Keesokkan harinya Arkana mendiamkan ayahnya,dia tidak mau bicara ataupun hanya sekedar menyapa Arshaka.
Jalwa Tau jika Arkana masih sangat kecewa pada ayahnya tapi dia berusaha untuk memberikan bos kecilnya sedikit pengertian.
"Bos kecil, Pamit Dulu sama ayahnya" Jalwa mengingatkan Arkana sebelum mereka berangkat ke sekolah taman kanak - kanak.
Dengan enggan Arkana menghampiri ayahnya dan mencium tangan nya sebentar.
"Arka, maaf"ucap Arshaka karena melihat wajah anaknya yang kecewa padanya.
Arkana tersenyum kecut "aku Sudah terbiasa tanpamu AYAH." diapun berbalik menghampiri Jalwa dan mengajaknya masuk ke dalam Mobil.
Arshaka menatap Mobil yang membawa anaknya melaju meninggalkan rumah dan menoleh pada Reyhan "Bagaimana?."
Reyhan mengangguk "saya Sudah mengatur ulang meeting hari ini."
Arshakapun kembali ke dalam rumah untuk mengganti pakaiannya.
Sementara itu,Arkana kembali pada Mode dirinya yang dahulu sebelum mengenal Jalwa.
"Mbak Jalwa,itu Arkana kok balik lagi kayak Dulu?" tanya Sinta pengasuh dari salah satu teman sekelas Arkana.
"lagi pengen aja Mbak Sinta" jawab Jalwa asal.
Jalwa mendekati Arkana "bos kecil mau ikut lomba apa?." tanyanya "nanti Mbak Jalwa yang memenin."
Arkana mengangguk "terserah Mbak Jalwa aja."
Jalwapun mendaftar untuk ikut lomba estafet dan berjalan tiga laki.namun tiba - tiba ada suara riuh dari arah belakang penonton.Jalwa yang penasaran bertanya pada salah satu orangtua murid yang ada di sana.
"maaf bu,ada apa kok rame banget?" tanya Jalwa.
Ibu Mia yang ditanyapun menoleh "tuh, Bang DUTA datang." tunjuknya pada dua pria yang kini sedang menghampiri bos kecilnya.
"Alhamdulillah"Jalwa langsung menghampiri Arkana dan ayahnya "terima kasih tuan karena Sudah datang."
Arshaka yang tidak suka di panggil tuan oleh Jalwa langsung menoleh"Lupa lagi."
Jalwa menggaruk kepalanya yang tidak gatal "saya ga enak kalau di luar."
'alasan yang masuk akal' pikir Arshaka "hanya di luar saja tidak di rumah."
Jalwa mengangguk "Tadi saya Sudah mendaftar lomba yang akan di ikuti untuk berpasangan."
Arshaka menatap anaknya itu dan menggenggam tangannya "kamu siap?."
Arkana tersenyum "ya,Ayah."
"let's go" seru Arshaka.
"let's go" Arkana pun mulai bersemangat.
Kini mereka pun sedang mengikuti perlombaan lari estafet,riuh penonton menyoraki mereka berdua dan malahan ada yang meneriakkan nama Arshaka.
Jalwa yang melihat itu semua hanya geleng kepala.
"Mereka memang mempesona bukan!" ujar Reyhan.
Jalwa mengangguk setuju "Mas Arshaka selalu jadi topik pembicaraan setiap hari."
Reyhan menoleh pada Jalwa "wah,sudah ga canggung panggil Mas."godanya "memangnya pak bos selalu jadi trending topik?."
"Dari Para pengasuh sampai ibu - ibu yang di tanyain sama saya itu Bos DUTA" ujar Jalwa tanpa mengalihkan matanya memandang kekompakkan antara ayah dan anak itu.
Reyhan mengerutkan dahinya "bos DUTA?."
Jalwa tertawa renyah "bos DUDA TAJIR"
Reyhan pun ikut tertawa "bos,memang tajir" dia membetulkan sebutan itu.
Arshaka yang baru menyelesaikan lomba bersama Arkana memandang tidak suka pada keakraban antara Jalwa dan Reyhan.
Tak jauh beda dengan ayahnya, Arkana pun kesal melihatnya.
