Arshaka masih marah

Sudah beberapa hari Jalwa merasa ada yang berbeda dari sikap Arshaka, bukannya dia tidak mengerti penyebabnya tapi melihat Arshaka yang kembali seperti dulu membuat Jalwa merasa ada yang hilang.

"Mas Shaka "panggil Jalwa pada Arshaka yang hendak pergi ke kantor.

Arshaka menoleh dan menatapnya datar "ada apa?."

Jalwa menyodorkan bekal yang biasa Arshaka bawa "ada yang kelupaan."

"tidak perlu" Arshakapun menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Jalwa yang terlihat kecewa.

Jalwapun masuk kedalam rumah dan menyimpan kotak bekalnya di meja makan.

"Mbak Jalwa,kita berangkat" seru Arkana dari luar.

"ya" Jalwa membawa kembali bekal yang dia simpan, lebih baik bekal itu dia berikan nanti pada neneknya Boni.

Sepanjang perjalanan menuju sekolah Jalwa dan Arkana lebih banyak diam, Arkana tau bagaimana perasaan pengasuhnya itu karena sudah beberapa hari ini Arshaka menolak bekal yang Jalwa siapkan.

Sesampainya di sekolah Arkana tiba - tiba memeluk Jalwa "aku sayang sama mbak Jalwa ."

Jalwa terharu dan balas memeluk Arkana "Mbak juga sayang sama bos kecil."

Arkana mengambil kotak bekalnya dan berjalan menghampiri Boni yang sudah menunggunya di gerbang lalu masuk bersama - sama.

"kita pulang mbak Jalwa?" tanya pak Damar sopir pribadi untuk Arkana.

"bapak pulang saja ya,saya mau menemui teman dulu"kata Jalwa.

"tapi mbak Jalwa,nanti tuan marah."

"saya cuma sebentar saja." Jalwa turun dari mobil,setelah mobil berlalu Jalwa berjalan menuju tempat dimana nenek Boni biasa berjualan.

Jalwa berjalan selama 30 menit untuk sampai ke tempat neneknya Boni,dari jauh dia melihat nenek Ijah sedang duduk di halte.

Jalwa menghampiri nenek nya Boni itu "assalamualaikum nek."

Nenek Ijah mendongak untuk melihat orang yang menyapanya "Waalaikumsalam neng Jalwa."

"nenek sedang istirahat?" tanya Jalwa sambil duduk di samping nenek Ijah.

"Iyah,kok neng Jalwa ada disini?."

"kebetulan aku bosen kalo di rumah sambil nunggu Arkana pulang mending aku cari nenek buat bantu jualan." jawab Jalwa.

"jualan mah panas neng mendingan diam di rumah aja" kata nenek Ijah.

Jalwa menyerahkan kotak makanan yang dia bawa pada nenek Ijah " ini buat nenek."

"Alhamdulillah neng,terima kasih banyak."

Jalwa mengambil dagangan milik nenek Ijah.

"jangan neng, mendingan neng disini aja." seru nenek Ijah merasa tidak enak.

Jalwa tersenyum "nenek tenang aja, biar aku yang jualan hari ini.nenek tunggu disini ya."

Jalwapun mulai berjalan menjajakan jualannya nenek Ijah "gorengan gorengan." teriak Jalwa "gorengannya mbak" tawarnya pada sekelompok mahasiswa yang sedang berkumpul tak jauh dari salah satu universitas ternama yang tak jauh dari sekolahnya Arkana.

"mau dong mbak" ucap salah satu mahasiswi.

Jalwa mendekat "mau beli apa aja.?"

"ada apa aja Mbak?" tanya mahasiswi itu.

"ada bakwan, tahu isi, risol trus buras."

"kebetulan ada burasnya,saya mau buras 2 sama tahu isinya dua,bakwan 2."

Jalwa pun membungkus pesanan mahasiswi itu" jadi 6000."

Lalu datang beberapa orang menghampiri Jalwa untuk membeli gorengan yang di bawa Jalwa dan dalam satu jam dagangannya pun habis terjual. diapun menghampiri nenek ijah dan menyerahkan uang hasil jualan.

"Alhamdulillah neng,terima kasih sudah bantu jualan nenek."

"besok aku bantu nenek lagi ya" kata Jalwa.

"ga usah neng."

"tapi aku mau bantu nenek Ijah,jadi nenek jangan nolak."

Nenek Ijah hanya pasrah percuma melarang Jalwa.

❄️❄️❄️

"Kata Pak Damar, Jalwa tadi tidak ikut pulang sehabis mengantar Arkana" kata Reyhan pada Arshaka yang sedang fokus pada laptop di hadapannya.

" Lalu?."

"Jalwa hanya bilang mau menemui temannya."

Arshaka mengernyitkan dahi,setau dia teman- teman Jalwa kebanyakkan tinggal di seputaran Bandung "Kamu yakin?."

Reyhan menyerahkan ponselnya yang memutar sebuah video yang baru saja viral.

"Apa ini?." tanya Arshaka pada reyhan.

"lihat saja tuan." kata Reyhan sambil tersenyum.

Dengan malas Arshaka melihat video yang sedang viral di ponsel Reyhan dan ternyata isi dalam video itu berjudul 'penjual gorengan manis dan cantik' yang membuat Arshaka terkejut adalah yang di maksud penjual gorengan itu "Jalwa."

"Jalwa membantu seorang nenek menjualkan gorengannya dan tempatnya tidak jauh dari sekolah Arkana"jelas Reyhan.

Arshaka tersenyum "Jalwa membawa pengaruh baik untuk Arkana."

"untuk anda juga" ucap Reyhan dengan nada menyindir.

arshaka berdehem dan memperbaiki posisi duduknya "tidak juga."

"Anda seperti anak kecil yang sedang marah,so nolak bekal dari Jalwa" kata Reyhan pelan karena dia melihat saat Jalwa mengejar bosnya itu sampai ke depan rumah hanya untuk bekal yang tertinggal dan bos nya itu menolaknya.tetapi kata - kata Reyhan masih bisa di dengar oleh Arshaka.

"Aku tidak menolak tapi kau tau sendiri kan beberapa hari ini kita selalu ada pertemuan yang bertempat di restoran " jelas Arshaka memberikan alasan .

"terserah bos besar saja lah" gumam Reyhan.

"iyalah semua terserah aku."sahut Arshaka.

Sementara Jalwa kembali ke kediaman Arshaka bersama dengan Arkana karena dia menunggu di depan sekolah Arkana setelah membantu nenek Ijah.

Setidaknya dia bisa melupakan kekecewaannya terhadap Arshaka yang berubah sikapnya.

Dan sore itu saat Jalwa baru selesai memasak untuk makan malam, dia mendapatkan telpon dari sepupunya.

"Assalamualaikum Ji" sapa Jalwa pada sepupunya.

"Waalaikumsalam ,apa kabar teh?"

"Alhamdulillah baik,kmu sama keluarga di Bandung dararamang?."

"Alhamdulillah baik semua."

"ada apa Ji, tumben telpon teteh?."

"Begini teh,ada yang pengen aku omongin penting banget tapi aku pengen ngomong langsung sama teteh."

"Apa ibu sama ayah sakit?."tanya Jalwa khawatir.

"engga teh,ga ada yang sakit cuma ga sopan aja aku ngomong panjang lebar lewat telpon."

"oh, nanti teteh usahain ijin."

"ya udah teh,aku takut ganggu teteh."

"ya ga apa - apa."

"kalo gitu sampai jumpa di Bandung Ya teh."

"ya."

"assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"jika kamu ingin ke Bandung silahkan" ucap Arshaka tiba - tiba membuat Jalwa terlonjak kaget.

"Astaghfirullah,kapan Mas Shaka datang?" tanya Jalwa sambil mengusap dadanya berkali - kali.

"memangnya aku setan?"

"ya setan ganteng." gumam Jalwa.

"apa?."

"tidak ada, terima kasih sudah diijinkan untuk pulang ke Bandung."

"Beritahu juga Arkana."

"ya bos." seru Jalwa

Arshakapun berlalu menaiki tangan ke lantai dua.

Dan Jalwa tersenyum karena Arshaka tidak seperti tadi pagi yang jutek padanya.

Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!