16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita

Selama memeriksa Nur tampak dr Gede tak terlalu fokus. Pikirannya sedikit terganggu karena kehadiran dokter internship yang tak lain adalah Qiya. Sedangkan Nur yang biasa menjadi agen intelejen bisa melihat pandangan Gede pada Qiya. Dari gesture dr Gede terlihat ia sangat tak nyaman dengan kehadiran Qiya.

Karena dari kemarin dokter itu itu tak bersikap seperti itu. Setelah selesai memeriksa, Qiya pun mencatat apa yang disampaikan oleh dr Gede selaku pembimbing ia dan teman-temannya yang akan menjalani internship selama 8 bulan di rumah sakit itu.

Selepas kepergian Qiya dan dokter juga satu perawat. Ayra keluar dari dalam kamar mandi.

"Ada apa Ma?" Tanya Nur.

Ayra yang mendapatkan pertanyaan itu menarik kursi di sisi Nur. Ia duduk di sisi sang menantu.

"Kamu lihat ada dokter perempuan berkerudung hijau tadi?" Tanya Ayra pada Nur.

"Iya Ma." Jawab Nur singkat.

"Dia adalah kakak Ibrahim. Allah betul-betul ingin mendekatkan kita, mungkin agar Mama berkata jujur pada Qiya. Tapi kemarin mama membaca surat perjanjian yang di tandatangani oleh Papa Ibrahim beberapa tahun lalu, membuat Mama tak mampu mengatakan yang sebenarnya. Juga Mama tak bisa berbohong pada Anak-anak Mama. Bagaimana Bibir ini bisa berbohong pada mereka sedangkan sedari kecil Mama mengajari mereka untuk jujur...." Ucap Ayra dengan berat hati.

Nur mengusap punggung tangan Ibu mertuanya.

"Maafkan Mas Ibra Ma. Dan maafkan Nur jadi merepotkan Papa dan Mama." Ucap Nur pelan.

"Tidak... jangan pernah katakan kamu merepotkan Mama dan Papa. Kamu adalah bagian dari Mama dan Papa. Tidak ada yang direpotkan, tetapi saling bahu membahu itulah harusnya keluarga." Jelas Ayra pada sang menantu.

"Dan sepertinya Mama juga akan segera memiliki menantu lelaki. Dokter tadi terlihat kaku sekali karena kehadiran Mbak Qiya. Padahal kemarin ia tidak seperti itu. Sepertinya ia terganggu karena kehadiran Mbak Qiya." Ucap Nur sambil tersenyum.

Ayra mengernyitkan dahinya. Wajahnya berubah sendu.

"Ia dan Ibrahim ada kesamaan Nur. Mereka pandai menyimpan rasa di hati mereka tanpa orang lain tahu. Tapi Mama bisa merasakan dan tahu apa yang dirasakan Qiya. Tapi Mama bahagia karena itu salah satu bekal untuk nanti ketika ia berumah tangga." Ucap Ayra sambil menahan tangisnya.

Ayra adalah sosok perempuan yang amat mudah menjatuhkan air matanya. Sedangkan Qiya, ia pun bisa menjatuhkan air mata. Tetapi ia tak akan menunjukkan air mata jika itu menyangkut perasaan atau masalah pribadinya. Terlebih di hadapan Ayra dan keluarganya.

Ayra pun menceritakan pada Nur bahwa Qiya baru saja gagal menikah. Dimana pernikahan itu dibatalkan pihak lelaki karena kabar yang belum jelas kebenarannya dan tepat di hari meninggalnya Sang kakek.

"Benar-benar keluarga yang memiliki Pesona..." Batin Nur.

Ia yang merupakan anggota intelejen saat itu pun tertipu pada wajah imut sang suami. Ia mengira suaminya betul-betul seorang buruh TKI. Kini satu persatu rahasia atau jati diri Ibrahim mulai terbuka, ia melihat sisi indah dari keluarga sang suami. Dari Bram, Ayra dan kini Qiya.

Saat menantu dan anak itu asyik melihat album foto Ibrahim. Seorang dokter yang dari tadi gelisah, hatinya kembali mengingat seorang perempuan yang pergi tepat di hari pernikahannya. Kalila Mayang Dahayu, seorang gadis cantik, cerdas dan keibuan. Gadis itu menyakiti hati dr Gede. Hati lelaki mana yang tak hancur, saat pesta pernikahan telah siap. Tepat di hari H, mempelai perempuan justru pergi meninggalkan dirinya.

