Suara riuh reporter dan para penggemar terdengar di seantero negeri. Ada begitu banyak kerumunan di pusat kota terlebih di sekitaran lokasi konferensi. Seolah pengumuman itu dilakukan oleh putra mahkota dunia, mereka nampak begitu antusias dan menantikan seperti apa sosok nyata dari Shana Riggle dan siapa yang berhasil mendampinginya.
Kali ini bukan lagi tentang putra dari generasi terakhir Adya Utama Group. Ini adalah tentang Shana Riggle yang tak pernah terekspose seperti apa identitasnya yang sebenarnya.
“Mereka sangat ingin tahu tentang mu. Model kenamaan paris yang tak pernah terekspose jati dirinya. Tak ada yang benar-benar memperhatikanku di tempat ini.” Bisik Daffa pada saat waktu istirahat berlangsung.
Sekarang hanya tinggal acara penutupan yang akan diiringi dengan makan malam formal diantara keluarga besar. Bukan hanya ‘Adya Utama’, ‘Naratama Group’ juga akan bergabung dalam acara makan malam formal itu. Tidak ketinggalan, kakek bahkan ikut mengundang tamu kehormatan negara seperti duta besar dua negara serta orang-orang dari istana utama untuk datang.
“Jadi siapakah identitas dari Nyonya manis yang sangat misterius ini?” gurau salah seorang dari Naratama Group.
Mereka tahu pasti bahwa pernikahan putri mereka dengan Devian pernah direncanakan dari balik nama besar Naratama Group. Tapi setelah semua sandiwara pernikahannya dengan Devian dan juga Daffa, pada akhirnya Aqsalah yang tetap ditunjuk untuk melanjutkan perusahaan.
Satu persatu dari mereka mulai berspekulasi. Apakah ini alasan Daffa membawa nona muda mereka pergi jauh? Untuk bisa meninggalkannya, mencelakainya, membuangnya atau beberapa statement lain yang terdengar cukup menakutkan.
Apakah ini adalah salah satu caranya untuk mendapatkan seorang Shana Riggle. Dengan mengikat nama Naratama sekaligus Adya Utama pada dirinya.
“Mungkin saja Nona besar sudah dibuang dan menghilang seperti suami pertamanya. Tidakkah kau merasa heran, jika suami pertamanya menghilang begitu saja setelah melakukan semua penindasan itu kepadanya. Tak ada yang pernah mendengar kabar lagi. Devian juga sudah kembali dengan berita yang mengejutkan bersama istri dewinya. Siapa yang akan tahu kemana dia sebenarnya menghilang.” Gosip tak mengenakkan dan begitu menyayat itu tersebar dengan kecepatan angin begitu mereka menatap kehadiran Shana Riggle yang tak terkalahkan.
Mereka bahkan tak lagi peduli dengan nona besar pemilik Naratama yang sebenarnya. ‘Tidak’ sampai mereka mendengar Shana buka suara.
“Aku Rhea. Apa secara kebetulan kalian telah lupa bahwa nama tengahku adalah Shana? Rhea Shana Naratama.” Ujar Rhea dingin dengan aura gelap yang tak bisa diartikan.
Berbeda dengan penampilannya di hadapan kamera beberapa jam yang lalu. Ia terlihat begitu cantik, manis dan juga elegant. Senyuman cerahnya seakan menggambarkan kepribadian riang yang membuat semua mata akan jatuh hati hanya dalam sekali tatap.
Tetapi di ruangan makan utama malam ini, dengan para kepala rombongan wartawan yang ikut bergabung untuk mengabadikan moment. Ia membeberkan segalanya. Rahasia yang membuat orang-orang tercengang.
“Aku kembali untuk menggantikan kakakku. Aku rasa Naratama Group butuh sesuatu yang baru.” Ujarnya dingin seolah tak terbantahkan.
‘Ada yang melindunginya’ Daffa membatin.
Ia sudah mendampinginya selama tiga tahun terakhir, meskipun sebenarnya mereka tidak pernah benar-benar tinggal dalam satu rumah. Ia tak pernah melihat Rhea dari sisi ini. Sisi seorang nyonya besar dengan penuh kuasa.
“Oh ya Paman, aku ingin kembali ke perusahaan pekan depan untuk mengadakan show pertamaku di tanah air. Aku ingin perusahaan kita yang menyelenggarakannya secara resmi.” Suara Rhea terdengar sangat angkuh kali ini.
Orang itu adalah Tuan Philip Mendley wakil direktur utama Media Naratama yang pernah mendampingi Devian sebelumnya. Ia paham betul bagaimana tempramen Devian sebelum akhirnya ia mengambil jalan untuk mengkhianatinya lewat Aqsa dan ikut menyeret Rhea.
“Untuk teman-teman media yang ada disini. Aku Nona Rhea Shana Naratama, dengan ini akan mengumumkan kembalinya diriku sebagai Direktur utama Naratama Group menggantikan kakakku Aqsa yang kini tengah menjalani pemeriksaan dari kejaksaan utama.” Serunya membuat semua orang tercengang.
Tak ada yang tahu kalau Aqsa ditahan. Bahkan orang dari kantor pusat Naratama sekalipun. Mereka hanya mengira bahwa pemuda itu terlalu berang untuk bisa datang dan menyapa sang adik ipar yang baru saja kembali bersama istri barunya.
