14. Kedatangan Vano

Degh!

Jantung Xena bedegub kencang dan terasa sakit mendengar Vano datang. Ia menghentikan pergerakan tangannya selama 2 detik, lalu ia mencoba menenangkan diri dan meneruskan masakannya yang sebentar lagi matang itu.

Baru juga ia menenangkan dirinya, suara berat itu mengagetkan dirinya saat ia tengah menuang masakan ke mangkuk besar.

Tubuh Xena menegang, untungnya wajan panas itu tidak terjatuh karenanya.

"Xe, boleh aku pinjam toilet di kamarmu? Soalnya toilet di bawah kata Tante lagi rusak dan baru di perbaiki besok, jadi tidak bisa di gunakan" ucap Vano.

Memang toilet di bawah sedang rusak, jadi hanya ada kamar mandi di kamarnya dan kamar orang tuanya saja yang bisa di gunakan. Dan tidak mungkin Vano memakai yang di kamar orang tuanya.

"Ya, boleh" ucap Xena datar dan singkat, bahkan ia sama sekali tidak menengok.

Vano semakin penasaran, kenapa sepertinya Xena terus menghindar darinya. Apa itu cuma perasaannya saja? Tapi ia tidak nyaman di buatnya.

"Terimakasih Xe" ucap Vano lembut

Sepeninggal Vano, Xena memegang dadanya. Ia bersandar di meja dapur. Ia memejamkan matanya sebentar, rasa di dadanya sangat sakit.

Bahkan hanya mendengar suara Vano saja, ia berkeringat dingin karena teringat saat ia di tendang dan di teriaki sebagai pembunuh. Ia seperti memiliki trauma sendiri dengan peristiwa kematiannya di kehidupannya dulu.

Rasa sakit di siksa sebelum kematiannya begitu nyata dan kadang terasa sampai ke tulang-tulang nya. Itu yang membuat ia sampai menggigil mengingat Vano.

Di akhir hidupnya, ia mendengar ucapan maaf, penyesalan dan ungkapan cinta Vano pada dirinya. Hal itu yang membuat nya sedikit sudah melupakan Vano.

Xena mengambil air minum dan menenggak habis satu gelas penuh. Ia mencoba mengatur nafasnya, mau tidak mau ia harus menghadapi Vano cepat atau lambat. Ia tidak mungkin selalu menghindar saat bertemu, dan ia harus bisa mengendalikan perasaan dan tubuhnya.

....

Vano terkejut menatap isi kamar Xena, bukan karena berantakan. Justru di sana sangat rapih, karena Xena tipe wanita yang suka kebersihan.

Bukan itu yang membuat Vano terkejut, tapi karena isi kamarnya sangat beda dengan tiga tahun yang lalu, saat ia pernah masuk ke kamar itu saat menggendong Xena yang tertidur saat acara wisata keluarga.

Dulu kamar itu penuh dengan photo Xena dengan dirinya ataupun bertiga dengan Olive. Bahkan ada photonya yang sendirian juga di pajang, Hadiah ulang tahun dari Vano berjejer di sebuah lemari yang tertata rapi seperti sebuah piagam penghargaan.

Boneka Teddy bear hadiah ulang tahun Untuk Xena saat ia ulang tahun ke 17, yang Vano kirim dari luar negeri. Boneka itu selalu ada di ranjangnya, boneka itu menjadi boneka kesayangan nya. Bahkan ada Sebuah Buku dengan nama di sampulnya Xena Dirgantara.

Ya, nama itu memakai marga keluarganya. Bukannya Vano tidak tahu dan tidak mengerti jika gadis itu menyukainya. Namun dirinya sendiri bingung dengan perasaan nya pada Xena.

Jadi ia sedikit menghindar agar ia bisa meyakinkan perasaannya sendiri, tanpa harus menyakiti Xena. Karena ia takut dirinya seperti memberikan harapan untuk gadis itu, saat ia masih ragu dengan perasaannya sendiri.

Namun sekarang semuanya sudah tidak ada, semuanya sudah tidak sama lagi. Kamar Xena saat ini, sangat polos. Hanya ada photo Xena sendiri, Photo bersama kedua orang tuanya, dan photonya berdua bersama dengan Olive. Tidak ada photo dirinya sama sekali yang menggantung atau di letakan di meja.

Bahkan Boneka yang biasanya setia di kamar Xena, tidak ada keberadaannya sama sekali. Terlebih ia melihat buku, namun bukan buku yang sama seperti dulu. Karena warna dan nama di depannya berbeda. Xena Yaksha, nama itu yang tertulis di sana.

Vano segera masuk ke kamar mandi, ia bergegas keluar setelahnya. Ia di kejutkan Olive yang ada di dalam kamar Xena saat ia keluar dari kamar mandi.

"Kakak heran ya, kenapa kamar Xena berubah?" tanya Olive, mewakili apa yang sedang di pikirkan Vano.

Tapi Vano hanya diam tidak merespon dan menunggu adiknya melanjutkan ucapannya.

"Aku juga pertama kali lihat, ya sangat kaget. Tapi, aku ingat Xena pernah bilang kalau dia sudah menyerah" ucap Olive menoleh dan menatap wajah terkejut kakaknya.

"Xena bilang, kalau ia menyerah mengejar cinta kakak. Ia bilang tidak ingin mengharapkan sesuatu yang tidak pasti, dan ia juga sadar kalau kakak hanya menganggapnya seorang adik. Mungkin karena Xena saat itu pernah mendengar kakak bicara dengan temen-temen kakak, mengatakan kalau kakak hanya menganggapnya seorang adik. Aku juga mendengarnya, karena aku bersama Xena saat kakak mengatakan itu" ucap Olive lagi.

Nyuuttt!!!

Hati Vano terasa sangat sakit mendengar ucapan Olive, hati kecilnya tidak rela kehilangan sosok Olive yang selalu melekat padanya.

"Sudah, ayo kita turun! Makan malam sudah siap. Om Indra juga sudah pulang dan sedang mandi sebelum gabung makan malam" ucap Olive lagi.

Vano hanya mengangguk dan ikut turun ke lantai satu menuju meja makan. Dapat Vano lihat, wajah cantik Xena yang tengah menyiapkan makanan di atas meja dengan tangan putih mulusnya.

Olive yang sekarang terlihat lebih dewasa, cakap dan mandiri. Jantung Vano berdetak kencang saat tidak sengaja mata keduanya bertemu. Namun Xena langsung mengalihkan pandangannya, memutus kontak mata itu.

"Eh ada Nak Vano" ucap Indra yang baru keluar dari kamarnya.

"Halo om, apa kabar?" sapa Vano sambil menyalami Indra.

"Baik, baik. Kamu terlihat sangat gagah, seperti seorang prajurit saja." ucap Indra menepuk pundak Vano.

"Ayo-ayo makan, kita nikmati makanan ala chef Xena yang kelezatannya melebihi restoran bintang lima" ucap Indra bercanda.

Semuanya tertawa ringan hanya Xena yang diam mencoba menenangkan dirinya sendiri.

"Papah mau makan sama apa?" tanya Utari

"Apa saja mah, papah suka semuanya" ucap Indra

Utari pun mengambil makanan untuk sang suami secara acak. Karena suaminya bukan tipe pemilih.

"Xe, kamu ambilin gih buat Vano!" ucap Utari mendorong anaknya untuk mengambil hati Vano.

Utari sangat paham dan tahu jika putrinya menyukai putra dari sahabatnya itu. Tapi entah mengapa putrinya saat ini justru sangat pendiam.

"Tidak usah Tan, terima ka......" belum selesai ucapan Vano, suara Xena menginterupsi.

"Mau Oseng daging atau ayam suwir kak?" tanya Xena dengan nada se biasa mungkin. Tangannya terdapat piring dengan nasi yang memang porsinya Vano makan.

Vano terkejut karena lauk yang di tawarkan adalah makanan Favorit. Vano terlihat tersenyum saat Xena tahu seleranya, hati kecilnya merasa senang.

"Ayam suwir saja Xe, makasih" ucap Vano tersenyum manis ke arah Xena.

Xena sempat tertegun melihat senyum Vano. Senyum indah dan tulus yang tidak pernah ia lihat sejak ulang tahunnya yang ke 15 tahun. Bahkan saat Vano berpura-pura mencintainya untuk balas dendam, Vano tidak pernah senyum semanis ini.

...••••...

Terpopuler

Comments

Ruby Jane

Ruby Jane

udah di sakitin bgtu aneh aja kko blm move on

2024-07-24

1

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Kalau niatnya beneran nyerah ya jangan baperan lah Xe,,
Males nih kalau Xena baperan krna blm bisa move on

2023-02-18

6

Ida Blado

Ida Blado

gk perlu baperlah xe,,, teguhkan hatimu untuk cinta yg lain,fokis ma dirimu dn keluargamu aja.gk usah peduliin olive jg kalau minta ini itu yg tujuannya jelas krn vano

2023-01-13

11

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!