Arkana ke pasar malam

Dan seperti sebelumnya Arkana selalu merajuk ingin ikut ke bandung.anak itu beralasan jika dirinya akan kesepian di rumah tanpa pengasuhnya apalagi belakangan ini ayahnya selalu sibuk di kantor.

Jalwa tidak tau harus berkata apa lagi melihat Arkana yang tidak mau bicara.

"Baiklah karena kamu memaksa kamu boleh ikut." kata Arshaka.

Arkana langsung memekik senang "hore" dia meloncat - loncat di atas tempat tidur kegirangan.

Arshaka memijit pelipisnya "tapi Minggu sore kalian harus pulang."

"baik" jawab Jalwa.

Dan mereka berangkat ke Bandung Jumat sore dengan diantar oleh Pak Damar,itupun atas perintah dari Arshaka karena jika tidak Jalwa tidak di ijinkan pulang.

Karena macet, waktu yang biasa di tempuh 3 jam menjadi 5 jam. saat adzan isya mereka baru sampai di rumah orang tua Jalwa.

Pak Damar menolak tawaran Jalwa untuk menginap, Pak Damar memilih pulang ke rumah anaknya yang masih di sekitaran kota Bandung dan besok kembali ke rumah orangtuanya Jalwa.

Malam itu karena lelah Jalwa dan Arkana langsung tidur.

Keesokkan harinya Jalwa mengajak Arkana makan bubur di tempat langganannya yang tidak jauh dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor milik Jalwa.

"Mbak Jalwa" seru Arkana.

"ya?."

"pulang dari sini aku mau minta ayah beli motor" ucapnya sambil menunggu bubur yang sedang di racik sang penjual.

"bukannya lebih enak naik mobil."

"kalau naik mobil aku ga bisa berduaan sama mbak Jalwa."jelas Arkana dengan polosnya.

Jalwa menggelengkan kepalanya "kalau di Jakarta Mbak Jalwa takut naik motor."

"takut kenapa?."

"takut ayah kamu minta dibonceng." gurau Jalwa langsung membuat Arkana tergelak.

Arkana menikmati bubur ayam sambil bercerita kepada Jalwa hingga seseorang menyapa pengasuhnya itu.

"apa kabar Wa?" sapa seseorang yang kini duduk di sebelahnya.

Jalwa hanya mengangguk dan terus memakan buburnya.

"kapan kamu tiba?" tanya Randi.

"kemarin malam" jawab Jalwa singkat.

"aku sudah cerita sama Jihan soal kita." ucap Randi.

Jalwa tersenyum sinis " aku tidak peduli" dia pun membayar buburnya dan mengajak Arkana yang sudah selesai makan untuk pergi.

Randi menatap kepergian mantan kekasihnya dengan sendu ,dia pikir pernikahan nya dengan Jihan akan berjalan dengan baik namun sayangnya Jihan melihat ponselnya yang masih menyimpan nomor Jalwa dengan nama 'kekasihku'.akhirnya diapun menceritakan semuanya bahwa saat menikah dulu dirinya masih menjadi kekasih sepupu istrinya itu.

Jalwa mengajak Arkana ke mini market untuk membeli peralatan mandi dan camilan, kemudian merekapun segera pulang ke rumah orangtuanya Jalwa.

Ternyata ketika Jalwa dan Arkana masuk kedalam rumah, sudah ada Jihan dan Zahra di sana.

"teh" Jihan langsung menghampiri Jalwa dan memeluknya dengan erat.

"eh" Jalwa terkejut untuk sesaat "kenapa Ji?."

"maaf" bisik Jihan dengan terisak.

"kamu kenapa nangis?" tanya Jalwa sambil membelai rambut panjang Jihan.

Jihan menatap sepupunya dengan penuh penyesalan "aku ga tau teh,aku bener - bener ga tau kalau_."

"hus" dengan cepat Jalwa memotong perkataan Jihan " yang sudah terjadi itu takdir Tuhan tidak perlu membicarakan masa lalu."

"teteh tau?."

Jalwa mengangguk "tadi teteh ketemu suami kamu Ji"

Jihan menunduk "pasti teteh sudah bicara dengan Bang Randi."

Jalwa menepuk pelan pundak sepupunya " Sekarang kamu sudah menjadi istri Bang Randi jangan pernah ada penyesalan karena sejak hari pernikahan kalian teteh sudah mengubur semua perasaan teteh sama Bang Randi." jelasnya.

Zahra mendekati kakak dan sepupunya itu" Teh Jalwa kan udah ada hot duda" candanya.

Wajah Jalwa langsung memerah membuat Jihan dan Zahra menggodanya terus.

Tanpa ada yang tau jika seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka dan tersenyum penuh misteri.

❄️❄️❄️

Malam harinya Jalwa mengajak Arkana ke pasar malam yang letaknya tak jauh dari rumahnya bersama adik dan sepupunya.

Arkana sangat senang karena ini yang pertama baginya pergi ke pasar malam.

"Mbak Jalwa ,aku pengen main itu" tunjuk Arkana pada segerombolan anak yang sedang memancing bola dan ikan mas.

" mancing bos kecil?" tanya Jalwa.

Arkana mengangguk dan menarik Jalwa ke permainan yang dia inginkan.

"Ragil teteh kesana ya" kata Jalwa pada adiknya.

"iya teh, Ragil sama Zahra dan Yeni mau keliling dulu."

"iya nanti kita ketemu di penjual bakso."

" ok."

Jalwa mengikuti Arkana yang penasaran dengan permainan yang ada di pasar malam, dia tersenyum melihat keceriaan Arkana yang jarang dia lihat .Tak lupa dia memfoto dan memvideokan Arkana saat sedang mencoba permainan yang ingin dia mainkan.

Puas bermain Jalwa mengajak Arkana membeli makanan dan minuman sambil menunggu adik beserta sepupunya yang masih berkeliling sejak tadi.

"bos kecil senang ga mainnya?" tanya Jalwa pada Arkana yang sedang minum milkshake cokelat kesukaannya.

"aku seneng banget ,banyak permainan yang belum pernah aku coba." jelas Arkana.

"Mbak Jalwa senang karena bos kecil suka ."

"Untung ayah ga ikut ya ke Bandung "ujar Arkana.

"memangnya kenapa?."

"Ayah pasti ga ngijinin kita main ke pasar malam" jawab Arkana sambil tertawa.

Tak lama adik dan sepupu Jalwa datang menghampiri mereka.

"kang basonya tiga" seru Ragil pada penjual baso.

"ok."

"udah selesai Arka mainnya?" tanya Ragil.

Arkana mengangguk "aku cape Asia Ragil."

"kapan - kapan ikut Mbak Jalwa ke Bandung lagi ya,biar kita bisa main lagi ke pasar malam" ucap Ragil.

"pasti dong A."

Jalwapun mengajak Arkana dan adiknya pulang karena sudah terlalu malam dan tidak baik untuk Arkana sedangkan sepupunya masih ingin bermain di pasar malam.

Mereka berjalan menuju rumah dengan diiringi canda tawa dari Arkana dan Ragil. Jalwa menggelengkan kepalanya melihat Arkana yang tidak canggung dengan adiknya.

Padahal Di Jakarta Arkana tidak terlalu akrab dengan saudara-saudara nya dan dengan Ragil yang baru 2 kali mereka bertemu Arkana langsung akrab.

Entah bagaimana jadinya jika Jalwa tidak lagi bekerja menjadi pengasuh Arkana,mungkin moment seperti ini akan dia rindukan.

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Jalwa benar2 membawa perubahan dlm kehidupan Arsha n Arka..

2022-11-28

1

budya elsa

budya elsa

semakin menarik

2022-11-12

3

lihat semua
Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!