3. Aku menyerah

Xena tersenyum dan meyakinkan Olive saat sahabatnya itu naik ke atas motor. Ia tidak memaksa sahabatnya itu untuk ikut bersamanya naik motor, namun dengan ragu Olive tetap ikut naik di boncengnya.

Xena memiliki trauma karena kecelakaan motor dan tidak berani naik motor sejak ia masih duduk di bangku SMP. Namun dari pengalaman sebelumnya setelah di kehidupan yang lalu.

Ia bisa naik motor karena paksaan Vano setelah menikah. Mungkin saat itu niat Vano hanya ingin menakut-nakuti Xena, namun karena itu pula traumanya menghilang.

Dengan kecepatan sedang, Xena melajukan motor maticnya menuju salon yang berada di dalam salah satu Mall terbesar di kota ini.

"Ayo turun!" ucap Xena setelah sampai di area parkir motor.

"Ya... Xe, kamu benaran bisa naik motor? kita selamat dan tidak luka-luka karena jatuh? Kita selamat sampe tujuan?" ucap Olive menatap Xena tidak percaya.

Tak!

"Awwss..." Pekik Olive saat keningnya jadi santapan sentilan jemari lentik Xena.

"Bicara tuh yang bener non, nggak boleh ngomong sembarangan. Ucapan adalah do'a, jadi jaga lisanmu sayang" ucap Xena

"He-he-he maaf Xe, aku kan kaget kamu sudah bisa bawa motor sendiri, padahal kamu anti banget sama yang namanya motor. Jangankan bawa, di bonceng pun kamu takut karena pernah kecelakaan dulu saat di bonceng mang Dulah" ucap Olive dengan senyum tiga jarinya.

"Hmm, Sudah. Ayo kita masuk!" ucap Xena menggandeng Olive menuju salon yang ingin di tuju?

Xena kemudian masuk ke salah satu salon terkenal dengan hair stylist nya. ia memangkas rambut panjang sepinggang miliknya, menjadi pendek sebahu.

Olive hampir teriak saat Xena mengatakan ingin gaya rambut seperti itu, karena ia tahu sahabatnya itu sangat menyukai kakaknya. Dan mendandani dirinya sesuai kriteria Vano yang menyukai wanita berambut panjang.

Namun ia terkejut, setelah Xena hari ini tampil polos tanpa make up ke kampus. Membuat wajah alaminya yang sangat cantik dan imut terlihat.

Bahkan beberapa mahasiswa kedapatan melirik dan memandang Xena penuh kagum. Hanya saja mereka tidak berani mendekat, karena dulu Xena membatasi diri bergaul dengan laki-laki selain Vano tentu saja.

Dan sekarang Xena memilih memotong rambutnya menjadi pendek. Sungguh Olive tidak tahu apa yang sedang di pikirkan sahabatnya itu.

Tentunya yang di pikiran Xena, ia akan menjadi dirinya sendiri dan tidak peduli dengan kriteria Vano. Bukankah bagus jika Vano tidak meliriknya, karena itulah yang Xena inginkan saat ini.

"Bagaimana?" tanya Xena saat rambutnya sudah selesai di potong.

"Aaaa...Cantik dan imut banget kamu Xe" ucap Olive terkesima dengan penampilan baru Xena. Ia tidak menyangka, justru dengan potongan rambut Xena sekarang. Ia terlihat cantik, anggun sekaligus imut secara bersamaan.

"Makasih pujiannya nona cantik" ucap Xena terkekeh dan memeluk lengan sahabatnya itu.

"Tapi kenapa kamu ubah penampilan kamu Xe?" tanya Olive penasaran.

"Aku hanya ingin suasana baru dan menjadi diriku sendiri Liv. Itu membuatku lebih nyaman menjalani hari-hari ku di masa depan" ucap Xena tersenyum.

"Agar dengan ini aku menjauh dari bayang-bayang Vano, aku tidak ingin merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya" lanjut Xena dalam hati.

"Oh seperti itu, lalu mau kemana lagi kita sekarang?" tanya Olive mengangguk percaya.

"Kamu sendiri mau beli apa?" tanya balik Xena.

"Aku lagi nggak tahu apa yang mau di beli. Aku ikut kamu aja deh hari ini. Kalau ada yang ingin aku beli, pasti aku ngomong nanti" ucap Olive.

"Okeh, kalau begitu ayo kita cari pakaian baru" ucap Xena

Keduanya masuk ke dalam pakaian casual bermerek. Olive mengerutkan keningnya lagi, saat Xena memilih beberapa baju over Size dan juga mampir di salah satu toko sepatu.

Tidak ada yang namanya Dress atau baju bermodel dewasa lainnya.

"Serius Xe, kamu beli pakaian kaya gini?" ucap Olive.

"Seriuslah! Udah ayo kita belanja lagi" ucap Xena terkekeh melihat sahabatnya terbengong.

Mereka berbelanja dengan nyaman dan juga bahagia. Tidak terasa sudah memasuki waktu makan malam, perut mereka berdua sudah berdemo minta di isi.

Akhirnya mereka berdua sepakat untuk makan di salah satu tempat makan yang cukup banyak di jumpai di mall yaitu "Bensinria"

Mereka berdua kompak memesan capcay di sana yang rasanya sangat mereka sukai karena pas di lidah mereka.

Jika mampir di tempat itu, itu adalah menu wajib yang mereka berdua pesan. Hanya bedanya Olive suka yang kuah sedangkan Xena yang di goreng.

Keduanya mengobrol dengan hangat, sampai dentingan pesan masuk terdengar dari HP Olive

Ting!

"Omegot, astajim!!!!" ucap Olive heboh sendiri dan berteriak.

"Heboh bener, malu di lihatin orang Olive" ucap Xena berbisik.

Xena menatap dan tersenyum canggung ke arah pelanggan lain yang menatap ke arah meja mereka berdua.

"Ada kabar sangat luar biasa dan aku yakin kamu pasti denger ini merasa senang juga" ucap Olive antusias, ia tidak menggubris pandangan orang-orang di sekitarnya, Ia terus berucap dengan semangat empat lima.

"Emang berita apa sih sampai kamu heboh begitu?" tanya Xena, namun seketika Xena diam karena teringat sesuatu.

"*S*it!!! Ya Tuhan aku lupa, kalau tidak salah Vano akan kembali ke negara ini. Jika tebakanku benar, itu ada seminggu-an lagi. Jangan-jangan kabar gembira itu..." ucap Xena dalam hati*

"Kak Vano seminggu lagi pulang ke sini Xe!!" ucap Olive sangat semangat.

Degh!!!

Tubuh Xena menegang, tebakannya ternyata benar. Vano, sosok yang sangat tidak ingin ia temui akhirnya muncul juga.

Xena tahu jika ia tidak bisa menghindari pertemuan dengan Vano, apalagi hubungan persahabatan ia dengan Olive dan juga hubungan kedua keluarga yang sudah bersahabat sangat lama.

"Xe, Woy kamu kok ngelamun" ucap Olive. menepuk pundak Xena.

"Eh, kenapa Liv, kenapa?" ucap Xena yang tidak mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya itu.

"Aku bilang kita nanti jemput Kak Vano di Airport. Aku akan kasih ruang biar kamu bisa Deket sama Kak Vano" ucap Olive menarik turunkan alisnya menggoda Xena.

"Nggak!!" tolak Xena spontan.

"Hah??" ucap Olive terkejut.

"Ma-maksud aku, aku tidak bisa ikut jemput, ada urusan" ucap Xena memberikan alasan.

"Tumben kamu lebih pentingin urusan lain di banding kak Vano, biasanya kamu yang paling gercep jika itu soal kak Vano" ucap Olive mengerutkan kening heran.

Xena menghela nafas, setidaknya ia harus menjelaskan pada sahabatnya itu jika saat ini ia sudah tidak ingin dekat dengan Vano.

"Aku menyerah Liv, aku sudah tidak ingin lagi mengejar kak Vano" ucap Xena.

"Uhuukkk ... Uhuuukk..." Olive tersedak, karena terkejut tepat saat ia sedang minum.

"Astaga, ini minum dulu Liv, pelan-pelan makanya" ucap Xena sambil menyodorkan air mineral padanya.

Olive segera menenggak minuman kemasan itu, hingga habis setengahnya.

"Kamu sehat kan Xe, apa lagi demam? Coba aku cek... Eh nggak panas, kamu lagi bercanda kan Xe??" tanya Olive menatap sahabatnya itu tidak percaya.

"Aku serius" ucap Xena dengan tatapan yang sama serius juga.

"Kenapa?" tanya Olive dengan banyak pertanyaan di matanya.

...••••...

Terpopuler

Comments

SweetiePancake

SweetiePancake

Waduh Parfumria

2024-02-12

0

Ni Ketut Patmiari

Ni Ketut Patmiari

ya ampun bensinria... mikir sekian menit baru ngeh plesetan solar wkwkkw

2023-11-28

0

Ymmers

Ymmers

setelah membatin melafazkan bensinria baru sadar, baru ngeh..
😂😉😂

masih merakyat…. 😂😂

2023-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!