Xena mencoba meretas dan melacak keberadaan Keluarga Vierra dengan kemampuannya dari ingatan Vierra di pikirannya.
Setelah mencobanya hampir setengah jam, ia berhasil menemukan keberadaan keluarga Vierra yang saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan tiga pintu di kota T.
"Ketemu" pekik Xena sangat senang. la segera mencatat alamat keluarga Vierra di buku kecil miliknya yang sudah ia ganti sebelumnya.
Ya ia ganti, sebab buku kecil miliknya dulu semuanya di bakar, karena semua di dalamnya adalah tentang Vano.
"Aku harus ke sana setelah ada waktu senggang di kuliahku, besok bukannya weekend, apa besok aja aku ke sana?" ucap Xena lagi, sembari menyenderkan kepalanya di kasur empuk.
Drrrrtttt....
Ponsel Xena bergetar, ia melihat nama Olive terpampang di sana. Xena langsung mengambil ponselnya dan menggeser icon berwarna hijau itu dan mendekatkan ponsel ke telinganya.
"Hallo Liv" ucap Xena
"Hallo Xe, kamu sedang apa?" tanya Olive
"Lagi mager di kamar" ucap Xena yang kini berjalan ke tempat tidur dan menyender di sana.
"Sama dong, ha-ha-ha" ucap Olive tertawa di ujung telepon.
"Ada apaan Liv, tumben telepon malam-malam, seperti mau mengingatkan sesuatu aja?" tanya Xena.
"Jangan bilang kamu lupa Xe?" ucap Olive
"Lupa? Lupa apaan?" tanya Xena sambil mikir sesuatu yang mungkin ia lupakan.
"Haiss, dasar pelupa. Kan aku udah kasih tahu kalau besok Kak Vano pulang, dan kita akan jemput dia di airport" ucap Olive
Degh!
Mendengar nama Vano, jantungnya berdetak sangat kencang dan terasa sangat sakit. Xena melupakan sesuatu, jika ia sudah mengiyakan untuk mengantar sahabatnya itu menjemput Vano.
"Xe, Hallo Xe, kamu masih ada di sana kan? ihhh kenapa kamu diam saja sih" ucap Olive mengomel
"Ah iya Liv, maaf tadi aku ambil bantal yang jatuh dari tempat tidur, jadi nggak denger yang kamu ngomongin" ucap Xena menutupi rasa tidak nyaman di hatinya.
"Ohh, iya tadi aku ngomong kita akan jemput kak Vano besok. Aku jemput kamu nanti jam 9, jadi nanti siap-siap ya" ucap Olive
"Tapi Liv, bisa nggak aku nggak ikut?" ucap Xena, jujur saja ia belum siap bertemu masa lalunya yang kelam dan menyakitkan itu.
"Tidak ada penolakan, Xe. Kamu kan sudah janji anter aku jemput Kak Vano, aku jemput kamu besok pokoknya. Masa kamu tega biarin aku jemput kak Vano sendirian" ucap Olive yang Xena yakin saat ini sedang memajukan bibirnya.
"Ya sudah iya" ucap Xena pasrah, ia tidak bisa lagi menghindar.
"Yeeyyy, terimakasih sayangku. Tunggu aku besok dan dandan yang cantik, karena kita akan jemput pangeran kuda putih mu" ucap Olive sebelum mematikan teleponnya.
"Haaahhhh" Xena menarik nafas, ia tidak tahu lagi harus berkata apa lagi.
Padahal ia sudah mengatakan pada Olive jika dirinya sudah melepaskan perasaannya untuk Vano. Mungkin sahabatnya itu mengira jika dirinya hanya bercanda saat mengatakan hal itu.
...
Xena masih memikirkan bagaimana cara menolong keluarga Vierra dan mengantisipasi terjadinya kebangkrutan yang di alami papanya di masa depan.
Jika saat itu papanya tidak mendapatkan suntikan dana dari keluarga Vano, mungkin saja keluarganya benar-benar bangkrut.
Namun setelah memiliki ingatan dan juga uang senilai 30 Triliun milik Vierra, yang sudah menjadi miliknya saat ini. Jika papanya mengalami krisis keuangan, ia bisa membantunya tanpa harus memelas bantuan orang lain.
Apalagi Vierra sudah menyerahkan semua yang ia miliki padanya. Vierra hanya meminta dirinya untuk menjaga, dan memberikan bantuan pada keluarganya.
"Kekayaan papah aja nggak lebih dari satu Triliun, yang berarti aku lebih kaya dari papa, saat ini? Woah, sepertinya itu benar! Tapi..." gumam Xena memikirkan sesuatu.
