Arkana Menang

Sudah beberapa hari ini Jalwa bingung dengan Sikap Arkana yang sedikit manja,Jalwa khawatir jika anak itu sedang kurang sehat, Akan tetapi setiap kali Jalwa ingin mengajak Arkana ke dokter, bos kecilnya selalu bilang kalau dia baik - baik saja.

"Bos kecil, Mbak Jalwa mau masak Dulu ya" kata Jalwa hendak pergi ke dapur namun Arkana langsung memegang tangannya.

"ikut mbak" pinta Arkana dengan wajah memelas.

Jalwa yang tidak bisa menolak pun mengajak Arkana kedapur,dia meminta anak kecil itu duduk di bangku yang dia bawa dari ruang makan.

Jalwa pun mulai memasak sambil sesekali melemparkan candaan kepada Arkana dan anak itupun selalu bertanya ketika Jalwa mengambil peralatan masak atau pun bumbu dapur.

Setelah satu jam berkutat di dapur akhirnya masakan Jalwa Sudah siap, dia membuat sop daging,cumi cabai hijau ,ayam bakar dan tahu krispi .

Arkana pun sesekali mengambil tahu krispi yang ada di hadapannya dan memakannya dengan ekspresi yang membuat Jalwa gemas.

"enak?" Tanya Jalwa pada Arkana yang sangat menikmati makanan yang dia buat.

Arkana mengacungkan dua jempolnya dengan mulut yang penuh dengan tahu krispi.

Jalwa bertepuk tangan bangga karena lagi - lagi masakannya di sukai bos kecilnya itu.Jalwa lalu menurunkan Arkana dari bangku dan mengajaknya keluar dari dapur sambil membawa hasil masakkannya ke meja makan.

Tak lama kemudian terdengar suara Mobil milik Arshaka datang, Jalwa dan Arkana pun ke depan rumah untuk menyambut Arshaka karena itu menjadi salah satu tugasnya.pria itu senang karena Jalwa sudah menunggunya pulang tapi senyumnya langsung hilang saat Arkana muncul di belakang pengasuhnya.

"selamat datang tu_ eh Mas Shaka" sambut Jalwa dan mengambil tas kerja Arshaka yang di sodorkan pria itu.

"Terima kasih Sudah menungguku"jawab Arshaka sambil melirik pada anaknya.

"Mbak Jalwa tidak akan mau repot -repot disini kalau bukan Ayah yang nyuruh" celetuk Arkana yang langsung mendapat tatapan tajam dari ayahnya.

Jalwa langsung menengahi "Mbak Jalwa ga apa - apa kok bos kecil" dia Tau kalau Ayah dan anak itu tidak akan berhenti saling menyindir.

Arshakapun naik ke lantai dua menuju kamarnya dan Arkana duduk menunggu ayahnya di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya sedangkan Jalwa menyimpan tas Arshaka ke ruang kerja Pribadi milik pria itu.

Selesai membersihkan diri Arshaka pun turun dan menghampiri putranya yang ternyata sudah menunggunya di ruang makan.

Arshaka duduk dan menunggu Jalwa mengambilkan makanan untuknya.

Jalwa yang tidak Tau jika bos besarnya itu ingin di layani pun hendak pergi setelah mengambilkan makanan untuk Arkana.

"Ehemmm"Arshaka bedehem membuat Jalwa menoleh.

"Apa anda tidak suka makanan yang saya masak malam ini?" tanya Jalwa.

Arshaka menunjuk ke arah piring "kau melupakan sesuatu."

Jalwa mendengus kesal "bilang Dong kalau pengen dilayani"umpatnya dalam hati. Jalwapun mengambil makanan untuk Arshaka kemudian dia undur diri.

Arshaka tersenyum puas dan langsung menikmati makanan yang ada di depannya.

"Ayah jangan senang Dulu"kata Arkana dengan ketus "Mbak Jalwa hanya punya aku dan Ayah tidak boleh mengambil perhatiannya dariku."

"o ya,coba kamu hentikan ayahmu ini" Arshaka menantang anaknya.

Arkana menatap tajam pada ayahnya "lihat saja nanti" anak itupun melanjutkan makan malam nya.

❄️❄️❄️

"Ayah"panggil Arkana pada ayahnya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil memangku laptop.

"Hmm"sahut Arshaka tidak mengalihkan pandangannya dari laptop.

Setelah makan malam Arshaka dan Arkana berada di ruang keluarga,tetapi mereka sibuk dengan urusannya masing - masing.Arshaka sibuk dengan laptopnya dan Arkana sibuk dengan ponselnya.

"Besok,ada perlombaan disekolah"kata Arkana memberitahukan.

"Lalu?."

"Besok Ayah harus kesekolah."

"Sepertinya Ayah tidak bisa" jawab Arshaka.

"tapi besok ada perlombaan yang berpasangan dengan orang tua"Arkana berharap ayahnya mengiyakan.

"Besok Ayah ada meeting."

Arkana lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya dengan perasaan kecewa.

Jalwa yang sedari Tadi mendengarkan pembicaraan antara Arkana dan Arshaka langsung menghampiri tuan besarnya itu "Tuan."

Arshaka mendongak dan memberikan tatapan tajam pada Jalwa.

"Maaf, Mas" Jalwa duduk di sofa single yang ada di sebelah Arshaka duduk.

"apa yang ingin kamu bicarakan?."

"Apa Mas Shaka tidak bisa meluangkan waktunya satu hari saja ?."

Arshaka menutup laptopnya dan menghela nafas "meeting besok Sudah di rencanakan dari jauh hari." jelas Arshaka.

"Apa meeting lebih penting dari Arkana?" Tanya Jalwa lagi yang mulai tidak suka dengan jawaban dari Arshaka "Apa kebahagiaan Arkana tidak lebih penting dari pekerjaan kamu?" tanyanya lagi.

"Jalwa."

Jalwa bangkit dari duduknya "sepertinya anda tidak akan mengerti" dia berbalik dan naik ke lantai dua untuk menghibur Arkana.

Arshaka memijit pangkal hidungnya "aku bekerja untuk Arkana juga"dia melihat ke meja dimana dia meletakkan ponsel yang sekarang berbunyi tanda pesan masuk.

Dia mengernyitkan dahi saat melihat nana Arkana yang muncul di layar ponselnya.

"Bagaimana rasanya saat Mbak Jalwa marah?😆😆😆😆Mbak Jalwa semakin sayang sama aku"

"sial,aku kena jebakan bocah itu" Arshaka melemparkan ponselnya ke samping.

Sementara itu di kamar Arkana saat ini Jalwa sedang membujuk Arkana yang sedang bersedih.

"Besok biar Mbak Jalwa yang akan ikut lomba sama bos kecil" kata Jalwa pada Arkana yang hanya mengangguk.

"Ayah ga sayang sama aku" ucap Arkana pelan.

"Ayah bukannya ga sayang tapi Ayah kerja untuk bos kecil" jelas Jalwa mencoba memberi pengertian pada Arkana tanpa menjelekkan ayahnya.

Jalwa pun menemani Arkana Sampai bos kecilnya tertidur dan dirinya pun ikut tertidur di samping Arkana Sampai pagi.

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Seru nih antara anak n ayah

2022-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!