Ayah dan anak sama saja

1 Minggu kemudian Jalwa pun pulang ke Bandung untuk menghadiri pernikahan sepupunya.

Awalnya Arkana sangat marah pada Jalwa,karena Jalwa baru memberitahunya dan Arkana sudah mulai terbiasa dengan keberadaan pengasuhnya itu.

2 hari sebelum Jalwa pergi,Arshaka menghubungi ibunya untuk menemani Arkana selama Jalwa pergi.akan tetapi Arkana terus uring-uringan.

"Sayang,Mbak Jalwa cuma satu Minggu perginya" ucap Ibu Annisa ibu dari Arshaka.

Arkana masih merajuk hingga tidak mau makan.

Jalwa menjadi tidak tega "bos kecil, masakan ini mbak Jalwa yang masak loh."

"Mbak Jalwa tega sama aku" ucap Arkana sedikit terisak.

Arshaka yang baru pulang dari kantor langsung menghampiri anaknya yang tengah di bujuk oleh ibunya dan Jalwa "Ada apa?."

Ibu Annisa menghela nafas berat "dia lagi marah."

"Arkana,kenapa kamu marah -marah seperti itu?."tanya Arshaka dengan tegas.

"Ayah jahat,kenapa ayah ijinin mbak Jalwa pergi?"ucap Arkana sambil terisak.

Arshaka memeluk anaknya "Mbak Jalwa pergi sebentar."jawabnya.

"seminggu itu lama Ayah."Arkana menangis sejadi-jadinya.

"dengarkan Ayah nak" Arshaka mencoba menenangkan Arkana "Mbak Jalwa akan pulang setelah selesai."

"bohong" teriak Arkana.

Jalwa mengusap air matanya saat melihat Arkana menangis sejadi-jadinya "bos kecil."

Arshaka menatap Jalwa "begini saja,Jalwa bolehkah Arkana ikut denganmu?" tanyanya.

Jalwa menganga mendapatkan pertanyaan yang dia harapkan "anda mengijinkan Arkana ikut dengan saya?."

Arkana menghapus air matanya dengan kasar "ayah serius?."

Arshaka hanya mengangguk.

Arkana turun dari pangkuan ayahnya dan melompat girang "hore,aku ikut mbak Jalwa."

Jalwa dan juga Ibu Annisa tersenyum melihat tingkah laku Arkana.

Dan sekarang disinilah mereka duduk di ruang tengah rumah orang tua dari Jalwa.

Ibu zalıma senang saat putri sulungnya pulang bersama atasannya.

"Maafkan saya tuan,tidak bisa menjamu anda dengan baik karena Jalwa tidak memberitahu kami kalau anda ikut kemari."

Arshaka hanya mengangguk dan pada akhirnya sang duda tajir pun ikut juga, alasannya adalah dia tidak mau Arkana menangis karena merindukannya padahal dia tidak ingin putranya mendominasi.

"Apa ibu sudah lebih sehat?" tanya Arshaka pada ibunya Jalwa.

"Alhamdulillah tuan, tapi saya tidak bisa bekerja lagi seperti dulu" jelas ibu Zalima.

"Ibu tidak perlu khawatir lagipula seperti yang ibu lihat Arkana sangat menyukai Jalwa"kata Arshaka 'termasuk saya juga' ucapnya dalam hati.

Ibu Zalıma mengangguk setuju melihat bagaimana Arkana selalu mengikuti Jalwa.

Jalwa membawa dua gelas jus mangga untuk bos besar dan bos kecilnya dengan Arkana sedari tadi memegang ujung pakaian Jalwa.

"silahkan di minum Mas Shaka"Jalwa meletakkan segelas jus di hadapan Arshaka.

Ibu Zalıma langsung menegur putrinya "Wa,kamu ga sopan manggil bos kamu."

"Bu,saya yang meminta Jalwa memanggil seperti itu karena saya masih muda."jelas Arshaka sebelum Jalwa menjawab.