“Aku mendapat telfon dari pengacaraku pagi ini. Aqsa memenuhi panggilan dari kejaksaan terkait kasus suap dan penyelewengan dana proyek untuk pengadaan pesta olahraga nasional pekan lalu. Aku memberikan mereka akses untuk menggeledah semua file di kantor dan menginginkan pemeriksaan yang transparant dan benar-benar bersih.“
“Untuk itu, acara fashion week khusus yang akan aku mulai besok, akan aku adakan bersama perusahaan baruku yang aku kelola langsung dari Paris. ‘SR Media’, dan ia dengan resmi sudah terdaftar sebagai kantor pusat dari Naratama Group tepat pada hari ini. Pengacaraku baru saja melaporkannya.” Rhea menunjukakkan isi pesan ponselnya yang membuat semua orang terkejut.
Ia tak kembali ke perusahaan yang diwariskan ayahnya. Melainkan mengakuisisi perusahaan dengan nama baru di saat tersulit. Ini adalah berita besar. Para eksekutive perusahaan selama ini berusaha untuk menutupinya rapat-rapat. Bahkan pengacara keluarga yang ditunjuk untuk menangani ini sama sekali tak diberitahu tentang kabar terbarunya.
“Siapa kau sebenarnya? Dimana putriku?” teriak Nayara ibu kandung Rhea.
“Aku rasa aku tak perlu menjelaskan diri karena pada dasarnya kau bukanlah ibu kandungku Nyonya Naratama.” Sindir Rhea yang sontak memancing kehebohan media.
“Aku memang bukan ibumu, karena aku melahirkan Rhea bukan ular sepertimu!” hardiknya.
“Rhea yang terlahir dari rahimmu bukankah sudah kau coba bunuh bertahun-tahun lalu. Supaya adil, mengapa kita tidak menganggapnya sudah tiada saja?” Nayara tercekat. Ia telah mengubur rahasia itu bersama suaminya, hanya Tn Naratama yang tahu bahwa ia sangat membenci Rhea dan tak menginginkannya.
Kedoknya begitu bersih, dan ia menutupinya dengan kegilaannya terhadap harta. Padahal di satu sisi, ia juga memiliki kebuasannya sendiri. Ia pernah hampir melempar bayi Rhea dari atas gedung bertingkat hanya karena dipaksa untuk melahirkannya. Ia keluar masuk rumah sakit jiwa sebelum akhirnya Rhea dititipkan pada orang tua angkatnya. Ia benar-benar tak waras.
Daffa nampak bingung dengan apa yang dilihatnya. Semua laporan yang ia terima dari informannya selama bertahun-tahun sangatlah berbeda. Ia tak pernah tahu mengenai krisis Naratama Group yang sama sepanas ini. Dan lagi, kepribadian Rhea yang dilihatnya hari ini. Kepemimpinan Rhea terhadap perusahaan yang tak terlacak. Seolah Rhea memang mengelabuinya dengan kepolosan selama tiga tahun ini.
“Ternyata mendampingimu selama tiga tahun terakhir tak benar-benar membuatku mengenalmu Rhea.” Geram Daffa ketika kembali ke kediaman pribadinya bersama Rhea.
“Ini adalah tanah bekas bangunan rumahku dan Devian kan?” jawab Rhea seakan tak menanggapi.
“Aku membangunnya kembali setelah ledakan.” jawab Daffa sekenanya.
“Aku juga membangunnya. Aku membangunnya di tengah krisis badai kepercayaan para eksekutive Naratama. Devian membantuku.” Jawab Rhea diluar dugaan.
"Apa? Apa yang kau bangun? Apa maksudmu dengan Devian yang membantumu? Kita tak pernah
menemukan jejak Devian.” Daffa memberondonginya dengan ribuan pertanyaan.
“Aku membukanya.” Jawab Rhea penuh arti.
“Apa?”
“Kotak pandora."
"Berhenti berbelit-belit dan katakan!" Daffa mencengkeram lengan Rhea dan menatap matanya lekat-lekat.
"Hal yang diincar semua orang dari diri Devian selama ini. Tinggal satu minggu bersama dengannya memberiku akses lebih jauh ke tempat kotak itu disimpan. Aku bukan pengkhianat, kaulah pengkhianatnya.” Rhea tak kalah kejam ketika ia berusaha membalas tatapan Daffa kepadanya.
Tik….
Ia memetik sesuatu dari balik telinga Daffa. Suara petikan yang terdengar lembut, namun memiliki sensasi yang sangat menyakitkan. Daffa meringis kesakitan, meski terus berusaha menahan suaranya.
“Awh…”ringisnya tertahan.
Rhea memetik sesuatu dari balik daun telinganya yang tertutup rambut.
“Devian juga memilikinya. Aku tak sengaja melepasnya sebelum ia menghilang. Dan entah kenapa itu masih terikat padaku.”
“Apa itu?” seru Daffa yang tengah berlutut dengan setengah daya.
“Chip, ditanam langsung pada sisi daun telinga. Hanya merupai bentuk jerawat atau benjolan. Nyaris samar, bahkan orang yang memilikinya tak akan pernah tahu tentang keberadaan chip ini."
"Kau lihat, ia menyusup masuk ke dalam nadiku." Rhea menempelkan benda itu dekat ke nadinya. Anehnya chip
itu langsung menempel dan menyatu dengan sempurna, melekat ke kulit seolah tak berbekas. Ia menyatu dengan sangat sempurna dan berhasil menyamarkan bentuk bak bunglon dalam kedipan mata.
“Siapa kau sebenarnya?” lirih Daffa sebelum jatuh dan tak sadarkan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments