19. Tawaran

Di Villa sebelah, Ray dan Galang mengajak Xena melihat-lihat ruang pemotretan dan Temat syuting buat iklan nanti. Xena tentu senang tour seperti ini.

Xena terkagum-kagum melihat alat-alat di sana, terutama perangkat untuk editing. Tentu Xena mengerti itu semua, karena bakat Vierra yang masuk ke memori otaknya sangat lah banyak, dan membuat Xena banyak mengerti keahlian yang luar biasa.

Kedatangan Xena ke Villa, justru menarik minat Jordan, sang fotografer berusia 35 tahun itu saat melihat Xena.

Bukan karena minat suka, tapi lebih pada minat menjadikannya seorang model profesional, meskipun tinggi badan Xena masih rata-rata, di bandingkan model kelas internasional, tapi itu sudah standart.

Xena memiliki tinggi sekitar 170cm (Beda 4cm sama author 😂). Kulit yang putih bersih, paras yang sangat cantik dan badan yang proporsional, menunjangnya untuk menjadi model.

Jordan kemudian memutuskan melangkah untuk menghampiri ketiganya.

"Ray..." panggil Jordan

"Bang Jordan, maaf saya bawa teman saya berkunjung ke lokasi" ucap Ray

"Tidak apa-apa santai saja, apa ini temanmu?" tanya Jordan

"Ya, namanya Xena. Xena, perkenalkan ini Bang Jordan fotografer yang bekerja di sini" ucap Ray

"Salam kenal..." ucap keduanya saling berjabat tangan.

"Ray, kenapa tidak kau ajak temanmu untuk menjadi model perempuan di edisi kali ini? Aku pikir dia sangat cocok untuk menjadi model wanita di iklan ini" ucap Jordan yang membuat Ray dan Xena terkejut.

"Lalu bagai mana Dengan Riska?" tanya Ray.

Riska adalah model perempuan yang awalnya di kontrak untuk jadi model di sini, namun karena alergi kambuh jadi dia tidak bisa syuting dan melakukan photoshoot.

"Managernya menelepon sutradara Rio barusan. Dia mengatakan alergi Riska cukup parah dan memerlukan waktu pulih paling cepat 3 hari lagi. Jadi ia meminta jadwal di undur Minggu depan" ucap Jordan

Ray mendengar itu pasti kesal, karena hal itu akan mempengaruhi schedule yang lain atau waktu istirahat nya.

"Aku nggak bisa ubah jadwalki, karena aku harus melakukan hal lain minggu depan" ucap Ray merasa tidak puas.

"Ya, itu masih di pikirkan oleh sutradara. Tapi kalau teman kamu mau mencobanya, aku bisa mengatakan itu pada sutradara Rio. ucap Jordan.

"Aku sih nggak apa-apa jika modelnya Xena. Tapi aku nggak tahu dia mau atau nggak" ucap Ray menatap Xena.

Xena yang di tatap merasa bingung, dia sama sekali tidak ada passion menjadi seorang model. Dia hanya bisa bergaya Selfi saja, kalau untuk pemotretan ia tidak pernah melakukannya.

Ia melirik Ray dan Galang yang begitu berharap mendengar iya. Xena bimbang, ia tahu ini termasuk dalam pekerjaan Galang yang sebagai asisten artis. Pasti dia akan kena dampaknya, jika shuting di undur Minggu depan karena mungkin bentrok dengan yang lain.

Lagian bagus juga jika ia bersama Ray dan Galang, bukankah berarti ia bisa menghindar lagi dari Vano besok? Pikir Xena

"Bagaimana Xena? Tentu saja kamu mendapat kan Fee yang selayaknya" ucap Jordan

"Tapi aku nggak pernah jadi model" ucap Xena masih sedikit ragu

"Itu nggak masalah, Xe. Kan ada aku. Aku akan membimbing kamu nanti kalau kamu bersedia menjadi pasangan modelku" ucap Ray semangat.

Ray pastinya dengan senang hati membantu Xena, itu berarti ia juga memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan wanita pujaannya itu.

Berbeda dengan respon Ray, Jordan justru terkejut mendengar ucapan Ray. Ia sudah bekerja begitu lama dengan Ray.

Ia sangat tahu jika Ray sangat tidak suka mengajari orang lain. Makanya Ray lebih suka bekerja sama dengan lawan main yang sudah pro.

Dalam adegan syuting atau photoshoot, bahkan Ray tidak mau melakukan skinship. Kalaupun harus, itu tidak lebih dari 3 detik dengan lawan main.

Adegan Ciuman juga ia tidak pernah mengambilnya saat ia terlibat film romance. Maka dari itu, Ray lebih banyak bermain dalam Film Action.

"Kalau begitu aku akan mencobanya. Tolong bantuannya Ray" ucap Xena.

"Tentu, nanti setelah ini kita bahas dan latihan dulu" ucap Ray.

"Bagus, kalau begitu kita akan mulai pemotretan besok subuh, untuk dapat moment sunrise di puncak bukit di belakang Villa. Jadi jam 4 pagi kalian harus sudah stand by" ucap Jordan antusias.

Mendengar jadwal yang begitu pagi membuat Xena terkejut, ia baru tahu ternyata menjadi artis atau model itu tidak segampang yang dia fikirkan.

....

Vano terus menerus melirik ke arah pintu, hari sudah mulai gelap tapi Xena belum juga pulang. Entah mengapa ia merasa gelisah mengingat Xena pergi bersama dua orang pria.

"Van, kita keluar yuk! Aku dengar ada pasar malam di perempatan sana. Sekalian wisata kuliner malam gitu" ucap Yani semangat.

"Hmm, tapi nanti kalau Xena sudah pulang. Baru kita berangkat bareng-bareng" ucap Vano

"Kenapa harus nunggu Xena? Kan Xena lagi sama temannya" ucap Yani membujuk.

"Kalau kau mau pergi, pergi saja! Jangan memaksa dong!" ucap Olive tiba-tiba datang bersama yang lain.

"Aku kan cuma kasih saran Liv, lagian Xena masih sama temannya dan nggak tahu kapan pulangnya. Bisa jadi ia pulangnya malam" ucap Yani

"Aku juga cuma kasih saran, kalau kau mau ke sana ya kesana saja, jangan memaksa orang untuk ikut" balas Olive, membuat Yani diam tak berkutik menahan kesal.

Tiba-tiba Xena, Ray dan Galang datang. Ketiganya heran melihat semuanya berkumpul di ruang tamu.

Melihat Xena datang, Olive langsung menghampirinya dan memeluk lengannya.

"Lama banget si Xe, katanya cuma lihat-lihat doang" ucap Olive cemberut.

"He-he maaf Liv, tadi ada urusan bentar. Tapi kenapa kalian ngumpul di sini?" tanya Xena.

"Kita mau ke pasar malam yang ada di perempatan depan sana, tapi kita nungguin kamu pulang dulu" ucap Olive

"Loh kenapa kamu nggak telepon aku? Maaf, jadi buat kalian menunggu" ucap Xena merasa tidak enak.

Ia lama di Villa sebelah, lamanya karena Xena dan Ray membahas soal pemotretan besok pagi dan sedikit latihan.

"Kalau aku mandi dulu nggak apa-apa?" tanya Xena

"Udah telat pulang, minta waktu mandi dulu lagi. Nggak tahu malu" gumam Yani, namun masih bisa terdengar.

"Eh lampir, diem Lu!!! Tua-tua nggak ngotak ya, masa iya Xena pergi nggak mandi dulu. Lagian ini tuh masih sore, pasar malam juga masih belum mulai kali. Dasar caper!" ucap Olive kesal.

"Kamu...." ucap Yani kesal, namun ia menahannya karena tidak mau imejnya jelek di mata Vano. Ingin sekali ia mencabik muka Olive, namun ia tidak bisa melakukan nya karena ia harus jaga citra wanita polos.

"Udah Xe kamu mandi aja, kita tungguin kok" ucap Olive.

"Xe, aku sama Galang balik dulu, mau mandi juga. Nanti kabari kalau mau berangkat ke sana, kita juga mau ke pasar malam" ucap Ray, Galang yang mendengarnya terkejut.

Seorang artis papaan atas seperti Ray mau ke pasar malam? Yang ada semua orang di pasar malam gempar. Pikirnya.

"Hmm nanti aku chat" ucap Xena.

"Kenapa tuh dua manusia ikut juga sih? Kenapa nggak diem aja di Villa, dasar penganggu" gumam Vano dalam hati.

...•••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

kamu sendiri pemaksa Liv.. udah dibilangin Xena mau move on.. kamu malah maksa Xena terus

2025-03-21

0

viaa_kaiserrr

viaa_kaiserrr

wih si author tinggi juga ya

2024-02-10

1

Neng Alifa

Neng Alifa

sgitu dibilang rata'' . trs saya apa yg 155 😭😭😭😭

2024-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!