09. Mimpi berulang

#Flashback 1 Minggu yang lalu.

Vano terbangun dari mimpinya, ia terengah-engah saat ia bangun dari mimpi buruknya.

Di mimpi itu, ia membunuh seorang wanita yang tak lain adalah istrinya. Namun saat wanita itu hampir meregang nyawa, ia di kejutkan dengan kenyataan yang sebenarnya. Bahwa wanita yang menjadi istrinya itu tidak bersalah dan semua itu hanya salah paham.

Saat ia menyesali dan membawanya ke rumah sakit, wanita itu justru meninggal karena kesalahan yang ia perbuat.

Awalnya Vano mengabaikan mimpi itu. Namun mimpi itu terus berulang, bahkan wajah wanita yang menjadi istri di mimpinya itu terlihat semakin jelas tepat malam sebelum ia pulang ke negaranya.

Xena!!!

Ya wanita itu adalah Xena, wanita yang seminggu ini selalu hadir dalam mimpi mengerikan yang selalu berulang.

Namun masih ada bagian dari mimpinya yang tidak bisa ia ingat, yaitu tentang orang yang membunuh Olive dan juga kata terakhir yang di ucapkan Xena sebelum meninggal.

#Flasback Off

...

Vano menatap wajah Xena yang justru mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Vano mengerutkan keningnya, jelas ia yakin jika wanita yang seminggu ini selalu hadir di mimpinya itu sangat menempel padanya sejak dulu.

Namun entah mengapa Vano melihat Xena kini justru enggan untuk melihat dirinya. Hati Vano merasakan sakit karena hal itu.

"Xena..."

"Kenapa hatiku sakit melihatnya begitu acuh padaku? Pandangannya saat menatapku sekilas begitu dingin. Apa karena mimpi itu, aku jadi terbawa rasa sakit saat melihatnya? Tapi, kenapa ia mengabaikanku? Apa ada yang aku lewatkan selama dua tahun belakangan ini?" Vano bertanya-tanya dalam hatinya.

Vano jelas sangat mengetahui, jika sahabat dari adiknya itu menyukai dirinya. Vano juga memiliki kasih sayang pada Xena, meskipun ia tidak tahu perasaannya pada Xena apakah cinta atau sebatas menganggapnya adik. Apalagi mereka berteman sejak mereka kecil.

Meskipun demikian, ia tetap bersikap baik padanya. Ia tidak ingin menyakiti Xena dan ia juga sedikit menjaga jarak sebelum ia yakin dengan pasti apa yang sebenarnya ia rasakan. Apakah cinta atau sayang sebagai adik semata.

"Kak..." sapa Olive memeluk kakaknya

"Hai princess kakak yang paling cantik" balas Vano, ia memeluk balik adiknya itu.

Namun matanya menatap Xena yang hanya diam tanpa ekspresi menatapnya. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan Xena yang dulu.

Dulu, gadis cantik itu tidak segan langsung menghamburkan diri ke pelukannya. Bahkan enggan melepasnya ketika Vano memintanya lepas. Tapi sekarang?

Jangankan memeluk, senyum pun tidak ada di wajah cantiknya yang dulu selalu Xena berikan padanya.

Apa yang salah? Begitu yang di fikirkan Vano.

"Hai Xena, terimakasih sudah menjemputku. Kau terlihat semakin cantik setelah sekian lama tidak bertemu" sapa Vano mengambil inisiatif menyapanya terlebih dulu dengan senyum manis di wajahnya, yang entah mengapa jantungnya berdegup kencang saat menyapa gadis di depannya itu.

Tentu saja ia mengatakan apa adanya, entah mengapa setelah dua tahun. Meskipun dulu ia cantik tapi sekarang Xena terlihat lebih cantik dan menarik di matanya.

Xena terdiam sejenak, ia sekuat tenaga menahan tubuhnya yang bergetar dan berdiri tenang seolah tidak ada apa-apa. Ia juga terkejut, karena tidak biasanya Vano menyapanya lebih dulu.