Satu alasan yang membuat ia pindah dari Bali ke kabupaten yang masih tertinggal itu. Ia pun melihat satu cincin pernikahan yang masih ia simpan di dalam tas kerjanya. Cincin itu mempunyai fitur yang tersembunyi, terlihat batu safir biru yang terletak pada bagian bawah berlian yang membentuk seperti jam pasir.

"Kenapa perempuan itu mirip kamu Mayang. Sesakit inikah kembali mengingat masalalu...." Ucap dr. Gede.

Saat ia sedang memegang cincin itu. Pintu di ketuk dari luar karena kaget dr Gede pun tak sengaja menjatuhkan cincin itu. Sedangkan bibir reflek mengatakan kalimat 'masuk', maka pintu pun terbuka. Tepat pintu itu terbuka, seorang gadis yang kembali mengingatkan dirinya pada masa lalunya kini berdiri di depan pintu. Dan ia melihat cincin yang menggelinding ke arahnya.

Cincin itu berhenti tepat diujung sepatunya. Qiya mengambil cincin itu. Saat ia menoleh dr. Gede, sang dokter justru memandang Qiya tak berkedip. Putri Ayra itu cepat menundukkan pandangannya. Ia tak ingin pandangan mereka bertemu.

"Maaf dok... saya mau bertanya tentang resep untuk pasien yang akan pulang besok pagi, obat yang dokter resepkan sedang kosong apakah boleh di ganti dengan yang sejenis?." Jelas Qiya sambil berjalan dan meletakkan cincin itu di mejar dr. Gede.

Ia sempat melirik cincin itu. Sebuah cincin yang indah. Cincin yang belum di sentuh bahkan di lihat calon mempelai perempuan karena ia pergi di hari pernikahannya.

"Duduk..." Ucap dr. Gede.

Ia mengambil cincin itu lalu menyimpannya di dalam tas kerjanya kembali. dr Gede melihat resep yang ia tulis.

"Saya buatkan resep baru agar bisa di cari di apotik luar. Pasien ada riwayat alergi." Ucap dr Gede tanpa memandang Qiya.

Qiya pun tak berani menatap dokter Isip itu. Entah kenapa ia merasa sangat sakit setiap melihat wajah Qiya. Sehingga ia memilih tak ingin melihat atau memandang Qiya. Saat selesai menulis resep baru. Qiya pun pamit dari ruangan itu. Ia pun langsung langsung kembali ke ruangannya untuk meletakkan resep itu ke dalam rak yang telah tertempel nama pasien di depannya yang akan diambil perawat.

Selepas kepergian Qiya, dr. Gede hanya melihat cincin yang tergeletak di dalam tas nya.

"Kenapa hati ini berdebar tak karuan." Ucap dr Gede dengan wajah sendu.

Saat di dalam ruangan nya Qiya mendengar beberapa perawat membincangkan dr yang baru saja ia temui.

"Kabarnya sudah menikah, sayang sekali. Tampan ya." komentar perawat berbaju merah

"Tampan juga kalau beda keyakinan aku ga mau lah... bisa repot nantinya." Ucap salah satu dari perawat yang juga berkerudung.

Qiya hanya tersenyum mendengar mereka asyik bergosip tentang lelaki yang terkenal irit bicara namun tampan dan memiliki postur tubuh yang cukup tinggi.

Saat sore hari, Ia pulang bersama Cita. Tiba di kamar, sahabatnya yang merupakan pencinta drama Korea itu segera menginterogasi Qiya.

"Qiy... kamu ketemu sama dokter opa opa ga?" Tanya Cita yang melempar jad putihnya ke arah tempat tidur dan merebahkan diri diatas kasur empuk.

"Opa Opa? ga tahu Cit. Sibuk hari ini aku sibuk karena banyaknya yang rawat inap, mana tulisan dokternya itu sulit di mengerti belum lagi bicaranya juga pelan sekali." Ucap Qiya sambil mengambil jas putih sahabatnya itu. Lalu ia pasangkan hanger kemudian ia gantungkan di belakang pintu.

Cita terlihat memegang kedua pipinya. Wajahnya terlihat bahagia dan kedua matanya pun berbinar.

