15 Qiya di Rumah Sakit

Saat melewati beberapa tempat wisata kedua netra Qiya melebar dengan sempurna. Ia terpesona dengan hamparan pemandangan yang begitu memanjakan mata.

"Masyaallah tempat yang katanya 3T ini punya sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan." Batin Qiya sambil menikmati setiap pemandangan selama perjalanan.

Akhirnya mereka tiba di suatu kontrakan. Mereka memutuskan untuk memilih tinggal bersama-sama selama menjalani internship di kabupaten itu. Maka sepuluh dokter itu tinggal di rumah yang tergolong cukup layak karena bangunan sudah permanen. Rumah tersebut milik warga yang telah pindah ke kota. Rumah mantan dokter juga.

Lokasi rumah itu dipilih karena tak jauh dari rumah sakit, hanya butuh waktu 20 menit untuk kerumah sakit tersebut. Rumah itu juga di pilih oleh seorang dokter internship yang tadi sempat menggerutu selama di dalam mobil. Ia dan beberapa rekannya yang kemarin survey lokasi dan juga memilih tempat mereka tinggal. Nama lelaki itu adalah Alam Laksono atau biasa dipanggil Alam.

Karena kamar yang terbatas maka mereka tidur berpasangan. Cita tentu langsung meminta agar dirinya bersama sahabat nya. Dan Adit kembali merasa tak suka dengan Cita juga Qiya.

"Kalian tak ingin membaur?" Tanya Alam sedikit ketus.

"Maaf ya Mas Alam. Saya kalau malam tidurnya Agak seram. Nah daripada 4 orang dokter ini tahu aib saya. Lebih baik teman saya ini saja yang sudah hapal kebiasaan dan kejelekan saya." Ucap Cita cepat menarik tangan Qiya. Mereka memilih kamar pertama.

Qiya baru ingin memanggil temannya itu. Tetapi Cita cuek saja. Ia tak suka dengan Alam karena dari kemarin ketika bertemu lelaki itu selalu ketus dan irit berbicara.

"Dokter kok begitu. Pasiennya bakal susah sembuh. Lah wong ketus, jutek begitu." Gerutu Cita saat masuk ke kamar. Ia pun langsung merebahkan diri diatas kasur tanpa ranjang itu.

"Ya ga boleh gitu juga Cit. Harusnya kita berterima kasih. Karena dia kita tidak harus susah-susah cari tempat tinggal." Ucap Qiya pelan.

Satu hari itu mereka beristirahat karena keesokan harinya mereka berangkat ke rumah sakit yang merupakan wahana internship mereka.

Saat penerimaan Qiya dan teman-teman di RS. Mereka mendengarkan dengan seksama pesan pimpinan rumah sakit itu.

"Saya harap para dokter agar selama bertugas di wahana ini dapat memberikan pelayanan yang baik pada pasien. Serta bisa memberikan citra yang positif kepada para pasien yang akan berobat." Ucap Kepala RS tersebut sebelum menutup acar itu.

Mereka pun di bagi menjadi Tiga Tim. Dimana mereka aga bergiliran. Ada yang akan ditempatkan di rumah sakit dan satu tim di puskesmas. Dan mereka juga akan bergiliran selama 4 bulan untuk yang di puskesmas. Dan ada yang di UGD ada yang di Poly selama 8 bulan.

Hari itu mereka harus langsung beradaptasi dengan lingkungan wahana di RS itu. Qiya selama 4 bulan mendapatkan tugas di IGD bersama Qiya dan juga Alam. Mereka menjadi satu Tim.

"Oh Tuhan... kenapa ketemu lagi sama mereka. Kenapa tidak Tim yang lain." Gerutu Alam.

Sedangkan Cita memasang wajah juteknya.

"Kenapa Cit?" Tanya Qiya.

"Males, bad mood. Kenapa sama Alam ghoib itu." Gerutu Cita.