"Hai Kak, aku hanya mengantar Olive menjemput kalian. Dan terimakasih atas pujiannya" ucap Xena dengan datar dan masih tanpa ekspresi.

Bukan hanya Vano yang terkejut melihat dan mendengar itu, tapi juga Olive. Keduanya heran kenapa sikap Xena berubah saat ini, tidak seperti dulu yang begitu ceria.

Terlebih saat ia melihat Vano, ia akan bersikap manis dan juga berpenampilan seperti orang dewasa yang anggun, tapi saat ini hanya dingin dan datar.

"Hai Xe, wow, kau sungguh banyak berubah. Kau makin terlihat manis dan cantik" sapa Bram, pria tampan dan tinggi itu dengan kulitnya yang sawo matang.

"Hai, Kak Bram, terimakasih pujiannya" ucap Xena sama datarnya

"Hai Xena" sapa Yani.

"Hmm" jawab Xena malas, karena ia tidak ingin meledakan emosinya sekarang saat melihat wajah Yani.

Yani tersenyum kecut, saat sapaannya tidak di balas dengan benar.

"Van, apa kita diam berdiri saja di sini? Apa kita tidak segera pulang untuk beristirahat? Tubuhku sangat lelah" ucap Yani.

"Cih, kalau kau mau pergi ya tinggal pergi saja. Repot amat" ucap Olive mencibir.

"Olive, jaga bicaramu! Kau tidak sopan" tegur Vano.

Olive hanya berdecih memutar matanya, ia sangat tidak menyukai Yani entah mengapa. Ia merasa Yani adalah sosok rubah yang menjelma menjadi kelinci yang tertindas.

Xena hanya diam, ia sangat membenci orang di depannya jadi ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan tidak menyimak apa yang mereka bicarakan.

"Ayo kita pulang" ucap Vano mengajak mereka pulang.

"Ya" ucap Yani tersenyum ke arah Vano dan ikut melangkah pergi.

"Eiittss, kamu mau kemana?" ucap Olive

"Pulang" jawab Yani

"Oh ya sudah pulang sendiri sana! tidak ada tempat untukmu di sini!" ucap Olive ketus.

"Olive!" ucap Vano sedikit keras.

"Terserah kakak mau marah padaku atau tidak. Yang aku katakan benar adanya. Mobilku hanya muat untuk empat orang, aku, Xena, kakak dan kak Bram. Jadi aku harap nona Yani sadar diri dan pulang naik taksi. Masih punya uang untuk pulang kan? Atau mau aku pinjamkan ongkos taksi?" ucap Olive.

Ia tidak menutupi rasa tidak sukanya sama sekali pada Yani. Yani hanya tersenyum palsu sedangkan diam-diam tangannya mengepal erat karena menahan amarahnya, tapi ia tidak bisa meledakan amarahnya karena ada Vano di sana.

"Kalau begitu kalian berempat pulanglah lebih dulu, Liv. Biar aku saja yang pulang naik taksi, ada hal penting yang harus aku lakukan sekarang. Maaf aku tidak bisa pulang bersama kalian" ucap Xena.

Hal itu membuat Olive dan Vano terkejut. Saat Olive ingin mengatakan sesuatu, Xena justru sudah pergi meninggalkan mereka dengan tergesa-gesa.

"Heeiii.... Xe!!! Xenaa!!!!" Olive berteriak memanggilnya, namun Xena dengan mantap meninggalkan mereka berempat.

Ada perasaan kesal di dalam hati Vano karena terlihat Xena tengah menghindar darinya. Vano merasa jika Xena sangat berbeda dari Xena yang dulu ia kenal. Bukan hanya penampilan yang berubah, tapi juga sikapnya terutama sikap kepadanya yang saat ini sangat acuh.

....

Beberapa saat yang lalu.

Meskipun memang Xena ingin pergi dari sana, namun ia mencoba bertahan karena merasa tidak enak dengan Olive. Tapi saat matanya tidak sengaja melihat seseorang, ia tidak bisa mengabaikannya.

Galang!!

Ya, dia melihat Galang! Ia berjalan bersama seorang pria yang memakai topi dan juga masker.

Setelah mengatakan pada Olive, Xena langsung berlari menghampiri adik dari Vierra itu. Tanpa mempedulikan teriakan sahabatnya yang memanggil.

"Tunggu!!!" teriak Xena.

Galang dan pria di sampingnya berhenti melangkah dan menoleh ke arah Xena yang menghampirinya. Galang dan Pria di sampingnya terdiam seperti terhipnotis melihat kecantikan Xena yang begitu alami dan begitu memikat.

Sangat cantik!

Saat Xena sudah berada di depan mereka, pria bertopi itu mengucapkan sesuatu dengan suara beratnya yang se*si namun di interupsi oleh Xena.

"Nona, anda mengejarku karena mengenaliku, bukan? Ah, Baiklah, aku bisa memberimu...."

"Galang..." ucap Xena sembari tersenyum pada Galang, mengabaikan ucapan pria tadi.

Seketika baik Galang maupun pria itu terpesona melihat senyum manis Xena. Namun sedetik kemudian pria itu sadar dan merasa kesal. Karena Xena datang bukan untuk dirinya dan membuatnya malu karena salah mengira.

Entah mengapa ini seperti bukan dirinya, yang biasanya mengabaikan orang lain. Namun melihat Xena ia langsung berinisiatif berbicara terlebih dulu.

"Kau mengenalku?" tanya Galang terkejut, karena ia sama sekali tidak mengenal Xena jadi ia bertanya.

"Ya, boleh aku meminta waktumu sebentar? Ini terkait dengan kakakmu" ucap Xena.

"Kakak?" tanya Galang terkejut. Karena setahu dirinya, tidak ada yang mengenal ia dan keluarganya di kota T, apalagi ibu kota. Karenanya ia sedikit ragu tentang kebenaran nya, atau hanya modus untuk mendekatinya demi pria di sebelahnya.

"Ya, ah aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Xena, aku salah satu teman Vierra. Jika kau tidak sibuk, ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan aku ingin memberikan titipan Vierra untukmu dan keluargamu" ucap Xena serius.

"Ah ya salam kenal nona Xena, tapi maaf saat ini aku sedang bekerja" jawab Galang Mendengar nama kakaknya di sebut, Galang terkejut bukan main.

Ia juga merasa tidak enak menolak saat mengetahui jika gadis cantik di depannya adalah teman mendiang kakaknya.

"Tidak masalah, aku bisa menunggu waktu luang mu. Ini kartu Namaku, aku harap kamu menghubungiku saat kau memiliki sedikit waktu" ucap Xena menyodorkan kartu nama miliknya, setelah itu Xena pamit pergi.

"Kau kenal gadis itu?" tanya pria itu pada Galang.

"Tidak, tapi seperti yang di katakannya barusan. Dia mungkin teman mendiang kakakku" ucap Galang jujur

"Tapi Ray, tumben kamu berinisiatif untuk berbicara terlebih dulu pada orang lain. Aaahhh jangan-jangan kau jatuh cinta padanya pada pandangan pertama ya, waahhh apa sekarang matahari hari ini terbit dari barat???" ucap Galang meledek pria yang di panggil Ray itu.

"K-kau, jangan ngawur! Ngaco kamu!! Sudah ayo kita pergi, bukankah jadwal syuting ku sebentar lagi akan mulai, kita tidak memiliki waktu banyak" ucap Ray bergegas pergi dengan wajahnya yang memerah.

"Hei, Ray!!! Tunggu aku!!!" ucap Galang yang mengejar langkah kaki Ray.

...•••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

masih kuliah punya kartu nama.. keren 👍

2025-03-21

0

Choco

Choco

seru banget

2023-06-14

1

@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸

@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸

wih wih saingan vano nih kayak nya

2023-03-22

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!