Nama Yang Hilang

Sepulang dari toko suvenir, Rain berjalan dengan tenang menuju rumah. Kali ini dia mencoba melewati rute yang berbeda. Rain memilih melewati jalan setapak di tepian pematang sawah. Dia berhenti sejenak di sana, sambil menikmati pemandangan alam yang terbentang. Tumbuhan hijau serta hamparan sawah begitu indah, segar, dan menenangkan jiwa.

Sesaat kemudian, Rain mengusap perban yang masih melilit di kepalanya. “Arsenio,” gumam pria bermata cokelat terang tersebut. Entah kenapa nama itu terus menggaung di dalam benaknya.

Rain meringis ketika kepalanya kembali berdenyut nyeri. Dia pun memutuskan untuk langsung pulang dan mengistirahatkan diri.

Berharap segera tiba di rumah, Rain pun berjalan cepat menyusuri gang. Akan tetapi, langkah kaki pria itu harus terhenti, ketika tiba-tiba ada beberapa orang tak dikenal menghadangnya. “Ada apa ini? Permisi, aku mau lewat.” Nada bicara Rain terdengar amat tenang.

Salah seorang dari mereka menanggapi ucapan Rain dalam bahasa Bali yang sama sekali tak Rain mengerti. “Kalian ada masalah apa?” tanya pria itu lagi sembari berusaha melewati orang-orang tadi. Akan tetapi, baru saja Rain mengayunkan satu langkah, tubuhnya sudah terhuyung ke depan ketika salah seorang dari mereka mendorongnya cukup kencang.

“Siapa bilang kau boleh lewat sini?” gertak seseorang yang dari tampangnya terlihat tak jauh lebih tua dari Rain.

“Memangnya tidak boleh? Ini jalan umum, bukan?” Rain balik bertanya. Rain mencoba berdiri tegak seraya menoleh kepada pria itu.

“Kurang ajar!” salah seorang dari pemuda tadi mengayunkan tinjunya ke wajah Rain. Namun, pria rupawan itu lebih dulu menghindar ke samping dan balas memukul rahang si pemuda dengan tangan kirinya. Pemuda tak dikenal itu pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh setelah sebelumnya menabrak teman di sampingnya. Sedangkan Rain hanya berdiri memperhatikannya.

Tak terima rekan mereka dihantam, beberapa pemuda lainnya bergerak serentak menyerbu Rain. Sama sekali tak terlihat panik, Rain mundur beberapa langkah sambil menahan serangan dengan tangan, hingga tubuhnya terus bergerak dan menempel pada tembok gang. Mereka berpikir bahwa Rain terdesak, sehingga salah satu dari pria-pria itu dengan percaya dirinya melayangkan satu pukulan ke arah wajah rupawan Rain.

Namun, sebelum pukulan tadi mendarat, Rain terlebih dulu membungkukkan badan dan menerjang satu orang di depannya. Kedua tangannya terulur lurus ke depan, mendorong satu orang itu sekuat tenaga hingga terpental. Rain lalu beralih pada dua orang di samping kanannya yang masih ternganga, tak menyangka jika orang yang tadinya akan mereka keroyok ternyata mampu melakukan perlawanan. Dua orang itu harus merasakan tendangan kaki Rain. Tendangan itu sedemikian kencang, sampai-sampai mereka juga terpental dan menabrak gerobak kosong yang berada di sisi gang.

“Brengsek!” Dua orang lagi masih tersisa. Keduanya sempat mundur ketika Rain menoleh dan menatap tajam pada mereka. Tak ingin terlihat kalah, mereka nekat maju. Tangan kedua pria itu terkepal dan bergerak cepat menyasar ulu hati Rain. Lagi-lagi, Rain mampu menghindar. Dia bahkan berhasil mencengkeram kepalan tangan dari dua orang yang berbeda dengan kedua tangannya. Tak hanya itu, Rain juga memelintir sampai dua orang di depannya merintih kesakitan.

Dia tak berhenti meskipun orang-orang asing itu mengaduh. Rain malah menggerakkan kaki, menendang pangkal paha keduanya dengan sekuat tenaga, lalu melepaskan cengkeramannya. Dua orang itu jatuh terjerembab. Sebelum mereka sempat bangun, Rain lebih dulu menghantam ulu hati mereka menggunakan tangan kanan, sampai mereka terbatuk-batuk. Sementara ketiga orang lain yang lebih dulu tumbang akibat serangan, mulai bangkit dan hendak membalasnya. Akan tetapi, Rain lebih dulu memukuli mereka bertubi-tubi sampai kembali terkapar.

