8. Vano pulang

"Xenaaaaaa!!!" teriak Olive saat ia melihat Xena turun dari tangga.

"Ya Tuhan Liv, jangan teriak-teriak ini bukan di hutan" omel Xena

"He-he-he maaf, aku nggak sabar cicipin masakan nasi goreng ati ampela bikinan kamu" ucap Olive terkekeh.

"Ya sudah ayo ke meja makan, tapi tunggu mamah sama papah keluar kamar baru kita makan bersama-sama" ucap Xena yang di angguki oleh Olive.

Xena masih sibuk menata makanan di meja makan, Olive menelan salivanya saat mencium wangi masakan Xena.

Dari baunya saja, bisa Olive tebak jika makanan itu pasti enak. Ia tidak sabar untuk menyantap makanan favoritnya itu.

Olive terus menerus mencari keberadaan papa dan mama sahabatnya'' itu. Melihat tingkah sahabatnya, Xena hanya menggeleng dan terkekeh.

Saat kedua orang tua Xena keluar kamar, Olive tersenyum merekah. Akhirnya ia bisa segera menikmati nasi goreng kesukaannya.

"Loh, ada Olive" ucap Utami yang baru keluar kamar dengan sang suami.

"Pagi Om, Tante" sapa Olive sopan.

"Pagi juga Olive" ucap kedua orang tua Xena bersamaan.

"Tumben pagi-pagi sudah sampai sini aja?" tanya Utami pada anak sahabatnya itu.

"Iya Tan, Olive mau jemput Xena buat temenin aku jemput kak Vano di airport. Sekalian Olive coba masakan Xena yang kebetulan, nasi goreng ati ampela makanan favorit aku" ucap Olive terkekeh

"Oh ya? Kamu nggak akan nyesel makan masakan Xena. Jadi hari ini Vano pulang?" tanya Utami

"Iya Tan" jawab Olive

"Ya sudah ayo sarapan dulu, perut harus di isi dulu biar tenaganya Full" ucap Utami.

Mereka berempat kemudian duduk, Utami menyendokan nasi goreng untuk suaminya.

Wajah Olive sangat terkejut saat satu sendok nasi goreng ati ampela, masuk ke dalam mulutnya.

"Uhh..." ucap Olive dengan mata melotot.

"Astaga, Liv kenapa? Nggak enak, ya? Nggak usah di makan kalau nggak enak" ucap Xena khawatir, ia kemudian menyodorkan minum untuk Olive.

"Xe...." ucap Olive setelah berhasil menelan makanannya.

"Ya" ucap Xena takut sahabatnya itu kenapa-kenapa.

"Masakan kamu.... Enaaaaakkk banget gilaaaaaaa, aku jadi pengen makan terus nggak mau berhenti" ucap Olive.

Kemudian ia makan dengan lahap setelahnya, seakan takut makanan di depannya di ambil orang.

"Astaga Ocom, aku kira kenapa. Bikin orang jantungan aja. Ya sudah makan yang banyak kalau kamu suka" ucap Xena

"henhu hong, ahu pashi mahan banhak. Gilaaa, ahu hak nyanha mahahan hmu henak banget, Xe" ucap Olive dengan mulut penuh.

"Telan dulu Liv baru ngomong, astaga nih anak satu ngga ada urat malu sama sekali. Di sini ada mama dan papa. Dasar kamu ini..." ucap Xena menggelengkan kepalanya dan terkekeh.

"Maaf Tante Om hehe" ucap Olive setelah menelan makanannya dengan senyum kudanya.

Kedua orang tua Xena hanya terkekeh melihat kelakuan mereka berdua. Pemandangan itu sudah tidak aneh bagi mereka, karena Olive dan Xena berteman sejak kecil.

....

Setelah selesai makan, Olive menarik Xena ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju.

"Aku udah mandi Liv" ucap Xena.

"Ya mandi lagi dong, Xe. Tuh badan kamu bau nasi goreng tahu nggak. Masa mau ketemu calon pacar bau makanan dan bumbu dapur" ucap Olive mengendus-endus.

"Hais, iya-iya" ucap Xena mengalah, ia malas untuk berdebat.

Dengan cepat Xena mandi seadanya, lagian ia tidak ingin menghabiskan waktu untuk berdandan hanya demi melihat suami di masa lalunya itu.

"Loh kok cepet banget? Nggak pake sabun ya kamu?" tanya Olive dengan kening mengerut.

"Udah Olive cantik. Udah ah aku mau pakai baju" ucap Xena mengabaikan tatapan Olive dan berjalan menuju lemari pakaian dan memakai pakaiannya.

