Pagi-pagi Xena sudah siap untuk berangkat kuliah, ia membereskan bekal nasi goreng ati ampela sebagai perantara permintaan maaf, pada sahabatnya yang tengah marah padanya.
Sahabatnya itu tengah ngambek karena Xena meninggalkannya di airport, membiarkan nenek lampir berhasil masuk ke mobil. Begitu kira-kira isi pesan Olive sebelum ia ngambek tidak membalas pesan dan juga tidak menjawab panggilan telepon Xena.
"Mah, pah, Xena berangkat kuliah dulu" ucap Xena pamit kepada orang tuanya dengan mencium tangan keduanya.
"Ya, hati-hati dan kuliah yang bener ya Xe" ucap Utari pada putri satu-satunya itu.
"Siap Bu bos" ucap Xena.
"Hati-hati Xe" ucap Indra
"Siap pak komandan" ucap Xena
Orang tua Xena menggelengkan kepalanya, sudah lebih dari seminggu ini Putrinya semakin dekat dengan mereka. Dan mereka sudah tidak heran anaknya bisa menggunakan motor.
Karena Xena sudah mengatakan pada mereka, jika traumanya sudah menghilang. Hal itu membuat kedua orang tuanya merasa lega dan senang mendengarnya.
...
Di kampus, Xena sengaja menunggu di depan kelas Olive, dengan membawa bekal makanan di tangannya. Tak lama Olive datang, ia terkejut melihat Xena berdiri di depan kelasnya.
"Ngapain kamu ke sini?" ucap Olive ketus, ia masih kesal karena Xena yang telah meninggalkannya di Airport.
"Aku ingin minta maaf Liv, aku minta maaf ya. Aku beneran punya suatu hal yang mendesak yang harus aku lakukan" ucap Xena
"Tapi tidak dengan seenaknya meninggalkan aku kan? Kau tahu? Gara-gara kamu pergi. Cewe lampir itu punya alasan untuk ikut masuk ke mobilku, aku kesal sama kamu! Kau tidak takut apa, kalau lampir itu merebut Kak Vano darimu?" ucap Olive masih dengan nada kesal.
Xena terdiam, ia dalam hati mengiyakan jika ia dulu sudah di salip teman Vano itu. Bahkan di kehidupan sebelumnya, ia yang menjadi istri, tapi Vano justru berhubungan badan besama wanita lain yang tak lain adalah Yani.
Dalam pikiran Xena, ia merutuki kebodohannya di masa lalu. Ia menebak bisa jadi hubungan Vano dan Yani memang sudah berjalan sejak dulu sebelum kejadian itu terjadi.
"Aku tahu, aku minta maaf. Kamu mau maafin aku kan Liv? Aku beneran punya hal yang harus aku urus mendadak, hmmm ini aku buatin nasi goreng ati ampela kesukaan kamu" ucap Xena.
Mendengar Xena khusus membuat makan favoritnya untuk meminta maaf padanya, membuat Olive dilema. Ia hampir saja meneteskan air liur saat mengingat rasa yang luar biasa enak dari masakan Xena.
"Ekhmmm... Aku terima nasi gorengnya" ucap Olive membuat Xena tersenyum
"Tapi, aku belum memaafkan kamu ya, sebelum kamu bilang padaku tentang sesuatu apa yang membuat kamu meninggalkan aku" ucap Olive
Bibir Xena berkedut, memang susah mendapatkan maaf dari sahabatnya yang keras kepala itu. Xena menghela nafasnya sebelum ia mengatakan sesuatu pada Olive.
"Baiklah, aku akan menjelaskan padamu alasannya. Tapi nanti setelah selesai kelas sore di taman" ucap Xena Karena ia ada kelas sampai jam 4 sore hari ini.
"Oke aku tunggu kalau begitu" ucap Olive.
Keduanya kemudian berpisah ke kelas masing-masing. Mereka janji ketemuan di taman setelah kelas selesai.
...
Setelah jam 4 sore, Xena kini tengah duduk dengan sahabat satu-satunya itu di taman. Sejujurnya Xena sejak di kelas sudah sibuk memikirkan alasannya membuatnya pusing sendiri. Jadi ia memutuskan untuk bicara hampir sama dengan yang di katakan ke Galang.
"Kamu bilang kamu ketemu sama adik teman kamu di airport? Teman yang mana? Bukannya kamu dulu fokus sama kak Vano jadi nggak punya temen lain selain aku? Paling juga temen kelas doang, itu pun nggak terlalu akrab" ucap Olive saat Xena mengatakan jika ia mendadak harus bertemu adik dari temannya.
Xena tertegun mendengar itu, memang benar kalau ia tidak memiliki teman selain teman sekelas yang tidak begitu akrab, baik itu di sekolah menengah maupun di kampus. Karena dulu ia hanya fokus mengejar Vano
Otak Xena di paksa untuk mikir cepat, untungnya ia tidak kehabisan ide untuk menjawabnya.
"Hmm, kau benar tapi juga salah. Aku memang hanya punya temen kelas yang tidak terlalu akrab. Aku juga hanya punya satu sahabat yaitu kamu. Tapi saat aku berkunjung ke ke provinsi B beberapa tahun lalu, aku punya kenalan di sana namanya Vierra. Meskipun nggak terlalu dekat seperti aku dan kamu. Tapi Aku dan dia cukup akrab dan berteman dengan baik, bahkan aku menganggap nya sebagai kakak perempuanku karena usia kita selisih 4 tahun. Dia bahkan tidak sungkan curhat mengenai kehidupannya yang tidak terlalu baik, begitupun sebaliknya aku dulu sering menceritakan tentang kamu dan Vano" ucap Xena
Xena memang pernah mengunjungi Provinsi B setahun yang lalu, karena memiliki saudara yang akan menikah di sana saat itu.
"Kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang si Vierra itu padaku sebelumnya? Bukannya kamu bilang aku ini sahabat kamu? Terus apa hubungannya dengan ketemu adiknya di airport" tanya Olive heran.
"Bukannya aku nggak mau cerita tentang dia Liv, karena rencananya aku akan kenalin kalian langsung padanya saat ia balik dari studinya di luar negeri, karena dia bilang akan ke ibukota. Dan kenapa kemarin aku samperin adiknya, karena aku ingin kasih sesuatu yang di titipkan Vierra padaku, yang memang mmsedang di butuhkan keluarganya" ucap Xena
"Lah, kenapa kamu nggak kasih langsung ke rumahnya, terus kenapa di titipin ke kamu? Kenapa nggak Vierra yang kasih langsung ke keluarganya?" tanya Olive lagi
"Karena Keluarga Vierra sudah pindah ke kota lain dan aku nggak tahu mereka tinggal di mana. Sedangkan Vierra, dia meninggal dua Minggu yang lalu saat perjalanan pulang ke negara ini naik pesawat dari negara S" ucap Xena
"Astaga Xe, aku minta maaf, aku nggak tahu" ucap Olive merasa tidak enak.
"It's oke. Salah aku juga nggak cerita tentang Vierra dan nggak jelasin kenapa aku pergi waktu itu karena aku buru-buru ngejar dia. Sorry ya Liv. Soalnya aku galau di tengah amanah yang aku pegang, namun keluarga Vierra sudah pindah. Dan aku nggak sengaja lihat dia di airport jadi aku langsung mengejarnya" ucap Xena
"Hmm, aku yang minta maaf udah marah sama kamu tanpa denger penjelasan kamu dulu" ucap Olive dan Xena berpelukan.
Keduanya pun akur lagi, bercanda gurau lagi. setelah selesai kuliah keduanya pulang ke rumah Xena. Itu karena Olive ingin makan masakan Xena yang super lezat itu.
Bekal dari Xena, sudah habis sejak pagi tadi karena Olive tidak kuat untuk menahan aromanya.
Olive pualng bersama Xena naik motor, bahkan ia tidak lagi takut di bonceng Xena dengan motor maticnya.
Mereka membelah kemacetan ibukota dan menikmati menyalip di antara mobil yang merayap pelan. Tidak aneh, karena ibukota negerinya ini terkenal dengan kemacetan yang tidak ada habisnya.
Motor Xena berhenti di lampu merah, dua pengemudi mobil di belakangnya terkejut dan memegang dadanya saat melihat mereka. Terlebih saat keduanya melihat Xena dan Olive tengah sedikit mengobrol dan tertawa, entah apa yang mereka bicarakan.
"Cantiknya...."
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Niarotun angzumi
kyknya itu galang sma rey deh🤔
2023-03-29
1
ria
AQ kira pake kata keramat yg satu itu.
MENARIK 🤭🤭
2023-03-22
1
AK_Wiedhiyaa16
Walaupun sahabat tapi kan ga semua hal harus diceritain, tiap individu juga butuh privasi dong
2023-02-18
2