Percaya diri

"Bos kecil," panggil Jalwa pada Arkana yang tidur Sampai sore hari setelah pulang dari kursus bahasa.

Jalwa duduk di pinggir ranjang dan memperhatikan wajah Arkana yang sangat mirip dengan ayahnya, "Bos kecil bangun yuk."

Arkana menggeliat,"Ada apa Mbak Jalwa?" tanyanya dengan wajah yang menggemaskan.

"Sudah sore,mandi Dulu ya."

Arkana turun dari tempat tidur. "Apa Air panasnya sudah siap?."

"Sudah Dong." Jawab Jalwa, "mau di mandiin?" godanya.

Arkana langsung menggelengkan kepala nya, "No, aku udah besar." Dengan cepat masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.

Jalwa tertawa karena tingkah lucu Arkana, anak itu memang sudah di ajarkan untuk mandiri sejak dini oleh ayahnya,diapun mengambil pakaian Arkana di lemari.

Tak berselang lama Jalwa mendengar suara Mobil masuk ke pekarangan rumah.

"Ayah pulang ya Mbak?" tanya Arkana yang baru selesai mandi.

"Iya bos kecil."Jawab Jalwa sambil membantu bos kecilnya berpakaian.

"Mbak Jalwa tidak menyambut Ayah di bawah?" tanya Arkana lagi.

"Mbak harus bantu Bos kecil Dulu dong." Jawab Jalwa yang tidak menyadari ternyata jika seseorang terlihat kesal mendengar jawabannya.

"Jadi kamu menganggap Saya tidak lebih penting dari anak saya!" ucap Arshaka.

Jalwa langsung menoleh dan terkejut melihat Arshaka yang sedang berdiri di pintu kamar Arkana "Tu_Tuan."

"Kenapa hari ini kamu tidak menyambutku di bawah?" tanya Arshaka dengan tatapan mengintimidasi membuat Jalwa gugup.

"Saya_saya kan pengasuh bos kecil Tuan." Jawab Dyfa ,kedua tangannya meremas ujung pakaiannya.

Arshaka maju menghampiri pengasuh anaknya itu "Siapa yang memberimu gaji?."

"Anda."

"Siapa yang memberikan ijin kamu bekerja disini?."

"Anda."

Arkana merentangkan tangannya di depan Jalwa dan menatap ayahnya dengan tajam "Ayah tidak boleh nakutin Mbak Jalwa." Serunya.

Arshaka hanya menghela nafas kasar,lalu keluar dari kamarnya tanpa mengatakan apapun.

Jalwa akhirnya bisa bernafas lega, "terima

kasih bos kecil." Ucapnya karena anak itu telah menyelamatkannya dari kata - kata pedas Arshaka.

"Mbak Jalwa ga usaha takut sama Ayah,aku akan melindungi Mbak Jalwa dari ayah." Kata

Arkana.

Jalwa mengangguk terharu,"Sekarang kita turun." Ajaknya pada Arkana.

"Ayo."

Sedangkan Arshaka,dia sedang berdiri di bawah guyuran Air dingin dari shower. Hampir saja dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri,entah kenapa semenjak Jalwa datang menggantikan Ibunya yang sakit untuk mengasuh Arkana ada sesuatu dalam dirinya yang menginginkan gadis itu.

Padahal semenjak istrinya pergi meninggalkan dirinya saat usahanya di ambang kebangkrutan,Arshaka bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi.

Tapi pertahanannya hampir runtuh karena Jalwa Karima, gadis itu benar - benar membuatnya frustasi.

Setelah merasa lebih baik dia keluar dari kamar mandi sambil mengosok rambutnya dengan handuk kecil.

Tok...tok...tok....

Arshaka berjalan menuju pintu dan membukanya. "Ada apa?."

Jalwa langsung membuang muka melihat Arshaka membuka pintu hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya, "maaf tuan,makan malam Sudah siap." Katanya memberitahukan.

"Kamu tidak suka sama saya Sampai membuang muka seperti itu?" tanya Arshaka marah.

"Maaf kalau saya tidak sopan." Jawab Jalwa sambil menunjuk ke arah badan bos besarnya itu dengan satu tangan menutup matanya, "tapi anda Belum berpakaian."

Arshaka terkejut melihat dirinya memang Belum berpakaian,dia langsung menutup pintunya dengan perasaan malu, "dasar bodoh." Dia merutuki kebodohannya.

Jalwa yang masih di depan pintu kamar Arshaka langsung menepuk pipinya, "sadar Jalwa, jangan terpesona sama du_ta juga sama roti sobeknya ,"dia mengelengkan kepala ya berkali- kali untuk menghilangkan bayangan si roti sobek milik Arshaka.

Diapun beranjak ke bawah menghampiri Arkana yang sedang duduk menunggu Ayahnya untuk makan malam bersama.

Tak lama kemudian Arshaka turun dan bergabung dengan Arkana yang sudah menunggunya.

"Kamu sendirian?" tanya Arshaka pada putranya dan tidak menemukan Jalwa disana.

"Biasanya juga sendiri." Jawab Arkana acuh.

Arshaka pun mengambil makanan yang sudah tersaji di meja makan "Apa ini masakan Jalwa?."

Arkana hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan. anak itu sangat menyukai masakan yang di buat oleh pengasuhnya yang enak dan kini ayahnya pun ikut - ikutan menyukai masakan Jalwa.

Arshaka yang sangat pemilih dalam makanan hingga membuatnya Memiliki daftar makanan yang harus di buat ART nya. Tapi entah kenapa ,apapun yang di masak oleh Jalwa dia sangat menyukainya dan akan memakannya dengan lahap tanpa protes.

Berbeda dengan Arkana yang tidak suka dengan ayahnya yang selalu menghabiskan makanan yang di buat pengasuhnya, "Ayah, jangan di habiskan udang crispinya." Dia protes saat Arshaka Sudah melahap habis udang crispi yang ada di piring.

"Masih ada makanan yang Lain" Ujar Arshaka tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Mbak Jalwa" Arkana berteriak memanggil pengasuhnya.

Jalwa yang baru selesai menunaikan Shalat magrib langsung bergegas menghampiri Arkana yang terdengar mulai menangis ," Ada apa bos kecil?" tanyanya khawatir.

Arkana menangis sambil menunjuk ayahnya. "Mbak Jalwa,Ayah jahat."

Jalwa menoleh pada Arshaka yang terlihat acuh dan tetap menikmati makan malam nya, "jahat kenapa?."

"Ayah udah ngabisin udang crispi punya aku." Arkana merajuk.

"Sudah." Jalwa menepuk pelan punggung Arkana yang kini ada dalam pelukannya, "nanti mbak goreng lagi."Ucapnya.

Arkana melepaskan pelukannya, "beneran?."

Jalwa mengangguk, "tunggu sebentar ya." Diapun pergi ke dapur dan mulai membuat Udang crispi untuk bos kecilnya.

Di meja makan Arkana tersenyum licik pada ayahnya sambil menyeka sisa Air Mata di pipinya. "Ayah lihat kan,Mbak Jalwa lebih mementingkan aku." Ucapnya penuh kemenangan.

"Cih...anak siapa sih kamu?" tanya Arshaka yang tidak suka bersaing dengan anaknya sendiri.

"Aku anak dari Arshaka Darmendra." Ucapnya dengan penuh percaya diri .

Arshaka terkekeh mendengar ucapan anaknya,"kamu itu terlalu percaya diri anak muda."

"Ayah sendiri yang mengajarkan aku untuk Memiliki kepercayaan diri yang tinggi."

"Kamu itu masih kecil Arkana."

"Dan Ayah Sudah tua."

Perdebatan antara Ayah dan anak itupun terhenti saat Jalwa datang dengan sepiring udang crispi .

"Yeay...."Arkana bersorak ketika Jalwa meletakkan piring berisi udang crispi di hadapannya.

Arshaka pun langsung protes, "kenapa hanya Arka yang di buatkan?."

"Maaf tuan,Tapi anda Sudah menghabiskan yang ada di meja makan." Ucap Dyfa menunjuk piring kosong yang ada di meja.

Arshaka meminum Air dingin yang ada di hadapannya dengan sekali teguk dan pergi meninggalkan ruang makan dengan kesal.

Jalwa melongo karena tingkah lucu Arshaka yang merajuk karena tidak di beri udang crispi "Bos kecil,apa dia ayahmu?" tanyanya.

Arkana mengangguk "memangnya kenapa?."

Jalwa langsung tertawa dan tidak menyangka orang yang selama ini terlihat cuek,tegas dan berwibawa merajuk seperti anak kecil.

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Hehee..seru jg nih

2022-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!