11. Hak Galang dan keluarga

"Ekhmmm" Ray berdeham untuk menghilangkan rasa kecanggungan dirinya dan menyadarkan Galang. Karena saat ia melirik Galang, ia tengah asik menertawai nya..

"Ray, panggil aku Ray" ucap Ray lagi dan menatap Xena lembut.

"Hmm" balas Xena.

Ia tidak peduli dengan pria tampan yang duduk di depannya, tengah memperkenalkan diri.

Ray kini hanya diam karena perkenalkan nya hanya di balas dehaman saja. Tentu saja ia terkejut bukan main, baru kali ini ada gadis yang tidak luluh sama sekali dengan aura ketampanan miliknya.

Apa orientasi se*sual Xena menyimpang? Pikirnya

Namun dengan segera ia menghilangkan pikiran yang tidak-tidak itu. Karena ia tidak percaya gadis yang sangat cantik seperti Xena memiliki selera menyimpang.

Tak lama setelahnya makanan datang, pelayan yang membawa dan menata makanan di meja terkejut. Saat ia melihat Ray, ia langsung mengenalinya dan begitu antusias tidak di buat-buat.

"Ray, ini beneran Ray, kan? Astaga, mimpi apa aku semalam dapat rezeki nomplok ketemu idola di tempat kerja" ucap pelayan heboh

Ray hanya melirik dan diam saja tidak menjawab. Pelayan itu tidak sakit hati, karena ia sangat tahu jika idolanya itu sangat dingin pada orang lain.

"Bo-boleh aku minta foto dan tanda tangan Ray?" ucap pelayan itu memberanikan diri dan berharap ia beruntung.

"Hmm" ucap Ray mengangguk dan mengiyakan.

Pelayan itu bersorak senang dalam hati dan langsung mengambil buku juga ponsel dari saku nya lalu melakukan Selfi meskipun posisinya agak memberi jarak dengan idolanya itu. Sungguh fans yang sangat pengertian.

Xena melihat itu dan baru menyadari jika yang di maksud Ray barusan. Bahwa pria di depannya itu adalah seorang artis, namun itu semua tidak ada hubungannya dengan dirinya, jadi ia cuek saja.

Mereka bertiga makan dengan khidmat setelah pelayan itu keluar. Dan setelah makan, Xena mengeluarkan suara dan mulai membahas tujuan mereka bertemu.

"Sebelumnya aku turut berduka cita atas apa yang terjadi dengan Vierra. Aku tidak menyangka setelah obrolan terakhir kami saat itu adalah terakhir kali aku bicara dengannya" ucap Xena setengah benar dan bohong.

Benar ia merasa bersimpati dan ikut berduka, namun ia berbohong tentang percakapan dengan Vierra. Itu semua agar Galang percaya padanya.

"Terimakasih Nona, aku dan keluarga sudah berusaha mengikhlaskannya. Meskipun susah untukku, karena ada rasa penyesalan yang begitu besar di hatiku. Akulah yang menyebabkan kakak meninggal. Jika saja aku tidak menelepon dan memberi tahu kondisi kami, ia mungkin masih hidup sampai saat ini" ucap Galang menunduk dan menangis saat mengingat hal itu.

"Jangan menyalahkan diri sendiri, itu sudah takdirnya. Umur seseorang tidak ada yang tahu, tidak satupun manusia di muka bumi tahu kapan waktu dirinya habis hidup di dunia ini" ucap Xena bijak namun Galang masih menangis, tidak peduli jika ia menangis di depan orang lain.

Ray hanya menyimak saja, ia tidak kaget mendengar itu. Karena Galang sudah pernah menceritakan itu sebelumnya. Dan Ray kehabisan ide saat itu untuk menenangkan Galang, kala asisten nya itu mengingat kakaknya meninggal dalam kecelakaan pesawat tak lama setelah Galang menelepon dan memberi tahu kondisi keluarganya.

"Jangan terus meratapi, kau harus mengikhlaskan nya. Kalau tidak, kau hanya membuat kakakmu semakin merasa bersalah" ucap Xena

"Maksudmu?" tanya Galang berhenti menangis meskipun air mata masih terus keluar.

"Sebelum ia hendak pulang untuk menemui kalian. Kita sempat berbincang di telepon. Vierra mengatakan jika dirinya menyesal tidak mengetahui kondisi yang menimpa keluarganya lebih awal. Dan ia juga menyesal karena tidak jujur pada keluarganya tentang kondisinya juga" ucap Xena

"Aku tidak mengerti, memang apa yang di katakan kakakku? Apa yang ia tutupi?" tanya Galang mencoba menenangkan diri dan mendengarkan Xena dengan baik.

