bab 81. Hubungan Terbongkar
82 Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83 bab 83. Oderaa
84 Bab 84. Babat Habis
85 Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86 Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87 Bab 87. Kembali Bersama
88 Bab 88. Cemburu
89 Bab 89. Kisah Lotta Logan
90 Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91 Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92 Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93 Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94 Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95 Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96 Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97 Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98 Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99 Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100 Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101 Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102 Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103 Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104 Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105 Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106 Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107 Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108 Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109 Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110 Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111 Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112 Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113 Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114 Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115 Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116 Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117 Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118 Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119 Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120 Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121 Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122 Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123 Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124 Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125 Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126 Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127 Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128 Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129 Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130 Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131 Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132 Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133 Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134 Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135 Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136 Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan
2
Bab 2. Teman Lama
3
Bab 3. Buat Aku Jatuh Cinta
4
Bab 4. Gunung Aranea
5
Bab 5. Makan Malam
6
Bab 6. Mencari Si Pembuat Liontin
7
Bab 7. Pemilik Liontin
8
Bab 8. Informasi Kecil
9
Bab 9. Musuh Bebuyutan
10
Bab 10. Jebakan Hutan Gatal
11
Bab 11. Kembali ke Garden Angel
12
Bab 12. Melibas Tempat Yordal
13
Bab 13. Serbuk Berkilau
14
Bab 14. Efek Serbuk Berkilau
15
Bab 15. Persembunyian Yang Di Ketahui
16
Bab 16. Rasa Sendu dan Kekuatan yang Kembali
17
Bab 17. Bunga Mopia
18
Bab 18. Dona
19
Bab. 19 BlackMud
20
Bab 20. Lavender
21
Bab 21. Lavender 2
22
Bab 22. Banjir Bandang
23
Bab 23. Tanaman Ploppy
24
Bab 24. Penjaga Gunung Rosemary
25
Bab 25. Kencan Yang Ternyata Romantis
26
Bab 26. Informasi Baru
27
Bab 27. Dalton
28
Bab 28. Lembah Abadi
29
Bab 29. Kenny si kura-kura tua
30
Bab 30. Kolam Sutra
31
Bab 31. Cahaya Ilusi, Buku dan Gilberto
32
Bab 32. Tiga Penyusup Berbahaya
33
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto
34
Bab 34. Lingkaran Hitam
35
Bab 35. Lingkaran Hitam babak 2
36
Bab 36. Hutan Lumut
37
Bab 37. Golum
38
Bab 38. Racun Golum
39
Bab 39. Riset Gilberto
40
Bab 40. Bandit Yang Tak Mau Disebut Bandit
41
Bab 41. Rumor
42
Bab 42. Korban ke-3
43
Bab 43. Perjanjian Ruve
44
Bab 44. Meminjam Tubuh
45
Bab 45. Ruve Mengiri
46
Bab 46. Kegilaan
47
Bab 47. Korban Pemaksaan
48
Bab 48. Perjalanan Ruve
49
Bab 49. Danau Sorrow
50
Bab 50. Rooth
51
Bab 51. Akar Bulkie
52
Bab 52. Tercenung
53
Bab 53. Salah Tingkah Bukan Karna Dia
54
Bab 54. Kesalahpahaman Yang Terselesaikan
55
Bab 55. Mateo Menculik Ruve
56
Bab 56. Mengejar Mateo
57
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima
58
Bab 58. Ruve Sadar
59
Bab 59. Rindu
60
Bab 60. Phoenix Way
61
Bab 61. Meringkus Klan Hyena
62
Bab 62. Mateo Kembali Kabur
63
Bab 63. Gen Menghilang
64
Bab 64. Perjamuan
65
Bab 65. Sosok Derik
66
Bab 66. Araria
67
Bab 67. Kenyataan
68
Bab 68. Risau
69
Bab 69. Menuju Desa Lamerda
70
Bab 70. Desa Lamerda dan Yara
71
Bab 71. Hampir Terkejar, Hampir.
72
Bab 72. Kastil Tengah Hutan
73
Bab 73. Dragon Eye
74
Bab 74. Menyelinap
75
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf
76
Bab 76. Persiapan perang
77
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye
78
Bab 78. Perang dengan Kelompok Pemberongak Haye 2
79
Bab 79. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye 3
80
Bab 80. Spesial dan sensual menjadi Spesual
81
Bab 81. Hubungan Terbongkar
82
Bab 82. Desa Ceraz Viper, Desa dalam Desa
83
bab 83. Oderaa
84
Bab 84. Babat Habis
85
Bab 85. Pemberontakan atau Simulasi Pemberontakan?
86
Bab 86. Romansa dan Penyesalan
87
Bab 87. Kembali Bersama
88
Bab 88. Cemburu
89
Bab 89. Kisah Lotta Logan
90
Bab 90. Kisah Lotta dan Logan 2
91
Bab 91. Malam yang Menyenangkan
92
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper
93
Bab 93. Kebahagiaan yang Membuncang
94
Bab 94. Kisah Yara Alejandro
95
Bab 95. Kisah Yara Alejandro 2
96
Bab 96. Kisah Yara Alejandro 3
97
Bab 97. Kisah Yara Alejandro 4
98
Bab 98. Kisah Yara Alejandro 5
99
Bab 99. Kisah Yara Alejandro 6
100
Bab 100. Kisah Yara Alejandro 7
101
Bab 101. Kisah Yara Alejandro 8
102
Bab 102. Kisah Yara Alejandro 9
103
Bab 103. Kisah Yara Alejandro 10
104
Bab 104. Kisah Yara Alejandro 11
105
Bab 105. Yara dan Alejandro 12
106
Bab 106. Yara dan Alejandro 13
107
Bab 107. Kisah Yara Alejandro 14
108
Bab 108. Kisah Yara Alejandro 15
109
Bab 109. Kisah Yara Alejandro 16
110
Bab 110. Kisah Yara Alejandro 17
111
Bab 111. Kisah Yara Alejandro 18
112
Bab 112. Kisah Yara Alejandro 19
113
Bab 113. Kisah Yara Alejandro 20
114
Bab 114. Kisah Yara Alejandro 21
115
Bab 115. Kisah Yara Alejandro 22
116
Bab 116. Kisah Yara Alejandro 23
117
Bab 117. Kisah Yara Alejandro 24
118
Bab 118. Kisah Yara Alejandro 25
119
Bab 119. Kisah Yara Alejandro 26
120
Bab 120. Kisah Yara Alejandro 27
121
Bab 121. Kisah Yara Alejandro 28
122
Bab 122. Kisah Yara Alejandro 29
123
Bab 123. Kisah Yara Alejandro 30
124
Bab 124. Kisah Yara Alejandro 31
125
Bab 125 Kidah Yara Alejandro 32
126
Bab 126. Kisah Yara Alejandro 33
127
Bab 127. Kisah Yara Alejandro 34
128
Bab 128 Kisah Yara Alejandro 35
129
Bab 129. Kisah Yara Alejandro 36
130
Bab 130. Kisah Yara Alejandro 37
131
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38
132
Bab 132. Kisah Yara Alejandro 39
133
Bab 133. Kisah Yara Alejandro 40
134
Bab 134. Kisah Yara Alejandro 41
135
Bab 135. Kisah Yara Alejandro 42
136
Bab 136. Kisah Yara Alejandro 43

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!