Arkana duduk sambil bersedekap menatap tajam pada Ayah dan pengasuhnya yang duduk di hadapan nya.
"ngapain Tadi?" tanyanya dengan ketus.
"anak kecil ga perlu Tau."jawab Arshaka dengan ketus juga padahal sedikit lagi dia bisa Tau rasa bibir Jalwa yang mungil.
"Aku ga suka Ayah deket - deket sama Mbak Jalwa."
Jalwa hanya menunduk malu karena merasa seperti pencuri yang ketahuan.
"kamu harusnya berterima kasih pada Ayah" ucap Arshaka dengan percaya dirinya.
"untuk apa aku berterima kasih pada Ayah" sahut Arkana.
"Ayah sedang berusaha membuat Mbak Jalwa mu jadi ibumu."
"Apa? pekik Jalwa.
Arkana terkekeh " aku yakin Mbak Jalwa bakal nolak Ayah."
Arshaka berbalik menghadap Jalwa,ditatapnya wanita itu dalam - dalam "Jalwa apa kau_."
Ketukan di pintu membuat Arshaka menghela nafas kasar, Reyhan yang sedari Tadi berdiri di belakang Arka langsung membuka pintu.
Sekretaris Arshaka muncul " maaf Pak, ada Pak Arfan dan Bu Sarah di luar."
Reyhan menoleh pada bosnya itu " tuan."
"Biarkan mereka masuk." kata Arshaka dengan ketus karena dia tidak berhasil membujuk Jalwa.
Reyhan mengangguk pada Sekretaris Arshaka.
"silahkan masuk Pak Arfan dan bu Sarah" ucap Sekretaris Arshaka yang bernama Nina itu.
Arfan dan Sarahpun masuk ke dalam ruangan Arshaka.
Arshaka yang sudah duduk di kursi nya hanya menatap datar ɔpada dua orang yang datang tanpa di undang itu.
"wah, ternyata ada Arkana juga" kata Arfan yang langsung duduk di hadapan Arshaka tanpa di minta.
Sedangkan Sarah mendekati Arkana " Apa kabar sayang?" sapanya pada Arkana yang kini duduk di sebelah Jalwa.
Arkana hanya melirik sebentar dan memeluk Jalwa dengan manja.
Arshaka kesal melihat Arkana yang memeluk Jalwa tapi dia mencoba menahan diri Sampai orang - orang yang ada di hadapannya pergi.
" ada urusan apa kalian datang kemari?" tanya Arshaka to the point.
Arfan tertawa " Aku hanya ingin mengunjungi orang yang di sukai adikku."
Sarah tersipu malu tapi Arkana dan Jalwa merasa jengah melihatnya.
"Lalu?."
"Begini Arsha, kau Sudah lama menduda dan kamu lihat sendiri putramu butuh sosok Ibu" jelas Arfan "Sarah adikku bisa mengimbangimu dan dia juga suka pada Arkana yang lebih penting adalah Sarah Sudah lama menyukaimu."
"Benarkah?" Arshaka pura - pura terkejut.
Sarah mendekati Arshaka dan berdiri disamping pria itu " Mas Arsha, aku Tau kamu kesepian dan butuh seseorang yang bisa melayani mu dan menyayangi putramu."
Arshaka tertawa "Apa kau sangat yakin bisa melayaniku dengan baik?."
Sarah tersenyum menggoda "tentu saja" jawabnya sambil membelai lengan Arshaka.
Jalwa terlihat meremas ujung pakaiannya menahan gejolak emosi sedari Tadi.
Arshaka menatap tajam pada Sarah " Kau harus Tau batasanmu." Ucapnya geram.
Sarah menjauhkan tangannya dan tersenyum kikuk.
"Sepertinya anda harus kecewa tuan Arfan karena saya Sudah Memiliki calon pendamping." Arshaka bangkit menghampiri Arkana dan Jalwa " putraku Sudah menemukan Ibu yang dia inginkan."
Sarah terkekeh " Apa tidak salah Mas Arsha ,dia" tunjuknya pada Jalwa "hanya seorang pengasuh."
Arfan tersenyum mengejek " Apa levelmu kini turun dari Model ke pengasuh."
Reyhan yang sejak Tadi diam mendengarkan mulai geram dengan kakak beradik itu, namun dia Tau Arshaka bukan orang yang mudah diprovokasi.
Arshaka tersenyum sinis"lebih baik bersama seorang pengasuh daripada wanita yang obral body."
Arfan yang emosi hendak menyerang Arshaka terhenti karena Reyhan Sudah memegang tangannya "lepaskan aku, kau Sudah merendahkan adikku" teriaknya.
"Tanya kan sendiri pada adikmu rencana yang dia buat saat menginap di rumahku" ucap Arshaka dengan tenang.
Arfan menoleh pada adiknya "kau menginap di rumah Arshaka?."
Dengan perasaan was - was Sarah mengangguk.
Arfan menggelengkan kepalanya tidak percaya" kau bilang akan menginap di rumah Mariska." bentaknya.
"Maaf kak."
"memalukan" Arfan pun pergi tanpa menoleh pada yang empunya kantor.Dan Sarah langsung mengejar kakaknya.
"Kakak sama adik kelakuannya minus" gerutu Arshaka.
Arkana dan Jalwa menatap sinis pada Arshaka yang tampak acuh "Ada apa?."
"Ayah sengaja kan" ucap Arkana.
"sengaja apa?" tanya Arshaka pura - pura tidak mengerti.
Arkana menarik tangan Jalwa "ayo kita pulang." ajaknya.
Jalwapun mengikuti Arkana tanpa mengalihkan pandangannya dari Arshaka dan minta penjelasan.
"pulanglah" ucap Arshaka.
❄️❄️❄️
Di rumah Arkana terus memasang wajah cemberut pada Jalwa, ada perasaan tidak rela di hatinya karena begitu cepat pengasuhnya itu luluh dari pesona Ayahnya.
"Mbak Jalwa suka ya sama Ayah?" tanya Arkana dengan ketus.
Jalwa memasang wajah sedih "hati Mbak Jalwa sedih jika bos kecil terus marah."
"Maaf" Ucapnya lirih.
Jalwa menggenggam tangan bos kecilnya itu "Mbak Jalwa akan tetap jadi pengasuhnya Bos kecil."
Arkana menggelengkan kepalanya"bukan begitu Mbak Jalwa."
"Lalu?."
"Aku cuma takut kalau Mbak Jalwa nikah sama Ayah, Mbak Jalwa pasti mentingin Ayah daripada aku." ucap Arkana dengan terisak.
Jalwa tersenyum kecut " kalau begitu Mbak Jalwa ga akan menikah sama Ayahnya bos kecil."
"Jadi kamu ingin Ayah menikah dengan tante Sarah?" tanya Arshaka yang bersedekap menatap Arkana.
Arshaka pulang lebih awal karena merasa dirinya tidak bisa fokus bekerja, pikirannya tertuju pada Arkana yang begitu emosi saat meninggalkan kantornya. Dia tidak ingin Arkana meminta Jalwa berjanji untuk menolak nya.
Dan benar saja dugaannya, sebelum dia masuk kamar putranya sayup - sayup terdengar pembicaraan antara Arkana dan Jalwa karena pintu kamar Arkana tidak tertutup rapat.
Jalwa dan Arkana menoleh ke arah pintu.
Arshaka mendekati Jalwa dan Arkana kemudian dia duduk di sebelah putranya "apa kau mau tante Sarah yang menjadi ibumu?" tanya Arshaka lagi.
Arkana menggelengkan kepala dengan cepat "ga mau."
"Lalu?."
Arkana menatap ayahnya "aku ga mau seperti temanku."
"memangnya kenapa temanmu?" tanya Arshaka heran.
"Ayah temannku menikah lagi trus sekarang dia ga disayang lagi setelah punya adik" jelas Arkana.
Arshaka memeluk Arkana "jangan Samakan Ayah dengan orang lain."
untuk pertama kalinya Arkana menangis dalam pelukan ayahnya dan itu membuat Arshaka sadar di balik sifat mandiri yang di perlihatkan oleh putranya ternyata menyimpan keinginan akan kasih sayang dan perhatian lebih darinya.
"Maafkan Ayah yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan jarang meluangkan sedikit waktu untuk kita bersama."
Jalwa ikut merasakan kesedihan Ayah dan anak itu, mereka memang membutuhkan sosok yang bisa mengisi kekosongan di antara Arshaka dan Arkana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments