Di sebuah Cafe, tempat nongkrong Vano CS. Bram dan tiga cowok lain sudah di sana. Mereka bertiga adalah Ferry, Jhody dan Arlan. Mereka adalah sahabat Vano sejak SMP.
Tak lama datang Yani yang sudah berdandan cantik, dengan pakaian se*si dan rambut panjang blondenya, hasil cat rambut saat di luar negeri.
Yani adalah sepupu dari Ferry, yang kebetulan beberapa kali di bawa oleh Ferry dan kumpul bersama sejak mereka kelas tiga SMA. Ferry tahu betul jika sepupunya itu menyukai Vano, karena Yani sering bertanya padanya tentang Vano.
Bahkan Yani ikut kuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama dengan Vano, demi bisa dekat dengan pria yang di sukai ya itu. Sayangnya Ferry juga tahu, jika Vano tidak memiliki perasaan yang sama pada sepupunya itu.
Ia sudah mengatakan pada Yani, jangan terlalu berharap dengan Vano. Karena Vano hanya menganggapnya seorang teman, tapi Yani tidak menggubrisnya. Cintanya menutup mata dan juga logikanya hingga ia tidak bisa berpikir logis.
"Hai, kalian sudah sampai? Mana Vano?" tanya Yani pada keempatnya dan langsung mencari Vano.
"Vano nggak jadi datang" celetuk Jhody
"Loh kenapa? Bukannya dia yang ngajak ngumpul? Kok dia gitu? Nggak asik ah" tanya Yani dengan raut wajah kecewa yang sangat kentara.
"Dia bilang mau jemput adiknya" ucap Jhody
"Memangnya kenapa kalau nggak ada Vano? Kalau kau tidak suka, bisa pulang atau telepon Vano sana. Tanya langsung dia ada di mana, terus jangan lupa kamu samperin ya" sahut Bram ketus, ia sedikit malas dengan Yani.
Sejujurnya ia tahu jika Yani hanya pura-pura polos, terlebih di hadapan Vano. Perempuan bermuka dua seperti Yani membuat Bram sangat muak.
Terlebih kesal saat Yani mengejar Vano sampai keluar negeri.
"Bram, jangan gitu lah. Dia itu Cewe" ucap Ferry tidak suka sepupunya di serang secara Verbal.
"Bela terus aja sepupu kamu Fer! Lagian siapa sih yang ngundang nih anak datang? udah kaya Jelangkung aja. Kita itu janjian ngumpul berlima loh ya. Kenapa nih anak ujug-ujug datang, nimbrung lalu nanyain Vano? Kita semua bukan orang bodoh Fer, jadi tahu maksudnya dia apa" ucap Bram
"Yani, kamu punya muka kan? Nggak malu kamu datang nyamperin kita yang semuanya cowok dengan pakaian kurang bahan itu? Ini tanah air, bukan di luar negeri, jadi jaga perilakumu. Pakaianmu di sini terlihat seperti wanita murah" ucap Bram pedas
Yani kini hanya diam, Ferry pun diam tidak membela sepupunya lagi. Sejujurnya Ferry sudah mengatakan untuk Yani agar jangan datang, karena itu bukan ranahnya dia untuk datang karena semuanya cowo. Tapi ia keras kepala dan memaksa datang demi melihat Vano.
Akibatnya, sekarang dia langsung di skak mat oleh Bram. Bahkan tidak berani melawan hanya bisa kesal dalam hati.
....
Sudah beberapa scene adegan yang di lakukan Ray hari ini. Akhirnya adegannya sudah selesai untuk syuting Film box office yang ia bintangi.
"Kau melakukan yang terbaik Ray" ucap Reno manager Ray memuji artisnya itu
"Benar kata Kak Reno, kau sangat hebat. Apalagi adegan terakhir tadi. Keren banget Ray" ucap Galang menimpali
"Hmm, tapi aku sedikit lelah. Kak, aku memiliki waktu untuk istirahat beberapa hari bukan? tanya Ray
"Besok kau bisa istirahat, tapi lusa kamu ada pemotretan dan syuting selama dua hari di sana. Baru setelah itu jadwal kamu kosong sampai seminggu kedepannya" ucap Reno
"Hah, baiklah" ucap Ray
"Sekarang pulanglah! lekas istirahat agar lelah di badanmu hilang dan bisa Fresh lagi" ucap Reno kemudian pergi.
Ray melangkah masuk ke mobil, sedangkan Galang mengambil alih kemudi. Galang membawa Ray pulang ke apartemennya yang di pusat ibukota. Karena Galang juga tinggal di sana.
Apartemen milik Ray adalah apartemen mewah yang sangat luas, memiliki 3 kamar, satu ruang tamu, dapur dan kamar mandi di masing-masing kamar. juga toilet umum untuk tamu.
Setelah sampai di apartemen, Ray duduk di kursi dan memijat kepalanya. Wajah cantik Xena terbayang di pelupuk matanya.
"Kenapa aku selalu ingat dia... Dia cantik sekali" gumam Ray pelan namun masih terdengar
"Kamu lagi kepikiran Nona Xena ya Ray?" tanya Galang terkekeh.
Mendengar itu Ray terkejut karena itu tepat sasaran. Ray menatap Galang yang terkekeh, seketika membuat Galang terdiam.
"Jangan menatapku seperti itu Ray, aku masih suka cewe" ucap Galang bercanda
PLUK!
Bantal sofa di lemparnya ke wajah Galang.
"si*lan!! Kamu pikir aku belok!" ucap Ray
"Ya barangkali, aku dengar dari dulu kamu nggak pernah deket dama cewe. Kamu beneran masih doyan cewe kan?" ucap Galang memancing.
"Aku normal ya! Aku masih suka cewe, buktinya aku suka sama Xena yang manis dan cantik itu" ucap Ray keceplosan
"Laaahhhh ngaku juga kan Ha-ha-ha" tawa Galang membahana.
"Si*l, mulutku nggak bisa di rem" gumam Ray menepuk mulut lanyusnya.
"Jangan marah, lagian aku pikir nona Xena adalah wanita yang baik. Tapi sepertinya dia wanita yang sulit di dekati, kamu butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkan nya.Terlebih kamu seorang artis yang kehidupan pribadinya akan punya batas tertentu" ucap Galang.
"Aku tahu dan aku tidak peduli dengan karir keartisanku. Aku masih bisa hidup tanpa itu" ucap Ray
"Ya, tapi aku gimana nantinya?" tanya Galang gelisah.
"Tentu kau ikut aku, aku masih memiliki posisi pekerjaan untukmu" ucap Ray pada Galang.
"Aku kunci ucapanmu, jangan sampai kau melupakan janji dan pekerja keras seperti aku nantinya" ucap Galang
"ya-ya-ya" ucap Ray geli
....
Setelah acara makan yang penuh dengan pujian rasa masakan yang Xena buat. Xena, Olive dan Vano kini berada kolam belakang rumah keluarga Yaksha.
Meskipun sangat tidak nyaman, Xena berusaha untuk tetap tenang. Ia menganggap kebaradaan Vano sebagai therapy menghilangkan trauma yang di alaminya.
"Bukannya kalian lusa sudah mulai libur panjang?" Tanya Vano
"Ya ujian semester sudah berakhir, memangnya kenapa kak?" Tanya Olive
"Bagaimana kalau liburan di Villa puncak" ujar Vano memberikan pendapat
"Aku tidak bis..." Belum selesai Xena mengatakan ia tidak bisa, Olive memotong ucapannya.
"Kamu harus ikut, plisssss Xe!!! Kita kan udah lama nggak liburan bareng, kita bisa menenangkan pikiran dengan menghirup udara segar di sana" bujuk Olive
"Tapi Liv..." ucap Xena
"Xe, ayolah, Kita udah lama nggak liburan bareng loh. Aku kangen masa-masa itu" ucap Olive.
Xena sekilas menatap Vano yang ternyata tengah menatapnya juga, membuat Xena terkejut dan membuang pandangannya lagi.
"Kita liburan berdua Liv?" tanya Xena
"Ya nggak dong, kak Vano juga ikut. Iya kan kak?" tanya Olive melirik ke arah Vano yang hanya mengangguk dan tersenyum.
Xena menghela nafas dalam.
"Ya Tuhan, sepertinya akan sangat sulit agar aku bisa menghindar dan menjauh dari Vano" gumam Xena dalam hati.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Erna Masliana
kamu harus bisa tega nolak Olive.. jangan selalu diturutin.. lagian si Olive maksaan gak sukalah
2025-03-21
0
Erna Masliana
keren Bram👍👍👍👍
2025-03-21
0
Sissy Almeera
cih dasar menyebalkan i olive pengen guw getok kepalanya
2024-05-16
3