"Udah, ayo berangkat" ucap Xena setelah beberapa saat memakai baju, rambut pendek sebahunya ia biarkan di gerai tanpa hiasan apapun. Lagian ia mandi tidak membasahi rambutnya jadi tidak perlu ia keringkan terlebih dahulu.

"Astaga, kamu pakai pakaian ini? Yakin?" tanya Olive terkejut.

Pasalnya dulu Xena suka memakai Dress dan dandan hingga berjam-jam lamanya demi bertemu Vano. Tapi sekarang? Hanya Celana kulot standar, kaos dan juga jaket tanpa polesan make up sama sekali.

"Memang ada yang salah?" tanya Xena melihat dirinya sendiri.

"Nggak ada, tapi nggak biasanya. Biasanya kamu selalu pake Dress kalau mau ketemu kak Vano. Terus dandan lama biar cantik" ucap Olive memicingkan matanya.

"Jadi aku jelek gitu?" ucap Xena kesal

"Kamu mah cantik Xe, mau di gimanain juga" ucap Olive yang memang apa adanya.

"Ya udah, nggak ada masalah dong. Jadi pergi nggak, kalau nggak jadi aku keluar ke tempat yang lain nih" ucap Xena mengalihkan pembicaraan.

"Jadi dong, tapi pakaianmu?" ucap Olive.

"Yaudh aku pergi ke tempat lain aja" ucap Xena ingin pergi.

"Jangan dong Xena sayang, ya sudah Ayuk kita jalan sekarang" ucap Olive menarik tangan sahabatnya itu.

Pakaian yang di kenakan Xena, anggap saja rambutnya pendek sebahu.

...

Setelah beberapa saat, keduanya sampai di Airport. Jika tidak salah ingat, Vano akan datang bersama 2 orang temannya, salah satunya adalah Yani.

Xena menghela nafas panjang, dia tidak gugup sama sekali, namun ia saat ini sangat takut. Takut emosinya meluap saat melihat dua orang yang paling ia benci, nanti.

Ya, Xena mensugesti dirinya sendiri kalau ia membenci Vano, Itu jelas-jelas untuk menekan rasa cinta dalam hatinya untuk pria yang sudah belasan tahun ia cintai itu.

"Xe, ayo kita ke sana!" ucap Olive menunjuk ke arah pintu kedatangan, membuyarkan lamunan Olive.

"Hmm" ucap Xena.

Keduanya berjalan menunggu kedatangan Vano. Xena mengalihkan tatapannya ke sekeliling. Ia malas untuk melihat ke depan.

Tak lama, Tiga orang yakni Vano, Yani dan salah seorang sahabat Vano yang biasa di panggil Bram datang.

Vano melihat adiknya di sana, ia segera mendekat. Namun ia juga terlihat terkejut saat melihat Xena. Terlebih penampilan Xena yang lain dari Xena yang ia kenal dulu.

Deg-Deg-Deg

Jantung Vano berdetak dengan cepat, bayangan wanita di dalam mimpinya, yang menangis penuh luka dan mati di depannya terlintas di kepala nya.

"Xena..." ucapnya lirih dan hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.

Perasaan Vano saat ini campur aduk, ia sangat senang bertemu dengan Xena. Namun dirinya juga merasakan sakit saat melihatnya, ada rasa penyesalan yang susah di ungkapkan. Dirinya sendiri juga tidak tahu kenapa ia merasakan seperti itu dalam hatinya.

...••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

kalo bisa mah Xena jodohnya ganti jangan Vano kan ini kehidupan ke2 mana punya kemampuan retas masak mungkin bela diri juga ada...jadi harus dapat pasangan yang lebih keren

