Setelah lampu hijau, Xena mulai melajukan motor maticnya dengan pelan. Baik Xena maupun Olive tidak tahu jika keduanya di perhatikan oleh dua pengemudi mobil di belakangnya.
Salah satu pengemudi mobil adalah Raymond Octavio, aktor yang tengah naik daun di tanah air dengan nama panggungnya Ray.
Ray menatap wanita yang sejak pertemuan pertamah sudah mencuri perhatiannya itu, jika ia tidak memiliki suatu kepentingan, ingin sekali ia menghampiri Xena saat ini juga.
Namun ia harus puas hanya melihat Xena dari jauh dan mendapatkan bonus dengan melihat senyum manis Xena saat berbicara dengan Olive di atas motor tadi. Ia pun melajukan mobilnya berbelok ke arah kanan, sedangkan Xena melajukan motornya lurus.
...
Di mobil satunya adalah Vano yang menatap dan mengikuti kemana arah Xena dan adiknya itu pergi. Saat ia tahu jika jalan yang keduanya tuju adalah rumah Xena, Vano berhenti di tengah jalan dan memarkirkannya di pinggir sebuah taman.
Entah apa yang membuatnya menghentikan mobilnya, ia justru mengambil ponsel miliknya.
Vano kemudian membuka akun media sosialnya, namun ia di kejutkan dengan akun IG nya, di sana tidak ada Akun Xena_Yaksha yang mengikutinya.
Degh!
Hati Vano merasakan sakit saat tahu tidak ada lagi Akun bernama Xena_Yaksha yang mengikutinya akun IG nya. Vano pun langsung mencari akun Xena_Yaksha di kolom pencarian. Untungnya akun Xena tidak di kunci, jadi ia bisa melihat isinya.
Alangkah terkejutnya ia melihat isi di postingan di sana, tidak ada lagi photo tentang dirinya.
Yang membuat Vano yakin itu adalah akun milik Xena, karena belum lama ini Xena memposting dua photo selain gambar tangan Xena dan Olive. Yaitu photo wanita yang membelakangi matahari hingga wajahnya tidak terlihat, juga photo dirinya yang memakai pakaian yang ia kenakan saat menjemput nya di Airport dengan kata-kata ungkapan.
Xena_Yaksha Amanat mu sudah aku sampaikan, dan aku akan menjaga amanah yang lainnya untuk kau di sana. Pergilah dengan tenang dan penuh senyum tanpa beban di hati lagi. Jangan khawatir aku akan menjadi dirimu yang kedua untuk mereka. XR
Vano mengerutkan kening membaca kata-kata itu, dan ia penasaran untuk siapa itu? Dan inisial siapa XR itu? Dan entah mengapa, ia merasa tidak suka dan tidak rela secara bersamaan menyelusup di dadanya.
Namun Vano juga merasa ada yang aneh dengan kata-kata itu, seperti melepas orang yang pergi jauh. Lebih tepatnya meninggalkan dunia ini, tapi siapa?
Vano terus menerus memikirkan tentang itu yang membuatnya pusing sendiri. Ia kemudian kembali ke layar utama di ponselnya, ia akan memutuskan bertanya pada adiknya nanti.
Vano melihat jam di tangannya, sudah lebih dari setengah jam ia di taman, jadi ia mencoba untuk menelepon adiknya.
Setelah deringan ke tiga, baru teleponnya di angkat.
"Halo kak" ucap Olive di seberang telepon.
"Di mana dek?" tanya Vano pura-pura tidak tahu.
"Di rumah Xena kak, ada apa?" jawab Olive.
"Tadinya kakak mau ajak makan di luar, kakak bete di rumah" ucap Vano basa-basi.
"Tumben ngajak aku, biasanya kakak ngumpul sama temen-temen kakak kalau pulang" ucap Olive
Mendengar itu Vano menepuk jidadnya, ia melupakan niat awal ia keluar dari rumah. Ia awalnya ingin ke rumah Bram dan mengajak teman-temannya yang lain nongkrong. Tapi karena melihat Xena dan adiknya ia melupakan itu.
"Kalau kakak bosen, kenapa nggak gabung sama aku di sini kak? Aku pengen makan makanan enak buatan Xena, jadi aku lagi nggak pengen makan di luar" ucap Olive lagi membuat Vano terkejut.
Sejak kapan Xena bisa masak? Begitu yang di pikirkan Vano.