"Cit... Ga boleh gitu. Kamu itu namanya bolak takdir. Katanya harus siap menjemput surat izin praktik biar bisa di panggil Cita Adhisti, Sp.A. Lah belum juga berjuang udah bad mood." Ingat Qiya pada sahabatnya yang sudah cemberut mendengar nama Alam sebagai tim yang akan bersama di IGD.

Qiya pun sedikit menggoda sahabatnya itu.

"Awas nanti lama-lama jadi cinta kalau sudah kelewat benci."

"Ya ampun Qiy. Gue cinta sama Alam ghoib itu. Ga pakek banget! Beda agama. Satu agama aja kalau beda keyakinan gue ogah.... Amit-amit cabang orok." Gerutu Cita.

Qiya menahan tawanya. Namun Alam dari tadi memperhatikan dua sahabat yang asik berbincang. Mereka pun akhirnya pergi ketempat dimana mereka bertugas. Namun di depan rumah sakit. Ayra telah datang kerumah sakit itu. Ia ingin menemani menantunya. Ada rasa bahagia di hari Ayra begitu ia tahu jika sebentar lagi ia akan memiliki cucu.

"Rasanya aku sudah merasa sangat tua. Sebentar lagi akan menjadi nenek. Rasanya baru kemarin aku menikah." Ucap Ayra dalam hatinya.

Namun saat ia hampir tiba di dalam ruangan Nur. Ia melihat sosok putrinya dan Cita. Hari pertama ia melihat putrinya mengenakan jas berwarna putih serta terdapat saku di bagian kanan dan kirinya. Dan juga satu saku di bagian kiri atas. Qiya mengenakan Jas putih berlengan pendek. Karena ketika putrinya menjalani coass, ia belum diperbolehkan memakai jas dokter. Saat itu ia memakai jas seperti jas laboratorium.

"Masyaallah... Mama merasa bangga sekali melihat mu bisa menggapai cita-cita mu Qiy. Mama tahu kamu sebenarnya ingin menenangkan pikiran mu dan banyak pertanyaan yang mengarah untuk mu karena batal menikah. Tapi Mama tahu hari mu terluka Nak. Hati mu menangis." Batin Ayra sambil berdiri di balik tiang rumah sakti dan memegang paper bag yang berisi sebuah album Ibrahim semasa kecil hingga dewasa. Juga makan siang yang ia masak untuk sang menantu.

Saat Qiya dan dua temannya telah menghilang di balik pintu yang mengarah ke ruang IGD. Ayra cepat masuk kedalam ruangan Nur. Pagi itu Nur terluar lebih segar. Matanya juga tak terlihat cekung lagi. Nur menyambut senang kehadiran sang ibu mertua.

"Ada apa Ma kenapa seperti terburu-buru?" Tanya Nur.

Ayra hanya tersenyum dan mengatakan jika ia khawatir ada yang membuntuti. Ia pun membuka paper bag yang ia bawa.

"Biar Nur makan sendiri saja Ma. Tangannya tidak sakit kok." Pinta Nur pada Ayra yang siap akan menyuapi dirinya.

"Baiklah. Di habiskan ya Nur. Labu kuning itu baik untuk janin. Mama dulu waktu hamil muda maka Labu Kuning dan roti-roti yang bisa diterima kalau pagi hari. Kamu tidak mengalami mual muntah?" Tanya Ayra penasaran.

"Alhamdulilah tidak Ma. Tapi Bawak an nya ingin menangis terus." Ucap Nur sebelum memakan menu yang ada di piringnya.

"Baiklah makanlah dulu." Ucap Ayra.

Istri Bramantyo itu pun mengirimkan pesan pada anaknya. Ia menanyakan apa kabar di hari pertama bertugas. Namun pesan yang terkirim belum berubah warna tanda pemilik ponsel belum membuka pesan dari Ayra. Namun seketika jantung ibu tiga anak itu kembali berdetak tak beraturan. Sebuah panggilan Video call dari putra sulung membuat ia bingung. Ia memandangi sekeliling. Ia pun merubah posisi duduknya agar tak terlihat seperti berada di rumah sakit.