"Bagaimana caranya aku memberikan bantuan pada keluarga Vierra dan papa?" gumam Xena lagi.
"Ah sudahlah, nanti saja aku pikirkan. Lagian aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menjauh dan tidak terlibat dengan Vano. Terlebih aku juga akan mencegah hal buruk terjadi pada Olive yang mengakibatkan kesengsaraan hidupku di masa depan. Siapa tahu jalan hidup berubah dan papa tidak jadi colaps seperti dulu" ucap Xena menganggukkan kepalanya.
"Yang harus aku pikirkan sekarang, bagaimana caranya menghadapi Vano besok. Hais, memikirkannya saja aku malas untuk keluar rumah. Aku tidak tahu perasaanku saat ini, apakah cinta itu masih ada untuknya atau tidak. Haaahhh, biarlah aku hadapi, karena tidak selamanya ku bisa menghindar" ucap Xena
Ia menarik selimut dan berbaring lalu memejamkan matanya. Tak lama dirinya tertidur pulas.
...•••...
Pagi hari di kediaman Dirgantara
Olive baru saja bangun tidur, ia melihat jam dinding yang menggantung di depan nya. Baru jam 6 pagi, ia masih setia bergelung di dalam selimut.
Mengingat hari ini kuliah libur, ia masih malas untuk beranjak dari tempat tidur. Terlebih Pesawat yang di tumpangi kakaknya akan landing jam 10 siang nanti.
"Ah, malasnya. Pengen bobo seharian, tapi apa daya harus menjemput pangeran kuda putih keluarga ini. Apa Xena sudah bangun?" ucap Olive.
"Ah, sudah pasti ia bangun lebih pagi mengingat kak Vano pulang hari ini. Aku rasa ucapannya yang sudah menyerah dengan kak Vano hanya candaan. Aku sangat tahu cinta seorang Xena pada kakakku sangatlah besar. Jadi tidak mungkin, cinta itu hilang dalam sekejap, bukan? Terlebih aku hanya ingin dia yang menjadi kakak iparku" ucap Olive pada dirinya sendiri.
Olive mengangguk setuju dengan omongannya sendiri. Ia kemudian mencari ponselnya dan mengirim pesan pada sahabatnya itu.
^^^💬 Pagi Xena sayong, kamu sudah bangun?^^^
Tak berapa lama balasan muncul. Olive tersenyum yakin jika Xena sudah bangun dan tengah bersiap seperti biasanya jika Vano pulang. Namun senyumnya tergantikan oleh keningnya yang mengkerut, ia tidak percaya dengan apa yang di tulis sahabatnya itu.
💬 Pagi Liv, aku sudah bangun dan sedang menyiapkan sarapan.
^^^💬 Menyiapkan sarapan? Kau bisa masak? Atau kau hanya menyiapkan roti bakar?^^^
💬 Aku bisa sedikit, aku sedang membuat nasi goreng ati ampela. Kau mau?
Olive terkejut saat Xena bilang ia masak. Sejak kapan sahabatnya itu bisa masak? Dan lagi siapa yang tahan dengan godaan Nasi goreng Ati ampela. Itu adalah makanan favoritnya.
^^^💬 Kau serius masak sendiri?^^^
💬 Iya, jadi kau mau atau tidak?
^^^💬 Mau! Aku akan ke sana 15 menit lagi, tunggu aku! Jangan makan sebelum aku datang, Oke.^^^
Olive bergegas turun dari tempat tidur, ia segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Hanya butuh waktu kurang dari 5 menit untuk nya mandi, mungkin ini rekor tercepat ia mandi.
Ia langsung memakai pakaiannya, ia tidak make up sama sekali. Karena ia akan touch up nanti saat di kediaman Yaksha. Ia Langsung mengambil tas dan kunci mobil di atas nakas dan keluar kamar.
"Liv, kamu mau kemana? Sarapan dulu! Bukannya kamu akan jemput kakakmu nanti?" Tanya Sari mamah dari Olive dan Vano.
"Olive buru-buru mah, mau sarapan di rumah Xena. Iya aku jemput kak Vano nanti, sekalian jemput Xena dulu. Aku pergi mah, dadah... cup, cup" ucap Olivia sebelum pergi ia mencium pipi mamah dan papah nya yang hanya menggelengkan kepalanya.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Choco
semoga ceritanya seruu
2023-06-14
2
Yuli Yanti
💐
2023-03-03
1
yudi
🌹
2023-03-03
1