"Mbak Jalwa"panggil Arkana dengan berteriak.
Jalwa yang merasa dirinya di panggil langsung melambaikan tangannya pada Arkana.
"Lebih baik kamu menghampiri mereka" kata Reyhan yang melihat tatapan tidak mengenakkan dari kedua bosnya itu.
Jalwa pun berjalan menghampiri mereka dan memberikan minum pada keduanya.
"kamu tidak usah dekat - dekat dengan Reyhan" kata Arshaka sambil menegak air minumnya.
"kenapa?" tanya Jalwa tidak mengerti.
"cukup ayah saja yang menjadi sainganku jangan ditambah Om Reyhan" sahut Arkana jengkel.
Jalwa tersenyum canggung, untung saja mereka berdiri agak jauh dari orang- orang kalau tidak dia pasti akan di Bulli nanti.
Perlombaan pun selesai di gelar Arshaka dan Arkana menjadi juara di kedua perlombaan yang mereka ikuti,setelah mendapatkan hadiah dan sedikit berbasa basi dengan para guru. Arshaka pun mengajak Jalwa dan Arkana makan siang.mereka pergi menggunakan mobil Arshaka karena sebelumnya Reyhan mengajak sopir yang biasa mengantar Arkana untuk pulang.
Mereka bertiga pun pergi ke sebuah restoran yang menyediakan tempat indoor, Arkana senang karena disana juga disediakan Playground.
Arkana dengan cepat memakan makanannya karena dia ingin cepat bermain.
"pelan - pelan makannya bos kecil" Jalwa memberikan minum pada Arkana.
Arshaka mendecak kesal "kamu itu kayak ga punya mainan aja."
Arkana mendelik" di rumah main cuma sendiri ayah."
"Sudah - sudah, bos kecil boleh main" kata Jalwa.
Arshaka mendecak kesal "CK... kamu terlalu memanjakannya."
"Tentu saja aku memanjakannya karena aku pengasuh nya" jawab Jalwa.
"jadi kau juga harus memanjakanku juga."
"kenapa?."
"karena aku yang memberi gaji." jelas Arshaka.
Jalwa tersenyum canggung padahal di dalam hatinya dia sedang mengumpat.
Arshaka hanya tertawa melihat wajah Dyfa yang kesal.
"tuan."
Arshaka menatap tajam pada Jalwa "kau bilang apa?."
"MAS SHAKA ."
"Bagus" Arshaka memanggil pelayan untuk membereskan meja.
Sebelumnya Arshaka memesan secangkir kopi dan 2 jus mangga untuk Jalwa dan Arkana setelah makannya selesai.
"jadi apa yang kau ingin bicarakan?" tanya Arshaka sambil menyesap kopinya.
"Saya mau ijin satu Minggu." kata Jalwa.
"mau ngapain?"tanya Arshaka terkejut.
"Sepupu aku mau nikah jadi aku mau minta ijin selama satu minggu."
"kapan?."
"Minggu depan."
Arshaka menyipitkan matanya untuk melihat apakah Jalwa jujur "bukan untuk ketemuan sama pacar kamu?."
Jalwa melongo "tau dari mana aku punya pacar?."
"kamu tiap malam suka teleponan."jawab Arshaka tidak suka.
"sering nguping ya" goda Jalwa.
Arshaka langsung salah tingkah "engga lah."
"jadi gimana? di ijinin ga?."
"beneran acara nikahan?" tanya Arshaka lagi.
Jalwa mengangguk "kalo ga percaya telepon ibu."dia menyodorkan ponselnya.
"kapan?."
"Minggu depan."
"nanti kamu bicara sama Arkana."
"Mbak Jalwa aku capek." kata Arkana yang kini duduk di dekat Jalwa.
Jalwa menyodorkan jus mangga kesukaan Arkana.
"bos kecil senang ya main di sini."
"iya, disini aku banyak temennya."ujar Arkana senang.
Jalwa mengusap lembut rambut Arkana dan tidak luput dari perhatian Arshaka.
"kita pulang sekarang?" tanya Arshaka pada putranya itu.
Arkana mengangguk " ya ayah."
Mereka pun pulang saat Arshaka kembali setelah membayar semua ke kasir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments