Xena melihat ke arah Olive yang memang sangat berharap bisa photo bersama idolanya. Jadi Xena ingin membantunya.
"Dia sahabatku, namanya olive" Xena memperkenalkan Olive pada Ray, Ray mengangguk mengerti, ia kemudian berbalik dan menyapa Olive.
"Halo nona Olive, senang berkenalan denganmu. Tentu saja boleh, di mana aku harus tanda tangan?" ucap Ray setelah tahu Olive sahabat Xena.
Olive senang mendengarnya, ia pun bergegas mengambil buku dan juga ponselnya untuk photo bersama. Olive mengambil photo dengan mengambil jarak tertentu.
Bukan rahasia lagi jika Ray terkenal dengan anti cewe dan tidak suka di sentuh. Meskipun begitu, sikapnya yang dingin justru membuat wanita-wanita di luaran sana memujanya, ia bahkan di juluki sebagai pria tertampan yang dingin dan terhot abad ini, karena badannya yang sangat panas itu.
Jadi Olive sangat memahami itu, dan menghargai privasi Ray sebagai penggemar yang baik.
Yani melihat Ray terpesona melihat ke tampannya itu. Meskipun bagi dirinya yang terpaku pada Vano, dan menilai Vano adalah pria paling tampan bagi dirinya. Tapi tidak bisa di pungkiri, jika Ray memang memiliki ketampanan tingkat dewa dan Kharisma nya tersendiri.
Ray adalah pria yang memiliki karir sangat sukses di dunia hiburan, dia iuga pewaris perusahaan besar. Penampilannya sangat menonjol, ia tampan, tinggi dan kaya raya. Tingginya hampir sama dengan Vano, hanya selisih 2cm lebih tinggi Ray.
"Galang, kau mau Rendang?" tanya Xena yang sudah mengambil nasi dengan porsi Galang, dia tahu jika adik Vierra itu sangat menyukai Rendang buatan Vierra. Jadi ia menawarinya.
"Mau, makasih Xe" ucap Galang tersenyum
Melihat Xena mengambil makanan untuk Galang. Baik Vano maupun Ray di buat cemburu karenanya. Xena sempat bergidik merasakan tatapan tajam ke arahnya, ia menoleh ke depan dan langsung bertatapan dengan Vano. Ia juga melirik ke arah Ray yang tengah kesal, membuat Xena terkekeh.
Sifat Ray mengingatkan dirinya saat dulu menginginkan pertahatian dari Vano. Xena kemudian mengambil nasi lagi, ia pun menoleh ke arah Ray.
"Ray, apa segini cukup nasinya, atau kebanyakan?" tanya Xena
Mendengar itu Ray terkejut dan juga senang, Xena berinisiatif menawarinya.
"Kurangi dikit lagi Xe, Nah segitu cukup" ucap Ray saat Xena mengurangi nasinya.
"Mau pakai apa lauknya?" tanya tanya Xena
"Samain aja dengan Galang, makasih Xe" ucap Ray tersenyum manis
"Sama-sama" ucap Xena
Xena mengambil rendang dan menaruhnya di atas piring lalu memberikannya ke Galang.
Vano mengepalkan tangannya di bawah kursi, ia merasa tidak suka dengan kedekatan mereka. Ia menatap ke arah Xena lagi, namun Xena tidak menoleh ke arahnya yang menbuatnya kesal.
"Van, kamu mau makan pakai apa, aku ambilin ya" ucap Yani dengan manis.
"Nggak perlu, biar Xena aja yang ambilin punya kak Vano" ucap Olive ketus.
"Xe tolong ambilin buat kak Vano, kan kamu tahu segimana porsi dan makanan kesukaan kakak" ucap Olive lagi.
Xena hanya menghela nafas, kenapa Olive selalu menempatkannya untuk dekat dengan Vano. Ekspresi Xena dapat di lihat jelas oleh Ray, tapi Ray hanya diam saja dan memperhatikan nya.
Xena mengambil nasi dan juga oseng daging dan juga tumis buncis untuk Vano lalu menyerahkannya.
"Makasih Xe" ucap Vano tersenyum, Xena hanya membalasnya dengan mengangguk. Sedangkan Yani menatapnya dengan perasaan kesal dan marah.
...
"Masakannya sangat enak, ini beli di mana?" tanya Yani
"Hmmm, makanan nya sangat enak" sahut Ferry dan Bram
"Aku setuju, makanannya memang sangat enak. Tapi ini bukan makanan beli loh, ini masakan Xena" ucap Arlan yang melihat sendiri Xena masak.
"Uhuuukkk...." Yani tersedak saat tahu makanan yang ia puji adalah makanan yang di masak Xena, tahu gitu ia tidak mau memujinya.
Xena tidak menggubris obrolan mereka, Xena justru melihat Galang yang tertunduk ke arah piringnya. Xena terkejut saat melihat Galang menangis.
"Lang kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Xena, semua orang kini menatap Xena dan Galang.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya teringat kakakku. Masakanmu sama persis dengan buatannya" ucap Galang
Xena mengelus kepala Galang dengan sayang, membuat semuanya terkejut dengan tindakan Xena.
"Tentu saja rasanya sama, karena yang mengajariku masak adalah kakakmu" ucap Xena
Galang mendongak menatap Xena, iya percaya apa yang di katakan Xena. Karena memang masakan buatan Xena sangat mirip dengan Vierra.
"Ap-apa boleh, lain hari aku makan masakan kamu lagi?" tanya Galang ragu.
"Tentu, kapanpun kamu mau. Aku dengan senang hati memasakannya untukmu" ucap Xena tersenyu hangat.
Ray melihat itu, meskipun ia merasa sedikit cemburu. Namun ia lebih terpesona dan terharu melihat kebaikan Xena. Terlebih ia tahu jika Galang adalah laki-laki yang sangat rapuh semenjak kematian kakaknya. Dan ia berterimakasih pada Xena karena baik pada asistennya itu.
Hal lain berbeda dengan Vano, ia semakin terbakar api cemburu. Melihat tangan rapuh Xena mengelus kepala laki-laki lain, bahkan di depannya.
"Xe....Siapa dia?" panggil Olive dan bertanya, entah mengapa Olive merasakan kecemburuan di mata kakaknya.
"Galang adalah adik Vierra" ucap Xena pelan
"Oooo...." ucap Olive dengan mulut berbentuk O, ia mengangguk paham.
....
Vano menatap Xena dari kejauhan yang tengah berjalan keluar dengan Ray dan juga Galang. Perasaannya tidak rela, namun ia tidak tahu harus bagaimana. Terlebih ia tahu jika laki-laki bernama Ray, jelas menyukai Xena.
Melihat adiknya bersantai di ruang TV, Vano berjalan mendekatinya. Ia menanyakan siapa Galang yang di berikan perhatian khusus oleh Xena.
Ia langsung duduk di samping adiknya itu, membuat Olive terkejut di buatnya.
"Astaga kak, ngagetin aja deh" ucap Olive.
"Makanya jangan melamun non" ucap Vano.
"Kenapa kakak ke sini?" tanya Olive
"Suka-suka kakak dong" ucap Vano
"Ishhh nyebelin. Udah jujur aja, apa yang mau di tanyain? Aku tuh tahu banget wajah kakak kalau lagi banyak pertanyaan" ucap Olive.
"Kau tahu siapa si Galang itu? Dan mereka bertiga mau ke mana?" tanya Vano
"Idih kakak kepo ha-ha-ha. Jangan-jangan kakak ada rasa ya sama Xena?" goda Olive
"Serius Liv" ucap Vano kesal karena di goda adiknya.
"Ya, ya santai dong bos. Aku tahu siapa Galang, dia adik Vierra. Dan mereka bertiga mau ke Villa di sebelah, Xena mau lihat kaya gimana lokasi pemotretan dan syuting itu" ucap Olive.
"Vierra? Siapa itu?" tanya Vano
"Ya kakaknya si Galang itu" ucap Olive
"Yee oncom, maksudnya Vierra itu siapanya kamu dan Xena" ucap Vano kesal.
"Bilang dong ah, kan muter-muter jadinya. Nih ya, Vierra itu bukan siapa-siapa aku, tapi dia itu kenalan dan sahabat Xena di provinsi B. Kakak ingat saat di airport Xena pergi buru-buru?" ucap Olive yang di angguki Vano.
"Saat itu dia melihat Galang di sana. Kata Xena sih, ia punya amanat yang harus ia kasih ke Galang dari kakaknya Vierra itu" ucap Olive
"Emang Vierra kemana?" tanya Vano.
"Aku denger dari Xena, Vierra meninggal karena kecelakaan pesawat dua Minggu yang lalu" ucap Olive.
"Kamu tahu nama lengkap Vierra?" tanya Vano
"Xavierra Revaldi" ucap Olive
Seketika Vano teringat story IG Xena, Vano mengangguk mengerti. Jadi ia tahu jika kata-kata itu untuk Vierra. Awalnya ia pikir XR itu Xena dan Ray, saat melihat dan tahu nama Ray. Tapi Vano lega saat tahu, itu inisial untuk sahabatnya yang lain.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Ruby Jane
pdhal klo xena bs tegas tgl jwb "km kan bs melakukanya olive? " tp dsni karakter xena plenga plengo klo olive yg ngmg
2024-07-24
1
Wanda Wanda i
iiih sumpah gila najis bgt gue SMA c olive
2023-10-14
2
Aster
anti deh klo punya temen kek olive, pemaksa 😒🙄
2023-02-14
8