Xena tersenyum dan meyakinkan Olive saat sahabatnya itu naik ke atas motor. Ia tidak memaksa sahabatnya itu untuk ikut bersamanya naik motor, namun dengan ragu Olive tetap ikut naik di boncengnya.
Xena memiliki trauma karena kecelakaan motor dan tidak berani naik motor sejak ia masih duduk di bangku SMP. Namun dari pengalaman sebelumnya setelah di kehidupan yang lalu.
Ia bisa naik motor karena paksaan Vano setelah menikah. Mungkin saat itu niat Vano hanya ingin menakut-nakuti Xena, namun karena itu pula traumanya menghilang.
Dengan kecepatan sedang, Xena melajukan motor maticnya menuju salon yang berada di dalam salah satu Mall terbesar di kota ini.
"Ayo turun!" ucap Xena setelah sampai di area parkir motor.
"Ya... Xe, kamu benaran bisa naik motor? kita selamat dan tidak luka-luka karena jatuh? Kita selamat sampe tujuan?" ucap Olive menatap Xena tidak percaya.
Tak!
"Awwss..." Pekik Olive saat keningnya jadi santapan sentilan jemari lentik Xena.
"Bicara tuh yang bener non, nggak boleh ngomong sembarangan. Ucapan adalah do'a, jadi jaga lisanmu sayang" ucap Xena
"He-he-he maaf Xe, aku kan kaget kamu sudah bisa bawa motor sendiri, padahal kamu anti banget sama yang namanya motor. Jangankan bawa, di bonceng pun kamu takut karena pernah kecelakaan dulu saat di bonceng mang Dulah" ucap Olive dengan senyum tiga jarinya.
"Hmm, Sudah. Ayo kita masuk!" ucap Xena menggandeng Olive menuju salon yang ingin di tuju?
Xena kemudian masuk ke salah satu salon terkenal dengan hair stylist nya. ia memangkas rambut panjang sepinggang miliknya, menjadi pendek sebahu.
Olive hampir teriak saat Xena mengatakan ingin gaya rambut seperti itu, karena ia tahu sahabatnya itu sangat menyukai kakaknya. Dan mendandani dirinya sesuai kriteria Vano yang menyukai wanita berambut panjang.
Namun ia terkejut, setelah Xena hari ini tampil polos tanpa make up ke kampus. Membuat wajah alaminya yang sangat cantik dan imut terlihat.
Bahkan beberapa mahasiswa kedapatan melirik dan memandang Xena penuh kagum. Hanya saja mereka tidak berani mendekat, karena dulu Xena membatasi diri bergaul dengan laki-laki selain Vano tentu saja.
Dan sekarang Xena memilih memotong rambutnya menjadi pendek. Sungguh Olive tidak tahu apa yang sedang di pikirkan sahabatnya itu.
Tentunya yang di pikiran Xena, ia akan menjadi dirinya sendiri dan tidak peduli dengan kriteria Vano. Bukankah bagus jika Vano tidak meliriknya, karena itulah yang Xena inginkan saat ini.
"Bagaimana?" tanya Xena saat rambutnya sudah selesai di potong.
"Aaaa...Cantik dan imut banget kamu Xe" ucap Olive terkesima dengan penampilan baru Xena. Ia tidak menyangka, justru dengan potongan rambut Xena sekarang. Ia terlihat cantik, anggun sekaligus imut secara bersamaan.
"Makasih pujiannya nona cantik" ucap Xena terkekeh dan memeluk lengan sahabatnya itu.
"Tapi kenapa kamu ubah penampilan kamu Xe?" tanya Olive penasaran.
"Aku hanya ingin suasana baru dan menjadi diriku sendiri Liv. Itu membuatku lebih nyaman menjalani hari-hari ku di masa depan" ucap Xena tersenyum.
"Agar dengan ini aku menjauh dari bayang-bayang Vano, aku tidak ingin merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya" lanjut Xena dalam hati.
"Oh seperti itu, lalu mau kemana lagi kita sekarang?" tanya Olive mengangguk percaya.
"Kamu sendiri mau beli apa?" tanya balik Xena.
"Aku lagi nggak tahu apa yang mau di beli. Aku ikut kamu aja deh hari ini. Kalau ada yang ingin aku beli, pasti aku ngomong nanti" ucap Olive.
"Okeh, kalau begitu ayo kita cari pakaian baru" ucap Xena
Keduanya masuk ke dalam pakaian casual bermerek. Olive mengerutkan keningnya lagi, saat Xena memilih beberapa baju over Size dan juga mampir di salah satu toko sepatu.
Tidak ada yang namanya Dress atau baju bermodel dewasa lainnya.
"Serius Xe, kamu beli pakaian kaya gini?" ucap Olive.
"Seriuslah! Udah ayo kita belanja lagi" ucap Xena terkekeh melihat sahabatnya terbengong.
Mereka berbelanja dengan nyaman dan juga bahagia. Tidak terasa sudah memasuki waktu makan malam, perut mereka berdua sudah berdemo minta di isi.
Akhirnya mereka berdua sepakat untuk makan di salah satu tempat makan yang cukup banyak di jumpai di mall yaitu "Bensinria"
Mereka berdua kompak memesan capcay di sana yang rasanya sangat mereka sukai karena pas di lidah mereka.
Jika mampir di tempat itu, itu adalah menu wajib yang mereka berdua pesan. Hanya bedanya Olive suka yang kuah sedangkan Xena yang di goreng.
Keduanya mengobrol dengan hangat, sampai dentingan pesan masuk terdengar dari HP Olive
Ting!
"Omegot, astajim!!!!" ucap Olive heboh sendiri dan berteriak.
"Heboh bener, malu di lihatin orang Olive" ucap Xena berbisik.
Xena menatap dan tersenyum canggung ke arah pelanggan lain yang menatap ke arah meja mereka berdua.
"Ada kabar sangat luar biasa dan aku yakin kamu pasti denger ini merasa senang juga" ucap Olive antusias, ia tidak menggubris pandangan orang-orang di sekitarnya, Ia terus berucap dengan semangat empat lima.
"Emang berita apa sih sampai kamu heboh begitu?" tanya Xena, namun seketika Xena diam karena teringat sesuatu.
"*S*it!!! Ya Tuhan aku lupa, kalau tidak salah Vano akan kembali ke negara ini. Jika tebakanku benar, itu ada seminggu-an lagi. Jangan-jangan kabar gembira itu..." ucap Xena dalam hati*
"Kak Vano seminggu lagi pulang ke sini Xe!!" ucap Olive sangat semangat.
Degh!!!
Tubuh Xena menegang, tebakannya ternyata benar. Vano, sosok yang sangat tidak ingin ia temui akhirnya muncul juga.
Xena tahu jika ia tidak bisa menghindari pertemuan dengan Vano, apalagi hubungan persahabatan ia dengan Olive dan juga hubungan kedua keluarga yang sudah bersahabat sangat lama.
"Xe, Woy kamu kok ngelamun" ucap Olive. menepuk pundak Xena.
"Eh, kenapa Liv, kenapa?" ucap Xena yang tidak mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya itu.
"Aku bilang kita nanti jemput Kak Vano di Airport. Aku akan kasih ruang biar kamu bisa Deket sama Kak Vano" ucap Olive menarik turunkan alisnya menggoda Xena.
"Nggak!!" tolak Xena spontan.
"Hah??" ucap Olive terkejut.
"Ma-maksud aku, aku tidak bisa ikut jemput, ada urusan" ucap Xena memberikan alasan.
"Tumben kamu lebih pentingin urusan lain di banding kak Vano, biasanya kamu yang paling gercep jika itu soal kak Vano" ucap Olive mengerutkan kening heran.
Xena menghela nafas, setidaknya ia harus menjelaskan pada sahabatnya itu jika saat ini ia sudah tidak ingin dekat dengan Vano.
"Aku menyerah Liv, aku sudah tidak ingin lagi mengejar kak Vano" ucap Xena.
"Uhuukkk ... Uhuuukk..." Olive tersedak, karena terkejut tepat saat ia sedang minum.
"Astaga, ini minum dulu Liv, pelan-pelan makanya" ucap Xena sambil menyodorkan air mineral padanya.
Olive segera menenggak minuman kemasan itu, hingga habis setengahnya.
"Kamu sehat kan Xe, apa lagi demam? Coba aku cek... Eh nggak panas, kamu lagi bercanda kan Xe??" tanya Olive menatap sahabatnya itu tidak percaya.
"Aku serius" ucap Xena dengan tatapan yang sama serius juga.
"Kenapa?" tanya Olive dengan banyak pertanyaan di matanya.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
SweetiePancake
Waduh Parfumria
2024-02-12
0
Ni Ketut Patmiari
ya ampun bensinria... mikir sekian menit baru ngeh plesetan solar wkwkkw
2023-11-28
0
Ymmers
setelah membatin melafazkan bensinria baru sadar, baru ngeh..
😂😉😂
masih merakyat…. 😂😂
2023-10-18
1