7. Lebih kaya?

Xena mencoba meretas dan melacak keberadaan Keluarga Vierra dengan kemampuannya dari ingatan Vierra di pikirannya.

Setelah mencobanya hampir setengah jam, ia berhasil menemukan keberadaan keluarga Vierra yang saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan tiga pintu di kota T.

"Ketemu" pekik Xena sangat senang. la segera mencatat alamat keluarga Vierra di buku kecil miliknya yang sudah ia ganti sebelumnya.

Ya ia ganti, sebab buku kecil miliknya dulu semuanya di bakar, karena semua di dalamnya adalah tentang Vano.

"Aku harus ke sana setelah ada waktu senggang di kuliahku, besok bukannya weekend, apa besok aja aku ke sana?" ucap Xena lagi, sembari menyenderkan kepalanya di kasur empuk.

Drrrrtttt....

Ponsel Xena bergetar, ia melihat nama Olive terpampang di sana. Xena langsung mengambil ponselnya dan menggeser icon berwarna hijau itu dan mendekatkan ponsel ke telinganya.

"Hallo Liv" ucap Xena

"Hallo Xe, kamu sedang apa?" tanya Olive

"Lagi mager di kamar" ucap Xena yang kini berjalan ke tempat tidur dan menyender di sana.

"Sama dong, ha-ha-ha" ucap Olive tertawa di ujung telepon.

"Ada apaan Liv, tumben telepon malam-malam, seperti mau mengingatkan sesuatu aja?" tanya Xena.

"Jangan bilang kamu lupa Xe?" ucap Olive

"Lupa? Lupa apaan?" tanya Xena sambil mikir sesuatu yang mungkin ia lupakan.

"Haiss, dasar pelupa. Kan aku udah kasih tahu kalau besok Kak Vano pulang, dan kita akan jemput dia di airport" ucap Olive

Degh!

Mendengar nama Vano, jantungnya berdetak sangat kencang dan terasa sangat sakit. Xena melupakan sesuatu, jika ia sudah mengiyakan untuk mengantar sahabatnya itu menjemput Vano.

"Xe, Hallo Xe, kamu masih ada di sana kan? ihhh kenapa kamu diam saja sih" ucap Olive mengomel

"Ah iya Liv, maaf tadi aku ambil bantal yang jatuh dari tempat tidur, jadi nggak denger yang kamu ngomongin" ucap Xena menutupi rasa tidak nyaman di hatinya.

"Ohh, iya tadi aku ngomong kita akan jemput kak Vano besok. Aku jemput kamu nanti jam 9, jadi nanti siap-siap ya" ucap Olive

"Tapi Liv, bisa nggak aku nggak ikut?" ucap Xena, jujur saja ia belum siap bertemu masa lalunya yang kelam dan menyakitkan itu.

"Tidak ada penolakan, Xe. Kamu kan sudah janji anter aku jemput Kak Vano, aku jemput kamu besok pokoknya. Masa kamu tega biarin aku jemput kak Vano sendirian" ucap Olive yang Xena yakin saat ini sedang memajukan bibirnya.

"Ya sudah iya" ucap Xena pasrah, ia tidak bisa lagi menghindar.

"Yeeyyy, terimakasih sayangku. Tunggu aku besok dan dandan yang cantik, karena kita akan jemput pangeran kuda putih mu" ucap Olive sebelum mematikan teleponnya.

"Haaahhhh" Xena menarik nafas, ia tidak tahu lagi harus berkata apa lagi.

Padahal ia sudah mengatakan pada Olive jika dirinya sudah melepaskan perasaannya untuk Vano. Mungkin sahabatnya itu mengira jika dirinya hanya bercanda saat mengatakan hal itu.

...

Xena masih memikirkan bagaimana cara menolong keluarga Vierra dan mengantisipasi terjadinya kebangkrutan yang di alami papanya di masa depan.

Jika saat itu papanya tidak mendapatkan suntikan dana dari keluarga Vano, mungkin saja keluarganya benar-benar bangkrut.

Namun setelah memiliki ingatan dan juga uang senilai 30 Triliun milik Vierra, yang sudah menjadi miliknya saat ini. Jika papanya mengalami krisis keuangan, ia bisa membantunya tanpa harus memelas bantuan orang lain.

Apalagi Vierra sudah menyerahkan semua yang ia miliki padanya. Vierra hanya meminta dirinya untuk menjaga, dan memberikan bantuan pada keluarganya.

"Kekayaan papah aja nggak lebih dari satu Triliun, yang berarti aku lebih kaya dari papa, saat ini? Woah, sepertinya itu benar! Tapi..." gumam Xena memikirkan sesuatu.