2025-03-21

0

lily

lily

ya gara gara lo xena mati di kehidupan pertamanya vano bego

2024-10-07

2

lily

lily

xena udah dag dig dug ser liv" takut lo kenapa napa😑

2024-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penyesalan yang datang terlambat
2 2. Hidup kembali
3 3. Aku menyerah
4 4. Sejak kapan aku bisa masak?
5 5. Ingatan lain
6 6. Xavierra Revaldi
7 7. Lebih kaya?
8 8. Vano pulang
9 09. Mimpi berulang
10 10. Apa kamu orang penting?
11 11. Hak Galang dan keluarga
12 12. Baikan
13 13. Dua orang yang terpesona
14 14. Kedatangan Vano
15 15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16 16. Menuju Puncak
17 17. Saingan?
18 18. Masalah Nasi
19 19. Tawaran
20 20. Aku sudah pernah merasakannya
21 21. Olive bingung
22 22. Pria yang baik
23 23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24 24. Apa kamu sibuk?
25 25. Aku tidak ikut campur
26 26. Aku sangat yakin
27 27. Coba kalau berani!
28 28. Ciuman pertama
29 29. Maaf Aku nggak bisa
30 30. Bantu dia
31 31. Datang ke Dojo
32 32. Membantumu hingga akhir
33 33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34 34. Tentang Ray
35 35. Menjadi terkenal
36 36. XR Restaurant
37 37. Hubungan Xena
38 38. Salah paham
39 39. Kau Gila....
40 40. Sebuah pesan
41 41. Jadian?
42 42. Baru menyadarinya
43 43. Popularitas Xena
44 44. Meretas Data Yani.
45 45. Mengenai restoran
46 46. Ray sakit
47 47. Merawat Ray
48 48. Gugup
49 49. Kakek Reksa
50 50. Permintaan maaf
51 51.
52 52. Kejutan dan acara keluarga
53 53. Kedua keluarga
54 54. Kontrak Ray
55 55. Postingan
56 56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57 57. Postingan dan ancaman
58 58. Ray mengetahuinya
59 59. Penculikan
60 60. Menuai apa yang kamu tanam
61 61.
62 62. Peringatan Olive
63 63. Masa lalu Olive dan Yani
64 64. Minta pajak jadian
65 65. Bukan Xena!
66 66. Kondisi Olive
67 67. Penjelasan Ray
68 68. Menjemput Xena
69 69. Xena mencari tahu semuanya
70 70. Olive sadar
71 71. Xena memberikan semua bukti
72 72. Klarifikasi Ray
73 73. Memberitahu Olive
74 74. Cerita Olive
75 75. Anak kurang ajar
76 76. Keinginan Olive
77 77. Aku mundur
78 78.
79 79. Bertemu dengan Tiger
80 80. Kehancuran Keluarga Brahma
81 81. Merasa Ngilu
82 82. Membawa Olive ke psikiater
83 83. Wanita Gila
84 84. Minta tolong
85 85.
86 86. Kelakuan Ray dan Arsy
87 87. Skema kecelakaan
88 88. Kondisi Yani
89 89. Membuka Cabang Baru
90 90. Yani mengamuk
91 91. Shopping.
92 92.
93 93. Kejujuran
94 94. Tanggal pertunangan
95 95. Terbongkar
96 96. Rencana Xena
97 97. Berita penangkapan Yani
98 98. Kontrol Olive
99 99. Kasus Yani
100 100. Menceritakan Ke Vano
101 101. Kabar Yani di penjara
102 102. Pengajuan magang
103 103. Menceritakan semuanya
104 104. Menyerah?
105 105. Persaingan Bisnis
106 106. Kejadian di depan Stadion
107 107. Dunia popeye runtuh
108 108. Turnamen Bela Diri
109 109. Berkumpul
110 110. Apakah sudah mulai tertarik?
111 111. Kabar mengejutkan
112 112. Keadaan Ray
113 113. Membasmi hama di restoran
114 114. Orang aneh
115 115. Keputusan Hakim
116 116. Cincin tunangan
117 117. Siapa kau sebenarnya?
118 118. Bertemu Arsy
119 119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120 120. Pertunangan Ray-Xena
121 121. Berita pertunangan
122 122. Anak Durhaka
123 123. Kabar duka
124 124.
125 125. Menggali informasi
126 126. Tiger-Olive
127 127. Rencana membuka cabang lain.
128 128. Zico dan mama-nya
129 129. Kau kekasihku sekarang
130 130. Menengok bayi
131 131. Meminta bantuan
132 132. Masa lalu Yani-Narti
133 133.
134 134. Menangkap Narti
135 135. Obrolan Lima sekawan
136 136. Kencan di kebun binatang
137 Pengumuman
138 137. Memberi ide untuk Ferry
139 138. Otak bebal
140 139. Ajakan menikah
141 140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142 141. Pengunduran diri Ray
143 142. Menentukan Hari pernikahan
144 143. Persiapan
145 144. Hari pernikahan
146 145.
147 146. Tantangan Tiger
148 147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149 148.
150 149.
151 150. Menjelaskan
152 151. Trauma kembali
153 152. menyelesaikan masalah
154 153. Lebih rileks