Setelah menjawab salam sang anak. Ia menanyakan kabar dari putra sulungnya.

"Bagaimana kabar mu Nak?" Tanya Ayra cepat.

"Baik Ma. Cuma sinus nya berapa hari ini kambuh." keluh Ammar pada sang Mama.

"Sudah minum obatnya?" Tanya Ayra khawatir.

"Sudah Ma. Mama lagi dimana?"

"Mama lagi membesuk seseorang di rumah sakit. Kamu kapan pulang Nak?" Tanya Ayra.

"Minggu depan Ma. Seketika Ayra yang mendengar suara Putrinya. Ia reflek menutup panggilan itu. Ia pun bergegas setengah berlari ke toilet.

Nur hanya memandang ibunya penasaran.

Saat pintu itu terbuka Seorang dokter satu perawat masuk. Putri Ayra itu ternyata di pindah oleh Pembimbing agar menangani pasien yang rawat inap. Sehingga Alam bersama Cita di IGD. Hal itu karena banyaknya pasien yang rawat inap. Siang itu waktu kontrol untuk Nur. Dan kamar itu adalah pasien ke empat yang Qiya periksa. Ayra hanya mampu bersembunyi di balik pintu itu. Ia bingung jika harus bertemu anaknya. Ia bukan orang yang pandai berbohong.

Sedangkan surat perjanjian kerja Ibrahim yang Ayra baca kemarin menahan nya untuk memberitahu siapa putranya. Jika Nur diketahui adalah istri Ibrahim, maka anak-anak nya yang cerdas itu akan bertanya kenapa bisa menikah di Malaysia. kenapa di rahasiakan. Bukankah Ibrahim sedang kuliah di Australia bukan Malaysia.

"Selamat Siang Ibu...." Sapa seorang dokter lelaki yang terlihat di bed name yang tertera nama dr. Gede Ardana dengan ramah. Senyum manis terukir dari dokter tampan itu.

Lelaki itu adalah dokter pembimbing Qiya dan dua temannya yang lain. Hari ini mereka diajak untuk mengunjungi pasien dan diminta untuk mendiagnosa kondisi pasien yang beberapa hari ini ia rawat. dr. Gede juga baru beberapa Minggu di rumah sakit. Ia pindahan dari Bali.

"Kenapa dokter Isip yang berkerudung hijau ini mirip sekali dengan Mayang." Batin Gede ketika Tiga orang dokter tadi berdiri dan memandangi dirinya yang memberikan contoh langsung untuk memberikan pelayanan pada pasien.

