Du__Ta

Tok....tok....tok...

"Tuan sarapan Sudah siap." Panggil Jalwa dengan suara yang sedikit keras."Tuan" dia pun menempelkan telinganya di pintu, setelah mendengar suara yang menyahut dari dalam kamar tuan besarnya Jalwa beranjak ke kamar tuan kecilnya.

Diapun masuk ke kamar tuan kecilnya "Selamat pagi tuan muda." Sapa Jalwa pada tuan mudanya yang bernama Arkana putra Darmendra.

"Kan aku Sudah bilang panggil bos kecil ,Mbak Jalwa" Arkana langsung cemberut karena berkali - kali dia sudah mengingatkan pengasuhnya itu.

Jalwa tersenyum, "maaf bos kecil,saya Lupa." Dia terkekeh lalu menghampiri Arkana yang sedang memakai pakaian sekolahnya dan merapihkannya.

"Mbak."

"Ya," sahut Jalwa yang sedang membereskan tempat tidur.

"Apa Ayah Sudah bangun?" tanya Arkana yang memperhatikan pengasuhnya yang sibuk ke sana kemari membereskan kamarnya.

"Sudah,Tadi mbak ketuk pintu kamarnya tuan nyahut." Jawab Jalwa, "ayo kita turun" ajaknya setelah selesai membereskan kamar bos kecilnya itu.

"Selamat pagi Ayah ,selamat pagi Om Rey" sapa Arkana saat dia melihat ayah dan asisten pribadinya Sudah duduk di meja makan.

Arshaka yang sedang menikmati secangkir kopi hanya menjawabnya dengan anggukkan.

"Pagi juga bos kecil." Jawab Reyhan,"pagi Jalwa." Sapanya pada pengasuh bos kecilnya.

"Selamat pagi Tuan...selamat pagi juga Mas Reyhan." Jawab Jalwa. Diapun meninggalkan bos kecilnya yang sedang sarapan dengan ayahnya untuk menyiapkan bekal yang akan di bawa kesekolah.

"Kenapa dia memanggilmu Mas tapi padaku Tuan,apa aku terlihat tua?" tanya Arshaka pada Reyhan dengan kesal.

"Jalwa menghormati anda sebagai atasannya tuan." Jawab Reyhan berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya dia ingin tertawa.

"Ayah memang agak tua." Sahut Arkana sambil mengunyah sandwich yang di siapkan Jalwa untuknya.

Arshaka menatap putranya dengan tajam, " Apa?"

"Bos kecil," Reyhan hanya berharap tidak ada perdebatan pada pagi hari ini.

"Mbak Jalwa,Tadi tumben tuan minta di siapkan bekal makan siang." Kata Bi Surti yang sudah 5 tahun bekerja sebagai Art di rumah Arshaka pada Jalwa yang sedang menyiapkan bekal.

"Mungkin karena kemarin aku sama bos kecil mampir ke kantor dan bekal yang aku buat untuk Arkana baru di makan di sana terus tuan nyobain." Jelas Jalwa sambil menyiapkan bekal untuk bos besarnya juga.

"Masakan kamu emang paling enak." Bi Surti menuju masakan Jalwa.

"Bibi mah modus, supaya Jalwa yang masak lagi kan." Tebak Jalwa.

"Mbak Jalwa Tau aja," Bi Surti tersenyum malu karena ketahuan.

"Mbak Jalwa." Panggil Arkana dari ruang makan.

"Panggilan negara Bi,aku berangkat dulu ya,"

Jalwa pun keluar dari dapur dengan membawa dua bekal.

Bi Surti geleng kepala melihat Jalwa yang langsung berlari keluar dapur.

Di luar Jalwa pun memberikan satu bekal yang dia bawa pada Arshaka sebelum pria itu masuk ke dalam Mobil "Tuan, ini bekal untuk Anda."

Arshaka berdehem pura - pura tak mengerti, "Saya tidak minta bekal." Katanya padahal dalam hatinya senang karena Jalwa mau menyiapkan bekal untuk nya.

"Bibi bilang tadi tuan ingin membawa di bawakan bekal makan siang." Ujar Jalwa bingung.

Reyhan mengambil bekal dari tangan Jalwa "Kalo bos tidak mau buat saya aja lumayankan." Tanpa sadar jika Arshaka sedang menatap tajam padanya.

Arshaka langsung mengambil bekal itu dari Reyhan, "Bekal ini buat saya bukan buat kamu," diapun langsung masuk ke dalam Mobil.

Reyhan tersenyum sambil geleng kepala "So jaim, Saya berangkat dulu ya Jalwa." Pamitnya lalu masuk ke dalam Mobil dan membawanya menuju kantor.

Jalwa pun masuk ke dalam Mobil yang akan mengantar nya juga Arkana ke sekolah.

Sesampainya Di taman kanak - kanak ,Arkana di sambut oleh gurunya yang memang sudah menunggu para muridnya di pintu masuk.

"Assalamualaikum Miss."Sapa Arkana dan Jalwa.

"Waalaikum salam Arkana, mbak Jalwa." Jawab Ibu Aisya wali muridnya Arkana, "kita masuk"ajaknya.

Jalwa pun meninggalkan kelas Arkana setelah memastikan bos kecilnya Sudah masuk ke dalam kelasnya dan bergabung dengan para Ibu dan para pengasuh di tempat tunggu yang di sediakan oleh sekolah.

"Assalamualaikum Ibu - Ibu" sapa Jalwa.

"Waalaikum salam Mbak Jalwa." Jawab mereka serempak.

"Ada gosip terbaru apa hari ini?" tanya Jalwa basa basi.

"Yang ada Mbak Jalwa yang harusnya ngasih informasi terbaru." Kata Ibu Mia salah satu orang tua murid.

"Informasi apa bu?" tanya Jalwa tidak mengerti.

"Kabarnya duta mbak Jalwa," sahut salah satu pengasuh.

"Duta?" Jalwa semakin tidak mengerti.

"Duta itu artinya DUDA TAJIR mbak Jalwa," jelas Ibu Mia yang membuat semua tertawa.

"Duta mah makin cool ibu - ibu." Ucap Jalwa.

"Masa sih," sahut ibu Mia.

"Apalagi kalau udah senyum meleleh kita mah." Kata Jalwa melebih - lebihkan.

Pembicaraan yang tidak terlalu penting pun berlanjut hingga jam sekolah berakhir dan anak - anak keluar satu persatu.

❄️❄️

Sementara itu kehebohan terjadi di perusahaan Darmendra group, karena pagi ini sang CEO tiba di kantor dengan membawa kotak bekalnya sendiri dan menolak bantuan Reyhan yang akan membawakannya ke ruangan atasannya.

Arshaka tidak peduli dengan mereka yang sedang membicarakannya,dia terus berjalan ke lift khusus yang membawanya naik ke lantai 8 dimana ruangannya berada.

"Apa agenda hari ini?" tanya Arshaka pada seketarisnya yang mengikuti ya saat dia masuk keruangan ya.

"Agenda hari ini ada rapat dengan divisi keuangan pukul sepuluh pagi dan setelah makan siang ada meeting di hotel florist dengan perusahaan Agra Group" jelas Nina

"baiklah kalau begitu." Arshaka pun melihat pada asistennya, "Rey,apa kamu Sudah mengirimkan parsel untuk Ibu Zalima?."

"Sudah Tuan,Ibu Zalima sangat berterima kasih dan beliau sudah lebih baik" jawab Reyhan.

"Bagus"ucap Arshaka sambil tersenyum.

Reyhan yang penasaran pada atasannya yang tiba - tiba tersenyum padahal tidak ada sesuatu yang lucu,diapun mengikuti arah pandangan atasannya itu "dapat bekal makan siang aja tersenyum,gimana kalau Jalwa bilang suka udah guling - guling kali" Ucapnya dalam hati.

Reyhan pun undur diri dan keluar dari ruangan bosnya itu.

"Kenapa?" tanya Nina yang melihat asisten bosnya itu tertawa saat keluar ruangan.

"Mau tau aja atau mau tau banget?" goda Reyhan pada Indah.

"iIsh,malah balik tanya," Indah menggerutu.

Reyhan malah tertawa sambil meninggalkan Nina yang semakin di buat penasaran sama atasan dan juga asistennya.

Didalam ruangannya Arshaka langsung memeriksa berkas -berkas yang ada di mejanya. Walaupun hatinya sedang senang,dia tetap profesional dalam pekerjaannya. Kini Arshaka ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa segera menikmati makan siang spesial.

Arshakapun dengan seksama melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali dia melihat bekal yang dia simpan di meja dekat pintu.

Terpopuler

Comments

Damar Pawitra IG@anns_indri

Damar Pawitra IG@anns_indri

kadang akunya gagal fokus sama nama bapak dan anknnya heheeh... seru seru... calon calon bucin tuh duda

2022-12-21

1

LISA

LISA

Wah diam2 Duta mulai tertarik sm Jalwa nih 😊

2022-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!