Setelah pertemuannya dengan Galang di airport, Xena langsung pergi kemudian memesan taxi dan pulang ke rumah.
Jika itu dirinya yang dulu, sudah pasti ia berada di rumah Vano dan enggan untuk pulang. Namun setelah kelahiran kembali dirinya, tentu ia tidak akan melakukan hal yang berhubungan dengan Vano lagi.
Berbeda dengan Xena, Vano yang saat ini galau saat sudah sampai di rumahnya setelah mengantar Yani dan Bram pulang.
Ya, meskipun harus dengan perdebatan alot karena Olive kekeh menolak Yani pulang bersama dengannya.
Olive akhirnya mengalah, ia terlalu malas berdebat panjang dengan kakaknya. Ia juga merutuki Xena yang membuatnya kesal dengan lari meninggalkan dirinya.
"Kenapa aku terus memikirkannya?" Vano bertanya-tanya
"Kenapa dia sangat berubah, dia bahkan enggan menatapku barusan" ucap Vano lagi.
Ia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang empuk yang sudah dua tahun ini ia tinggalkan, selama menempuh pendidikan di luar negeri.
"Baru sejam yang lalu kita berpisah, kenapa aku terus mengingatnya? Apa aku merindukannya? Apa ini karena efek mimpi yang terus berulang itu?" gumam Vano lagi.
"Ah, sudahlah. Lebih baik aku mandi dan tidur. Badanku sudah sangat lelah berada di pesawat begitu lama" ucap Vano kemudian ia beranjak ke kamar mandi
....
Di tempat lain, Galang membantu Ray untuk persiapan syuting film. Ray adalah aktor papan atas di negeri ini, ia bahkan di juluki sebagai The king of Film di negara ini.
Semua Film yang ia perankan, sukses di pasaran dan menempati puncak rating tertinggi selama sejarah perfilman tanah air.
Dia memiliki followers lebih dari 10 juta di IG dan jutaan subscribers di Utube. Namun ia di juluki the power of kulkas, karena sifatnya yang dingin saat berada di luar adegan.
Setelah hampir 3 jam take adegan, Ray sudah menyelesaikan skrip yang ia miliki hari ini. Ray sangat menjiwai saat berakting, ia hanya butuh satu kali take untuk mendapatkan hasil sempurna.
Jika pun itu harus di ulang, itu karena lawan mainnya yang memiliki kesalahan. Entah itu salah dialog atau kurang tepat saat mengekspresikan wajah.
"Minumlah" Galang menyodorkan air mineral dan membawa Tisu kering untuk menglap keringat artisnya itu.
"Thanks, Lang" ucap Ray, ia sangat menghargainya dan bersikap sopan meskipun Galang bawahannya.
"Sama-sama, sudah tugasku Ray" jawab Galang.
Ray menangkap sedikit kegelisahan di wajah Galang, lalu ia menanyakan nya.
"Ada apa?" tanya Galang
"Hmm, apa boleh aku izin keluar malam ini? Bukankah kamu tidak memiliki jadwal lain setelah ini? Tidak ada syuting saat malam hari, bahkan adegan untuk hari ini kamu sudah menyelesaikan semuanya, kan?" tanya Galang.
"Kau mau kemana memangnya? Apa kau punya kerabat di sini dan ingin mengunjunginya?" tanya Ray perhatian pada Galang.
"Hmm, sebenarnya aku ingin bertemu dengan nona Xena, gadis yang kita temui di airport. Aku mengirim pesan untuknya agar dia menyimpan nomorku. Dan Ia tadi menghubungiku dan menanyakan apakah malam ini aku punya waktu luang. Dia mengatakan jika ada sesuatu yang ingin di bicarakan dan ada barang yang di titipkan kakak untukku" ucap Galang jujur.
"Apa kau tidak takut itu hanya modus wanita itu saja?" tanya Ray, yang terkejut saat nama Xena di sebut.
"Modus? Hey, aku bukan artis seperti dirimu? Meskipun aku juga tampan sih, hahaha" ucap Galang tertawa.
"Aku serius Galang" ucap Ray dengan mimik wajah serius.
"Aku juga serius Ray, lagian nih ya. Aku yakin dia tidak berbohong, karena dia mengenalku dan ia tahu nama mendiang kakakku. Padahal aku baru kali ini ke ibukota dan aku juga baru satu mingguan ini bekerja sebagai asistenmu, bukan?" ucap Galang.
"Tapi aku tetap khawatir, bagaimana kalau aku ikut" ucap Ray
"Kamu ikut? Alah, aku tahu... Pasti kau sendiri yang mau modus kan?" ucap Galang meledek
"Ti-tidak!! Aku hanya khawatir padamu, sungguh!!! Lagian seperti yang kamu bilang, kamu baru ke ibukota, aku takut kamu nyasar dan tidak tahu jalan" ucap Ray masuk akal.
"Benar juga ya, l baiklah, aku akan menghubungi nona Xena. Apa tidak masalah jika aku membawamu" ucap Galang
Ray mengangguk saja, Galang pun mengetik ponselnya dan mengirim pesan ke Xena. Tak lama kemudian Xena membalas jika ia tidak keberadaan dengan itu. Mengetahui hal itu tanpa sadar membuat Ray mengangkat sudut bibirnya.
....
Malamnya di restoran tempat Galang dan Xena bertemu. Xena sengaja memesan private room agar dia leluasa bicara dengan Galang tanpa terganggu orang lain.
Xena sudah sampai lebih dulu dan menunggu dengan sabar Galang datang.
Tok! Tok! Tok!
Tak lama pintu di ketuk, lalu dua orang pria masuk ke dalam ruangan itu. Xena mengerutkan keningnya, bukan karena terkejut Galang datang tidak sendirian. Tapi karena pria yang bersamanya adalah orang yang sama saat di Airport.
"Hai nona Xena, maaf aku datang terlambat dan membuatmu menunggu lama " ucap Galang menyapa dan menjelaskan pada Xena takut wanita di depannya tersinggung.
"Hai Galang, tidak lama karena aku juga baru datang. Oh iya silahkan duduk!" ucap Xena tidak keberatan.
Setelahnya mereka memesan makan sebelum berbicara hal lainnya. Ray membuka maskernya karena udara pengap saat memakainya.
Dia heran, bukannya Xena terkejut melihat wajahnya. Justru Ray yang terkejut melihat reaksi wanita cantik di depannya biasa saja.
"Kau tidak terkejut melihatku?" tanya Ray, karena mulutnya sudah gatal ingin menanyakan tentang itu.
"Kenapa aku harus terkejut?" tanya Xena mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Apa kau tidak mengenali ku?" tanya Ray tidak percaya jika Xena tidak mengenalnya.
"Tidak! Memangnya kamu siapa? Kenapa aku harus mengenalmu? Memangnya kau orang penting di negeri ini? presiden atau pebisnis handal, mungkin? Tapi maaf, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya" jawab Xena dengan polosnya dan monohok.
Ray sampai terbatuk mendengarnya, ia sangat terkejut karena masih ada yang belum mengenal dirinya. Padahal dia adalah artis terkenal dengan banyak penghargaan.
Selain itu, ia lahir dari keluarga konglomerat yang akan mewarisi perusahaan keluarga, setelah ia keluar dari industri hiburan.
Galang justru terkekeh geli melihat tingkah Bos nya itu, ini adalah hal terlucu baginya. Di saat si kulkas tampan yang biasanya pendiam dan dingin kecuali sedang take adegan. Justru di buat bungkam dan tidak berdaya saat dirinya berbicara lebih banyak dengan seorang gadis yang mungkin menarik minatnya.
Andai saja media tahu, kejadian ini pasti akan menjadi heboh dan Viral di jagat Maya.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Erna Masliana
modus
2025-03-21
0
Ruby Jane
aneh sama vano, kan dy udah tau ya klo yani ular tp ko msh di belain aja.. berti vano ini emang type cowo bodoh gampang di perdaya.. mirip crta diana, cm crta diana pure time travel.
2024-07-24
1
Choco
🤩😍
2023-06-14
1