Terpopuler

Comments

asiah puteri mulyana

asiah puteri mulyana

aroma2 calon imamnya neng qia niyh😆😆😆

2024-03-06

0

ummu rekyhan

ummu rekyhan

mayang tanpa putu kan???
😉🤭

2023-04-14

1

ummu rekyhan

ummu rekyhan

main petak umpet yaa maa...🥰

2023-04-14

1

lihat semua
Episodes
1 Duka Keluarga Bramantyo
2 2 Ayra Terjatuh
3 3 Hilman dan Qiya
4 Ayra dan Keluarganya.
5 5 Hilman dan Pak Toha
6 6 Keputusan Qiya
7 7 Dua Keluarga Dua Rasa
8 8 Siapakah Perempuan Itu?
9 9. Nur Hasanah
10 10 Memilih Wahana Internship
11 11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12 12 Menanti Kejujuran
13 13 Kejujuran Bram
14 14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15 15 Qiya di Rumah Sakit
16 16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17 17 Isi Hati Si Kembar
18 18 Rasa Yang berbeda
19 19 Dokter Gede dan Qiya
20 20 Hati Qiya Yang Terusik
21 21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22 22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23 23 Qiya dan rasa dihatinya
24 24 Kedatangan Ayra dan Bram
25 25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26 26 Kembali Bertemu
27 27 Ammar dan Kepribadian nya
28 28 Apakah Ini Cinta?
29 29 Keputusan Ayra dan Bram
30 30 Keluarga Bram dan Ayra
31 Berita Tentang Ibrahim
32 32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33 33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34 34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35 35 Keresahan Hati Ammar
36 36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37 37 Lelaki Itu Ibrahim
38 38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39 39 Jantung Dokter Gede
40 40 Dokter Gede
41 41 Ammar dan Cintanya
42 42 Dokter Gede dan Qiya
43 43 Dua Hati Satu Cinta
44 44 Dua Hati Satu Cinta 2
45 45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46 46 Status Qiya dan Dua Pria
47 47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48 48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49 49 Kejujuran Ammar
50 50 Siapa Kamu?
51 51 Arumi Mayang Dahayu
52 52 Rasa Kecewa Ammar
53 53 Kebimbangan Ammar
54 54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55 55 Musyawarah Keluarga
56 56 Hati Qiya dan Arumi
57 57 Menanti Jawaban Arumi
58 58 Jawaban Arumi
59 59 Keputusan Bram
60 60 Dokter Gede PDKT
61 61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62 62 Ternyata dia Muslim
63 63 Perjuangan Dokter Gede 1
64 64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65 65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66 66 Habis Di Goda Ammar
67 67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68 68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69 69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70 70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71 71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72 72 Tamu tak diharapkan
73 73 Datang Disaat yang Tepat
74 74 Maksud dua Lelaki
75 75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76 76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77 77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78 78 Kedatangan Dua Lelaki
79 79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80 80 "Dek Qiya"
81 81 Dek Qiya Menangis?
82 82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83 83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84 84 Lamaran Gede untuk Qiya
85 85 Separuh Jiwa Nur
86 86 Calon Kakak Ipar
87 87 Kekhawatiran Bu Ratih
88 88 Ammar & Arumi "Sah"
89 89 Hati Ammar dan Arumi
90 90 Air mata Di Hari Bahagia
91 91 Malam Yang Dingin
92 92 Kompetisi Meraih Cinta
93 93 Ijab Gede dan Qiya
94 94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95 95 Satu Nama Dua Hati
96 96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97 97 Munajat Cinta
98 98 Gede dan Masalalunya
99 99 Gadis itu Siapa
100 100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101 101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102 102 Tiga Bulan Pernikahan
103 103 Kelembutan Hati
104 104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105 105 Arumi Dan Ammar
106 106 Flashback Arumi bersama Ayra
107 107 Dinginnya Australia
108 108 Apakah Aku ada Disana?
109 109 "Mas Ammar"
110 110 Kamu Dimana?
111 111 "I love you Arumi."
112 112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113 113 Saling Membuka Diri
114 114 Hati Yang Masih Tersakiti
115 115 Masalalu Pak Rendra
116 116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117 117 Cinta Penuh Kelembutan
118 118 Belajar dari Kisah
119 119 Keegoisan Pak Rendra
120 120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121 121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122 122 Kebahagiaan Putra Ayra
123 123 Luka Hati Bu Ratih
124 124 Penolakan Ratih
125 125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126 126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127 127 Dua Menantu Yang Bahagia
128 128 Ungkapan Hati Gede
129 129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130 130 Peran Qiya Sebagi Istri
131 131 Pesona The Twins
132 132 Siapa Kamu Arumi?
133 133 Skenario Allah
134 134 Kebenaran Untuk Arumi
135 135 Kebesaran Hati Gede
136 136 Kebahagiaan Pak Subroto
137 137 Arumi Koma
138 138 Tiga Keluarga
139 139 Kesedihan Ammar
140 140 Ikhtiar Ammar
141 141 Hasil Pemeriksaan
142 142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143 143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144 144 Flashback Bram dan Ayra
145 145 Rendra dan Masalalunya
146 146 Watak yang Keras
147 147 Permohonan maaf Pak Rendra
148 148 Kabar Duka
149 149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150 150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151 151 Semua karena Cinta
152 152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153 153 Mantan
154 154 Prasangka
155 155 Pesona Ammar
156 156 Otw Ending.
157 Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158 158 Kembar 3
159 159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160 160 Pemotretan
161 161 Keakraban keluarga Ayra
162 162 Perkenalan Zhafirah
163 163 Intermezo Zhafirah
164 164 Firasat Ayra
165 165 Ayra dan Kelima Cucunya
166 166 THE END
Episodes

