5 Hilman dan Pak Toha

Disaat Keluarga Bram saling menenangkan, saling memberikan semangat. Di keluarga Pak Rendra harus terlihat perdebatan. Hilman yang cepat pulang karena merasa frustasi akan kejadian di rumah sakit. Ia sebenarnya sangat menyukai Qiya. Namun karena ayahnya adalah pimpinan tertinggi partai di kotanya. Maka ia yang di telpon saat sang ayah menghadiri proses pemakaman Pak Erlangga.

Lelaki sarjana ilmu politik itu masuk kerumah berniat untuk menenangkan diri di kamarnya. Namun langkahnya harus terhenti karena mendengar penuturan dari lelaki yang merupakan ayahnya.

"Papa sudah menemui Pak Bram tadi.Papa juga sudah membatalkan pernikahan kamu dengan Qiya." Ucap Pak Rendra dengan santai sambil memberi makan ikan yang ada di Aquarium miliknya.

Hilman cepat berjalan ke arah lelaki itu.

"Pa... Kenapa papa tidak menanyakan pada Hilman dulu? Hilman sudah besar Pa. Dan apakah papa tak punya hati nurani? Keluarga mereka sedang berduka Pa...." Hilman berdiri di belakang Pak Rendra.

Lelaki paruh baya itu tak membalik tubuhnya. Ia masih menatap ikan hias di hadapannya. Hilman menarik napasnya dalam. Ia duduk di sofa yang nada diruangan itu.

"Dari dulu. Papa selalu membuat keputusan untuk hidup ku. Aku tahu, aku anak satu satunya Papa. Tapi... aku punya hati pa. Aku ingin memilih sendiri jalan hidup ku." Ucap Hilman pelan.

Ia kecewa pada Pak Rendra. Ia bahkan belum membuat keputusan. Tetapi ayahnya justru memutuskan lebih dulu. Dan langsung menyampaikan pembatalan pernikahan itu dengan keluarga Bram.

"Papa tahu, jika bukan karena kakek. Mungkin lamaran ku kemarin akan ditolak oleh Qiya. Banyak lelaki yang ingin meminangnya Pa. Banyak lelaki yang mengagumi dia. Papa menghancurkan hidup ku berkali-kali. Aku seperti boneka di dalam kehidupan ku!" Hilman berjalan meninggalkan Pak Rendra yang tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.

Tiba di kamarnya, Hilman membersihkan diri. Ia membaca kalam-kalam yang tertulis indah. Entah kenapa ketika membuka lembaran kitab suci bernama Al Qur'an itu, tangannya memilih membuka lembaran di mana ia menangis ketika bibirnya membaca surat Qs. Al-Baqarah ayat 216 .

Matanya terus meneteskan butiran bening itu. Ia berhenti lalu membaca terjemahan demi terjemahan ayat yang ia baca.

"Sungguh aku berharap bisa memiliki istri secantik kamu Qi. Cantik luar dalam. Aku tidak akan membiarkan pernikahan kita batal. Aku akan menemui kakek. Aku yakin kakek bisa membantuku." Hilman

Hilman bergegas menuju satu kediaman. Dimana sang kakek yang bernama Pak Toha. Lelaki itu tinggal bersama anak bungsunya. Ia melajukan mobilnya cukup cepat. Hingga tak butuh waktu lama. Ia tiba di tujuannya dalam waktu 25 menit. (Pak Toha ini adalah seseorang yang dekat dengan Kyai Rohim di masa muda sang kyai. Kalian bisa baca kisahnya di Laila Untuk Kang Rohim).

Tiba di sebuah rumah yang bernuansa alam. Saat tiba di dalam. Ia menanyakan keberadaan sosok yang ia cari.

"Kakek mana Tan?" Tanya Hilman pada adik kandung ayahnya.

"Ada, sedang di kamarnya." Ucap sang bibi.

Lelaki itu menuju ke satu kamar tepat di dekat anak tangga. Ia mengetuk pintu kamar sang kakek.