"Yang bikin aku langsung klepek-klepek ma tuh dokter. Keyakinannya sama dengan ku Qiy... Ah... aku jadi semangat di wahana ini." Ucap Cita sambil memandangi langit-langit kamar.

Qiya hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu. Cita memang sering sekali jatuh hati pada lelaki yang berwajah tampan tapi ketika ia tahu jika lelaki itu beragama tak sama dengan dirinya, seketika ia pun akan langsung kecewa.

"Qiy... komen kek apa... Dari tadi diem aja." Protes Cita pada sahabatnya yang sibuk merapikan kamar mereka. Pagi tadi ia dan Cita terburu-buru, maka belum sempat merapikan kamar.

"Ya aku ga tahu komentar apa. Lagian kamu itu sudah sering sekali jatuh hati cuma karena dia tampan." Ucap Qiya sambil membuang tisu yang ia pakai untuk membersihkan kaca di kamar mereka kedalam kotak sampah.

"Ini udah pasti akan aku perjuangkan Qiy. Dari namanya saja sudah sama dengan agama ku. Namanya Gede Ardhana... Dokter Gede Ardhana dengan dokter Cita Adhisti kan cucok banget Qiy.... " Ucap Cita sambil memeluk guling.

"O... dokter Gede. Ya dia pembimbing ku selama di instalasi rawat inap." Ucap Qiya cuek sambil melepaskan jarum pentul dari bawah dagunya.

"What's! Jadi pembimbing mu Dokter Gede?" Ucap Cita kaget. Ia pun langsung bangkit dari posisinya dan duduk di ujung kasur.

Bersambung.....

[Jangan protes dulu ya Mak Mak, Bapak-bapak. Nikmati aja dulu jalan ceritanya. Yakin Persahabatan Qiya dan Cita ga akan aku pisahkan cuma karena laki... Dan simpan pertanyaan kalian kenapa kenapa. Yang jelas disini kisah cinta Qiya bakal beda sama Ayra.]

Terpopuler

Comments

💞R0$€_22💞

💞R0$€_22💞

Antisipasi dl nih authornya...😅😅😅😅...jozzz...👍

2023-08-22

3

Neng Siti Nur R

Neng Siti Nur R

waaahh keren bgt kk,,lanjut terus k,,tetap semangt ya k bikin novel ny

2023-06-02

0

Widi Astuti

Widi Astuti

lanjut Bunda Othoor.....😍😍😍🌹🌹🌹🌹

2023-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Keluarga Bramantyo
2 2 Ayra Terjatuh
3 3 Hilman dan Qiya
4 Ayra dan Keluarganya.
5 5 Hilman dan Pak Toha
6 6 Keputusan Qiya
7 7 Dua Keluarga Dua Rasa
8 8 Siapakah Perempuan Itu?
9 9. Nur Hasanah
10 10 Memilih Wahana Internship
11 11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12 12 Menanti Kejujuran
13 13 Kejujuran Bram
14 14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15 15 Qiya di Rumah Sakit
16 16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17 17 Isi Hati Si Kembar
18 18 Rasa Yang berbeda
19 19 Dokter Gede dan Qiya
20 20 Hati Qiya Yang Terusik
21 21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22 22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23 23 Qiya dan rasa dihatinya
24 24 Kedatangan Ayra dan Bram
25 25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26 26 Kembali Bertemu
27 27 Ammar dan Kepribadian nya
28 28 Apakah Ini Cinta?
29 29 Keputusan Ayra dan Bram
30 30 Keluarga Bram dan Ayra
31 Berita Tentang Ibrahim
32 32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33 33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34 34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35 35 Keresahan Hati Ammar
36 36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37 37 Lelaki Itu Ibrahim
38 38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39 39 Jantung Dokter Gede
40 40 Dokter Gede
41 41 Ammar dan Cintanya
42 42 Dokter Gede dan Qiya
43 43 Dua Hati Satu Cinta
44 44 Dua Hati Satu Cinta 2
45 45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46 46 Status Qiya dan Dua Pria
47 47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48 48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49 49 Kejujuran Ammar
50 50 Siapa Kamu?
51 51 Arumi Mayang Dahayu
52 52 Rasa Kecewa Ammar
53 53 Kebimbangan Ammar
54 54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55 55 Musyawarah Keluarga
56 56 Hati Qiya dan Arumi
57 57 Menanti Jawaban Arumi
58 58 Jawaban Arumi
59 59 Keputusan Bram
60 60 Dokter Gede PDKT
61 61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62 62 Ternyata dia Muslim
63 63 Perjuangan Dokter Gede 1
64 64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65 65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66 66 Habis Di Goda Ammar
67 67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68 68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69 69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70 70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71 71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72 72 Tamu tak diharapkan
73 73 Datang Disaat yang Tepat
74 74 Maksud dua Lelaki
75 75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76 76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77 77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78 78 Kedatangan Dua Lelaki
79 79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80 80 "Dek Qiya"
81 81 Dek Qiya Menangis?
82 82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83 83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84 84 Lamaran Gede untuk Qiya
85 85 Separuh Jiwa Nur
86 86 Calon Kakak Ipar
87 87 Kekhawatiran Bu Ratih
88 88 Ammar & Arumi "Sah"
89 89 Hati Ammar dan Arumi
90 90 Air mata Di Hari Bahagia
91 91 Malam Yang Dingin
92 92 Kompetisi Meraih Cinta
93 93 Ijab Gede dan Qiya
94 94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95 95 Satu Nama Dua Hati
96 96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97 97 Munajat Cinta
98 98 Gede dan Masalalunya
99 99 Gadis itu Siapa
100 100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101 101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102 102 Tiga Bulan Pernikahan
103 103 Kelembutan Hati
104 104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105 105 Arumi Dan Ammar
106 106 Flashback Arumi bersama Ayra
107 107 Dinginnya Australia
108 108 Apakah Aku ada Disana?
109 109 "Mas Ammar"
110 110 Kamu Dimana?
111 111 "I love you Arumi."
112 112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113 113 Saling Membuka Diri
114 114 Hati Yang Masih Tersakiti
115 115 Masalalu Pak Rendra
116 116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117 117 Cinta Penuh Kelembutan
118 118 Belajar dari Kisah
119 119 Keegoisan Pak Rendra
120 120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121 121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122 122 Kebahagiaan Putra Ayra
123 123 Luka Hati Bu Ratih
124 124 Penolakan Ratih
125 125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126 126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127 127 Dua Menantu Yang Bahagia
128 128 Ungkapan Hati Gede
129 129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130 130 Peran Qiya Sebagi Istri
131 131 Pesona The Twins
132 132 Siapa Kamu Arumi?
133 133 Skenario Allah
134 134 Kebenaran Untuk Arumi
135 135 Kebesaran Hati Gede
136 136 Kebahagiaan Pak Subroto
137 137 Arumi Koma
138 138 Tiga Keluarga
139 139 Kesedihan Ammar
140 140 Ikhtiar Ammar
141 141 Hasil Pemeriksaan
142 142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143 143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144 144 Flashback Bram dan Ayra
145 145 Rendra dan Masalalunya
146 146 Watak yang Keras
147 147 Permohonan maaf Pak Rendra
148 148 Kabar Duka
149 149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150 150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151 151 Semua karena Cinta
152 152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153 153 Mantan
154 154 Prasangka
155 155 Pesona Ammar
156 156 Otw Ending.
157 Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158 158 Kembar 3
159 159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160 160 Pemotretan
161 161 Keakraban keluarga Ayra
162 162 Perkenalan Zhafirah
163 163 Intermezo Zhafirah
164 164 Firasat Ayra
165 165 Ayra dan Kelima Cucunya
166 166 THE END
Episodes