Updated 166 Episodes

1
Duka Keluarga Bramantyo
2
2 Ayra Terjatuh
3
3 Hilman dan Qiya
4
Ayra dan Keluarganya.
5
5 Hilman dan Pak Toha
6
6 Keputusan Qiya
7
7 Dua Keluarga Dua Rasa
8
8 Siapakah Perempuan Itu?
9
9. Nur Hasanah
10
10 Memilih Wahana Internship
11
11 Ibrahim, Nur, Bram dan Ayra
12
12 Menanti Kejujuran
13
13 Kejujuran Bram
14
14 Qiya Berangkat Ke Wahana Internship
15
15 Qiya di Rumah Sakit
16
16 Dokter Gede Ardhana, Qiya dan Cita
17
17 Isi Hati Si Kembar
18
18 Rasa Yang berbeda
19
19 Dokter Gede dan Qiya
20
20 Hati Qiya Yang Terusik
21
21 Qiya Dan Kebenaran Yang Ia Lihat
22
22 Mie Kiting dan Alam Ghoib
23
23 Qiya dan rasa dihatinya
24
24 Kedatangan Ayra dan Bram
25
25 Dua Kondisi Di Dua tempat Berbeda
26
26 Kembali Bertemu
27
27 Ammar dan Kepribadian nya
28
28 Apakah Ini Cinta?
29
29 Keputusan Ayra dan Bram
30
30 Keluarga Bram dan Ayra
31
Berita Tentang Ibrahim
32
32 Kau Gadis Atau Janda? Atau Istri Orang?
33
33 Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
34
34 Surat Tugas Meresahkan Hati
35
35 Keresahan Hati Ammar
36
36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha
37
37 Lelaki Itu Ibrahim
38
38 Nasib Alex dan Doa Qiya
39
39 Jantung Dokter Gede
40
40 Dokter Gede
41
41 Ammar dan Cintanya
42
42 Dokter Gede dan Qiya
43
43 Dua Hati Satu Cinta
44
44 Dua Hati Satu Cinta 2
45
45 Berharap Seperti Arjuna dan Wara Subadra
46
46 Status Qiya dan Dua Pria
47
47 Alisha, Mayang, Putri Broto?
48
48 Kisah Hidup Gede Ardhana
49
49 Kejujuran Ammar
50
50 Siapa Kamu?
51
51 Arumi Mayang Dahayu
52
52 Rasa Kecewa Ammar
53
53 Kebimbangan Ammar
54
54 Dua hati, Buah Hati Ayra
55
55 Musyawarah Keluarga
56
56 Hati Qiya dan Arumi
57
57 Menanti Jawaban Arumi
58
58 Jawaban Arumi
59
59 Keputusan Bram
60
60 Dokter Gede PDKT
61
61 Dokter Gede dan Qiya Merona
62
62 Ternyata dia Muslim
63
63 Perjuangan Dokter Gede 1
64
64 Ungkapan Hati Dokter Gede
65
65 Kala Lisan Tak Mampu Berucap
66
66 Habis Di Goda Ammar
67
67 Masalalu dokter Gede & Masa Depannya
68
68 Anak Kembar Ayra, Apakah Sold Out?
69
69 Potret Keluarga Ayra Khairunnisa
70
70 Bantu Author Senin besok ya (vote buat the twins)
71
71 Perjuangan Cita Untuk Qiya
72
72 Tamu tak diharapkan
73
73 Datang Disaat yang Tepat
74
74 Maksud dua Lelaki
75
75 Hanya Ibu Jari Yang bisa Mewakili
76
76 Penantian Nur untuk Separuh Jiwa nya
77
77 Petuah Untuk Qiya dari Poro Sepuh
78
78 Kedatangan Dua Lelaki
79
79. Gede dan Hilman Di Mata Keluarga Bram
80
80 "Dek Qiya"
81
81 Dek Qiya Menangis?
82
