Keesokan paginya karena hari minggu Arshaka dan Arkana bangun agak siang. sedangkan Jalwa sudah sibuk berkutat di dapur membuat beberapa hidangan untuk sarapan kedua bosnya.
Dia sempat bingung karena tidak Tau di mana letak perabotan di Simpan, dia membuka setiap Laci di dapur apartemen milik Arshaka. untungnya semalam dalam perjalanan ke apartemen mereka berhenti di swalayan dan berbelanja dahulu.
Setelah dia mengijinkan Mariska dan Sarah menginap di rumahnya, Arshaka mengajak Arkana dan Jalwa mengungsi ke apartemen milik Arshaka.
Dia Tau alasan Mariska menginap atas permintaan dari Sarah karena selama ini,Mariska jarang dan mungkin hampir tidak pernah menginap di rumahnya.
Jalwa tidak Tau sedari Tadi Arshaka duduk di meja makan memperhatikannya yang fokus memasak.
Arshaka tersenyum membayangkan jika Jalwa menjadi istrinya akan sangat menyenangkan memeluk wanita itu saat sedang memasak.
Arkana yang baru bangun menghampiri ayahnya dengan cepat dia duduk di hadapan ayahnya menghalangi pandangan Arshaka.
Arshaka menatap tajam pada putranya yang sudah mengganggu "kau."
Jalwa menoleh dan terkejut melihat kedua bosnya itu yang sudah duduk di meja makan "eh,Sudah pada bangun rupanya." ucap Jalwa lalu dia memberikan segelas susu untuk Arkana dan secangkir kopi untuk Arshaka.
"terima kasih." ucap Arshaka dan Arkana, bersamaan.
Jalwa mengangguk dan melanjutkan membuat sarapan.
Jalwa menghidangkan spagheti tuna dan gorengan di meja, membuat Arshaka tersenyum melihat sarapan pagi ini.
Jalwa yang mengerti menjelaskan pada Ayah dan anak itu " gorengan itu untukku."
"karena ada di meja jadi untuk kami juga" kata Arshaka mengambil bakwan dan memakannya.
Arkana yang tergoda dengan gorenganpun memakannya juga "enak Mbak Jalwa" Ucapnya dengan mulut penuh.
Jalwa hanya menggelengkan kepalanya " katanya gorengan itu ga sehat tapi dimakan juga."gumamnya.
"kalo kamu yang bikin apapun aku suka" ucap Arshaka sambil mengedipkan Mata pada Jalwa.
Jalwa merasa merinding dan berbalik kembali ke dapur.
Arkana tertawa mengejek " makanya jangan bikin baper tapi deket sama model itu."
"kamu tuh ngomong kayak orang tua" ucap Arshaka Sebal.
Sedangkan di rumah Arshaka, Mariska yang baru bangun menghampiri bi Surti yang sedang menyapu di ruang keluarga.
"Bi, Mas Arsa Belum pulang?" tanyanya.
"Belum Mbak " jawab Bi Surti "Tadi saya Sudah menyiapkan sarapan di meja makan."
"terima kasih bi." Mariska pun berjalan ke ruang makan karena perutnya yang lapar.
Tak lama Sarah datang " Arshaka Belum pulang?" tanya nya sambil duduk dihadapan Mariska.
"kata bibi sih Belum" kata Mariska.
"percuma Dong aku nginep?" gumam Sarah.
"aku kan udah bilang, Mas Arsha bukan tipe cowo yang suka di kejar" ujar Mariska.
Sarah langsung cemberut " kalo ga kayak gini, kapan bisa dapetin dia."
"di bilangin ngeyel." kata Mariska.
❄️❄️❄️
Arshaka kembali ke rumahnya menjelang magrib bersama Arkana dan juga Jalwa. dia lega karena Mariska Sudah tidak ada bersama temannya itu.
Bukannya dia tidak suka pada Mariska tapi dia malas melihat Sarah yang baginya terlalu agresif dan dia tidak menyukai wanita seperti itu.
Tentunya wanita yang dia sukai seperti Jalwa,Arshaka tersenyum sendiri mengingat hal itu.
"Ayah Stres senyum sendiri" ujar Arkana yang tidak sengaja melihat ayahnya yang sedang berada di ruang keluarga.
Raut wajah Arshaka langsung berubah dan menatap malas pada Arkana " ada apa?."
"Makan malam Sudah siap Ayah" kata Arkana memberitahukan.
Arshakapun bangkit dari duduknya dan berjalan ke ruang makan.
Arshaka dan Arkana duduk di tempatnya ,seperti biasa Ayah dan anak itu akan menunggu Jalwa mengambilkan makanan untuk mereka dengan senang hati Jalwa melakukannya karena Sudah satu bulan ini Arshaka menaikkan gajinya untuk tambahan hal - hal seperti ini.
"Mbak Jalwa besok jangan Lupa ya" uucap Arkana mengingatkan pengasuhnya itu.
Jalwa mengangguk saja karena dia baru saja memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
"jangan Lupa apa?" tanya Arshaka pada putranya.
"bekal untuk temanku dan siangnya pas jemput aku minta Mbak Jalwa bawakan makanan untuk neneknya temanku" Arkana menjelaskan pada ayahnya dengan penuh semangat.
Arshaka melirik pada Jalwa "benarkah?."
"ya, bos kecil sangat peduli pada temannya itu."jawab Jalwa.
"Apa temanmu tidak punya orang tua?." tanya Arshaka lagi.
"ya ayah,dia sudah tidak punya ayah dan ibu." jawab Arkana sedih "dia tinggal hanya dengan neneknya saja yang berjualan gorengan."
Arshaka mendengarkan perkataan putranya itu "apa kamu tau tempat tinggalnya?."
Arkana menggelengkan kepalanya" Boni selalu nolak kalo diajak pulang bareng ayah."
"ya sudah, ayah tidak keberatan dengan apa yang kamu lakukan,asalkan teman kamu itu tidak memanfaatkan kamu" jelas Arshaka.
"awalnya Boni selalu nolak kok,tapi karena aku paksa jadi dia mau terima bekal yang aku bawa." ujar Arkana yang yakin kalo Boni tidak memanfaatkannya.
Jalwa memperhatikan arkana yang mau bicara panjang lebar tentang temannya pada Arshaka,biasanya Arkana bicara hanya seperlunya dan jutek saat berbicara dengan ayahnya.
"kenapa senyum - senyum?" tanya Arshaka pada Jalwa.
"manisnya" jawab Jalwa tanpa sadar.
Arshaka berdehem dan Jalwa langsung tersadar "maaf."
Selesai makan Arshaka dan Arkana meninggalkan meja makan dan Jalwa langsung membereskan meja.
Jalwa hendak naik ke lantai dua untuk melihat Arkana namun di cegah oleh Arshaka.
"ada apa?."
Arshaka menatap wajah Jalwa yang selalu membuat hatinya bergetar " aku masih menunggu jawabanmu."
Jalwa menggelengkan kepalanya " aku merasa tidak pantas jika berada di samping anda."
"siapa yang mengatakan hal itu?" tanya arshaka.
"Mas Shaka yang seorang pengusaha dan banyak di kelilingi wanita cantik seperti mbak Sarah mana cocok dengan aku yang hanya seorang pengasuh." jelas Jalwa yang bertolak belakang dengan kata hatinya.
Arshaka tersenyum sinis " Bilang saja kalau kamu belum bisa move on dari mantan kamu."
"itu tidak benar."
Arshaka yang kecewa berlalu meninggalkan Jalwa yang terdiam "aku sudah melupakan dia dan aku entah sejak kapan jatuh cinta sama kamu Mas Shaka,tapi aku merasa tidak pantas untuk kamu" ucap Jalwa yang tidak mungkin terdengar oleh Arshaka karena pria itu sudah masuk ke ruang kerjanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
LISA
Asyik Shaka udh jujur menyatakan perasaannya ke Jalwa..ayoo Jalwa terima Shaka..
2022-11-28
1