Jalwa sebenarnya merasa risih karena sudah beberapa hari ini kemana pun dia dan Arkana pergi selalu di dampingi oleh pengawal yang di sewa oleh Arshaka.
Jalwa bisa memahami kekhawatiran dari pria itu sebab semalam setelah dia memohon. Akhirnya Arshaka menceritakan tentang mantan istrinya yang muncul kembali setelah sekian lama, dan kecurigaannya pada wanita itu yang memiliki maksud tertentu dengan mendekati putranya.
Arshaka bukannya takut pada wanita itu tetapi dia khawatir pada putranya yang pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan dulu,yang membuat Arkana jadi pendiam dan suka menyendiri.
Jalwa tidak pernah jauh dari Arkana saat mereka di luar rumah,di taman kanak - kanak pun Jalwa selalu mengawasi bos kecilnya itu.
Hingga saat jam pulang sekolah,ketika Arkana hendak masuk ke dalam mobil ada seseorang yang memanggilnya.
"Arka sayang!" panggil seorang wanita .
Dengan sigap kedua pengawal menghadang wanita itu.
"apa - apaan kalian ini!"seru wanita itu yang tak lain adalah Indira ibu kandung dari Arkana, "aku ini ibu dari Arkana."
Jalwa yang mendengarnya terkejut dan langsung menoleh.
"Mbak Jalwa masuk." Ucap Arkana dengan tegas.
Jalwapun masuk ke dalam mobil dan melirik pada Arkana.
"Abaikan orang itu."
Jalwa menggenggam tangan Arkana. " Mbak Jalwa tau jika bos kecil anak yang hebat."
Para pengawal pun masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Indira yang berteriak-teriak memanggil Arkana.
Sesampainya di rumah, mereka di sambut oleh Ibu Annisa dan Pak Raka yang berdiri di depan rumah.
"Assalamualaikum opa..Oma!" Seru Arkana yang langsung berlari menghampiri mereka.
"Waalaikumsalam apa kabar kesayangan opa?" Sapa Pak Raka sambil menggendong cucunya itu.
"Baik opa,aku kangen sama opa." Jawab Arkana.
Pak Raka menoleh pada istrinya yang sedang tersenyum, "Opa juga kangen."
"Nanti aku jelaskan.." Kata Bu Annisa yang tau jika suaminya terkejut pada tingkah cucunya yang berubah drastis.
Merekapun masuk ke dalam rumah.
"Jalwa." Panggil Bu Annisa.
Jalwa menghampiri nenek dari bos kecilnya itu, "iya Nyonya."
"panggil saya ibu aja,kalo nyonya serasa nyonya besar saya," canda Bu Annisa tertawa.
"Ya bu."
"Saya dengar dari pengawal pribadi Arkana tadi ada wanita yang menghampiri kalian dan mengaku ibunya Arka?" tanya Bu Annisa saat mereka baru selesai membereskan meja makan dan Arkana sedang bersama kakeknya.
"Iya Bu, saya sebenarnya bingung antara kasian dan marah pada wanita itu tapi melihat Arkana yang tidak peduli membuat saya lebih baik diam." Ujar Jalwa menjelaskan.
Ibu Annisa menghela nafas panjang, " Arshaka pasti sudah cerita sama kamu,Kita serahkan semuanya pada mereka berdua karena mereka yang lebih tau apa yang terbaik dan apa yang mereka inginkan."
Jalwa sebenarnya ingin bertanya lebih banyak lagi tapi dia tidak mau di sangka ikut campur.
Di kantor Darmendra group, Arshaka sedang menahan emosinya setelah mendengar laporan dari salah satu pengawal yang dia sewa untuk putranya.
"Berani sekali dia datang ke sekolah dan menemui Arkana," gumamnya kesal.
"Sepertinya dia sudah beberapa kali ke sekolah Arkana." Kata Reyhan.
"Kalau begitu aku tidak akan diam lagi."
❄️❄️❄️
Sepulang dari kantor Arshaka tidak terkejut lagi dengan kehadiran kedua orang tuanya di rumah.
Sambil menunggu makan malam siap Arshaka dan Pak Raka sedang dalam pembicaraan serius di ruang kerja.
"Jadi dia juga mendatangimu ke kantor?" tanya Pak Raka.
Arshaka mengangguk, "Ya pa,tapi aku tidak menemuinya."