"Masuk." Suara khas orang tua terdengar ketika Hilman mengetuk pintu kamarnya. Hilman masuk dan duduk di tempat tidur sang kakek. Pak Toha membuka kacamatanya. Ia sudah cukup lemah di usianya yang tak lagi mudah. Ia bahkan harus duduk di kursi roda karena sudah tak mampu untuk berjalan.

"Ada apa Man?" Tanya Pak Toha curiga.

Ia melihat wajah cucu yang semasa kecilnya selalu dititipkan sang anak. Karena sibuknya anak dan menantu mencari rezeki. Bahkan Pak Toha dan istri pun di boyong ke kota kala istri Pak Rendra mendapatkan pekerjaan. Jadi ia dan istri mengasuh cucunya yang tak lain adalah Hilman.

"Ada apa? katakan. Kamu ada masalah? apa kamu berselisih pendapat lagi dengan Papa mu?" Tebak Pak Toha.

Hilman memegang lutut Pak Toha yang berada di balik selimut.

"Papa membatalkan pernikahan ku dengan Qiya Kek. Dan keluarga Qiya sedang mengalami duka. Pak Erlangga meninggal dunia. Adik Qiya yang bernama Ibrahim juga meninggal dunia Kek." Ucap Hilman lirih.

"Selalu seperti itu. Papa mu itu selalu egois. Itulah kenapa dari dulu Kakek selalu cerewet untuk mendekatkan diri di agama. Agama akan menjadi bekal juga rem yang baik untuk diri kita. Papa mu itu terlalu sombong"

"Kek. Bantu Hilman untuk menjelaskan pada Keluarga Qiya jika aku tak ingin pernikahan itu di batalkan." Pinta Hilman.

Lelaki itu pun menceritakan semua sumber masalahnya.

"Wajar jika keluarganya marah. Kakek pun jika ada dia posisi mereka akan melakukan hal yang sama. Dan Qiya perempuan yang tumbuh sesuai perkembangan zaman dan Kakek yakin ia akan sama seperti Umi Laila, Ayra. Kakek saksi hidup bagaimana Umi Laila selama hidupnya dari muda hingga memiliki pesantren besar, dan ia bisa mendidik ke empat putrinya menjadi perempuan yang luar biasa. cantik luar dalam." Ucap Pak Toha sambil melihat foto dirinya dan ketiga orang yang terlihat berada di Mekkah.

"Sungguh aku Ingin memiliki istri seperti Qiya Kek..." Ucap Hilman pelan.

"Kita ke kali Bening besok. Kamu antar kakek. Kakek akan meminta bantuan Umi Laila. Mudah-mudahan beliau bisa membantu untuk memperbaiki hubungan ini. Dan pulang dari sana Kakek ingin berbicara dengan Papa mu." Pak Toha menghela napas nya pelan.

"Baik kek. Terimakasih." Ucap Hilman pelan..

"Itulah kenapa kakek tak ingin ikut Papa mu. Kakek lebih nyaman bersama Tante mu. Walau rumahnya tak semewah milik papa mu. Tapi Tante mu dan suaminya bisa menghargai perasaan orang lain terlebih kakek yang orang tua mereka." Kembali Pak Toha berkeluh kesah tentang sifat anaknya.

Hilman pun menyadari jika papanya cukup keras dan egois. Ia ingat betul saat kakenya meminta agar dulu dirinya mondok. Namun saat tamat SMA ia malah di tarik dari pondok pesantren. Bahkan ia masih ingat jelas kata-kata Pak Rendra ketika Hilman sudah nyaman di pondok dan ingin kuliah sambil mondok.

"Halah. Mau jadi apa kamu kalau mondok."

Karena bagi Pak Rendra, sukses itu adalah punya banyak harta dan jabatan di dunia. Baginya urusan akhirat adalah urusan nomor sekian. Yang terpenting adalah bagaimana dirinya mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya selama hidup. Dan mendapatkan pujian dari banyak orang jika ia sukses.

Hilman masih bermunajat di dalam hatinya agar ia tetap bisa menikah.

