"Ekhmmm" Ray berdeham untuk menghilangkan rasa kecanggungan dirinya dan menyadarkan Galang. Karena saat ia melirik Galang, ia tengah asik menertawai nya..
"Ray, panggil aku Ray" ucap Ray lagi dan menatap Xena lembut.
"Hmm" balas Xena.
Ia tidak peduli dengan pria tampan yang duduk di depannya, tengah memperkenalkan diri.
Ray kini hanya diam karena perkenalkan nya hanya di balas dehaman saja. Tentu saja ia terkejut bukan main, baru kali ini ada gadis yang tidak luluh sama sekali dengan aura ketampanan miliknya.
Apa orientasi se*sual Xena menyimpang? Pikirnya
Namun dengan segera ia menghilangkan pikiran yang tidak-tidak itu. Karena ia tidak percaya gadis yang sangat cantik seperti Xena memiliki selera menyimpang.
Tak lama setelahnya makanan datang, pelayan yang membawa dan menata makanan di meja terkejut. Saat ia melihat Ray, ia langsung mengenalinya dan begitu antusias tidak di buat-buat.
"Ray, ini beneran Ray, kan? Astaga, mimpi apa aku semalam dapat rezeki nomplok ketemu idola di tempat kerja" ucap pelayan heboh
Ray hanya melirik dan diam saja tidak menjawab. Pelayan itu tidak sakit hati, karena ia sangat tahu jika idolanya itu sangat dingin pada orang lain.
"Bo-boleh aku minta foto dan tanda tangan Ray?" ucap pelayan itu memberanikan diri dan berharap ia beruntung.
"Hmm" ucap Ray mengangguk dan mengiyakan.
Pelayan itu bersorak senang dalam hati dan langsung mengambil buku juga ponsel dari saku nya lalu melakukan Selfi meskipun posisinya agak memberi jarak dengan idolanya itu. Sungguh fans yang sangat pengertian.
Xena melihat itu dan baru menyadari jika yang di maksud Ray barusan. Bahwa pria di depannya itu adalah seorang artis, namun itu semua tidak ada hubungannya dengan dirinya, jadi ia cuek saja.
Mereka bertiga makan dengan khidmat setelah pelayan itu keluar. Dan setelah makan, Xena mengeluarkan suara dan mulai membahas tujuan mereka bertemu.
"Sebelumnya aku turut berduka cita atas apa yang terjadi dengan Vierra. Aku tidak menyangka setelah obrolan terakhir kami saat itu adalah terakhir kali aku bicara dengannya" ucap Xena setengah benar dan bohong.
Benar ia merasa bersimpati dan ikut berduka, namun ia berbohong tentang percakapan dengan Vierra. Itu semua agar Galang percaya padanya.
"Terimakasih Nona, aku dan keluarga sudah berusaha mengikhlaskannya. Meskipun susah untukku, karena ada rasa penyesalan yang begitu besar di hatiku. Akulah yang menyebabkan kakak meninggal. Jika saja aku tidak menelepon dan memberi tahu kondisi kami, ia mungkin masih hidup sampai saat ini" ucap Galang menunduk dan menangis saat mengingat hal itu.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, itu sudah takdirnya. Umur seseorang tidak ada yang tahu, tidak satupun manusia di muka bumi tahu kapan waktu dirinya habis hidup di dunia ini" ucap Xena bijak namun Galang masih menangis, tidak peduli jika ia menangis di depan orang lain.
Ray hanya menyimak saja, ia tidak kaget mendengar itu. Karena Galang sudah pernah menceritakan itu sebelumnya. Dan Ray kehabisan ide saat itu untuk menenangkan Galang, kala asisten nya itu mengingat kakaknya meninggal dalam kecelakaan pesawat tak lama setelah Galang menelepon dan memberi tahu kondisi keluarganya.
"Jangan terus meratapi, kau harus mengikhlaskan nya. Kalau tidak, kau hanya membuat kakakmu semakin merasa bersalah" ucap Xena
"Maksudmu?" tanya Galang berhenti menangis meskipun air mata masih terus keluar.
"Sebelum ia hendak pulang untuk menemui kalian. Kita sempat berbincang di telepon. Vierra mengatakan jika dirinya menyesal tidak mengetahui kondisi yang menimpa keluarganya lebih awal. Dan ia juga menyesal karena tidak jujur pada keluarganya tentang kondisinya juga" ucap Xena
"Aku tidak mengerti, memang apa yang di katakan kakakku? Apa yang ia tutupi?" tanya Galang mencoba menenangkan diri dan mendengarkan Xena dengan baik.
"Vierra dan aku bersahabat Lima tahun lalu meskipun umur kita terpaut empat tahun. Lalu kami berencana membuka usaha di Negara S dalam satu tahu terakhir. Meskipun aku tidak bisa ke sana karena kuliahku, tapi aku menyerahkan semuanya pada Vierra untuk mengelolanya bisnis kami.
Kami mendirikan sebuah restoran bintang lima, dalam satu tahun itu berkembang dan memiliki beberapa cabang. Baik aku dan Vierra masing-masing memiliki 50 persen saham. Jika kau menanyakan kami dapat uang modal dari mana untuk membangun usaha itu? Itu semua karena kemampuan kakakmu di bidang komputer.
Vierra ia sangat pandai bermain saham, hanya dengan modal sepuluh juta dari uang tabunganku saat itu. Ia menghasilkan banyak uang saat menjual sahamnya yang saat itu melonjak naik. Selain itu, ia juga menjual perangkat lunak dan perangkat anti virus yang kami berdua buat bersama dan terjual dengan harga tinggi" ucap Xena menghentikan ucapannya untuk mengambil nafas.
Ia lihat baik Galang maupun Ray terkejut mendengarnya. Namun mereka tetap diam dan fokus mendengarkan ucapan Xena selanjutnya.
"Mendengar kabar keluarganya terpuruk, Xena ingin pulang dan ingin mengatakan yang sebenarnya. Jika dirinya saat ini sudah kaya dan ingin membahagiakan keluarganya dengan uang yang ia hasilkan. Namun kecelakaan itu terjadi dan menewaskannya" ucap Xena
"Saat mendengar berita tentang itu, tentu saja aku terkejut dan merasa sedih kehilangan sahabat baik seperti dirinya. Dan aku ingin mewujudkan apa yang belum sempat Vierra hendak berikan pada keluarganya" ucap Xena lagi.
"Ini...Ambillah!" ucap Xena sembari menyodorkan sebuah kartu hitam metalic di atas meja ke arah Galang.
"Apa ini?" tanya Galang
"Itu adalah semua uang yang di miliki kakakmu totalnya 100 Milyar. Aku sudah menjual restoran itu dan itu uang hasil penjualan restoran. Kalian sebagai keluarga berhak menerima apa yang sudah seharusnya kalian terima sebagai keluarga Vierra. Aku harap kamu dan keluarga menggunakan uang itu dengan baik, hidup bahagia dan rukun" ucap Xena
"Bu-bukankah uang ini juga milikmu. Kau mengatakan jika kalian memiliki saham yang sama bukan?" tanya Galang dengan gemetar ia memegang kartu hitam itu.
Dengan kartu itu, keluarganya tidak lagi kekurangan uang. Bahkan bisa menggunakan sebagian untuk membuat usaha kedua orangtuanya.
"Tidak perlu khawatir, aku sudah mengambil bagianku sendiri. Namun jika kau tidak percaya dengan jumlah yang seharusnya. Kita bisa ke bank untuk rincian transferan dan juga menelepon pemilik restoran saat ini untuk mendengar secara langsung total nominal penjualan restoran itu. Atau kau ingin melihat dokumen jual beli dan kwitansi nya, aku akan mengambilnya" ucap Xena
"Tidak perlu, aku percaya padamu Nona" ucap Galang.
Galang percaya pada Xena, kalau ia adalah gadis yang baik dan jujur. Kalau tidak, bisa saja kan Xena membawa uang itu untuk dirinya sendiri, toh tidak ada yang tahu. Namun Xena tidak melakukannya.
Galang mengagumi sikap jujur Xena, begitupun dengan Ray yang memandang Xena dengan tatapan takjub dan terpesona.
Di jaman sekarang, ia jarang melihat wanita cantik, baik, jujur dan juga menarik perhatiannya. Jantungnya semakin berdetak kencang, bahkan Ray khawatir jika dua orang yang di dekatnya itu bisa mendengarnya.
Sedangkan Xena menghela nafas lega, karena ucapannya bisa meyakinkan Galang. Xena memutuskan untuk memberikan uang 100 Milyar pada keluarga Vierra bukan karena ia pelit dengan uang Vierra.
Namun jika ia memberikan lebih dari itu dan akan membuat Galang juga Ray curiga padanya.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Dian Pelangi Simanjuntak
mau jugak lah thor😁😁
2024-11-01
0
Choco
bagi aku juga dong Xena
2023-06-14
2
Adis Septiani
aku jg mau Xena...gpp lah angka nol nya d kurangin 1 dari yg km kasih k Galang...😂😂😂😂
2023-03-29
1