Melihat para penyerangnya sudah tak berdaya, Rain membersihkan telapak tangan dan juga bajunya. Dia berniat untuk melanjutkan langkah. Sedangkan beberapa meter di depannya, tampak Surya berdiri terpaku dengan wajah yang ternganga tak percaya. “Apa mereka teman-temanmu?” tanya Rain dengan nada datar.

“Kalau iya, memangnya kenapa?” jawab Surya seraya mengambil sikap waspada.

“Kau ingin berkelahi denganku?” tantang Rain tanpa rasa takut sedikit pun.

Surya tak segera menjawab. Pandangan pria itu nanar melihat teman-temannya yang tergeletak tak berdaya. Mereka berlima kalah hanya oleh Rain seorang. Sepertinya dia harus berpikir ulang jika ingin menghadapi Rain sendirian. Pada akhirnya, Surya membalikkan badan dan berlari tunggang langgang. Sedangkan Rain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Surya. Dia lalu menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan.

Sesampainya di rumah Widya, Rain meraba satu pot gantung di sudut teras dan meraih kunci rumah yang disembunyikan di sana. Sejak awal tinggal di rumah sederhana itu Binar sudah memberitahukan di mana letak kunci biasa disembunyikan.

Pelan-pelan, Rain memutar kunci dan membuka pintunya. Sesampainya di dalam, Rain menutup pintunya rapat-rapat lalu bergegas masuk ke dalam kamar. Diambilnya lagi kertas cek yang tadi sempat dia sembunyikan di bawah bantal. Dia membaca bagian nama berulang kali, kemudian merenung untuk beberapa saat sambil menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.

Tanpa sadar, Rain tertidur dalam posisi yang tidak berubah. Dia terbangun ketika dirinya merasakan sesuatu menggelitik hidung. Mata ambernya terbuka lebar ketika dilihatnya Praya sudah duduk di tepian ranjang, menghadap lurus pada dirinya sambil tertawa geli. “Praya? Kenapa sudah pulang? Jam berapa ini?” tanya Rain kebingungan.

“Jam dua belas siang, Mister,” jawab Praya.

“Hidung Mister mancung banget. Aku suka,” ujar Praya dengan polosnya.

“Jam dua belas?” ulang Rain tanpa menghiraukan pujian Praya. “Aku masuk rumah tadi masih pagi,” gumamnya lirih.

“Berarti Mister ketiduran. Ketidurannya kelamaan pula,” Praya terbahak, lalu berdiri.

“Eh, mau ke mana?” cegah Rain. Satu tangannya menahan pergelangan adik kedua Binar tersebut.

“Mau mandi, Mister. Tadi pagi kan aku belum sempat mandi,” jawab Praya seraya mencoba melepaskan genggaman Rain yang dirasa sedikit kuat.

“Kamu punya hp?” tanya pria rupawan itu lagi.

“Di rumah ini yang punya hp cuma mbok Binar sama Biyung,” jelas Praya. “Memangnya Mister cari hp untuk apa?” tanya anak itu lagi.

“Aku ingin mencari nama di mesin pencarian,” ucap Rain ragu.

“Oh, aku bisa meminjam hp temanku kalau Mister mau,” tawar Praya, “tapi, tunggu aku mandi dulu ya. Sebentar saja.” Bocah SD itu berlalu begitu saja dari kamar yang ditempati Rain. Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi gayung yang beradu dengan permukaan air di bak mandi.

Tak berselang lama, Praya masuk ke dalam kamar sudah dalam keadaan berganti pakaian dengan rambut basah. “Apa Mister jadi pinjam hp?” tanyanya memastikan.

“Iya, sebentar saja,” sahut Rain.

“Oke, Mister. Tunggu,” ucap bocah itu seraya bergegas keluar. Dia lalu kembali sepuluh menit kemudian bersama seorang anak laki-laki sebayanya.

“Oh, ini orangnya, Ya?” Teman Praya tadi mengamati lekat-lekat wajah Rain dari jarak yang sedemikian dekat, hingga Rain harus memundurkan kepalanya. “Seperti muka orang yang masuk berita kemarin,” celotehnya.

“Siapa yang masuk berita?” Praya menoleh pada temannya sembari menautkan alis.

“Mister ini,” tunjuk bocah itu. “Kata pembawa beritanya, mister ini hilang setelah berlibur ke Bali,” terangnya lagi.

“Pembawa beritanya menyebutkan sebuah nama atau tidak?” tanya Rain. Was-was dia menunggu jawaban dari bocah laki-laki itu.

“Iya, tapi aku lupa namanya, Mister. Soalnya bapak buru-buru mengganti channelnya. Lagi pula namanya panjang," kilah si bocah dengan polosnya.

“Apakah namanya Arsenio?” tebak Rain, membuat kedua bocah yang berdiri di depannya itu menggaruk-garuk kepala kebingungan kemudian saling pandang.

“Mister, katanya mau meminjam hp,” sela Praya. Dia menyodorkan ponsel temannya tepat ke hadapan Rain. “Mister cari tahu sendiri saja di situ,” telunjuk Praya mengarah ke ponsel.

“Ya, kamu benar,” Rain meraih benda pipih itu dan mulai mengetikkan nama Arsenio Wilhelm Rainier di mesin pencarian. Seketika, pada layar ponsel muncul paras tampannya dalam penampilan rapi khas seorang pengusaha muda, yang bersanding dengan seorang gadis cantik.

