Kejutan yang mengejutkan

Jalwa masuk ke kamar Jihan sepupunya yang akan menikah setelah tadi dia pamit pada Arkana yang sedang bermain dengan para keponakannya dan Arshaka yang sedang berbincang dengan Ayah dan pamannya.

"Akhirnya teteh pulang juga"seru Jihan yang sedang di dandani oleh MUA.

Jalwa memeluk sepupunya itu "Pastilah aku pulang buat neng Jiji."

"ih,teteh mah suka panggil gitu"kata Jihan sambil cemberut.

Jalwa duduk di ranjang bersama Zahra adik dari Jihan.

"teh,kata bibi bosnya teteh ikut ya?" tanya Zahra penasaran.

"masa sih?" tanya Jihan kepo.

Jalwa mengangguk "dia ga mau makan waktu teteh mau pulang kemari jadi teteh ajak."

"Bapaknya juga?" tanya Zahra lagi.

"Tau Ah" Jalwa malas untuk menjelaskan karena sedari banyak yang bertanya dan dia harus menjelaskan alasan Arshaka ikut juga.

Tanpa sengaja Jalwa melihat foto seseorang yang sangat dia kenal di atas meja dekat ranjang "itu foto siapa?."

Zahra menengok ke meja yang ada di sebelahnya "oh, itu Bang Randi calon suami teH Jihan" jawabnya sambil memberikan foto itu pada Jalwa.

Deg.....

Hati Jalwa resah mendengar nama kekasihnya disebut dan lebih menyakitkan saat melihat dengan jelas siapa calon suami sepupunya itu.

"kenapa teH?" tanya Zahra yang heran pada kakak sepupunya yang terdiam.

"Sudah lama kalian pacaran?" tanya Jalwa.

"Belum sih teH,aku sama dia baru deket 6 bulan yang tapi 1 bulan yang lalu dia tiba - tiba ngelamar aku" kata Jihan sambil tersenyum sendiri.

"teh Jalwa kapan nyusul teH Jihan?" goda Zahra.

Jalwa memperbaiki duduknya untuk menetralisir perasaannya "InsyaAlloh,kalo udah ada jodohnya."jawabnya.

Beberapa saat kemudian mereka keluar untuk melaksanakan prosesi siraman dan di lanjutkan dengan pengajian.

Setelah semua acara hari ini selesai Jalwa menghampiri Arshaka dan Arkana yang baru selesai makan.

"Kita pulang ke rumah Mbak Jalwa yuk" ajak Jalwa pada Arkana.

Arkana tersenyum dan mengangguk "Ya,aku udah capek."

Arshaka menyentuh bahu Jalwa "kau baik - baik saja kan?."

"aku hanya lelah."jawab Jalwa langsung mengajak Arkana pergi dari rumah bibinya.

Arshakapun mengikuti mereka 'aku yakin kamu tidak baik - baik saja Jalwa.'

Jalwa duduk di dekat jendela kamarnya setelah menidurkan Arkana, pikirannya menerawang.

Begitu banyak pertanyaan di dalam benaknya,penghianatan Randi membuat dirinya seperti orang bodoh.dua hari yang lalu sebelum dirinya pulang ke Bandung, dia memberitahu kekasihnya jika dia akan pulang dan ingin bertemu untuk melepaskan rindu namun bukan kebahagiaan yang dia dapat tapi penghianatan.

Jalwa mencoba menghubungi kekasihnya itu namun tidak pernah di jawab.dia menangis dalam diam,dia tidak ingin ada orang yang Tau kalau saat ini dirinya benar- benar terluka.

Tanpa Jalwa Tau,ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari bawah dengan tangan yang terkepal.

❄️❄️❄️

"Sah"

"Sah"seru semua yang hadir.

Jalwa yang duduk di deretan kursi paling belakang hanya bisa menunduk dan sekuat tenaga menahan gejolak emosi yang ada di dalam hatinya.dia mengigit lidahnya supaya dia tidak menangis.Jalwa tidak ingin ada yang Tau jika kini hatinya sedang terluka.

Hanya Arshaka dan Arkana yang bisa merasakan kesedihan Jalwa,mereka duduk bersama Jalwa sedari Tadi .kini keduanya yang duduk di kanan dan kiri Jalwa sama - sama menggenggam tangan Jalwa memberikan penguatan untuknya.

"Mbak Jalwa ga usah sedih, ada aku yang akan selalu ada untuk Mbak Jalwa"ucap Arkana.

Jalwa tersenyum setidaknya ada yang peduli padanya.

"anak kecil ga usah ngomong seperti itu" ucap Arshaka tidak suka jika anaknya itu mendahuluinya.

Arkana menjulurkan lidahnya pada Arshaka.

"Jangan perlihatkan kesedihanmu pada orang Lain,tunjukan pada laki - laki itu kalau dia Sudah membuang batu permata seperti kamu" ucap Arkana.

Jalwa mengernyitkan dahi "dari mana Anda dan bos kecil Tau laki - laki itu punya hubungan dengan saya?."

Arkana langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya,dia berpura - pura main game sedangkan Arshaka hanya pura - pura terbatuk untuk mengalihkan pembicaraan "sepertinya aku butuh minum."

Tak lama kemudian Ibu Zalima memanggilnya untuk sesi foto keluarga bersama kedua pengantin,dengan enggan Jalwa beranjak ke pelaminan sesekali dia melirik ke arah Arkana dan Arshaka yang memberikan isyarat untuk membuat dirinya lebih tenang.

Jalwa berdiri di dekat Ibunya dan berusaha tersenyum dan memeluk pinggang Ibunya.

"kamu baik - baik aja kan Wa?" tanya Ibu Zalima yang bisa merasakan putri sulungnya sedang tidak baik - baik saja saat ini.

Jalwa mengangguk " aku ga apa - apa kok Bu."

Setelah mengambil beberapa foto keluarga,para orang tua turun dan menyisakan para anak muda untuk berdiri dengan gaya bebas.

Zahra menarik tangan Jalwa untuk berdiri di sebelah pengantin pria dan membuat dirinya begitu canggung karena berdiri di sebelah pengantin pria yang juga mantan kekasihnya.

"Maaf." bisik Randi.

Jalwa tersenyum sinis tanpa menoleh pada Randi "terima kasih karena Sudah menorehkan luka di dalam hatiku tapi kau lihat aku bukan wanita cengeng yang akan menangis meraung - raung hanya karena seorang pria".

"aku Tau kau wanita kuat dan aku beruntung karena mendapatkan cintamu walaupun akhirnya aku sangat menyakitimu"ujar Randi pelan.

"aku yang tidak beruntung Sudah menyukaimu" Jalwapun turun dari pelaminan karena Sesi foto Sudah berakhir, dia berjalan tanpa menoleh ke belakang.baginya semua Sudah berakhir dan kini dia akan lebih berhati - hati dalam menjalani sebuah hubungan.

Jalwa menghampiri Arshaka dan Arkana yang sedang menikmati hidangan yang telah sediakan.

"Bagaimana?" tanya Arshaka.

"Lega" jawab Jalwa singkat.dia meletakkan sepiring siomay dan semangkuk bakso di meja karena sebelum duduk Jalwa mengambil makanan itu di stand yang ada tidak jauh dari tempat Arshaka dan Arkana duduk.

"Mbak Jalwa lapar?" tanya Arkana yang melihat makanan yang Jalwa bawa porsinya untuk dua orang.

"Mbak Jalwa Belum sarapan" jawab Jalwa sambil memakan bakso yang terlihat sangat pedas karena warnanya merah.

Arshaka mengambil bakso itu " kau boleh marah dan kesal tapi tidak dengan menyakiti diri sendiri."

"aku tidak menyakiti diri sendiri tapi aku suka makan bakso yang pedas" dengan kesal Jalwa mengambil kembali bakso yang ada di tangan Arshaka .

Arkana menertawakan ayahnya yang tidak Tau makanan kesukaan Jalwa karena pengasuhnya itu hanya makan bakso dan siomay saat menunggu dirinya di taman kanak - kanak karena banyak pedagang di sana.

Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!