16. Menuju Puncak

Pagi ini, Xena sudah siap-siap dengan pakaian dan barang apa saja yang akan ia bawa ke puncak. Setelah selesai packing semuanya, Xena kemudian duduk di kasur empuknya.

Kepalanya Ia dongakkan ke atas, matanya terpejam. Ia mengingat dulu, tepat hari ini mereka ke puncak. Namun bukan mereka bertiga saja yang datang, melainkan teman-teman Vano dan Yani juga ikut datang.

Dulu yang mengusulkan adalah Olive dan Xena sangat setuju dengan itu, karena ingin selalu berdekatan dengan Vano. Namun sekarang justru Vano yang mengajaknya. Xena tidak yakin apa akan ada kejadian yang sama seperti dulu terulang.

Dulu, Yani pura-pura menabraknya saat ia tengah membawa kopi panas untuk Vano, dan tangannya sedikit melepuh. Bahkan Yani menyeburkan dirinya sendiri ke kolam, dan semuanya menyalahkannya saat itu kecuali Olive dan Bram, karena hanya dia yang ada di kolam. Padahal dia tidak melakukan itu semua.

"Hah, mungkin saja hal itu terjadi lagi, ternyata aku terlalu bodoh dulu bisa di kambing hitamkan lampir itu untuk menarik perhatian Vano" ucap Xena

Tin!

Suara klakson mobil terdengar di depan, Xena dengan malas turun membawa ransel besarnya itu.

Xena tidak terkejut mendapati mobil MPV dengan banyak orang di dalamnya. Seperti yang terjadi dulu, semuanya ikut termasuk Yani.

Dapat di lihat dari ekspresi malas dan tidak senangnya Olive karena Yani ikut. Yani pun sama, karena ia saat ini duduk di bagian belakang di apit Ferry dan Arlan. Padahal ia ingin duduk di samping Vano.

Masih di posisi duduk yang sama, dan itu berarti, ia akan duduk di samping Vano di kursi barisan kedua.

"Liv, aku duduk di depan saja ya, perutku sedang tidak enak. Takutnya aku mual kalau duduk di belakang" ucap Xena mencari alasan.

Xena tahu jika yang menyetir adalah Bram, jadi lebih baik ia tukar posisi dengan Jhody. Dari pada ia harus duduk di samping Vano.

"Yah, Xe... Ya udah deh, dari pada kamu makin nggak enak perutnya" ucap Olive menyayangkan dan menyerah.

Yani di belakang tersenyum tipis karena Xena tidak duduk di samping Vano. Namun senyumnya memudar saat suara Vano menginterupsi.

"Bram, kamu lagi capek kan? Biar aku aja yang nyetir" ucap Vano

Duaaarrr!!!

Xena terkejut saat mendengar ucapan Vano.

"kenapa tuh cowo satu berubah 180 Derajat gini sih? Ya Tuhan, moga aja kak Bram nolak!" Doa Xena yang tidak ingin berdekatan dengan Vano.

"Wah, dengan senang hati bro. Tahu aja kalau badan aku lagi pada pegel nih" ucap Bram antusias, tanpa ba-bi-bu lagi mereka tukar posisi.

Xena mengerutuki dirinya sendiri karena ia gagal lagi, berbeda dengan Olive yang tersenyum puas. Sedangkan Yani mengepalkan tangannya kesal dan menyalahkan Xena yang ia pikir terlalu manja itu.

Vano melirik ke arah Xena yang hanya diam, ia ingin mengajaknya mengobrol namun Xena justru memejamkan matanya. Vano tahu kalau Xena tidak benar-benar tertidur. Tapi ia tidak bisa memaksa Xena untuk mau berbicara padanya saat ini.

....

Di apartemen Ray, sudah siap dengan tas yang berisi pakaian saat di puncak nanti.

"Ray, udah siap?" tanya Galang

"Hmm, udah" jawab Ray

"Ayok berangkat sekarang, nanti kita telat sampai ke tempat pemotretan lagi. Kau tahu bukan, kalau jalanan di puncak macet, apalagi saat hari libur" ucap Galang yang di angguki Ray.

Keduanya kemudian berangkat menuju puncak, tempat pemotretan yang akan di lakukan selama dua hari itu.

....

"Xe, bangun. Kita sudah sampe" ucap Vano mencoba membangunkan Xena. Ia hendak menyentuh bahu Xena, namun Xena membuka matanya dan menampik tangannya.

"Hmm, aku tahu..." ucap Xena terbangun dan berkata dengan dingin.

Vano tertegun sebentar, baru kali ini ada wanita yang sikapnya cuek dan dingin padanya. Bahkan Vano heran mengapa Xena melakukan itu semua.

"Apa dia sedang bermain tarik ulur? Atau dia sedang bermain peran agar aku tertarik padanya?" vano bertanya-tanya dalam hatinya.

Xena mengabaikan keterkejutan Vano, ia bergegas turun dari mobil, menyusul yang lain mengambil barang mereka.

Tas Xena cukup berat, namun ia masih sanggup membawanya. Melihat tas Xena yang cukup besar Vano berinisiatif mengulurkan bantuan.

"Mau aku bantu bawain Xe?" tanya Vano, ia tersenyum ke arahnya.

"Tidak, makasih" ucap Xena datar, menggendong ransel miliknya dan masuk ke dalam Villa.

"Van, bisa bantu aku bawa tas aku?" tanya Yani.

Vano menatap tas Yani yang tidak besar, namun ia mengangguk karena tidak enak menolaknya.

Bram dan Olive yang melihat itu memutar matanya, sejujurnya ia tidak setuju Yani ikut liburan bareng dengan mereka. Tapi wanita tidak tahu malu itu, merengek dan minta ikut bahkan menangis di depan sepupunya.

Mereka berdelapan langsung ke kamar masing-masing. Karena kamar di sana hanya ada 5, jadi beberapa orang tidur berdua. kamar 1 Xena dengan Olive, kamar 2 Yani, Kamar 3 Arlan, kamar 4 Jhody, Ferry dan Bram. Kamar 5 Vano.

"Aku lelah Xe, macet gila..." ucap Olive rebahan di kasur.

"Tidur gih kalau capek, aku mau mau mandi dulu ya Liv, abis itu aku mau masak buat makan siang" ucap Xena

"Iya Xe, kamu memang calon ibu rumah tangga yang baik, pasti yang jadi suamimu bahagia punya istri seperti kamu Xe" ucap Olive.

"Kamu ini ada-ada saja Liv. Sok sana tidur! Kalau sudah siap makanannya aku bangunin" ucap Xena

Olive pun langsung memejamkan matanya, sedangkan Xena mandi dan setelah itu menyiapkan makan siang.

...

Di tempat pemotretan dan syuting iklan.

Photografer dan sutradara iklan itu tengah meradang marah, pasalnya model wanita mereka berhalangan hadir karena alergi yang tiba-tiba muncul dan harus di opname.

Semua orang juga merasa kesal di buatnya, tak terkecuali Ray. Karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena kecelakaan kerap terjadi.

Namun mereka menyayangkan, kenapa model perempuan mereka sangat bodoh. Kenapa ia tidak hati-hati saat makan, jika ia tahu punya alergi.

Ray sudah berada di lokasi ia sedikit kesal karena tidak di beritahu sebelumnya jika pemotretan di undur karena model perempuan berhalangan.

Tapi sebenarnya bukan hanya Ray yang mengeluh, kru lain juga mengeluh. Karena pihak model perempuan mengabarinya lima belas menit sebelum pemotretan di mulai.

"Eh, itu seperti nona Xena" ucap Galang pelan, namun masih di dengar oleh Ray.

Ray menoleh ke arah Villa di sebelahnya dari lantai dua, ia benar-benar melihat Xena tengah beranjak ke sebuah mobil MPV dan mengeluarkan tas kecil dari sana yang lupa ia bawa masuk.

Mata Ray berbinar melihat Xena, wanita yang beberapa hari ini mengusik kehidupan nya dengan bayangan cantik yang muncul di pikiranya.

...••••...

Terpopuler

Comments

chusni musfirah

chusni musfirah

ok Xena SM Ray aku padamu Thor

2023-01-26

7

R@3f@d lov3😘

R@3f@d lov3😘

xwno dan Ray😍😍pasti jengkel dannarah it...vano nglihatnya

2023-01-05

1

Tuxepos Jasmine

Tuxepos Jasmine

yeeeyyyy....xena ktm sm rayyyy....kapal aku hrs berlayar dan happy ending pkknya🥰🥰🥰🥰🥰

2023-01-04

10

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!