Terpopuler

Comments

Dwisya12Aurizra

Dwisya12Aurizra

kalo sudah h kembali ke keluarga mu jgn sampai melupakan binar

2022-10-26

5

lihat semua
Episodes
1 Perjalanan Pertama
2 Mengambil Risiko
3 Pertengkaran Malam
4 Elegi Pagi
5 Konsekuensi
6 Wajah Lusuh
7 Di Bawah Air Terjun
8 Tentang Hujan
9 Optimisme
10 Sore Yang Hangat
11 Seandainya ...
12 Pakaian Mahal
13 Bayangan Hitam
14 Want To take You Away
15 Nama Yang Hilang
16 Gelang Emas
17 Ujung Langkah
18 Bayangan Indah
19 Terikat Kontrak
20 Di Penghujung Kesabaran
21 Keputusan Besar
22 Sepuluh Malam di Jogja
23 Penampakan Yang Lain
24 Mencari Binar
25 Kenyataan dan Harapan
26 Another Woman
27 Patah
28 Di Taman Renata
29 Tragedi Kamar Kecil
30 Makan Sore
31 Hiburan Untuk Chand
32 Dua Kotak Gurame
33 Masa Lalu Kelam
34 Sebingkai Foto Buram
35 Something to Remember
36 Ghea si Penggoda
37 Sekilas Pandang
38 Tanpa Restu
39 Hembusan Angin Malam
40 Sang Penghibur
41 Kenyataan Menyakitkan
42 Ingatan Yang Kembali
43 Tato Naga
44 Bangkitnya Arsenio
45 Sang Detektif
46 Senyuman Binar
47 Si Duda Bening
48 Nasihat Chand
49 Bab Visual
50 Petunjuk Baru
51 Kekasih Baru Sang Duda
52 Pelayanan Istimewa
53 Berharap Pada Keajaiban
54 Pertemuan Kembali
55 Cinta Dua Cabang
56 Perjuangan Dimulai
57 Diskusi Malam
58 Beratnya Rindu
59 Getaran Yang Sama
60 Gadis Penyelamat
61 Selangkah Lebih Dekat
62 Teman Merangkai Bunga
63 Ciuman Kedua
64 Sarapan Bersama
65 Cinta Sebiru Langit
66 Berebut Perhatian
67 Orang Ketiga
68 Penyesalan
69 Nirmala Dan Binar
70 Titik Terang
71 Ungkapan Masa Lalu
72 Janji Manis Arsenio
73 Si Kepiting Merah
74 Mister Trap
75 Pengakuan Chand
76 Dua Pesaing Tampan
77 Aroma Yang Tertinggal
78 Si Pemikat Hati
79 One Stop Cassanova
80 Praduga
81 Terluka
82 Cemburu
83 Tak Mampu Berpaling
84 Tenggelam Semakin Dalam
85 Metamorfosis
86 Berjuang Bersama
87 Amarah Winona
88 Let's Get Married
89 Adegan Manis
90 Yang Teristimewa
91 Menjawab Tantangan
92 Satu Rahasia
93 Di Bawah Bintang
94 Detik Mendebarkan
95 Keberanian Yang Datang
96 Harga Sebuah Cinta
97 Kenangan Terakhir
98 Gelang Pengikat
99 Pengganti Segala Hal
100 Binar Indah di Pagi Hari
101 Semua Karena Binar
102 Perjalanan Panjang
103 Di Antara Kebun Kopi
104 Melepas Rindu
105 Sisi Bijak Arsenio
106 Dua Cinderamata
107 Gereja Putih
108 Balada Cincin Lumba-lumba
109 Price To Pay
110 Sepenggal Kepedihan
111 Malam Pertama Sang Pengantin
112 Secarik Kertas
113 Surat Dari Ayah
114 Pamit
115 Akhir Untuk Sebuah Awal
116 Tawaran Manis
117 Hati Yang Rapuh
118 Ungkapan Perih
119 Alleen Binar
120 Obrolan Petang
121 Pertengkaran Pertama
122 Bad Girl
123 Setitik Kebaikan
124 Mencari Yang Telah Pergi
125 Melepaskan Diri
126 Pesan Tak Berbalas
127 Menembus Awan
128 Sang Perayu
129 Berlin, Aku Kembali
130 Flower Bloom in Berlin
131 Restu Dalam Genggaman
132 Cafe Pilihan
133 A New Life
134 Chef de Cuisine
135 Ex Girlfriend
136 Pertengkaran Mesra
137 Cooking With Love
138 Penawaran Menarik
139 Sweet Night
140 Cinta Tulus
141 Di Bawah Kilatan Cahaya
142 Binar Yang Nakal
143 Hamil Muda
144 Redupnya Harapan
145 Setitik Dusta
146 Kegalauan Di Sore Hari
147 Bulan Madu Palsu
148 Jealous Not Jealous
149 Wanita Istimewa
150 Ujian Cinta
151 Cinta Dan Kecewa
152 Ich Liebe Dich, Rain!
153 Funny Fight
154 Bernyanyi Dalam Suka
155 Tempat Singgah
156 Kunci Baru
157 Mimpi Arsenio
158 Gundah
159 Father And Son
160 Pesan Di Ujung Malam
161 Jalan Yang Terang
162 Semalam Di Istana Rainier
163 Maaf Untuk Papa
164 Secercah Cahaya
165 Misi Rahasia
166 Pengintaian Pertama
167 Antrian Cinta
168 Rahasia Biantara
169 Menjemput Kenangan Lama
170 Antara Cinta Dan Dendam
171 Menunggu Kejutan
172 Serangan Tengah Hari
173 Tawa Kepalsuan
174 Senyuman Winona
175 Selembar Kertas Putih
176 Sopir Tampan Sang Nona
177 Antara Risau Dan Bahagia
178 Drama Dua Sejoli
179 Sisi Lain
180 Dimulainya Sebuah Permainan
181 Teman Bicara
182 Tentang Luka
183 Senyum Di Atas Skateboard
184 Dinner Out
185 Gencatan Senjata
186 Potongan Apel Terakhir
187 Bad Dream
188 Aksi Ajisaka
189 Antara Dua Sepupu
190 Kenyataan Pahit
191 Hancurnya Sebuah Hati
192 Seruan Damai
193 Di Ujung Perselisihan
194 Setetes Air Mata
195 Dua Wanita
196 Perkumpulan Tiga Pria
197 Rapat Kuliner
198 Karaoke Ria
199 Ancaman Baru
200 Peliknya Hidup
201 Salah Tingkah
202 Antara Croissant Dan Steak Wagyu
203 Sang Perayu
204 Atas Nama Ngidam
205 Firasat Binar
206 Reuni Keluarga
207 Nama Untuk Sang Cucu
208 Yang Teristimewa
209 Nasihat Ibu
210 Keinginan Terpendam
211 Pagi Kelabu
212 Mimpi Buruk Di Siang Hari
213 Berita Buruk
214 Jiwa Yang Hancur
215 Perpisahan Terakhir
216 Mata-mata Tampan
217 Dimulainya Pelacakan
218 Shower Box
219 Sarapan Syahdu
220 Foto Kejutan
221 Rekaman Terkutuk
222 Sejuta Maaf
223 Identitas Palsu
224 Kepedihan Yang Tersisa
225 Dua Hati Yang Tak Menyatu
226 Sosok Tak Bernyawa
227 Cinta Mati
228 Lirikan Dalam Diam
229 Setelan Cinta
230 One Step Closer
231 Spa Day
232 Sebutir Peluru
233 Satu Cup Es Krim
234 Berdamai Dengan Masa Lalu
235 Akhir Dari Segalanya
236 Tiga Serangkai
237 Setangkai Mawar
238 Tiba Saatnya
239 Kejutan Membahagiakan
240 Takdir Yang Berbicara
241 Pengumuman
242 Promosi Judul Baru
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Perjalanan Pertama
2
Mengambil Risiko
3
Pertengkaran Malam
4
Elegi Pagi
5
Konsekuensi
6
Wajah Lusuh
7
Di Bawah Air Terjun
8
Tentang Hujan
9
Optimisme
10
Sore Yang Hangat
11
Seandainya ...
12
Pakaian Mahal
13
Bayangan Hitam
14
Want To take You Away
15
Nama Yang Hilang
16
Gelang Emas
17
Ujung Langkah
18
Bayangan Indah
19
Terikat Kontrak
20
Di Penghujung Kesabaran
21
Keputusan Besar
22
Sepuluh Malam di Jogja
23
Penampakan Yang Lain
24
Mencari Binar
25
Kenyataan dan Harapan
26
Another Woman
27
Patah
28
Di Taman Renata
29
Tragedi Kamar Kecil
30
Makan Sore
31
Hiburan Untuk Chand
32
Dua Kotak Gurame
33
Masa Lalu Kelam
34
Sebingkai Foto Buram
35
Something to Remember
36
Ghea si Penggoda
37
Sekilas Pandang
38
Tanpa Restu
39
Hembusan Angin Malam
40
Sang Penghibur
41
Kenyataan Menyakitkan
42
Ingatan Yang Kembali
43
Tato Naga
44
Bangkitnya Arsenio
45
Sang Detektif
46
Senyuman Binar
47
Si Duda Bening
48
Nasihat Chand
49
Bab Visual
50
Petunjuk Baru
51
Kekasih Baru Sang Duda
52
Pelayanan Istimewa
53
Berharap Pada Keajaiban
54
Pertemuan Kembali
55
Cinta Dua Cabang
56
Perjuangan Dimulai
57
Diskusi Malam
58
Beratnya Rindu
59
Getaran Yang Sama
60
Gadis Penyelamat
61
Selangkah Lebih Dekat
62
Teman Merangkai Bunga
63
Ciuman Kedua
64
Sarapan Bersama
65
Cinta Sebiru Langit
66
Berebut Perhatian
67
Orang Ketiga
68
Penyesalan
69
Nirmala Dan Binar
70
Titik Terang
71
Ungkapan Masa Lalu
72
Janji Manis Arsenio
73
Si Kepiting Merah
74
Mister Trap
75
Pengakuan Chand
76
Dua Pesaing Tampan
77
Aroma Yang Tertinggal
78
Si Pemikat Hati
79
One Stop Cassanova
80
Praduga
81
Terluka
82
Cemburu
83
Tak Mampu Berpaling
84
