"Xenaaaaaa!!!" teriak Olive saat ia melihat Xena turun dari tangga.
"Ya Tuhan Liv, jangan teriak-teriak ini bukan di hutan" omel Xena
"He-he-he maaf, aku nggak sabar cicipin masakan nasi goreng ati ampela bikinan kamu" ucap Olive terkekeh.
"Ya sudah ayo ke meja makan, tapi tunggu mamah sama papah keluar kamar baru kita makan bersama-sama" ucap Xena yang di angguki oleh Olive.
Xena masih sibuk menata makanan di meja makan, Olive menelan salivanya saat mencium wangi masakan Xena.
Dari baunya saja, bisa Olive tebak jika makanan itu pasti enak. Ia tidak sabar untuk menyantap makanan favoritnya itu.
Olive terus menerus mencari keberadaan papa dan mama sahabatnya'' itu. Melihat tingkah sahabatnya, Xena hanya menggeleng dan terkekeh.
Saat kedua orang tua Xena keluar kamar, Olive tersenyum merekah. Akhirnya ia bisa segera menikmati nasi goreng kesukaannya.
"Loh, ada Olive" ucap Utami yang baru keluar kamar dengan sang suami.
"Pagi Om, Tante" sapa Olive sopan.
"Pagi juga Olive" ucap kedua orang tua Xena bersamaan.
"Tumben pagi-pagi sudah sampai sini aja?" tanya Utami pada anak sahabatnya itu.
"Iya Tan, Olive mau jemput Xena buat temenin aku jemput kak Vano di airport. Sekalian Olive coba masakan Xena yang kebetulan, nasi goreng ati ampela makanan favorit aku" ucap Olive terkekeh
"Oh ya? Kamu nggak akan nyesel makan masakan Xena. Jadi hari ini Vano pulang?" tanya Utami
"Iya Tan" jawab Olive
"Ya sudah ayo sarapan dulu, perut harus di isi dulu biar tenaganya Full" ucap Utami.
Mereka berempat kemudian duduk, Utami menyendokan nasi goreng untuk suaminya.
Wajah Olive sangat terkejut saat satu sendok nasi goreng ati ampela, masuk ke dalam mulutnya.
"Uhh..." ucap Olive dengan mata melotot.
"Astaga, Liv kenapa? Nggak enak, ya? Nggak usah di makan kalau nggak enak" ucap Xena khawatir, ia kemudian menyodorkan minum untuk Olive.
"Xe...." ucap Olive setelah berhasil menelan makanannya.
"Ya" ucap Xena takut sahabatnya itu kenapa-kenapa.
"Masakan kamu.... Enaaaaakkk banget gilaaaaaaa, aku jadi pengen makan terus nggak mau berhenti" ucap Olive.
Kemudian ia makan dengan lahap setelahnya, seakan takut makanan di depannya di ambil orang.
"Astaga Ocom, aku kira kenapa. Bikin orang jantungan aja. Ya sudah makan yang banyak kalau kamu suka" ucap Xena
"henhu hong, ahu pashi mahan banhak. Gilaaa, ahu hak nyanha mahahan hmu henak banget, Xe" ucap Olive dengan mulut penuh.
"Telan dulu Liv baru ngomong, astaga nih anak satu ngga ada urat malu sama sekali. Di sini ada mama dan papa. Dasar kamu ini..." ucap Xena menggelengkan kepalanya dan terkekeh.
"Maaf Tante Om hehe" ucap Olive setelah menelan makanannya dengan senyum kudanya.
Kedua orang tua Xena hanya terkekeh melihat kelakuan mereka berdua. Pemandangan itu sudah tidak aneh bagi mereka, karena Olive dan Xena berteman sejak kecil.
....
Setelah selesai makan, Olive menarik Xena ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju.
"Aku udah mandi Liv" ucap Xena.
"Ya mandi lagi dong, Xe. Tuh badan kamu bau nasi goreng tahu nggak. Masa mau ketemu calon pacar bau makanan dan bumbu dapur" ucap Olive mengendus-endus.
"Hais, iya-iya" ucap Xena mengalah, ia malas untuk berdebat.
Dengan cepat Xena mandi seadanya, lagian ia tidak ingin menghabiskan waktu untuk berdandan hanya demi melihat suami di masa lalunya itu.