"Bagaimana caranya aku memberikan bantuan pada keluarga Vierra dan papa?" gumam Xena lagi.

"Ah sudahlah, nanti saja aku pikirkan. Lagian aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menjauh dan tidak terlibat dengan Vano. Terlebih aku juga akan mencegah hal buruk terjadi pada Olive yang mengakibatkan kesengsaraan hidupku di masa depan. Siapa tahu jalan hidup berubah dan papa tidak jadi colaps seperti dulu" ucap Xena menganggukkan kepalanya.

"Yang harus aku pikirkan sekarang, bagaimana caranya menghadapi Vano besok. Hais, memikirkannya saja aku malas untuk keluar rumah. Aku tidak tahu perasaanku saat ini, apakah cinta itu masih ada untuknya atau tidak. Haaahhh, biarlah aku hadapi, karena tidak selamanya ku bisa menghindar" ucap Xena

Ia menarik selimut dan berbaring lalu memejamkan matanya. Tak lama dirinya tertidur pulas.

...•••...

Pagi hari di kediaman Dirgantara

Olive baru saja bangun tidur, ia melihat jam dinding yang menggantung di depan nya. Baru jam 6 pagi, ia masih setia bergelung di dalam selimut.

Mengingat hari ini kuliah libur, ia masih malas untuk beranjak dari tempat tidur. Terlebih Pesawat yang di tumpangi kakaknya akan landing jam 10 siang nanti.

"Ah, malasnya. Pengen bobo seharian, tapi apa daya harus menjemput pangeran kuda putih keluarga ini. Apa Xena sudah bangun?" ucap Olive.

"Ah, sudah pasti ia bangun lebih pagi mengingat kak Vano pulang hari ini. Aku rasa ucapannya yang sudah menyerah dengan kak Vano hanya candaan. Aku sangat tahu cinta seorang Xena pada kakakku sangatlah besar. Jadi tidak mungkin, cinta itu hilang dalam sekejap, bukan? Terlebih aku hanya ingin dia yang menjadi kakak iparku" ucap Olive pada dirinya sendiri.

Olive mengangguk setuju dengan omongannya sendiri. Ia kemudian mencari ponselnya dan mengirim pesan pada sahabatnya itu.

^^^💬 Pagi Xena sayong, kamu sudah bangun?^^^

Tak berapa lama balasan muncul. Olive tersenyum yakin jika Xena sudah bangun dan tengah bersiap seperti biasanya jika Vano pulang. Namun senyumnya tergantikan oleh keningnya yang mengkerut, ia tidak percaya dengan apa yang di tulis sahabatnya itu.

💬 Pagi Liv, aku sudah bangun dan sedang menyiapkan sarapan.

^^^💬 Menyiapkan sarapan? Kau bisa masak? Atau kau hanya menyiapkan roti bakar?^^^

💬 Aku bisa sedikit, aku sedang membuat nasi goreng ati ampela. Kau mau?

Olive terkejut saat Xena bilang ia masak. Sejak kapan sahabatnya itu bisa masak? Dan lagi siapa yang tahan dengan godaan Nasi goreng Ati ampela. Itu adalah makanan favoritnya.

^^^💬 Kau serius masak sendiri?^^^

💬 Iya, jadi kau mau atau tidak?

^^^💬 Mau! Aku akan ke sana 15 menit lagi, tunggu aku! Jangan makan sebelum aku datang, Oke.^^^

Olive bergegas turun dari tempat tidur, ia segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Hanya butuh waktu kurang dari 5 menit untuk nya mandi, mungkin ini rekor tercepat ia mandi.

Ia langsung memakai pakaiannya, ia tidak make up sama sekali. Karena ia akan touch up nanti saat di kediaman Yaksha. Ia Langsung mengambil tas dan kunci mobil di atas nakas dan keluar kamar.

"Liv, kamu mau kemana? Sarapan dulu! Bukannya kamu akan jemput kakakmu nanti?" Tanya Sari mamah dari Olive dan Vano.

"Olive buru-buru mah, mau sarapan di rumah Xena. Iya aku jemput kak Vano nanti, sekalian jemput Xena dulu. Aku pergi mah, dadah... cup, cup" ucap Olivia sebelum pergi ia mencium pipi mamah dan papah nya yang hanya menggelengkan kepalanya.

...••••...

Terpopuler

Comments

Choco

Choco

semoga ceritanya seruu

2023-06-14

2

Yuli Yanti

Yuli Yanti

💐

2023-03-03

1

yudi

yudi

🌹

2023-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!