Updated 166 Episodes

1
Duka Keluarga Bramantyo
2
2 Ayra Terjatuh
3
3 Hilman dan Qiya
4
Ayra dan Keluarganya.
5
5 Hilman dan Pak Toha
6
6 Keputusan Qiya
7
7 Dua Keluarga Dua Rasa
8
8 Siapakah Perempuan Itu?
9
9. Nur Hasanah
10
10 Memilih Wahana Internship
11
11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12
12 Menanti Kejujuran
13
13 Kejujuran Bram
14
14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15
15 Qiya di Rumah Sakit
16
16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17
17 Isi Hati Si Kembar
18
18 Rasa Yang berbeda
19
19 Dokter Gede dan Qiya
20
20 Hati Qiya Yang Terusik
21
21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22
22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23
23 Qiya dan rasa dihatinya
24
24 Kedatangan Ayra dan Bram
25
25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26
26 Kembali Bertemu
27
27 Ammar dan Kepribadian nya
28
28 Apakah Ini Cinta?
29
29 Keputusan Ayra dan Bram
30
30 Keluarga Bram dan Ayra
31
Berita Tentang Ibrahim
32
32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33
33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34
34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35
35 Keresahan Hati Ammar
36
36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37
37 Lelaki Itu Ibrahim
38
38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39
39 Jantung Dokter Gede
40
40 Dokter Gede
41
41 Ammar dan Cintanya
42
42 Dokter Gede dan Qiya
43
43 Dua Hati Satu Cinta
44
44 Dua Hati Satu Cinta 2
45
45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46
46 Status Qiya dan Dua Pria
47
47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48
48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49
49 Kejujuran Ammar
50
50 Siapa Kamu?
51
51 Arumi Mayang Dahayu
52
52 Rasa Kecewa Ammar
53
53 Kebimbangan Ammar
54
54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55
55 Musyawarah Keluarga
56
56 Hati Qiya dan Arumi
57
57 Menanti Jawaban Arumi
58
58 Jawaban Arumi
59
59 Keputusan Bram
60
60 Dokter Gede PDKT
61
61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62
62 Ternyata dia Muslim
63
63 Perjuangan Dokter Gede 1
64
64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65
65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66
66 Habis Di Goda Ammar
67
67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68
68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69
69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70
70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71
71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72
72 Tamu tak diharapkan
73
73 Datang Disaat yang Tepat
74
74 Maksud dua Lelaki
75
75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76
76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77
77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78
78 Kedatangan Dua Lelaki
79
79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80
80 "Dek Qiya"
81
81 Dek Qiya Menangis?
82
82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83
83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84
84 Lamaran Gede untuk Qiya
85
85 Separuh Jiwa Nur
86
86 Calon Kakak Ipar
87
87 Kekhawatiran Bu Ratih
88
88 Ammar & Arumi "Sah"
89
89 Hati Ammar dan Arumi
90
90 Air mata Di Hari Bahagia
91
91 Malam Yang Dingin
92
92 Kompetisi Meraih Cinta
93
93 Ijab Gede dan Qiya
94
94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95
95 Satu Nama Dua Hati
96
96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97
97 Munajat Cinta
98
98 Gede dan Masalalunya
99
99 Gadis itu Siapa
100
100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101
101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102
102 Tiga Bulan Pernikahan
103
103 Kelembutan Hati
104
104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105
105 Arumi Dan Ammar
106
106 Flashback Arumi bersama Ayra
107
107 Dinginnya Australia
108
108 Apakah Aku ada Disana?
109
109 "Mas Ammar"
110
110 Kamu Dimana?
111
111 "I love you Arumi."
112
112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113
113 Saling Membuka Diri
114
114 Hati Yang Masih Tersakiti
115
115 Masalalu Pak Rendra
116
116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117
117 Cinta Penuh Kelembutan
118
118 Belajar dari Kisah
119
119 Keegoisan Pak Rendra
120
120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121
121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122
122 Kebahagiaan Putra Ayra
123
123 Luka Hati Bu Ratih
124
124 Penolakan Ratih
125
125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126
126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127
127 Dua Menantu Yang Bahagia
128
128 Ungkapan Hati Gede
129
129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130
130 Peran Qiya Sebagi Istri
131
131 Pesona The Twins
132
132 Siapa Kamu Arumi?
133
133 Skenario Allah
134
134 Kebenaran Untuk Arumi
135
135 Kebesaran Hati Gede
136
136 Kebahagiaan Pak Subroto
137
137 Arumi Koma
138
138 Tiga Keluarga
139
139 Kesedihan Ammar
140
140 Ikhtiar Ammar
141
141 Hasil Pemeriksaan
142
142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143
143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144
144 Flashback Bram dan Ayra
145
145 Rendra dan Masalalunya
146
146 Watak yang Keras
147
147 Permohonan maaf Pak Rendra
148
148 Kabar Duka
149
149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150
150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151
151 Semua karena Cinta
152
152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153
153 Mantan
154
154 Prasangka
155
155 Pesona Ammar
156
156 Otw Ending.
157
Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158
158 Kembar 3
159
159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160
160 Pemotretan
161
161 Keakraban keluarga Ayra
162
162 Perkenalan Zhafirah
163
163 Intermezo Zhafirah
164
164 Firasat Ayra
165
165 Ayra dan Kelima Cucunya
166
166 THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!