"Loh kok cepet banget? Nggak pake sabun ya kamu?" tanya Olive dengan kening mengerut.
"Udah Olive cantik. Udah ah aku mau pakai baju" ucap Xena mengabaikan tatapan Olive dan berjalan menuju lemari pakaian dan memakai pakaiannya.
"Udah, ayo berangkat" ucap Xena setelah beberapa saat memakai baju, rambut pendek sebahunya ia biarkan di gerai tanpa hiasan apapun. Lagian ia mandi tidak membasahi rambutnya jadi tidak perlu ia keringkan terlebih dahulu.
"Astaga, kamu pakai pakaian ini? Yakin?" tanya Olive terkejut.
Pasalnya dulu Xena suka memakai Dress dan dandan hingga berjam-jam lamanya demi bertemu Vano. Tapi sekarang? Hanya Celana kulot standar, kaos dan juga jaket tanpa polesan make up sama sekali.
"Memang ada yang salah?" tanya Xena melihat dirinya sendiri.
"Nggak ada, tapi nggak biasanya. Biasanya kamu selalu pake Dress kalau mau ketemu kak Vano. Terus dandan lama biar cantik" ucap Olive memicingkan matanya.
"Jadi aku jelek gitu?" ucap Xena kesal
"Kamu mah cantik Xe, mau di gimanain juga" ucap Olive yang memang apa adanya.
"Ya udah, nggak ada masalah dong. Jadi pergi nggak, kalau nggak jadi aku keluar ke tempat yang lain nih" ucap Xena mengalihkan pembicaraan.
"Jadi dong, tapi pakaianmu?" ucap Olive.
"Yaudh aku pergi ke tempat lain aja" ucap Xena ingin pergi.
"Jangan dong Xena sayang, ya sudah Ayuk kita jalan sekarang" ucap Olive menarik tangan sahabatnya itu.
Pakaian yang di kenakan Xena, anggap saja rambutnya pendek sebahu.
...
Setelah beberapa saat, keduanya sampai di Airport. Jika tidak salah ingat, Vano akan datang bersama 2 orang temannya, salah satunya adalah Yani.
Xena menghela nafas panjang, dia tidak gugup sama sekali, namun ia saat ini sangat takut. Takut emosinya meluap saat melihat dua orang yang paling ia benci, nanti.
Ya, Xena mensugesti dirinya sendiri kalau ia membenci Vano, Itu jelas-jelas untuk menekan rasa cinta dalam hatinya untuk pria yang sudah belasan tahun ia cintai itu.
"Xe, ayo kita ke sana!" ucap Olive menunjuk ke arah pintu kedatangan, membuyarkan lamunan Olive.
"Hmm" ucap Xena.
Keduanya berjalan menunggu kedatangan Vano. Xena mengalihkan tatapannya ke sekeliling. Ia malas untuk melihat ke depan.
Tak lama, Tiga orang yakni Vano, Yani dan salah seorang sahabat Vano yang biasa di panggil Bram datang.
Vano melihat adiknya di sana, ia segera mendekat. Namun ia juga terlihat terkejut saat melihat Xena. Terlebih penampilan Xena yang lain dari Xena yang ia kenal dulu.
Deg-Deg-Deg
Jantung Vano berdetak dengan cepat, bayangan wanita di dalam mimpinya, yang menangis penuh luka dan mati di depannya terlintas di kepala nya.
"Xena..." ucapnya lirih dan hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Perasaan Vano saat ini campur aduk, ia sangat senang bertemu dengan Xena. Namun dirinya juga merasakan sakit saat melihatnya, ada rasa penyesalan yang susah di ungkapkan. Dirinya sendiri juga tidak tahu kenapa ia merasakan seperti itu dalam hatinya.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Erna Masliana
kalo bisa mah Xena jodohnya ganti jangan Vano kan ini kehidupan ke2 mana punya kemampuan retas masak mungkin bela diri juga ada...jadi harus dapat pasangan yang lebih keren
2025-03-21
0
lily
ya gara gara lo xena mati di kehidupan pertamanya vano bego
2024-10-07
2
lily
xena udah dag dig dug ser liv" takut lo kenapa napa😑
2024-10-07
1