155 154.
156 155.
157 156. Kritik Ray
158 157.
159 158.
160 159.
161 160.
162 161.
163 Pengumuman
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1. Penyesalan yang datang terlambat
2
2. Hidup kembali
3
3. Aku menyerah
4
4. Sejak kapan aku bisa masak?
5
5. Ingatan lain
6
6. Xavierra Revaldi
7
7. Lebih kaya?
8
8. Vano pulang
9
09. Mimpi berulang
10
10. Apa kamu orang penting?
11
11. Hak Galang dan keluarga
12
12. Baikan
13
13. Dua orang yang terpesona
14
14. Kedatangan Vano
15
15. Sepertinya sulit untuk menghindar
16
16. Menuju Puncak
17
17. Saingan?
18
18. Masalah Nasi
19
19. Tawaran
20
20. Aku sudah pernah merasakannya
21
21. Olive bingung
22
22. Pria yang baik
23
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
24
24. Apa kamu sibuk?
25
25. Aku tidak ikut campur
26
26. Aku sangat yakin
27
27. Coba kalau berani!
28
28. Ciuman pertama
29
29. Maaf Aku nggak bisa
30
30. Bantu dia
31
31. Datang ke Dojo
32
32. Membantumu hingga akhir
33
33. Aku belum pernah menaklukkan wanita
34
34. Tentang Ray
35
35. Menjadi terkenal
36
36. XR Restaurant
37
37. Hubungan Xena
38
38. Salah paham
39
39. Kau Gila....
40
40. Sebuah pesan
41
41. Jadian?
42
42. Baru menyadarinya
43
43. Popularitas Xena
44
44. Meretas Data Yani.
45
45. Mengenai restoran
46
46. Ray sakit
47
47. Merawat Ray
48
48. Gugup
49
49. Kakek Reksa
50
50. Permintaan maaf
51
51.
52
52. Kejutan dan acara keluarga
53
53. Kedua keluarga
54
54. Kontrak Ray
55
55. Postingan
56
56. Fakta mengenai hubungan Ray.
57
57. Postingan dan ancaman
58
58. Ray mengetahuinya
59
59. Penculikan
60
60. Menuai apa yang kamu tanam
61
61.
62
62. Peringatan Olive
63
63. Masa lalu Olive dan Yani
64
64. Minta pajak jadian
65
65. Bukan Xena!
66
66. Kondisi Olive
67
67. Penjelasan Ray
68
68. Menjemput Xena
69
69. Xena mencari tahu semuanya
70
70. Olive sadar
71
71. Xena memberikan semua bukti
72
72. Klarifikasi Ray
73
73. Memberitahu Olive
74
74. Cerita Olive
75
75. Anak kurang ajar
76
76. Keinginan Olive
77
77. Aku mundur
78
78.
79
79. Bertemu dengan Tiger
80
80. Kehancuran Keluarga Brahma
81
81. Merasa Ngilu
82
82. Membawa Olive ke psikiater
83
83. Wanita Gila
84
84. Minta tolong
85
85.
86
86. Kelakuan Ray dan Arsy
87
87. Skema kecelakaan
88
88. Kondisi Yani
89
89. Membuka Cabang Baru
90
90. Yani mengamuk
91
91. Shopping.
92
92.
93
93. Kejujuran
94
94. Tanggal pertunangan
95
95. Terbongkar
96
96. Rencana Xena
97
97. Berita penangkapan Yani
98
98. Kontrol Olive
99
99. Kasus Yani
100
100. Menceritakan Ke Vano
101
101. Kabar Yani di penjara
102
102. Pengajuan magang
103
103. Menceritakan semuanya
104
104. Menyerah?
105
105. Persaingan Bisnis
106
106. Kejadian di depan Stadion
107
107. Dunia popeye runtuh
108
108. Turnamen Bela Diri
109
109. Berkumpul
110
110. Apakah sudah mulai tertarik?
111
111. Kabar mengejutkan
112
112. Keadaan Ray
113
113. Membasmi hama di restoran
114
114. Orang aneh
115
115. Keputusan Hakim
116
116. Cincin tunangan
117
117. Siapa kau sebenarnya?
118
118. Bertemu Arsy
119
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena
120
120. Pertunangan Ray-Xena
121
121. Berita pertunangan
122
122. Anak Durhaka
123
123. Kabar duka
124
124.
125
125. Menggali informasi
126
126. Tiger-Olive
127
127. Rencana membuka cabang lain.
128
128. Zico dan mama-nya
129
129. Kau kekasihku sekarang
130
130. Menengok bayi
131
131. Meminta bantuan
132
132. Masa lalu Yani-Narti
133
133.
134
134. Menangkap Narti
135
135. Obrolan Lima sekawan
136
136. Kencan di kebun binatang
137
Pengumuman
138
137. Memberi ide untuk Ferry
139
138. Otak bebal
140
139. Ajakan menikah
141
140. Realisasi rencana Xena - Restu keluarga
142
141. Pengunduran diri Ray
143
142. Menentukan Hari pernikahan
144
143. Persiapan
145
144. Hari pernikahan
146
145.
147
146. Tantangan Tiger
148
147. Kedatangan orang yang tidak di inginkan
149
148.
150
149.
151
150. Menjelaskan
152
151. Trauma kembali
153
152. menyelesaikan masalah
154
153. Lebih rileks
155
154.
156
155.
157
156. Kritik Ray
158
157.
159
158.
160
159.
161
160.
162
161.
163
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!