Di Villa sebelah, Ray dan Galang mengajak Xena melihat-lihat ruang pemotretan dan Temat syuting buat iklan nanti. Xena tentu senang tour seperti ini.
Xena terkagum-kagum melihat alat-alat di sana, terutama perangkat untuk editing. Tentu Xena mengerti itu semua, karena bakat Vierra yang masuk ke memori otaknya sangat lah banyak, dan membuat Xena banyak mengerti keahlian yang luar biasa.
Kedatangan Xena ke Villa, justru menarik minat Jordan, sang fotografer berusia 35 tahun itu saat melihat Xena.
Bukan karena minat suka, tapi lebih pada minat menjadikannya seorang model profesional, meskipun tinggi badan Xena masih rata-rata, di bandingkan model kelas internasional, tapi itu sudah standart.
Xena memiliki tinggi sekitar 170cm (Beda 4cm sama author 😂). Kulit yang putih bersih, paras yang sangat cantik dan badan yang proporsional, menunjangnya untuk menjadi model.
Jordan kemudian memutuskan melangkah untuk menghampiri ketiganya.
"Ray..." panggil Jordan
"Bang Jordan, maaf saya bawa teman saya berkunjung ke lokasi" ucap Ray
"Tidak apa-apa santai saja, apa ini temanmu?" tanya Jordan
"Ya, namanya Xena. Xena, perkenalkan ini Bang Jordan fotografer yang bekerja di sini" ucap Ray
"Salam kenal..." ucap keduanya saling berjabat tangan.
"Ray, kenapa tidak kau ajak temanmu untuk menjadi model perempuan di edisi kali ini? Aku pikir dia sangat cocok untuk menjadi model wanita di iklan ini" ucap Jordan yang membuat Ray dan Xena terkejut.
"Lalu bagai mana Dengan Riska?" tanya Ray.
Riska adalah model perempuan yang awalnya di kontrak untuk jadi model di sini, namun karena alergi kambuh jadi dia tidak bisa syuting dan melakukan photoshoot.
"Managernya menelepon sutradara Rio barusan. Dia mengatakan alergi Riska cukup parah dan memerlukan waktu pulih paling cepat 3 hari lagi. Jadi ia meminta jadwal di undur Minggu depan" ucap Jordan
Ray mendengar itu pasti kesal, karena hal itu akan mempengaruhi schedule yang lain atau waktu istirahat nya.
"Aku nggak bisa ubah jadwalki, karena aku harus melakukan hal lain minggu depan" ucap Ray merasa tidak puas.
"Ya, itu masih di pikirkan oleh sutradara. Tapi kalau teman kamu mau mencobanya, aku bisa mengatakan itu pada sutradara Rio. ucap Jordan.
"Aku sih nggak apa-apa jika modelnya Xena. Tapi aku nggak tahu dia mau atau nggak" ucap Ray menatap Xena.
Xena yang di tatap merasa bingung, dia sama sekali tidak ada passion menjadi seorang model. Dia hanya bisa bergaya Selfi saja, kalau untuk pemotretan ia tidak pernah melakukannya.
Ia melirik Ray dan Galang yang begitu berharap mendengar iya. Xena bimbang, ia tahu ini termasuk dalam pekerjaan Galang yang sebagai asisten artis. Pasti dia akan kena dampaknya, jika shuting di undur Minggu depan karena mungkin bentrok dengan yang lain.
Lagian bagus juga jika ia bersama Ray dan Galang, bukankah berarti ia bisa menghindar lagi dari Vano besok? Pikir Xena
"Bagaimana Xena? Tentu saja kamu mendapat kan Fee yang selayaknya" ucap Jordan
"Tapi aku nggak pernah jadi model" ucap Xena masih sedikit ragu
"Itu nggak masalah, Xe. Kan ada aku. Aku akan membimbing kamu nanti kalau kamu bersedia menjadi pasangan modelku" ucap Ray semangat.
Ray pastinya dengan senang hati membantu Xena, itu berarti ia juga memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan wanita pujaannya itu.
Berbeda dengan respon Ray, Jordan justru terkejut mendengar ucapan Ray. Ia sudah bekerja begitu lama dengan Ray.
Ia sangat tahu jika Ray sangat tidak suka mengajari orang lain. Makanya Ray lebih suka bekerja sama dengan lawan main yang sudah pro.
Dalam adegan syuting atau photoshoot, bahkan Ray tidak mau melakukan skinship. Kalaupun harus, itu tidak lebih dari 3 detik dengan lawan main.
Adegan Ciuman juga ia tidak pernah mengambilnya saat ia terlibat film romance. Maka dari itu, Ray lebih banyak bermain dalam Film Action.
"Kalau begitu aku akan mencobanya. Tolong bantuannya Ray" ucap Xena.
"Tentu, nanti setelah ini kita bahas dan latihan dulu" ucap Ray.
"Bagus, kalau begitu kita akan mulai pemotretan besok subuh, untuk dapat moment sunrise di puncak bukit di belakang Villa. Jadi jam 4 pagi kalian harus sudah stand by" ucap Jordan antusias.
Mendengar jadwal yang begitu pagi membuat Xena terkejut, ia baru tahu ternyata menjadi artis atau model itu tidak segampang yang dia fikirkan.
....
Vano terus menerus melirik ke arah pintu, hari sudah mulai gelap tapi Xena belum juga pulang. Entah mengapa ia merasa gelisah mengingat Xena pergi bersama dua orang pria.
"Van, kita keluar yuk! Aku dengar ada pasar malam di perempatan sana. Sekalian wisata kuliner malam gitu" ucap Yani semangat.
"Hmm, tapi nanti kalau Xena sudah pulang. Baru kita berangkat bareng-bareng" ucap Vano
"Kenapa harus nunggu Xena? Kan Xena lagi sama temannya" ucap Yani membujuk.
"Kalau kau mau pergi, pergi saja! Jangan memaksa dong!" ucap Olive tiba-tiba datang bersama yang lain.
"Aku kan cuma kasih saran Liv, lagian Xena masih sama temannya dan nggak tahu kapan pulangnya. Bisa jadi ia pulangnya malam" ucap Yani
"Aku juga cuma kasih saran, kalau kau mau ke sana ya kesana saja, jangan memaksa orang untuk ikut" balas Olive, membuat Yani diam tak berkutik menahan kesal.
Tiba-tiba Xena, Ray dan Galang datang. Ketiganya heran melihat semuanya berkumpul di ruang tamu.
Melihat Xena datang, Olive langsung menghampirinya dan memeluk lengannya.
"Lama banget si Xe, katanya cuma lihat-lihat doang" ucap Olive cemberut.
"He-he maaf Liv, tadi ada urusan bentar. Tapi kenapa kalian ngumpul di sini?" tanya Xena.
"Kita mau ke pasar malam yang ada di perempatan depan sana, tapi kita nungguin kamu pulang dulu" ucap Olive
"Loh kenapa kamu nggak telepon aku? Maaf, jadi buat kalian menunggu" ucap Xena merasa tidak enak.
Ia lama di Villa sebelah, lamanya karena Xena dan Ray membahas soal pemotretan besok pagi dan sedikit latihan.
"Kalau aku mandi dulu nggak apa-apa?" tanya Xena
"Udah telat pulang, minta waktu mandi dulu lagi. Nggak tahu malu" gumam Yani, namun masih bisa terdengar.
"Eh lampir, diem Lu!!! Tua-tua nggak ngotak ya, masa iya Xena pergi nggak mandi dulu. Lagian ini tuh masih sore, pasar malam juga masih belum mulai kali. Dasar caper!" ucap Olive kesal.
"Kamu...." ucap Yani kesal, namun ia menahannya karena tidak mau imejnya jelek di mata Vano. Ingin sekali ia mencabik muka Olive, namun ia tidak bisa melakukan nya karena ia harus jaga citra wanita polos.
"Udah Xe kamu mandi aja, kita tungguin kok" ucap Olive.
"Xe, aku sama Galang balik dulu, mau mandi juga. Nanti kabari kalau mau berangkat ke sana, kita juga mau ke pasar malam" ucap Ray, Galang yang mendengarnya terkejut.
Seorang artis papaan atas seperti Ray mau ke pasar malam? Yang ada semua orang di pasar malam gempar. Pikirnya.
"Hmm nanti aku chat" ucap Xena.
"Kenapa tuh dua manusia ikut juga sih? Kenapa nggak diem aja di Villa, dasar penganggu" gumam Vano dalam hati.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Erna Masliana
kamu sendiri pemaksa Liv.. udah dibilangin Xena mau move on.. kamu malah maksa Xena terus
2025-03-21
0
viaa_kaiserrr
wih si author tinggi juga ya
2024-02-10
1
Neng Alifa
sgitu dibilang rata'' . trs saya apa yg 155 😭😭😭😭
2024-01-30
1