20. Aku sudah pernah merasakannya

Semua orang kini sudah bersiap hendak masuk ke mobil. Ray juga sudah siap dengan mobil sedan BMW miliknya.

Ray memakai topi dan kaca mata hitam, agar tidak orang-orang tidak mengenalinya sebagai seorang entertainer.

"Xe, kamu ikut mobilku aja. akan di sana sudah banyak orang" ucap Ray.

"Nggak! Xena ikut mobil kita" ucap Vano menimpali dan memberikan tatapan tajam ke arah Ray.

"Bagaimana Xe?" tanya Ray mengabaikan tatapan Vano dan bertanya ke Xena.

"Aku ikut di mobil Ray saja, Liv kamu ikut aku juga yuk" ucap Xena.

Ray tersenyum mendengar jawaban Xena. Ia tidak masalah jika Xena mengajak Olive ikut juga.

Olive diam bingung menjawab apa, yang satu temannya, yang satu kakaknya. Ia melirik ke arah Vano yang menatapnya tajam, seolah menyuruh nya untuk tidak setuju.

"Kalau kamu nggak mau, nggak apa-apa kamu ikut mobil kak Vano saja, tapi aku tetep ikut Ray" ucap Xena.

"Aku ikut kamu deh" ucap Olive mengambil keputusan, ia memandang kakaknya seolah minta maaf.

Vano menghela nafas kesal, padahal ia hanya ingin dekat dengan Xena. Ia butuh bicara berdua dengan Xena dan menanyakan kenapa ia menghindarinya. Karena hatinya merasa tidak tenang saat melihat Xena mengabaikannya.

....

Sesampainya di pasar malam, semuanya berbaur menikmati suasana di sana. Mereka juga berwisata kuliner.

Xena menikmati wahana yang murah meriah itu. Bahkan Ray mengabadikannya dengan foto yang bahkan tidak di sadari oleh Xena.

"Xe, kita photo bareng yuk!" ajak Ray memberanikan diri.

"Boleh" ucap Xena tidak masalah.

Galang menjadi juru foto mereka berdua, Xena meminta gantian dan photo bersama Galang dan Olive bergantian. Ia juga memfoto Galang dan Ray berdua. Kemudian keempatnya Selfi bersama.

"Van, ayo kita foto berdua" ajak Yani.

"Aku tidak ingin, kamu foto dengan yang lain saja" tolak Vano, hal itu membuat Yani merasa sedih

Vano mengabaikannya, ia terus menatap mereka berempat yang berbahagia saling foto satu sama lain. Ia ingat jika dulu Ia, Xena dan Olive sangat dekat. Bahkan Xena sangat manja padanya, namun entah mengapa semuanya menghilang begitu saja dalam sekejap.

...

"Aku ke toilet bentar ya" ucap Xena

"Perlu aku antar, Xe?" tanya Olive

"Nggak perlu, kalian tunggu di sini saja" ucap Xena.

Xena bergegas ke kamar mandi karena sudah kebelet. ia merasa lega setelah berhasil membuangnya. Ia lalu beranjak ke tempat Ray dan yang lainnya berada.

Namun sebuah tangan menariknya ke samping rumah hantu. Xena berteriak, namun sia-sia karena mulutnya di bekap.

"Tenanglah Xe, ini aku" ucap Vano

"Vano!" ucap Xena terkejut, bahkan ia langsung memanggil nama Vano tanpa embel-embel kak. Dan menjauh darinya.

"Kenapa kakak bawa aku kesini?" ucap Xena datar.

"Aku ingin bicara sama kamu Xe" ucap Vano lembut.

"Tapi kan nggak usah dengan cara kaya gini juga" ucap Xena kesal

"Maaf, tapi tidak ada cara lain. Untuk ngomong berdua saja sangat susah" ucap Vano mengeluh, Xena hanya diam dan mengalihkan pandangannya.

"Xe, kenapa kau menghindariku? Apa aku punya salah denganmu?" tanya Vano

"Tidak, aku biasa aja tuh. Cuma perasaan kakak saja kali. Jadi aku di seret ke sini cuma mau ngomong ini doang? kalau gitu biarin aku kembali sekarang!" ucap Xena

"Apa ini cara kamu untuk membuatku tertarik?" tanya Vano, membuat Xena menghentikan langkahnya, ia tidak mengerti dan alisnya terangkat bingung.

"Jika memang begitu, kamu berhasil Xe. Aku mulai tertarik padamu" ucap Vano.

"Ngomong apa sih? Aku nggak ngerti!" ucap Xena memutar matanya.

Ia tidak menyangka jika Vano punya rasa narsisme yang tinggi. Ia kira dirinya menghindar karena ingin membuatnya tertarik, Xena malas mendengar alasan klasik itu.

"Xe, bagaimana kalau aku kasih kesempatan buat kamu mengejarku? Aku tidak akan mengacuhkanmu di masa depan, dan aku akan membuka hatimu untukmu sepenuhnya" ucap Vano dengan senyum manis di wajahnya.

"Ini orang otaknya kemasukan debu apa ya? atau kebentur jadinya geser atau otaknya belum di upgrade? Kenapa jadi tidak bisa berpikir logis dan tidak tahu malu?" gumam Xena jijik.

"Kamu terlalu narsis Vano, Mengijinkan aku mengejarmu, kamu bilang? Kamu salah minum obat ya, makanya jadi ngelantur? Dengar, aku tidak butuh izinmu. Aku juga sudah tidak tertarik lagi, jadi cukup menganggu ku sampai di sini saja. Aku sudah lelah, jadi biarkan aku pergi!" ucap Xena dengan tegas, ia sudah tidak peduli sopan santunnya pada Vano yang lebih tua, lalu melangkah pergi.

Namun tangannya di cekal oleh Vano, Vano membalik badan Xena dan memeluknya erat. Xena memberontak namun gagal karena Vano memeluknya sangat erat.

"Lepas!" teriak Xena

"Tidak! Aku tidak akan melepaskan kamu Xe" ucap Vano.

GREP!!! Bugh!!!

Tiba-tiba pelukan Vano terlepas dan sebuah Bogeman keras menghantam pipinya. Pelakunya tak lain adalah Ray, yang mengikutinya sejak tadi.

"Kau tidak dengar kalau Xena minta kamu melepaskannya, hah?!" teriak Ray.

"Si*l, ini bukan urusanmu, bajingan!!!" teriak Vano melepaskan pukulan ke arah Ray, namun tangan itu berhenti seketika sebelum mengenai Ray.

Xena telah berdiri di depan Ray, membuat Vano dan Ray terkejut di buatnya. Ray menahan tangannya, satu senti lagi Bogeman itu hampir mengenai wajah cantiknya. Namun Xena tidak mengedipkan mata sekalipun, ia justru menatap tajam ke arah Vano.

"Pukul aku jika kau mau! Aku tidak takut, karena aku sudah pernah merasakannya" ucap Xena dengan dingin, matanya meneteskan setetes air mata.

Mendengar dan melihat air mata itu Vano memegang dadanya yang terasa sakit, hatinya merasakan sakit yang luar biasa. Ia jatuh terduduk, air matanya tiba-tiba jatuh. Sebuah bayangan mimpi yang terus menghantuinya sepanjang malam terbayang, di mana ia memukuli Xena, dan membuatnya meninggal.

Ia bertanya-tanya mengapa Xena mengatakan hal itu, padahal selama ia hidup, ia tidak pernah menyakiti apalagi memukul Xena. Kalaupun ia lakukan itu, itu hanya ada dalam sebuah mimpi.

Ray yang mendengar kata-kata Xena merasakan sakit yang teramat, hatinya terluka untuk Xena.

"Apakah Xena pernah mengalami kekerasan?" gumamnya dalam hati.

Ia sangat terkejut dan sakit, Ray sangat yakin, mendengar dari nada suara dan tekanan dalam kata-kata Xena. Dalam ilmu psikologis, hal itu mengisyaratkan pernah terjadi padanya.

Ray mengetahuinya karena ia pernah mendalami ilmu psikologi. Tanpa pikir lagi, Ray menarik Xena yang berdiri terpaku ke dalam pelukannya.

Xena memberontak saat di pelukan Ray, bahkan Xena memukuli dadanya dan ia biarkan Cena memukulinya. Ray mengelus kepala Xena pelan.

"Xena, tidak terjadi apa-apa, tenanglah! Jangan takut, ada aku di sini! Ini aku, Ray" ucap Ray pelan. Ia mengatakannya setidaknya tiga kali.

Seketika pukulan Xena berhenti, ia kemudian memegang kepalanya yang terasa sakit, Xena kini menangis dalam pelukan Ray.

"Tidak apa-apa, ada aku. Kita pulang hmm?" ucap Ray, Xena hanya mengangguk lemah.

Ray menggendong Xena ala bridal style, Xena menyusupkan kepalanya ke dada Ray. Ray membawanya ke mobil, tak lupa ia mengabari Galang untuk kembali ke mobil segera dan memberi tahu Olive kalau Xena akan pulang lebih dulu.

Vano terdiam menatap kepergian Xena, hatinya masih terasa sakit dan di liputi bayangan kematian Xena di dalam mimpinya. Ia tidak bisa mencegah Xena di bawa pergi oleh Ray.

...••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

bagus Xen

2025-03-21

0

Erna Masliana

Erna Masliana

najis

2025-03-21

0

lily

lily

mampus loh 😏

2024-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!