"Vierra dan aku bersahabat Lima tahun lalu meskipun umur kita terpaut empat tahun. Lalu kami berencana membuka usaha di Negara S dalam satu tahu terakhir. Meskipun aku tidak bisa ke sana karena kuliahku, tapi aku menyerahkan semuanya pada Vierra untuk mengelolanya bisnis kami.

Kami mendirikan sebuah restoran bintang lima, dalam satu tahun itu berkembang dan memiliki beberapa cabang. Baik aku dan Vierra masing-masing memiliki 50 persen saham. Jika kau menanyakan kami dapat uang modal dari mana untuk membangun usaha itu? Itu semua karena kemampuan kakakmu di bidang komputer.

Vierra ia sangat pandai bermain saham, hanya dengan modal sepuluh juta dari uang tabunganku saat itu. Ia menghasilkan banyak uang saat menjual sahamnya yang saat itu melonjak naik. Selain itu, ia juga menjual perangkat lunak dan perangkat anti virus yang kami berdua buat bersama dan terjual dengan harga tinggi" ucap Xena menghentikan ucapannya untuk mengambil nafas.

Ia lihat baik Galang maupun Ray terkejut mendengarnya. Namun mereka tetap diam dan fokus mendengarkan ucapan Xena selanjutnya.

"Mendengar kabar keluarganya terpuruk, Xena ingin pulang dan ingin mengatakan yang sebenarnya. Jika dirinya saat ini sudah kaya dan ingin membahagiakan keluarganya dengan uang yang ia hasilkan. Namun kecelakaan itu terjadi dan menewaskannya" ucap Xena

"Saat mendengar berita tentang itu, tentu saja aku terkejut dan merasa sedih kehilangan sahabat baik seperti dirinya. Dan aku ingin mewujudkan apa yang belum sempat Vierra hendak berikan pada keluarganya" ucap Xena lagi.

"Ini...Ambillah!" ucap Xena sembari menyodorkan sebuah kartu hitam metalic di atas meja ke arah Galang.

"Apa ini?" tanya Galang

"Itu adalah semua uang yang di miliki kakakmu totalnya 100 Milyar. Aku sudah menjual restoran itu dan itu uang hasil penjualan restoran. Kalian sebagai keluarga berhak menerima apa yang sudah seharusnya kalian terima sebagai keluarga Vierra. Aku harap kamu dan keluarga menggunakan uang itu dengan baik, hidup bahagia dan rukun" ucap Xena

"Bu-bukankah uang ini juga milikmu. Kau mengatakan jika kalian memiliki saham yang sama bukan?" tanya Galang dengan gemetar ia memegang kartu hitam itu.

Dengan kartu itu, keluarganya tidak lagi kekurangan uang. Bahkan bisa menggunakan sebagian untuk membuat usaha kedua orangtuanya.

"Tidak perlu khawatir, aku sudah mengambil bagianku sendiri. Namun jika kau tidak percaya dengan jumlah yang seharusnya. Kita bisa ke bank untuk rincian transferan dan juga menelepon pemilik restoran saat ini untuk mendengar secara langsung total nominal penjualan restoran itu. Atau kau ingin melihat dokumen jual beli dan kwitansi nya, aku akan mengambilnya" ucap Xena

"Tidak perlu, aku percaya padamu Nona" ucap Galang.

Galang percaya pada Xena, kalau ia adalah gadis yang baik dan jujur. Kalau tidak, bisa saja kan Xena membawa uang itu untuk dirinya sendiri, toh tidak ada yang tahu. Namun Xena tidak melakukannya.

Galang mengagumi sikap jujur Xena, begitupun dengan Ray yang memandang Xena dengan tatapan takjub dan terpesona.

Di jaman sekarang, ia jarang melihat wanita cantik, baik, jujur dan juga menarik perhatiannya. Jantungnya semakin berdetak kencang, bahkan Ray khawatir jika dua orang yang di dekatnya itu bisa mendengarnya.

Sedangkan Xena menghela nafas lega, karena ucapannya bisa meyakinkan Galang. Xena memutuskan untuk memberikan uang 100 Milyar pada keluarga Vierra bukan karena ia pelit dengan uang Vierra.

Namun jika ia memberikan lebih dari itu dan akan membuat Galang juga Ray curiga padanya.

...•••••...

Terpopuler

Comments

Dian Pelangi Simanjuntak

Dian Pelangi Simanjuntak

mau jugak lah thor😁😁

2024-11-01

0

Choco

Choco

bagi aku juga dong Xena

2023-06-14

2

Adis Septiani

Adis Septiani

aku jg mau Xena...gpp lah angka nol nya d kurangin 1 dari yg km kasih k Galang...😂😂😂😂

2023-03-29

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!