Kembali ke rutinitas sehari - hari, Arshaka yang sudah siap dengan setelan jasnya dan Arkana dengan seragam sekolahnya sedang menikmati sarapan roti sandwich buatan Jalwa.
Sedangkan Jalwa sedang menyiapkan bekal untuk Arkana dan tidak Lupa untuk Boni juga.
"Mbak Jalwa sudah siap?" tanya Arkana.
Jalwa mengangguk " Sudah" sambil memperlihatkan dua bekal makan siang untuk di bawa kesekolah.
Arshaka menghampiri mereka " bekalku mana?."
" bukannya sekarang tuan tidak mau bekal dari pengasuh ini." jawab Jalwa sedikit menyindir.
"beberapa hari yang lalu aku menolak karena banyak meeting di luar" jawabnya asal.
"saya cuma buat untuk Arkana dan temannya saja, kalau mau nanti siang saya antarkan makan siang sebelum menjemput Arkana" ujar Jalwa.
"Terserahlah." Arshakapun pergi keluar.
" merajuk ayahnya bos kecil." kata Jalwa.
Arkana hanya tertawa saat ayahnya pergi dengan wajah di tekuk.
Arkanapun berangkat dengan diantarkan oleh Jalwa ke sekolah, dan di gerbang sekolah Boni Sudah menunggunya.
"Arka"teriak Boni memanggil temannya itu.
Arkapun berpamitan pada Jalwa namun sebelum Arkana menutup pintu Mobil, Boni berlari menghampiri mereka dan memanggil Jalwa " Mbak Jalwa."
"ya Boni?."
"Nenek bilang kotak makan yang waktu itu Belum bisa di kembalikan soalnya neneknya Boni lagi bantu tetangga hajatan" ujar Boni.
"ga apa - apa Boni ,jadi hari ini nenek ga jualan ya."
"iya Mbak Jalwa."
"ya Sudah kita masuk." ajak Arkana pada Boni.
"ayo, dadah Mbak Jalwa"seru Boni.
"jangan genit sama Mbak Jalwanya aku" ketus Arkana membuat Boni garuk - garuk kepala tanda tidak mengerti.
Jalwa hanya menggelengkan kepalanya melihat posesifnya Arkana " Pak kita ke pasar Dulu ya" ajaknya pada Pak Damar.
"Baik Mbak."
Jalwa pun berbelanja ke pasar tradisional karena dia akan mendapat kan harga yang jauh lebih murah dan banyak di bandingkan jika harus berbelanja ke swalayan dengan kualitas yang sama.
Puas berbelanja Jalwa kembali ke kediaman Arshaka dan membawa barang belanjaannya ke dapur.
"banyak sekali belanjaannya Mbak Jalwa " kata Bi Surti saat melihat tangan Jalwa penuh dengan belanjaan dan dibelakangnya Pak Damar juga membawa kantung belanjaan juga.
"stok seminggu Bi" jawab Jalwa.
Bi Surti sangat Tau Jalwa, pengasuh tuan mudanya itu selalu membelanjakan semua uang yang di beri oleh Tuan besarnya jika pun ada uang sisa itu akan di berikan padanya untuk di belikan kekurangan di dapur.
Selesai merapihkan belanjaannya, Jalwa mulai memasak untuk makan siang Arshaka walaupun pria itu tidak mengatakan apapun padanya Tadi pagi.
Jalwa berniat ke kantor Arshaka terlebih dahulu supaya dia tidak perlu berlama - lama di kantor dan Memiliki alasan menjemput Arkana.
Sesampainya Di kantor Darmendra Group Jalwa menghubungi Arshaka berkali - kali namun tidak di jawab. akhirnya dia menghubung Reyhan.
"Assalamualaikum Jalwa."
"Waalaikumsalam Mas Rey."
"kangen Ya sama aku."
Jalwa terkekeh "mas Rey bisa aja, Mas Rey bisa ke lobbi ga?."
"Bisa Dong. jangan kemana - mana ya."
"iya" sambil menunggu Reyhan turun ke lobbi Jalwa berbincang dengan resepsionis yang sudah mengenalnya.
Ketika sedang berbicara dengan resepsionis yang bernama Mia, Jalwa terkejut melihat Sarah yang masuk kedalam lobbi.
"Pak Arsha ada di kantor?" tanyanya dengan angkuh.
"Apa Sudah buat janji sebelumnya?" tanya Mia dengan sopan.
"Aku ga perlu buat Janji karena aku calon istri bos kamu" jawab Sarah.
Jalwa hanya menggelengkan kepalanya dan karena Sarah mengaku - ngaku calon istrinya Arshaka walaupun Belum tentu Arshaka mau.
"kamu bukannya pengasuh Arkana" tunjuk Sarah pada Jalwa " ngapain di sini?."tanyanya dengan ketus.
"Saya hanya mengantarkan makan siang" jawab Jalwa sambil memperlihatkan kotak makan yang dia bawa.
Sarah merebut kotak makan itu dari tangan Jalwa " biar aku yang kasih sama Arshaka, kamu pulang aja."
Saat hendak mengambil kembali kotak makannya dengan kasar Sarah mendorongnya hingga terjatuh.
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Arshaka yang berlari menghampiri mereka dan membantu Jalwa berdiri.
Sarah langsung gelagapan " Jalwa yang mulai duluan Mas Arsha."
"kamu tidak apa - apa?" tanya Arshaka khawatir dan mengabaikan Sarah.
Jalwa menggeleng "saya tidak apa - apa."
"Mas Arsha,aku cuma menawarkan diri membawakan makan siang kamu tapi Jalwa tidak suka" jelas Sarah.
"Benarkah itu?" tanya Arshaka sambil menatap Jalwa.
Jalwa hanya menggelengkan kepalanya saja.
Reyhan mengambil kotak makan yang ada di tangan Sarah tanpa perlu di perintahkan.
"Ada perlu apa kamu kemari?" tanya Arshaka datar.
Sarah mendekati Arshaka "aku mau mengajak Mas Arsha makan siang."
Arshaka menggenggam tangan Jalwa " aku sibuk" diapun mengambil kotak makan dari tangan Reyhan lalu berjalan menuju lift khusus tanpa melepaskan tangan Jalwa.
Reyhan tersenyum sinis pada Sarah "kau dengar sendiri bukan."
Sarah menatap Sebal pada Reyhan "awas kalian." dengan menghentakan kaki dia meninggalkan gedung Darmendra Group.
Sedangkan Arshaka dan Jalwa kini Sudah ada diruangan CEO dengan Arshaka duduk di kursi nya menghubungi Reyhan untuk menjemput Arkana di sekolah.
Dan Jalwa duduk di sofa memperhatikan Arshaka yang membereskan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum makan siang.
Sadar sedang di perhatikan, Arshaka menoleh pada Jalwa "apa aku sangat tampan?."
"pede" Jalwa mengalihkan pandangannya.
Arshaka tertawa sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Jalwa "kamu itu lucu" Ucapnya kemudian duduk di samping wanita itu.
"benarkah?" tanya Jalwa senang.
"aku makin cinta." bisik Arshaka.
Blush...wajah Jalwa langsung merah dan jantungnya berdetak dengan kencang.
"aku bisa dengar suara jantung kamu" ucap Arshaka sambil memakan makanan yang di bawa Jalwa.
Jalwa menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.
Arshaka tertawa karena tingkah Jalwa yang menurutnya sangat menggemaskan.
"udah atuh jangan godain aku terus" kata Jalwa sedikit manja.
Asrhaka mendekatkan wajahnya pada Jalwa"aku suka godain kamu."
Jantung Jalwa semakin berdetak kencang karena wajah Arshaka begitu dekat.
"aku Tau kamu juga Memiliki perasaan yang sama denganku."
Jalwa tersenyum canggung "aku.."
Hidung mereka pun bersentuhan, Saat bibir Arshaka dan bibir Jalwa hanya berjarak 1 centi lagi...
Brakkk
Arshaka dan Jalwa terkejut pintu di buka dengan kasar membuat mereka gelagapan.
"AYAH BUKAN MUHRIM."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
LISA
Heheee..wah Arka mengganggu nih
2022-11-28
1