Vano tahu banyak tentang Xena meskipun mereka jarang mengobrol, terlebih ia kebanyakan di luar negeri untuk studi. Ia tahu banyak karena Olive akan menceritakan tentang Xena tiap hari padanya lewat telepon atau Chat.
Mendengar adiknya mengatakan masakan buatan Xena enak, jadi ia memutuskan ke sana untuk membuktikan ucapan adiknya.
"Boleh, apa tidak apa-apa kakak ke sana Liv?" tanya Vano
"Ih kakak kaya sama siapa aja, kan keluarga kita sama keluarga Xena sudah erat banget persaudaraannya. Nanti aku bilang sama om dan Tante kalau kakak akan ke sini. Mereka pasti seneng ketemu kakak, karena udah lama juga kan kakak nggak main ke sini" ucap Olive sudah seperti tuan rumah.
"Oke, kakak ke sana kalau gitu" ucap Vano menarik sudut bibirnya lalu menutup teleponnya.
Vano mengetik sesuatu yang ia kirim ke group chat yang berisikan teman-temannya, lalu ia melajukan kendaraannya menuju ke rumah keluarga Yaksha. Yang kebetulan jaraknya hampir sama jika di hitung antara jarak rumahnya ke rumah Xena.
....
Olive menatap ponsel nya, ia tersenyum penuh makna. Ia kemudian bergegas masuk ke dalam dan menghampiri Utami yang tengah duduk di ruang keluarga.
"Tante..." panggil Olive.
"Kenapa Liv, sini duduk! Xena masih masak?" tanya Utami, Olive hanya mengangguk sebagai jawaban lalu duduk di samping Utami.
"Tan, kak Vano mau ke sini boleh?" tanya Olive
"Boleh dong, siapa yang larang coba. Tante juga kangen sama Vano udah lama nggak ketemu. Suruh ke sini aja Liv, biar sekalian makan malam bareng, menunya ala chef Xena" ucap Utami terkekeh
"Yes, Tante memang paling mengerti aku" gumam Olive dalam hati sangat riang.
"Ya sudah aku chat kak Vano dulu ya Tan" ucap Olive yang di angguki Utami.
Setelah 10 menit, terdengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah. Vano mematikan mesin mobilnya lalu turun. Ia mengetuk pintu dan di sambut oleh Utami.
"Vano, astaga ini kamu? Kamu makin tinggi dan ganteng saja" ucap Utami.
Ia terkejut melihat tinggi badan Vano yang saat ini sudah 185cm itu. Wajar saja karena sudah lebih dari 3 tahun ia tidak melihat Vano dan perbedaan sangat nampak. Ia semakin tinggi dan badannya kini sudah jadi, mungkin karena sering olahraga hingga otot lengannya kekar sampai tercetak di kaosnya.
"Hallo Tante, apa kabar?" ucap Vano sambil menyalami Utami sopan.
"Kabar Tante baik. Ayo masuk!" ucap Utami yang mempersilahkan Vano masuk.
Vano masuk ke rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi itu, dulu saat kecil ia sering bermain di sini dengan Xena dan Olive.
"Duduk dulu nak Vano, Tante panggil Olive dulu" ucap Utami
"Emang Olive di mana Tante? Di kamar Xena ya?" tanya Vano
"Nggak, dia lagi liatin Xena masak di dapur. Dia lagi takjub lihat Xena yang piawai masak" ucap Utami sambil tertawa kecil kemudian pergi ke arah dapur.
"Dia beneran bisa masak ternyata?" ucap Vano dalam hati
Entah mengapa mendengar Xena bisa masak, membuat Vano membayangkan suatu hari ia dan anak-anaknya menunggu Xena dengan sabar, yang sedang memasak untuk mereka.
"****Astaga, mikir apa sih? Sampe ke punya anak segala. Kenapa aku jadi gini ya??" gumam Vano lagi dalam hati**** bingung sendiri.
"Liv, itu ada kakakmu di depan" panggil Utami yang kini sudah di dapur.
Degh!
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Ruby Jane
ga sk sama olive.. sifatnya kekanakan dan kaya apa yg di pgn hrs di turuti.
2024-07-24
0
Aster
ga suka ih sama sifatnya olive, meskipun sahabat tp kok maksa banget buat ngedeketin sama xena kan udah dibilang menyerah 😒
2023-02-14
9
Ida Blado
xena harus tegas sama olive,,,krn aq jg gk rela xena jadian ma vano lgi
2023-01-13
2