Ibu Zalıma hanya tersenyum karena ternyata Arshaka masih seperti dulu sangat lah percaya diri.

Arkana duduk disebelah ayahnya "Bibi,Arkana bolehkan nginep disini?."

Jalwa menoleh pada ibunya "Bu."

ibu Zalıma mengangguk "Arkana boleh kok nginep disini."

"Jadi saya tidur di hotel sendiri gitu."Arshaka menatap Jalwa tidak suka karena wanita itu hanya memperhatikan putranya.

Jalwa jadi salah tingkah "begini.."

Ibu Zalıma langsung menjawabnya "tuan tidur di kamar Jalwa saja nanti Jalwa dan Arkana tidur dikamar saya."

"ibu."Jalwa protes dengan jawaban ibunya.

"sudah,lagian bapak kamu biasa tidur depan televisi."

Arshaka menatap penuh kemenangan pada Arkana yang bersedekap dengan kesal.

❄️❄️❄️

Keesokkan harinya Arshaka dan Arkana ikut dengan Jalwa ke rumah Pamannya yang tidak jauh dari rumah orang tua Jalwa,untuk menghadiri acara siraman sepupunya Jalwa.

"Ramai juga ya" kata Arshaka yang melihat di rumah pengantin wanita sudah banyak ibu - ibu pengajian dan para tetangga.

Arkana yang tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini langsung menggenggam tangan Jalwa "Mbak Jalwa."

Jalwa mengelus rambut Arkana "kita kedalam yuk." dia mengajak Arkana dan Arshaka masuk ke dalam rumah karena di halaman sudah di siapkan bangku untuk acara pengajian.

Jalwa memperkenalkan bos besar dan bos kecinya itu pada keluarganya yang sedang mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk acara siraman.

Semua perempuan yang ada di dalam rumah bergantian menyalami Arshaka dan Arkana yang menurut mereka tampan paripurna.

"éléh éléh Jalwa dunungan maneh meuni kasep pisan(Jalwa majikan kamu ganteng banget)"seru Bibinya Jalwa.

"Muhun bibi(iya bibi)" jawab Jalwa.

Arshaka hanya manggut - manggut saja karena semua yang ada di rumah itu memakai bahasa Sunda dan dia tidak begitu mengerti.

"Mbak Jalwa,aku pengen camilan."pinta Arkana.

Jalwa mengangguk dan mengambil kue brownies coklat dari meja lalu memberikannya pada Arkana "kesukaannya bos kecil."

Arkana langsung memakannya "Mmm.... enak ."dia melirik dan tersenyum licik pada Ayahnya yang sedang cemberut.

Jalwa menoleh pada Arshaka yang sedang menatapnya "Ada apa?."

Arshaka mendekati Jalwa dan berbisik "apa kamu tidak akan mengambilkan sesuatu untukku?."

Jalwa menahan nafasnya saat wajah Arshaka sangat dekat dengannya.

"nafas Jalwa"kata Arshaka sambil tersenyum melihat Jalwa yang jadi salah tingkah.

Jalwapun langsung pergi meninggalkan Arshaka yang kini sedang tertawa.

"Ayah jangan bikin Mbak Jalwa begitu" ucap Arkana yang tidak suka dengan Ayahnya yang selalu menggoda pengasuhnya itu.

Arshaka mensejajarkan badannya dengan Arkana "kamu itu masih kecil Arkana."

Arkana mendengus kesal "Mbak Jalwa punya aku."

"Mari kita bersaing anak muda."tantang Arshaka pada putranya itu.

"Aku ga takut ayah"jawab Arkana menatap tajam pada ayahnya.

Ibu Zalıma yang melihat perdebatan antara ayah dan putranya itu hanya bisa geleng kepala.dirinya tidak menyangka jika Jalwa bisa membuat hubungan Arshaka dan Arkana lebih baik dari pada sebelum mengenal Jalwa.

Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!