Setelah berpikir semalaman akhirnya Arshaka memutuskan untuk menemui Indira saat wanita itu datang lagi ke kantornya.
Arshaka hanya ingin menegaskan pada wanita itu untuk tidak mengusik kehidupan dia dan Arkana.
Indira duduk diam di hadapan Arshaka sambil tersenyum sendiri dan berpikir bahwa mantan suaminya ini akan memintanya kembali bersama.
Arshaka menatap tajam pada Indira "Apa yang kau inginkan?" tanyanya to the point.
"Bagaimana kabarmu mas?" tanya Indira dengan nada selembut mungkin tanpa menjawab pertanyaan dari Arshaka.
"Kau bisa lihat sendiri bukan." jawab Arshaka datar "Aku hidup lebih baik setelah kau pergi."
"Mas Arsa,maafkan aku atas apa yang aku lakukan dimasa lalu.aku hanya bingung dengan kondisi keuangan kita dulu jadi aku_."
Arshaka mengangkat tangannya pada Indira supaya wanita itu berhenti bicara omong kosong "Kenapa kau datang kemari?."
"Aku tau dihatimu masih ada cinta untukku dan Arkana butuh ibunya jadi akan lebih baik kita kembali bersama apalagi kita Belum berpisah " jelas Indira dengan percaya diri.
Arshaka tertawa melihat Indira yang begitu percaya diri "apa kau seyakin itu?."
"Jika kau sudah menikah lagi mungkin aku tidak akan menemuimu tapi buktinya kau masih sendiri dan tidak pernah dekat dengan siapapun jadi aku yakin kau masih mencintaiku."
Arshaka mengangguk dan bangkit dari kursi kebesarannya "kau mungkin benar."
Indira semakin tersenyum lebar dan bayangan hidup mewah lagi terlintas dalam benaknya.
"Tapi sayang sekali itu sudah sangat terlambat."
"tidak ada kata terlambat Mas apalagi Arkana pasti senang jika orang tuanya kembali bersama."ujar Indira terus meyakinkan Arshaka.
Tiba - tiba seseorang menerobos masuk ke dalam ruangan Arshaka dengan marah "Aku tidak mau ayah kembali bersama dengan dia " pekik Arkana yang di susul oleh Jalwa di belakangnya.
"Arka" Indira buru - buru menghampiri Arkana "Dengar nak, kamu inginkan punya keluarga yang utuh . ada ayah, mama dan juga kamu sayang?."
Arkana menepis tangan Indira yang hendak menyentuh wajahnya ,diapun melangkah mundur " Aku tidak mau punya ibu sepertimu dan aku sama ayah sudah bahagia tanpa kamu "ucapnya lirih dan memeluk Jalwa sambil menangis.
Jalwa menepuk pelan punggung bos kecilnya itu.
Indira menarik Arkana dengan kasar "Aku ibumu nak."
Jalwa terkejut dengan perlakuan Indira kepada Arkana seketika diapun marah "heh nyonya, apa anda tidak bisa memperlakukan anak kandung anda dengan penuh perasaan?."
"kamu jangan so ngajarin saya ya" bentak Indira.
Arkana langsung mengigit tangan Indira dan berlari menuju ayahnya berdiri saat dia terlepas dari cekalan Indira.
"dasar anak kurang ajar" Indira mengumpat pelan dengan mengibaskan tangannya tapi Arshaka masih bisa mendengarnya.
"kamu yang kurang ajar Indira" bentak Arshaka "aku membesarkan anakku dengan penuh kasih sayang, tidak pernah sedikitpun aku kasar dan mencacinya sedangkan kau" dia menunjuk ke pintu "pergi kamu dan jangan muncul lagi di hadapan kami." dengan tegas dia mengusir Indira dari kantornya.
"maafkan aku mas,aku hanya ingin dekat dengan Arkana" Indira memelas berharap Arshaka melunak.
"pergi"suara Arshaka menggelegar membuat siapapun yang mendengarnya tampak merinding.
Indira sangat ketakutan melihat amarah Arshaka dan diapun pergi.
Jalwa mendekati Arkana dan Arshaka yang sama - sama dalam keadaan tidak baik - baik saja, Jalwa memeluk Arkana yang masih menangis dan mencoba menenangkannya "Sudah ya jangan menangis."
Di lihatnya Arshaka yang nafasnya memburu karena amarah yang dia keluarkan ,dengan ragu di genggamnya tangan pria itu untuk menenangkannya.
Arshaka menunduk menatap tangannya yang di genggam oleh Jalwa " terima kasih."Ucapnya pelan.
Jalwa hanya mengangguk.
❄️❄️❄️
"Bagaimana enak?" tanya Jalwa pada Arshaka dan Arkana yang sedang menikmati makan siang di rooftop atas gedung kantor milik Arshaka.
Sebelum mereka ke rooftop ,Arshaka sempat memeluk putranya itu dan membisikan kata maaf.
Jalwa mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Ayah dan anak itu untuk makan siang karena Tadi dia membawa bekal untuk kedua bosnya ini.
Arshaka dan Arkana menikmati makan siang nya dalam diam sedangkan Jalwa dan Reyhan hanya memperhatikan mereka.
"selesai makan kamu pulanglah dengan Jalwa" kata Arshaka pada putranya.
Arkana hanya mengangguk karena dirinya begitu lelah dan ingin segera pulang untuk beristirahat.
Arkana dan Jalwa pulang ke rumah sedangkan Arshaka harus menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kejadian Tadi.
Arshaka memanggil Reyhan untuk ke ruangannya.
"Ada memanggil saya tuan?" tanya Reyhan.
"ya"Arshaka menyerahkan sebuah map pada asisten nya itu "kiriman itu pada Indira."
Reyhan mengernyitkan dahi " tuan?."
Arshaka menatap tajam pada Reyhan "itu surat cerai ,dia pikir kami masih terikat pernikahan dan berkas perceraian itu bisa membuatnya berhenti muncul dihadapanku."
Reyhan pun mengerti dan pamit undur diri.
Arshaka memijit pangkal hidungnya dan merasakan lelah, bukan hanya lelah badan tapi juga lelah pikiran.
Sedangkan Arkana sesampainya Di rumah ,dia enggan untuk keluar kamar dan Jalwa pun menemani Arkana Sampai bos kecilnya itu tertidur.
Jalwa turun ke lantai bawah menghampiri kedua orangtua Arshaka yang sedang bersiap- siap untuk pergi karena ada urusan yang sangat mendesak dan tidak dapat di tunda.
"Jalwa ,Ibu titip Arkana ya" ucap Bu Annisa setelah beliau menghampiri Arkana yang sedang tidur.
Jalwa tersenyum dan mengangguk "tentu saja bu,itu kewajiban saya."
"jika ada apa - apa hubungi Arshaka" ujar Pak Raka.
"kami pamit Assalamualaikum"ucap Bu Annisa dan Pak Raka .
"waalaikumsalam" jawab Jalwa.
Merekapun masuk ke dalam Mobil yang akan mengantar kan mereka menuju Bandara.
Tak lama Mobil yang mengantar kedua orangtua majikannya pergi ,Jalwa melihat Mobil bos besarnya tiba.
Arshaka tersenyum melihat Jalwa yang menunggunya di luar rumah membuat moodnya membaik seketika dan diapun meminta Supir memasukkan Mobilnya ke garasi.
"Assalamualaikum" ucap Arshaka.
"Waalaikumsalam "jawab Jalwa.
"Arkana mana?" tanya Arshaka yang tidak melihat anaknya.
"bos kecil sedang tidur diatas,dan tuan besar serta Nyonya baru saja berangkat."
"ya, Tadi aku sempat berpapasan dengan Mobil opa dan omanya Arka" ujar Arshaka menatap Jalwa dengan intens.
"Ada yang salah dengan saya?" tanya Jalwa meraba wajahnya khawatir ada kotoran yang menempel.
Arshaka mendekati Jalwa dan berbisik "kamu cantik" setelah mengatakan itu,diapun berlalu meninggalkan Jalwa yang tersipu mendapat pujian dari bos besarnya itu.
Lalu dengan cepat Jalwa menggelengkan kepalanya dan menepuk - nepuk pelan pipinya "sadar Jalwa, dia bos kamu." dia melirik ke kanan dan kekiri takut jika ada yang melihat tingkah konyolnya itu,kemudian diapun masuk ke dalam rumah .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
LISA
Ehmm..Arshaka mulai menggoda Jalwa nih 😊
2022-11-28
1