82 Masalalu Yang Harus Diceritakan
83
83 Menanti kedatangan Keluarga Gede
84
84 Lamaran Gede untuk Qiya
85
85 Separuh Jiwa Nur
86
86 Calon Kakak Ipar
87
87 Kekhawatiran Bu Ratih
88
88 Ammar & Arumi "Sah"
89
89 Hati Ammar dan Arumi
90
90 Air mata Di Hari Bahagia
91
91 Malam Yang Dingin
92
92 Kompetisi Meraih Cinta
93
93 Ijab Gede dan Qiya
94
94 Kau Telah Memilih Yang Lain
95
95 Satu Nama Dua Hati
96
96 Kehangatan Cinta Untuk Arumi
97
97 Munajat Cinta
98
98 Gede dan Masalalunya
99
99 Gadis itu Siapa
100
100 Isi hati Ammar dan Qiya 1
101
101 Isi Hati Ammar dan Qiya 2
102
102 Tiga Bulan Pernikahan
103
103 Kelembutan Hati
104
104 Pesona Ayra dan Anak-anaknya
105
105 Arumi Dan Ammar
106
106 Flashback Arumi bersama Ayra
107
107 Dinginnya Australia
108
108 Apakah Aku ada Disana?
109
109 "Mas Ammar"
110
110 Kamu Dimana?
111
111 "I love you Arumi."
112
112 Kebahagiaan Pengantin Baru
113
113 Saling Membuka Diri
114
114 Hati Yang Masih Tersakiti
115
115 Masalalu Pak Rendra
116
116 Kebahagiaan Keluarga Ayra.
117
117 Cinta Penuh Kelembutan
118
118 Belajar dari Kisah
119
119 Keegoisan Pak Rendra
120
120 Kebenaran Masalalu Pak Rendra
121
121 Bahagia Gede, Penyesalan Rendra
122
122 Kebahagiaan Putra Ayra
123
123 Luka Hati Bu Ratih
124
124 Penolakan Ratih
125
125 Kehamilan Anak dan Menantu Ayra
126
126 Kemuliaan Versi Gede dan Qiya
127
127 Dua Menantu Yang Bahagia
128
128 Ungkapan Hati Gede
129
129 Kehangatan dan Pesona Keluarga Bramantyo
130
130 Peran Qiya Sebagi Istri
131
131 Pesona The Twins
132
132 Siapa Kamu Arumi?
133
133 Skenario Allah
134
134 Kebenaran Untuk Arumi
135
135 Kebesaran Hati Gede
136
136 Kebahagiaan Pak Subroto
137
137 Arumi Koma
138
138 Tiga Keluarga
139
139 Kesedihan Ammar
140
140 Ikhtiar Ammar
141
141 Hasil Pemeriksaan
142
142 Kedatangan Ayra dan Bram Di Australia
143
143 Aib Pak Rendra Yang Terbuka
144
144 Flashback Bram dan Ayra
145
145 Rendra dan Masalalunya
146
146 Watak yang Keras
147
147 Permohonan maaf Pak Rendra
148
148 Kabar Duka
149
149 Pesona Qiya dan Gede Di Mata Ayra
150
150 Habis Gelap Terbitlah Terang
151
151 Semua karena Cinta
152
152 Keluarga Bramantyo Pradipta
153
153 Mantan
154
154 Prasangka
155
155 Pesona Ammar
156
156 Otw Ending.
157
Perjuangan Nafisah Shidqiyah
158
158 Kembar 3
159
159 Bayi-bayi Trah Kyai Rohim
160
160 Pemotretan
161
161 Keakraban keluarga Ayra
162
162 Perkenalan Zhafirah
163
163 Intermezo Zhafirah
164
164 Firasat Ayra
165
165 Ayra dan Kelima Cucunya
166
166 THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!