Tenggelam Semakin Dalam
85
Metamorfosis
86
Berjuang Bersama
87
Amarah Winona
88
Let's Get Married
89
Adegan Manis
90
Yang Teristimewa
91
Menjawab Tantangan
92
Satu Rahasia
93
Di Bawah Bintang
94
Detik Mendebarkan
95
Keberanian Yang Datang
96
Harga Sebuah Cinta
97
Kenangan Terakhir
98
Gelang Pengikat
99
Pengganti Segala Hal
100
Binar Indah di Pagi Hari
101
Semua Karena Binar
102
Perjalanan Panjang
103
Di Antara Kebun Kopi
104
Melepas Rindu
105
Sisi Bijak Arsenio
106
Dua Cinderamata
107
Gereja Putih
108
Balada Cincin Lumba-lumba
109
Price To Pay
110
Sepenggal Kepedihan
111
Malam Pertama Sang Pengantin
112
Secarik Kertas
113
Surat Dari Ayah
114
Pamit
115
Akhir Untuk Sebuah Awal
116
Tawaran Manis
117
Hati Yang Rapuh
118
Ungkapan Perih
119
Alleen Binar
120
Obrolan Petang
121
Pertengkaran Pertama
122
Bad Girl
123
Setitik Kebaikan
124
Mencari Yang Telah Pergi
125
Melepaskan Diri
126
Pesan Tak Berbalas
127
Menembus Awan
128
Sang Perayu
129
Berlin, Aku Kembali
130
Flower Bloom in Berlin
131
Restu Dalam Genggaman
132
Cafe Pilihan
133
A New Life
134
Chef de Cuisine
135
Ex Girlfriend
136
Pertengkaran Mesra
137
Cooking With Love
138
Penawaran Menarik
139
Sweet Night
140
Cinta Tulus
141
Di Bawah Kilatan Cahaya
142
Binar Yang Nakal
143
Hamil Muda
144
Redupnya Harapan
145
Setitik Dusta
146
Kegalauan Di Sore Hari
147
Bulan Madu Palsu
148
Jealous Not Jealous
149
Wanita Istimewa
150
Ujian Cinta
151
Cinta Dan Kecewa
152
Ich Liebe Dich, Rain!
153
Funny Fight
154
Bernyanyi Dalam Suka
155
Tempat Singgah
156
Kunci Baru
157
Mimpi Arsenio
158
Gundah
159
Father And Son
160
Pesan Di Ujung Malam
161
Jalan Yang Terang
162
Semalam Di Istana Rainier
163
Maaf Untuk Papa
164
Secercah Cahaya
165
Misi Rahasia
166
Pengintaian Pertama
167
Antrian Cinta
168
Rahasia Biantara
169
Menjemput Kenangan Lama
170
Antara Cinta Dan Dendam
171
Menunggu Kejutan
172
Serangan Tengah Hari
173
Tawa Kepalsuan
174
Senyuman Winona
175
Selembar Kertas Putih
176
Sopir Tampan Sang Nona
177
Antara Risau Dan Bahagia
178
Drama Dua Sejoli
179
Sisi Lain
180
Dimulainya Sebuah Permainan
181
Teman Bicara
182
Tentang Luka
183
Senyum Di Atas Skateboard
184
Dinner Out
185
Gencatan Senjata
186
Potongan Apel Terakhir
187
Bad Dream
188
Aksi Ajisaka
189
Antara Dua Sepupu
190
Kenyataan Pahit
191
Hancurnya Sebuah Hati
192
Seruan Damai
193
Di Ujung Perselisihan
194
Setetes Air Mata
195
Dua Wanita
196
Perkumpulan Tiga Pria
197
Rapat Kuliner
198
Karaoke Ria
199
Ancaman Baru
200
Peliknya Hidup
201
Salah Tingkah
202
Antara Croissant Dan Steak Wagyu
203
Sang Perayu
204
Atas Nama Ngidam
205
Firasat Binar
206
Reuni Keluarga
207
Nama Untuk Sang Cucu
208
Yang Teristimewa
209
Nasihat Ibu
210
Keinginan Terpendam
211
Pagi Kelabu
212
Mimpi Buruk Di Siang Hari
213
Berita Buruk
214
Jiwa Yang Hancur
215
Perpisahan Terakhir
216
Mata-mata Tampan
217
Dimulainya Pelacakan
218
Shower Box
219
Sarapan Syahdu
220
Foto Kejutan
221
Rekaman Terkutuk
222
Sejuta Maaf
223
Identitas Palsu
224
Kepedihan Yang Tersisa
225
Dua Hati Yang Tak Menyatu
226
Sosok Tak Bernyawa
227
Cinta Mati
228
Lirikan Dalam Diam
229
Setelan Cinta
230
One Step Closer
231
Spa Day
232
Sebutir Peluru
233
Satu Cup Es Krim
234
Berdamai Dengan Masa Lalu
235
Akhir Dari Segalanya
236
Tiga Serangkai
237
Setangkai Mawar
238
Tiba Saatnya
239
Kejutan Membahagiakan
240
Takdir Yang Berbicara
241
Pengumuman
242
Promosi Judul Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!