"Kali ini aku tak ingin diatur lagi oleh Papa. Ini hidup ku. Aku akan menentukan sendiri jalan hidup ku." batin Hilman.

Keesokan harinya Pak Toha pun ke Kali Bening diantar oleh Hilman. Dan tanpa mereka sadari jika mobil mereka dengan mobil keluarga Bramantyo beriringan menuju satu kediaman.

Saat Hilman keluar dari mobilnya dan membantu sang kakek duduk di kursi roda, Satu keluarga memandang Hilman. Namun dua lelaki menatap tajam Hilman. Seperti singa yang masih terlihat lapar walau kemarin sempat meluapkan emosinya pada lelaki yang pernah melamar Qiya dengan sebuah mobil yang merk-nya ada RV nya.

"Qiya...." Kedua netra Hilman memotret gadis idaman hatinya.

Terpopuler

Comments

Tantina Wyvaldia

Tantina Wyvaldia

boleh japri, minta nomer hp, kak?

2024-01-16

3

meE😊😊

meE😊😊

krn brharap lbh sma makhluk itu hny akn kecewa yg qt dptkn

2023-02-02

4

Riana

Riana

orang tua ingin yang terbaik buat anaknya😁entahlah namanya jg orang tua yg gak ingin anaknya menderita

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Keluarga Bramantyo
2 2 Ayra Terjatuh
3 3 Hilman dan Qiya
4 Ayra dan Keluarganya.
5 5 Hilman dan Pak Toha
6 6 Keputusan Qiya
7 7 Dua Keluarga Dua Rasa
8 8 Siapakah Perempuan Itu?
9 9. Nur Hasanah
10 10 Memilih Wahana Internship
11 11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12 12 Menanti Kejujuran
13 13 Kejujuran Bram
14 14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15 15 Qiya di Rumah Sakit
16 16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17 17 Isi Hati Si Kembar
18 18 Rasa Yang berbeda
19 19 Dokter Gede dan Qiya
20 20 Hati Qiya Yang Terusik
21 21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22 22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23 23 Qiya dan rasa dihatinya
24 24 Kedatangan Ayra dan Bram
25 25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26 26 Kembali Bertemu
27 27 Ammar dan Kepribadian nya
28 28 Apakah Ini Cinta?
29 29 Keputusan Ayra dan Bram
30 30 Keluarga Bram dan Ayra
31 Berita Tentang Ibrahim
32 32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33 33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34 34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35 35 Keresahan Hati Ammar
36 36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37 37 Lelaki Itu Ibrahim
38 38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39 39 Jantung Dokter Gede
40 40 Dokter Gede
41 41 Ammar dan Cintanya
42 42 Dokter Gede dan Qiya
43 43 Dua Hati Satu Cinta
44 44 Dua Hati Satu Cinta 2
45 45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46 46 Status Qiya dan Dua Pria
47 47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48 48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49 49 Kejujuran Ammar
50 50 Siapa Kamu?
51 51 Arumi Mayang Dahayu
52 52 Rasa Kecewa Ammar
53 53 Kebimbangan Ammar
54 54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55 55 Musyawarah Keluarga
56 56 Hati Qiya dan Arumi
57 57 Menanti Jawaban Arumi
58 58 Jawaban Arumi
59 59 Keputusan Bram
60 60 Dokter Gede PDKT
61 61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62 62 Ternyata dia Muslim
63 63 Perjuangan Dokter Gede 1
64 64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65 65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66 66 Habis Di Goda Ammar
67 67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68 68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69 69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70 70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71 71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72 72 Tamu tak diharapkan
73 73 Datang Disaat yang Tepat
74 74 Maksud dua Lelaki
75 75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76 76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77 77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78 78 Kedatangan Dua Lelaki
79 79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80 80 "Dek Qiya"
81 81 Dek Qiya Menangis?
82 82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83 83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84 84 Lamaran Gede untuk Qiya
85 85 Separuh Jiwa Nur
86 86 Calon Kakak Ipar
87 87 Kekhawatiran Bu Ratih
88 88 Ammar & Arumi "Sah"
89 89 Hati Ammar dan Arumi
90 90 Air mata Di Hari Bahagia
91 91 Malam Yang Dingin
92 92 Kompetisi Meraih Cinta
93 93 Ijab Gede dan Qiya
94 94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95 95 Satu Nama Dua Hati
96 96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97 97 Munajat Cinta
98 98 Gede dan Masalalunya
99 99 Gadis itu Siapa
100 100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101 101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102 102 Tiga Bulan Pernikahan
103 103 Kelembutan Hati
104 104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105 105 Arumi Dan Ammar
106 106 Flashback Arumi bersama Ayra
107 107 Dinginnya Australia
108 108 Apakah Aku ada Disana?
109 109 "Mas Ammar"
110 110 Kamu Dimana?
111 111 "I love you Arumi."
112 112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113 113 Saling Membuka Diri
114 114 Hati Yang Masih Tersakiti
115 115 Masalalu Pak Rendra
116 116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117 117 Cinta Penuh Kelembutan
118 118 Belajar dari Kisah
119 119 Keegoisan Pak Rendra
120 120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121 121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122 122 Kebahagiaan Putra Ayra
123 123 Luka Hati Bu Ratih
124 124 Penolakan Ratih
125 125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126 126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127 127 Dua Menantu Yang Bahagia
128 128 Ungkapan Hati Gede
129 129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130 130 Peran Qiya Sebagi Istri
131 131 Pesona The Twins
132 132 Siapa Kamu Arumi?
133 133 Skenario Allah
134 134 Kebenaran Untuk Arumi
135 135 Kebesaran Hati Gede
136 136 Kebahagiaan Pak Subroto
137 137 Arumi Koma
138 138 Tiga Keluarga
139 139 Kesedihan Ammar
140 140 Ikhtiar Ammar
141 141 Hasil Pemeriksaan
142 142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143 143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144 144 Flashback Bram dan Ayra
145 145 Rendra dan Masalalunya
146 146 Watak yang Keras
147 147 Permohonan maaf Pak Rendra
148 148 Kabar Duka
149 149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150 150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151 151 Semua karena Cinta
152 152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153 153 Mantan
154 154 Prasangka
155 155 Pesona Ammar
156 156 Otw Ending.
157 Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158 158 Kembar 3
159 159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160 160 Pemotretan
161 161 Keakraban keluarga Ayra
162 162 Perkenalan Zhafirah
163 163 Intermezo Zhafirah
164 164 Firasat Ayra
165 165 Ayra dan Kelima Cucunya
166 166 THE END
Episodes