"Sebaiknya kamu jangan menghindar karena Indira pasti akan menganggap kamu masih mencintainya."
"Aku tau pa,tapi melihatnya membuatku tidak bisa mengontrol emosiku." Jelas Arshaka.
Pak Raka menepuk pundak putra sulungnya itu, "sudah 4 tahun berlalu seharusnya kamu bisa hadapi langsung wanita itu tanpa emosi dan buktikan bahwa di hatimu tidak ada lagi namanya."
Arshaka hanya diam memikirkan perkataan ayahnya dan dia memang harus menunjukkan pada Indira jika dia sudah move on.
Jalwa duduk disebelah Arshaka dengan canggung saat mereka sedang makan malam, tadinya Jalwa akan ke dapur setelah menyiapkan makanan di meja namun Arshaka dan Arkana memintanya untuk bergabung dengan mereka.
Pak Raka dan Bu Annisa hanya tersenyum melihat bagaimana anak dan cucunya memperlakukan Jalwa dengan spesial, mereka senang karena Jalwa membuat Arshaka dan Arkana lebih banyak bicara dan tertawa.
Arkana memberikan tatapan tajam pada ayahnya sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya karena dia kesal Jalwa duduk di samping Arshaka.
"Kenapa sayang?" tanya Bu Annisa pada Arkana.
Arkana menoleh pada neneknya, "ga apa - apa Oma."
arshaka tersenyum penuh kemenangan pada Arkana, 'kamu kali ini harus mengalah pada ayahmu.' Ucapnya dalam hati.
Selesai makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga termasuk Jalwa yang kini duduk beralaskan permadani menemani Arkana yang sedang merangkai mainan kereta api pemberian kakeknya.
Sedangkan Arshaka dan kedua orangtuanya duduk di sofa.
"Jalwa." Panggil Bu Annisa.
Jalwa menoleh, "ya bu."
"Apa kamu betah kerja di sini?"
"Alhamdulillah Bu,saya betah."
"Berkat kamu Arkana lebih banyak tersenyum," ucap Pak Raka pada Jalwa, beliau tau dari istrinya penyebab perubahan pada cucunya.
"Terima kasih tapi saya tidak melakukan apapun tuan besar."Ujar Jalwa menjelaskan bahwa dirinya hanya berusaha menjadi teman untuk Arkana.
"Tadi saya lihat kamu menyambut Arshaka di depan pintu." Kata Bu Annisa heran melihat Jalwa yang bergegas ke depan saat mendengar mobil dari Arshaka.
Arshaka membenarkan posisi duduknya,dia yakin pasti akan panjang urusannya jika Jalwa mengadu.
Dan memang Jalwa berpikir ini kesempatannya untuk mengadu, "ya bu,saya sebenarnya merasa tidak enak jika harus seperti itu tapi Tuan Arshaka memberi pengaturan yang harus saya lakukan setiap hari."
Bu Annisa langsung menoleh pada Arshaka yang sedang menikmati kopi buatan ibunya, "apa itu benar?."
"Hanya hal kecil saja Bu," jawab Arshaka dengan santai.
"Memangnya selain mengurus keperluan Arkana apalagi yang kamu lakukan?" tanya Pak Raka penasaran tentang pengaturan yang Arshaka berikan.
"Setiap pagi selesai menyiapkan sarapan saya harus membangunkan tuan terlebih dahulu, baru kekamar bos kecil dan saat sore hari saat tuan Shaka pulang saya harus ada di depan untuk menyambut Tuan."
"Jadi kamu keberatan dengan tugas tambahan yang saya berikan?"tanya Arshaka tidak suka jika ternyata Jalwa melakukannya dengan terpaksa.
Jalwa menggelengkan kepalanya, "bukan begitu tuan tapi itukan tugas istri bukan tugas saya."
"Kamu benar Jalwa ,seharusnya Arshaka segera mencari istri jadi kamu bisa fokus sama Arkana."Sela Bu Annisa sambil memperhatikan perubahan raut muka putranya itu.
"Betul Oma, aku pengen Mbak Jalwa nemenin aku aja." Sahut Arkana yang mulai bersuara dengan tatapan penuh kemenangan pada ayahnya.
Arshaka menghela nafas berat,dirinya tidak bisa bicara lagi saat pembicaraan mereka sudah melebar kemana-mana .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments