15. Sepertinya sulit untuk menghindar

Di sebuah Cafe, tempat nongkrong Vano CS. Bram dan tiga cowok lain sudah di sana. Mereka bertiga adalah Ferry, Jhody dan Arlan. Mereka adalah sahabat Vano sejak SMP.

Tak lama datang Yani yang sudah berdandan cantik, dengan pakaian se*si dan rambut panjang blondenya, hasil cat rambut saat di luar negeri.

Yani adalah sepupu dari Ferry, yang kebetulan beberapa kali di bawa oleh Ferry dan kumpul bersama sejak mereka kelas tiga SMA. Ferry tahu betul jika sepupunya itu menyukai Vano, karena Yani sering bertanya padanya tentang Vano.

Bahkan Yani ikut kuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama dengan Vano, demi bisa dekat dengan pria yang di sukai ya itu. Sayangnya Ferry juga tahu, jika Vano tidak memiliki perasaan yang sama pada sepupunya itu.

Ia sudah mengatakan pada Yani, jangan terlalu berharap dengan Vano. Karena Vano hanya menganggapnya seorang teman, tapi Yani tidak menggubrisnya. Cintanya menutup mata dan juga logikanya hingga ia tidak bisa berpikir logis.

"Hai, kalian sudah sampai? Mana Vano?" tanya Yani pada keempatnya dan langsung mencari Vano.

"Vano nggak jadi datang" celetuk Jhody

"Loh kenapa? Bukannya dia yang ngajak ngumpul? Kok dia gitu? Nggak asik ah" tanya Yani dengan raut wajah kecewa yang sangat kentara.

"Dia bilang mau jemput adiknya" ucap Jhody

"Memangnya kenapa kalau nggak ada Vano? Kalau kau tidak suka, bisa pulang atau telepon Vano sana. Tanya langsung dia ada di mana, terus jangan lupa kamu samperin ya" sahut Bram ketus, ia sedikit malas dengan Yani.

Sejujurnya ia tahu jika Yani hanya pura-pura polos, terlebih di hadapan Vano. Perempuan bermuka dua seperti Yani membuat Bram sangat muak.

Terlebih kesal saat Yani mengejar Vano sampai keluar negeri.

"Bram, jangan gitu lah. Dia itu Cewe" ucap Ferry tidak suka sepupunya di serang secara Verbal.

"Bela terus aja sepupu kamu Fer! Lagian siapa sih yang ngundang nih anak datang? udah kaya Jelangkung aja. Kita itu janjian ngumpul berlima loh ya. Kenapa nih anak ujug-ujug datang, nimbrung lalu nanyain Vano? Kita semua bukan orang bodoh Fer, jadi tahu maksudnya dia apa" ucap Bram

"Yani, kamu punya muka kan? Nggak malu kamu datang nyamperin kita yang semuanya cowok dengan pakaian kurang bahan itu? Ini tanah air, bukan di luar negeri, jadi jaga perilakumu. Pakaianmu di sini terlihat seperti wanita murah" ucap Bram pedas

Yani kini hanya diam, Ferry pun diam tidak membela sepupunya lagi. Sejujurnya Ferry sudah mengatakan untuk Yani agar jangan datang, karena itu bukan ranahnya dia untuk datang karena semuanya cowo. Tapi ia keras kepala dan memaksa datang demi melihat Vano.

Akibatnya, sekarang dia langsung di skak mat oleh Bram. Bahkan tidak berani melawan hanya bisa kesal dalam hati.

....

Sudah beberapa scene adegan yang di lakukan Ray hari ini. Akhirnya adegannya sudah selesai untuk syuting Film box office yang ia bintangi.

"Kau melakukan yang terbaik Ray" ucap Reno manager Ray memuji artisnya itu

"Benar kata Kak Reno, kau sangat hebat. Apalagi adegan terakhir tadi. Keren banget Ray" ucap Galang menimpali

"Hmm, tapi aku sedikit lelah. Kak, aku memiliki waktu untuk istirahat beberapa hari bukan? tanya Ray

"Besok kau bisa istirahat, tapi lusa kamu ada pemotretan dan syuting selama dua hari di sana. Baru setelah itu jadwal kamu kosong sampai seminggu kedepannya" ucap Reno

"Hah, baiklah" ucap Ray

"Sekarang pulanglah! lekas istirahat agar lelah di badanmu hilang dan bisa Fresh lagi" ucap Reno kemudian pergi.

Ray melangkah masuk ke mobil, sedangkan Galang mengambil alih kemudi. Galang membawa Ray pulang ke apartemennya yang di pusat ibukota. Karena Galang juga tinggal di sana.

Apartemen milik Ray adalah apartemen mewah yang sangat luas, memiliki 3 kamar, satu ruang tamu, dapur dan kamar mandi di masing-masing kamar. juga toilet umum untuk tamu.

Setelah sampai di apartemen, Ray duduk di kursi dan memijat kepalanya. Wajah cantik Xena terbayang di pelupuk matanya.

"Kenapa aku selalu ingat dia... Dia cantik sekali" gumam Ray pelan namun masih terdengar

"Kamu lagi kepikiran Nona Xena ya Ray?" tanya Galang terkekeh.

Mendengar itu Ray terkejut karena itu tepat sasaran. Ray menatap Galang yang terkekeh, seketika membuat Galang terdiam.

"Jangan menatapku seperti itu Ray, aku masih suka cewe" ucap Galang bercanda

PLUK!

Bantal sofa di lemparnya ke wajah Galang.

"si*lan!! Kamu pikir aku belok!" ucap Ray

"Ya barangkali, aku dengar dari dulu kamu nggak pernah deket dama cewe. Kamu beneran masih doyan cewe kan?" ucap Galang memancing.

"Aku normal ya! Aku masih suka cewe, buktinya aku suka sama Xena yang manis dan cantik itu" ucap Ray keceplosan

"Laaahhhh ngaku juga kan Ha-ha-ha" tawa Galang membahana.

"Si*l, mulutku nggak bisa di rem" gumam Ray menepuk mulut lanyusnya.

"Jangan marah, lagian aku pikir nona Xena adalah wanita yang baik. Tapi sepertinya dia wanita yang sulit di dekati, kamu butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkan nya.Terlebih kamu seorang artis yang kehidupan pribadinya akan punya batas tertentu" ucap Galang.

"Aku tahu dan aku tidak peduli dengan karir keartisanku. Aku masih bisa hidup tanpa itu" ucap Ray

"Ya, tapi aku gimana nantinya?" tanya Galang gelisah.

"Tentu kau ikut aku, aku masih memiliki posisi pekerjaan untukmu" ucap Ray pada Galang.

"Aku kunci ucapanmu, jangan sampai kau melupakan janji dan pekerja keras seperti aku nantinya" ucap Galang

"ya-ya-ya" ucap Ray geli

....

Setelah acara makan yang penuh dengan pujian rasa masakan yang Xena buat. Xena, Olive dan Vano kini berada kolam belakang rumah keluarga Yaksha.

Meskipun sangat tidak nyaman, Xena berusaha untuk tetap tenang. Ia menganggap kebaradaan Vano sebagai therapy menghilangkan trauma yang di alaminya.

"Bukannya kalian lusa sudah mulai libur panjang?" Tanya Vano

"Ya ujian semester sudah berakhir, memangnya kenapa kak?" Tanya Olive

"Bagaimana kalau liburan di Villa puncak" ujar Vano memberikan pendapat

"Aku tidak bis..." Belum selesai Xena mengatakan ia tidak bisa, Olive memotong ucapannya.

"Kamu harus ikut, plisssss Xe!!! Kita kan udah lama nggak liburan bareng, kita bisa menenangkan pikiran dengan menghirup udara segar di sana" bujuk Olive

"Tapi Liv..." ucap Xena

"Xe, ayolah, Kita udah lama nggak liburan bareng loh. Aku kangen masa-masa itu" ucap Olive.

Xena sekilas menatap Vano yang ternyata tengah menatapnya juga, membuat Xena terkejut dan membuang pandangannya lagi.

"Kita liburan berdua Liv?" tanya Xena

"Ya nggak dong, kak Vano juga ikut. Iya kan kak?" tanya Olive melirik ke arah Vano yang hanya mengangguk dan tersenyum.

Xena menghela nafas dalam.

"Ya Tuhan, sepertinya akan sangat sulit agar aku bisa menghindar dan menjauh dari Vano" gumam Xena dalam hati.

...••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

kamu harus bisa tega nolak Olive.. jangan selalu diturutin.. lagian si Olive maksaan gak sukalah

2025-03-21

0

Erna Masliana

Erna Masliana

keren Bram👍👍👍👍

2025-03-21

0

Sissy Almeera

Sissy Almeera

cih dasar menyebalkan i olive pengen guw getok kepalanya

2024-05-16

3

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!