Updated 166 Episodes

1
Duka Keluarga Bramantyo
2
2 Ayra Terjatuh
3
3 Hilman dan Qiya
4
Ayra dan Keluarganya.
5
5 Hilman dan Pak Toha
6
6 Keputusan Qiya
7
7 Dua Keluarga Dua Rasa
8
8 Siapakah Perempuan Itu?
9
9. Nur Hasanah
10
10 Memilih Wahana Internship
11
11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12
12 Menanti Kejujuran
13
13 Kejujuran Bram
14
14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15
15 Qiya di Rumah Sakit
16
16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17
17 Isi Hati Si Kembar
18
18 Rasa Yang berbeda
19
19 Dokter Gede dan Qiya
20
20 Hati Qiya Yang Terusik
21
21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22
22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23
23 Qiya dan rasa dihatinya
24
24 Kedatangan Ayra dan Bram
25
25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26
26 Kembali Bertemu
27
27 Ammar dan Kepribadian nya
28
28 Apakah Ini Cinta?
29
29 Keputusan Ayra dan Bram
30
30 Keluarga Bram dan Ayra
31
Berita Tentang Ibrahim
32
32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33
33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34
34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35
35 Keresahan Hati Ammar
36
36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37
37 Lelaki Itu Ibrahim
38
38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39
39 Jantung Dokter Gede
40
40 Dokter Gede
41
41 Ammar dan Cintanya
42
42 Dokter Gede dan Qiya
43
43 Dua Hati Satu Cinta
44
44 Dua Hati Satu Cinta 2
45
45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46
46 Status Qiya dan Dua Pria
47
47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48
48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49
49 Kejujuran Ammar
50
50 Siapa Kamu?
51
51 Arumi Mayang Dahayu
52
52 Rasa Kecewa Ammar
53
53 Kebimbangan Ammar
54
54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55
55 Musyawarah Keluarga
56
56 Hati Qiya dan Arumi
57
57 Menanti Jawaban Arumi
58
58 Jawaban Arumi
59
59 Keputusan Bram
60
60 Dokter Gede PDKT
61
61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62
62 Ternyata dia Muslim
63
63 Perjuangan Dokter Gede 1
64
64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65
65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66
66 Habis Di Goda Ammar
67
67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68
68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69
69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70
70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71
71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72
72 Tamu tak diharapkan
73
73 Datang Disaat yang Tepat
74
74 Maksud dua Lelaki
75
75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76
76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77
77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78
78 Kedatangan Dua Lelaki
79
79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80
80 "Dek Qiya"
81
81 Dek Qiya Menangis?
82
82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83
83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84
84 Lamaran Gede untuk Qiya
85
85 Separuh Jiwa Nur
86
86 Calon Kakak Ipar
87
87 Kekhawatiran Bu Ratih
88
88 Ammar & Arumi "Sah"
89
89 Hati Ammar dan Arumi
90
90 Air mata Di Hari Bahagia
91
91 Malam Yang Dingin
92
92 Kompetisi Meraih Cinta
93
93 Ijab Gede dan Qiya
94
94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95
95 Satu Nama Dua Hati
96
96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97
97 Munajat Cinta
98
98 Gede dan Masalalunya
99
99 Gadis itu Siapa
100
100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101
101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102
102 Tiga Bulan Pernikahan
103
103 Kelembutan Hati
104
104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105
105 Arumi Dan Ammar
106
106 Flashback Arumi bersama Ayra
107
107 Dinginnya Australia
108
108 Apakah Aku ada Disana?
109
109 "Mas Ammar"
110
110 Kamu Dimana?
111
111 "I love you Arumi."
112
112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113
113 Saling Membuka Diri
114
114 Hati Yang Masih Tersakiti
115
115 Masalalu Pak Rendra
116
116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117
117 Cinta Penuh Kelembutan
118
118 Belajar dari Kisah
119
119 Keegoisan Pak Rendra
120
120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121
121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122
122 Kebahagiaan Putra Ayra
123
123 Luka Hati Bu Ratih
124
124 Penolakan Ratih
125
125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126
126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127
127 Dua Menantu Yang Bahagia
128
128 Ungkapan Hati Gede
129
129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130
130 Peran Qiya Sebagi Istri
131
131 Pesona The Twins
132
132 Siapa Kamu Arumi?
133
133 Skenario Allah
134
134 Kebenaran Untuk Arumi
135
135 Kebesaran Hati Gede
136
136 Kebahagiaan Pak Subroto
137
137 Arumi Koma
138
138 Tiga Keluarga
139
139 Kesedihan Ammar
140
140 Ikhtiar Ammar
141
141 Hasil Pemeriksaan
142
142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143
143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144
144 Flashback Bram dan Ayra
145
145 Rendra dan Masalalunya
146
146 Watak yang Keras
147
147 Permohonan maaf Pak Rendra
148
148 Kabar Duka
149
149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150
150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151
151 Semua karena Cinta
152
152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153
153 Mantan
154
154 Prasangka
155
155 Pesona Ammar
156
156 Otw Ending.
157
Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158
158 Kembar 3
159
159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160
160 Pemotretan
161
161 Keakraban keluarga Ayra
162
162 Perkenalan Zhafirah
163
163 Intermezo Zhafirah
164
164 Firasat Ayra
165
165 Ayra dan Kelima Cucunya
166
166 THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!