Pengganggu

Waktu berganti dengan cepat tidak terasa Arkana kini duduk di sekolah dasar dan Jalwa kini tidak lagi menungguiya di sekolah. dia hanya mengantar dan menjemput ya saja bersama sopir.

Dan tidak beda jauh seperti Dulu saat Arkana masih di taman kanak - kanak, gurunya di sekolah dasar pun heran pada Arkana yang bicara seperlunya dan tatapannya yang datar. tidak seperti anak - anak Lain yang suka bermain dan bercanda.

"Arka main yuk" ajak teman satu kelasnya.

Arkana yang sedang membaca buku hanya melirik sekilas lalu melanjutkan membaca bukunya.

"udah, ga usah di paksa.dia mah ga asik " seru temannya yang Lain.

Cantika yang duduk di depan Arkana berbalik menghadap ke belakang "Arka, kamu ga jajan ke kantin?."

"engga" jawabnya singkat.

"Arka,kamu ga suka ya main sama temen - temen?." tanya Cantika lagi.

"Engga."

"ih kamu tuh jawabnya singkat banget" gerutu Cantika sambil berdiri dan meninggalkan Arkana di kelas sendirian.

Arkana mengambil kotak bekal yang dia bawa, diapun keluar dari kelas menuju ke belakang sekolah.

Disana Sudah ada seorang anak laki - laki yang sedang duduk sambil memegang perutnya yang lapar.

"kamu lapar?" tanya Arkana pada anak laki - laki yang bernama Boni itu.

Boni hanya mengangguk pelan karena dia Belum makan sejak pagi.

Arkana membuka bekal yang Jalwa siapkan dan sesuai permintaannya, pengasuh kesayangannya itu menyiapkan dua bekal makanan. Arkana pun menyerahkan bekal satunya pada Boni.

"Bagaimana denganmu Arka?" tanya Boni tidak enak.

Arkana memperlihatkan bekal satunya lagi "aku bawa dua."

Boni hanya mengangguk dan langsung memakan bekal itu dengan lahap, anak itu bersyukur karena Memiliki teman sekelas seperti Arkana yang peduli pada teman yang kurang mampu sepertinya.

Awalnya Arkana tidak sengaja melihat Boni yang hampir setiap hari di waktu jam istirahat selalu ke belakang sekolah dan selalu memegang perutnya dengan wajah yang pucat.

Karena penasaran Arkana menghampiri Boni dan Arkana terkejut mendengar cerita Boni yang Belum makan sejak pagi dan tidak Memiliki uang untuk membeli makanan , diapun memberikan bekal miliknya.

Setelah hari itu Arkana selalu minta pada Jalwa untuk menyiapkan 2 bekal untuknya.

"Terima kasih Arka ,kamu udah baik sama Boni" ucap Boni atas bekal yang di berikan oleh Arkana.

Arkana hanya mengangguk dan membereskan tempat bekalnya, merekapun kembali ke kelas karena bel masuk telah berbunyi.

Jam pelajaranpun berakhir , Arkana keluar bersama Boni yang selalu menunggunya. Arkana menyerahkan uang jajannya pada Boni.

"untuk kamu" kata Arkana.

Boni menggelengkan kepalanya " jangan Arka, Boni di bawain bekal aja , Boni udah seneng."

Arkana memasukkan uang itu kedalam saku celana Boni " Jangan nolak."

Boni menatap Arkana dengan Mata berkaca - kata " terima kasih."

Arkana mengajak Boni untuk pulang bersama saat melihat Jalwa yang turun dari Mobil di depan gerbang sekolah, tapi anak itu menolak karena akan menyusul neneknya yang sedang berjualan tak jauh dari sekolah.

❄️❄️❄️

"teman bos kecil suka ga sama masakkan Mbak Jalwa?" tanya Jalwa ketika mereka sudah Sampai di rumah dan Arkana yang sedang menikmati camilan yang Jalwa siapkan di ruang keluarga.

"suka banget soalnya selalu habis" jawab Arkana.

"besok Mbak Jalwa buatin lagi ya."

"besok kalo Mbak Jalwa jemput bawa makanan ya."

"Mau ada les ?" tanya Jalwa.

Arkana menggelengkan kepala "buat neneknya Boni, pasti neneknya Boni pun jarang makan" ucap Arkana pelan.

Jalwa tersenyum melihat sifat bos kecilnya yang suka menolong dan tidak pemilih dalam berteman "ya, sekalian besok kita temui neneknya Boni."

"terima kasih" ucap Arkana sambil memeluk pengasuhnya itu.

"tapi ijin Dulu sama tuan"kata Jalwa .

"oke."

Dan sore harinya seperti biasa saat Arshaka pulang ,Jalwa sudah menunggunya di depan pintu.

"assalamualaikum"ucap Arshaka.

"waalaikumsalam"jawab Jalwa lalu mengikuti boa besarnya itu ke dalam rumah.

"dimana Arkana?"tanya Arshaka.

"bos kecil sedang di kamarnya" jawab Jalwa sambil memberikan segelas Air putih pada Arshaka.

Arshakapun menerima gelas itu dan meminumnya hingga tandas "terima kasih calon makmum."

Jalwa mendecak kesal " ck... katanya calon makmum tapi ngedate sama orang Lain." sindirnya.

" Wah, calon makmum cemburu" goda Arshaka yang senang jika Jalwa cemburu.

"maaf ya saya tidak cemburu" elak Jalwa.

"aku senang kalau kamu cemburu" ujar Arshaka.

"Ayah ga usah bikin Mbak Jalwa baper" seru Arkana yang entah sejak kapan turun dari lantai dua dan Sudah berdiri di depan Jalwa.

"kamu anak kecil jangan ikut campur" kata Arshaka.

Arkana berkacak pinggang menatap kesal pada ayahnya " Ayah kan lagi deket sama model itu jadi Ayah ga usah godain Mbak Jalwa."

Arshaka menatap Jalwa yang langsung membuang muka ,tanpa bicara lagi Arshaka naik ke lantai 2 menuju kamarnya.

Jalwa tersenyum pada Arkana dan mengajak bos kecilnya ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Malam itu Jalwa tidak ikut makan malam bersama mereka seperti biasanya karena kediaman Arshaka kedatangan Tamu tak di undang.

Sarah wibowo Model yang di katakan oleh Arkana sedang dekat dengan ayahnya, dia datang bersama Mariska yang tak Lain adalah sepupu dari Arshaka.

Arshaka dan Arkana menikmati makan malamnya dalam diam walaupun sesekali Mariska dan Sarah mengajaknya bicara.

Arkana menyelesaikan malamnya dan bangkit dari kursi.

Mariska yang masih melihat makanan Arkana Belum habis lantas bertanya "Arka kok malamnya ga di habisin?."

" aku Sudah kenyang" jawabnya sambil berlalu dan naik ke lantai 2.

"Mas, aku boleh nginep ya malam ini sama Sarah" bujuk Mariska.

Arshaka menatap tajam pada sepupunya itu " Rumahmu masih di daerah sini, jadi cepatlah pulang." ucap Arshaka sambil berlalu meninggalkan ruang makan.

Mariska mengejar sepupunya itu" Mas, please malam ini aja" Mariska memelas berharap Arshaka mengijinkannya dan Sarah menginap.

"Dengar Mariska,aku tidak mau ada gosip jika Sarah menginap disini" jelas Arshaka karena selain itu dia tidak ingin Jalwa mengira dirinya ada hubungan dengan Model itu.

"Mas, di rumah ada kakak sama istrinya jadi aku malas tidur dirumah" jelas Mariska yang kekeh ingin menginap.

Arshaka menghela nafas berat dan memanggil Jalwa yang kebetulan hendak turun dari lantai 2 " Jalwa panggil Arkana."

Jalwa hanya menurut saja dan berbalik memanggil Arkana.

"kok Arkana di panggil Mas?" tanya Mariska heran.

"kamu silahkan menginap disini" kata Arshaka membuat Mariska tersenyum senang dan Sarah yang sedari Tadi mendengarkan pembicaraan mereka pun ikut senang.

"Rencanaku berhasil" gumam Sarah tersenyum penuh kemenangan.

Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!